NovelToon NovelToon
Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Arya, seorang pewaris sekte abadi yang dikhianati dan kehilangan kekuatannya, terperangkap dalam tubuh seorang "menantu benalu" yang dihina oleh keluarga istrinya di kota metropolitan modern. Dengan ingatan masa lalu dan sisa kekuatan spiritualnya, ia harus membangun ulang fondasi kekuatannya, menaklukkan dunia bisnis, melindungi wanita yang ia cintai, dan perlahan mengungkap rahasia alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Jamuan di Balik Tirai Besi

​Sebulan berlalu sejak kehancuran Keluarga Mahendra. Kota Emerald seakan lupa pada nama besar yang dulu mendominasi industri properti itu. Yang tersisa hanya rumor: Mahendra telah menyinggung Naga yang tertidur.

​Bagi Keluarga Kusuma, bulan ini adalah masa keemasan. Suntikan dana dari Emerald Group membuat saham mereka melonjak, menyedot investor seperti ngengat mendekati cahaya. Nadia kini bukan hanya sekadar "wanita malang yang menikah dengan benalu", tetapi "Ratu Bisnis Baru" yang paling diperhitungkan di kota.

​Malam itu, Grand Hotel Victoria menyelenggarakan pesta amal tahunan paling eksklusif di Emerald. Ratusan mobil mewah terparkir, menerangi lobi dengan pendar metalik mereka.

​Nadia melangkah keluar dari mobilnya, mengenakan gaun sutra hitam elegan yang mempertegas lekuk tubuh dan auranya yang dingin. Di sisinya, Arya berdiri tenang dalam balutan jas yang... jujur saja, sedikit kebesaran.

​Rina yang baru turun dari mobil di belakang mereka langsung menatap Arya dengan pandangan jijik. "Hei benalu, sudah kubilang tunggu di mobil! Kehadiranmu hanya akan membuat Nadia malu. Kau tahu siapa saja tamu malam ini? Para pemegang kuasa Emerald!"

​Arya hanya diam, tatapannya menyapu lobi hotel. Baginya, "pemegang kuasa" ini hanyalah debu.

​Nadia menghela napas. "Ibu, sudahlah. Malam ini, penyelenggaranya mewajibkan kehadiran pasangan. Aku tidak punya pilihan." Meskipun suaranya dingin, ada secercah perlindungan dalam nadanya, sesuatu yang tidak pernah Arya rasakan selama tiga tahun terakhir.

​Saat ketiganya melangkah masuk ke aula pesta, kilatan cahaya kamera langsung membombardir Nadia. Ia memang menjadi pusat perhatian. Namun, atensi tidak hanya tertuju pada kecantikannya.

​"Lihat, itu Nadia Kusuma. Aku masih tidak percaya Emerald Group mendukungnya."

"Lalu, siapa pria kurus di sebelahnya itu?"

"Itu si benalu, Arya. Katanya, pria simpanan Nadia di belakang layar yang menghancurkan Bima. Memalukan sekali harus membawa sampah ini ke pesta elit."

​Bisik-bisik yang merendahkan menggema. Rina menjauh dengan wajah memerah karena malu. Nadia tetap tenang, meskipun tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan Arya. Anehnya, ada kehangatan solid yang mengalir dari lengan pria itu, membuatnya rileks seketika.

​Tiba-tiba, seorang pemuda tampan dalam balutan jas putih berjalan ke arah mereka, diiringi oleh sekelompok tuan muda lainnya. Senyum sarkastis menghiasi wajahnya.

​"Nadia yang cantik, selamat atas kebangkitan kembali Kusuma," sapa pemuda itu, mengulurkan tangan. Dia adalah Dion Atmaja, pewaris Keluarga Atmaja—keluarga yang setara dengan kelas Emerald Group. "Aku dengar, kau sedang mencari aliansi untuk mengamankan Proyek Dermaga Selatan."

​Nadia menjabat tangannya dengan enggan. "Terima kasih, Tuan Dion."

​Dion tersenyum lebar, tatapannya kemudian beralih ke Arya dengan penuh penghinaan. "Dan ini pasti... legenda kita. Arya, si pelayan keluarga Kusuma. Kudengar kau sangat mahir memasak mie instan. Sayang sekali, koki di hotel ini semuanya berbintang Michelin. Mungkin kau bisa belajar dari mereka di dapur?"

​Kelompok di belakang Dion meledak dalam tawa mengejek.

​Nadia mengerutkan kening. "Dion, tolong jaga bicaramu."

​"Oh, aku hanya bercanda, Nadia," Dion mengangkat tangannya, tertawa pelan. "Lagipula, sebentar lagi akan ada pelelangan amal. Ada relikui kuno yang akan dilelang. Mungkin aku akan membeli mangkuk tua agar suamimu ini bisa makan enak."

​Arya menatap Dion dengan pandangan datar. Tiba-tiba, ia tersenyum tipis. "Mangkuk tua mungkin cocok untukmu, Tuan Atmaja. Setidaknya, bisa menampung harga dirimu yang seukuran biji kedelai itu."

​Aula itu mendadak hening. Tawa kelompok Dion terhenti di udara.

​Mata Dion membelalak, wajahnya berubah merah padam. "Apa kau bilang, dasar benalu?!"

​Bahkan Nadia terkejut. Arya yang dulu tidak akan pernah berani membalas, apalagi kepada sosok sekelas Dion Atmaja.

​"Aku mengatakan yang sebenarnya," Arya menjawab tenang. "Tubuhmu dipenuhi aura kelam, organ hatimu rusak akibat terlalu sering mengonsumsi pil perangsang murahan. Kau pikir kau kuat? Dalam tiga bulan, kau tidak akan bisa berdiri."

​Kata-kata Arya seperti petir di siang bolong. Beberapa tuan muda di belakang Dion tampak saling berpandangan, menyembunyikan senyum geli, karena rahasia kelam Dion di dunia malam memang sudah bukan rahasia lagi, meski tidak ada yang berani mengungkapkannya secara langsung.

​"Kau...!" Dion mengangkat tangannya, berniat menampar wajah Arya.

​Namun, sebelum tangannya menyentuh sasaran, sebuah suara berat dan menggelegar menghentikannya.

​"Berhenti!"

​Kerumunan terbelah bagai Laut Merah. Han Shixiong, "Dewa Medis" sekaligus pemegang takhta malam ini, berjalan masuk dengan didampingi puluhan pengawal elite. Matanya tajam, memancarkan aura dominasi mutlak.

​Han Shixiong melangkah mendