NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Fondasi Orkestrasi Sembilan Naga

Akademi Pedang Awan Biru dalam kekacauan.

Alarm masih berbunyi. Para Tetua berteriak memerintah. Murid inti dan murid dalam berlarian ke setiap sudut akademi untuk mencari pencuri. Formasi deteksi mulai diaktifkan satu per satu.

Dan di tengah semua itu, Lin Feng berjalan dengan pelan, setiap langkahnya diperhitungkan, "Tirai Kabut Kekacauan" membungkus tubuhnya seperti selimut tipis yang membuat orang-orang tidak memperhatikannya.

Lin Feng bukan benar-benar tersembunyi. Hanya tidak menarik perhatian, seperti bayangan di sudut mata yang orang lihat tapi tidak di proses di dalam otak mereka.

Tapi teknik ini tidak sempurna. Membutuhkan konsentrasi penuh dan juga menguras Qi-nya perlahan tapi pasti.

Aku harus cepat, pikir Lin Feng sambil bergerak melalui koridor yang ramai. Semakin lama aku mempertahankan ilusi ini, semakin besar kemungkinan seseorang dengan spiritual kuat akan merasakannya.

Ia melewati sekelompok murid luar yang sedang menggeledah gudang. Melewati dua Tetua yang sedang mendiskusikan bagaimana pencuri bisa menembus formasi. Bahkan melewati Tetua Shen sendiri yang berdiri di tengah halaman dengan wajah gelap seperti badai.

Setiap kali ia melewati seseorang, jantungnya berdegup kencang. Setiap kali formasi deteksi menyapunya, ia harus mengalirkan lebih banyak Qi kekacauan untuk mendistorsi pembacaannya.

Hampir sampai, pikir Lin Feng saat ia melihat gedung perpustakaan di kejauhan.

Tapi di depan pintu perpustakaan, ada masalah.

Tiga murid inti berjaga disana, yaitu kultivator di Ranah Pembentukan Fondasi dan salah satu dari mereka adalah seseorang yang Lin Feng kenal.

Ling Chen, murid inti yang terkenal karena kemampuan indra spiritual-nya yang luar biasa. Bahkan di antara kultivator Ranah Pembentukan Fondasi, kemampuannya untuk mendeteksi keberadaan tersembunyi tidak ada tandingannya di akademi.

Sial.

Lin Feng berhenti di sudut koridor, masih tersembunyi dalam ilusinya, ia masih mengamati situasi.

Ling Chen berdiri dengan mata tertutup, indra spiritual-nya menyebar seperti jaring-jaring tidak terlihat yang menutupi seluruh area di sekitar perpustakaan. Setiap kali seseorang mendekat, ia membuka mata sejenak untuk memeriksa, lalu menutup mata lagi.

Tidak ada cara Lin Feng bisa melewati tanpa terdeteksi. indra Spiritual Ling Chen terlalu kuat.

Aku butuh pengalihan.

Lin Feng melihat sekeliling, mencari sesuatu apapun yang bisa ia gunakan.

Matanya jatuh pada pot tanaman besar di ujung koridor. Di dalam pot ada tanaman hias dengan daun lebar, tapi yang lebih penting ada lentera batu spiritual yang tergantung di sebelahnya.

Sebuah ide gila muncul di pikirannya.

Lin Feng mengambil batu kecil dari lantai, lalu melemparnya dengan hati-hati ke arah lentera.

TING...

Batu mengenai lentera, membuatnya berayun. Cahayanya bergoyang menciptakan bayangan aneh di dinding.

Salah satu murid inti yang berjaga bersama Ling Chen menoleh. "Apa itu?"

"Mungkin angin," jawab yang lain.

Tapi Ling Chen membuka matanya, menatap ke arah lentera dengan curiga. "Tidak. Ada sesuatu disana."

Ia mulai berjalan mendekat ke lentera itu, indra spiritual-nya terfokus ke area itu.

Sekarang!

Lin Feng bergerak. Tidak ke arah pintu depan, itu masih terlalu berbahaya. Tapi ke arah jendela kecil di sisi gedung perpustakaan yang biasanya hanya digunakan untuk ventilasi.

Ia menggunakan "Langkah Bayangan Angin" untuk melompat tanpa suara, menggapai ambang jendela lalu menarik tubuhnya naik dan masuk melalui celah sempit.

Jendela itu kecil, hampir terlalu kecil untuk tubuh manusia dewasa. Tapi tubuh Lin Feng ramping karena bertahun-tahun hidup sebagai pelayan dengan makanan terbatas. Ia berhasil memasukkan tubuhnya melalui celah itu dengan susah payah, meskipun harus menahan napas dan memaksa bahunya melewati celah yang sempit.

Ia jatuh ke lantai perpustakaan tingkat bawah dengan bunyi lembut, langsung berguling untuk meredam dampaknya.

Lin Feng berbaring di lantai sejenak, untuk mendengarkan suara. Tidak ada suara langkah kaki. Tidak ada alarm. Ling Chen dan yang lainnya masih di luar sedang memeriksa lentera.

Ia bangkit dengan pelan melihat sekelilingnya.

Perpustakaan tingkat bawah gelap dan sepi. Deretan rak buku menjulang tinggi di kegelapan.

Lin Feng bergerak dengan cepat tapi hati-hati menuju pojok di mana ia ingat rak yang retak berada.

Tapi saat ia tiba di pojok itu...

Rak sudah diperbaiki.

Apa?!

Lin Feng memeriksanya dengan lebih teliti. Ya, rak yang dulu retak sudah diperbaiki. Dan yang lebih buruk, rak-rak tambahan sudah ditambahkan di depannya, menyembunyikan pintu tersembunyi bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Seseorang menemukan kerusakan rak dan memperbaikinya, pikir Lin Feng. Tapi apakah mereka menemukan pintu tersembunyi? Atau mereka hanya memperbaiki rak tanpa menyadarinya?

Hanya satu cara untuk mengetahui.

Lin Feng mulai memindahkan rak-rak dengan hati-hati. Setiap gerakan ia usahakan tidak menimbulkan suara. Setiap buku yang tergeser ia pastikan tidak jatuh.

Butuh lima menit yang terasa seperti lima jam.

Akhirnya, ia melihat pintu kayu tua yang sama, masih tersembunyi di balik formasi ilusi yang memudar.

Lin Feng menarik napas  dengan lega.

Ia mengulurkan tangan ke pegangan pintu, tapi tiba-tiba berhenti.

Ada sesuatu yang berbeda.

Formasi ilusi di pintu... lebih kuat dari terakhir kali ia lihat. Seperti seseorang sudah memperkuatnya.

Seseorang tahu tentang ruangan ini, pikir Lin Feng dengan hati-hati. Dan mereka memperkuat formasi untuk menyembunyikannya lebih baik.

Tapi siapa? Dan kenapa?

Lin Feng tidak punya waktu untuk spekulasi. Ia mengalirkan qi kekacauan-nya ke formasi ilusi, seperti yang ia lakukan di ruang hadiah. Qi kekacauan meresap, mendistorsi dan membuka celah.

Formasi berkedip, lalu padam.

Pintu terbuka dengan bunyi berderit pelan.

Tangga batu menurun ke dalam kegelapan yang sama seperti yang ia ingat.

Lin Feng turun dengan hati-hati kemudian menutup pintu di belakangnya. Dalam kegelapan total, ia mengandalkan inderanya yang sudah dipertajam oleh kultivasi untuk menuruni tangga.

Akhirnya, ia tiba di ruangan bundar yang sama, altar giok hitam dengan ukiran sembilan naga yang melingkar.

Lin Tian, pikir Lin Feng tiba-tiba. Pendiri akademi yang menghilang 1100 tahun lalu. Apakah ia yang meninggalkan gulungan di sini? Apakah ia juga pemegang salah satu gulungan?

Tapi tidak ada waktu untuk memikirkan itu lebih lanjut.

Lin Feng bisa mendengar suara samar dari atas, suara orang-orang  yang sedang mencari, berteriak, berlarian. Akademi masih dalam penguncian total. Dan cepat atau lambat, seseorang akan memeriksa perpustakaan dengan lebih menyeluruh.

Ia harus melakukan terobosan sekarang.

Lin Feng duduk bersila di tengah ruangan tepat di depan altar kosong. Ia mengeluarkan Pil Fondasi Emas dari sakunya.

Dengan pil ini, peluang sukses tribulasi-ku meningkat. Fondasi-ku akan lebih kuat. Dan kekuatan yang kudapat setelah terobosan akan jauh lebih besar.

Tapi ada risikonya.

Pil ini dirancang untuk kultivator normal yang hanya kultivasi satu atau dua elemen. Bagi Lin Feng yang kultivasi sembilan elemen... efeknya mungkin tidak bisa di prediksi.

Tidak peduli, putus Lin Feng. Aku sudah sampai sejauh ini. Tidak ada jalan untuk mundur.

Ia memasukkan pil ke dalam mulutnya dan menelannya.

Efeknya langsung.

Pil itu langsung meleleh di tenggorokannya, sementara energi emas murni langsung mengalir ke dantian-nya seperti sungai lava.

Energi itu menyebar ke seluruh meridian-nya, memperkuat jalur Qi dan memperlebar kapasitasnya. Lalu kembali ke dantiannya di mana pusaran sembilan warna berputar.

Dan di sana, energi emas mulai meresap ke dalam pusaran, memperkuatnya dan memadatkannya.

Lin Feng merasakan fondasinya yang sudah ia bangun selama dua bulan terakhir mulai mengeras.

Fondasi yang diperkuat oleh pil sekarang membutuhkan lebih banyak Qi untuk naik ke level selanjutnya. Dan Lin Feng hanya punya satu cara untuk mendapatkan qi sebanyak itu.

Terobosan.

Ia menutup matanya, fokus ke dalam dan mulai memandu Qi-nya berputar lebih cepat. Lebih cepat dan Lebih cepat.

Pusaran sembilan warna di dantian-nya berputar seperti tornado kecil. Setiap elemen, petir, api, air, tanah, angin, cahaya, bayangan, ruang, dan kekacauan berputar dalam harmoni sempurna.

Lalu Lin Feng merasakan sesuatu.

Yaitu sebuah hambatan. Seperti dinding tak terlihat yang menghalangi Qi-nya untuk naik lebih tinggi.

Ini adalah hambatan natural antara Ranah Pengumpulan Qi dan Ranah Pembentukan Fondasi. Setiap kultivator harus melewatinya untuk naik ke Ranah selanjutnya.

Dan satu-satunya cara untuk melewati hambatan ini adalah memaksanya.

Lin Feng mengumpulkan semua Qi-nya, lalu mendorong dengan sekuat tenaga.

CRACK...

hambatan itu retak.

Tapi tidak pecah sepenuhnya.

Lin Feng mendorong lagi, lagi, dan lagi.

Keringat membasahi dahinya dan urat-urat di lehernya seketika menonjol.

CRACK!

CRACK!

Retakan semakin besar.

Dan tiba-tiba, seperti kaca yang dipukul terlalu keras, hambatan itu pecah berkeping-keping.

Qi mengalir keluar seperti air bendungan yang jebol, membanjiri dantian-nya, memperluas kapasitasnya dan mengubah strukturnya.

Lin Feng merasakan transformasi terjadi di dalam tubuhnya.

Ranah Pengumpulan Qi adalah tentang mengumpulkan Qi dari luar dan menyimpannya di dantian. Sementara Ranah Pembentukan Fondasi berbeda. Ini tentang membangun Fondasi Sejati, struktur internal yang bisa menghasilkan Qi sendiri, tidak hanya menyimpannya.

Di dantian Lin Feng, pusaran sembilan warna mulai berubah. Tidak lagi hanya pusaran sederhana tapi struktur kompleks seperti orkestrasi.

Sembilan lapisan, satu untuk setiap elemen. Mereka berputar dalam pola yang rumit, saling berjalin dan saling mendukung. Di tengahnya, Qi kekacauan bertindak sebagai penghubung, memastikan semua elemen tetap harmonis.

Ini adalah Fondasi Orkestrasi Sembilan Naga.

Dan saat fondasi itu terbentuk sempurna, suara gemuruh dari langit terdengar.

Lin Feng membuka matanya dengan terkejut. Meskipun ia di bawah tanah, ia bisa merasakan perubahan di luar. Bisa merasakan tekanan yang menumpuk.

Tribulasi datang.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!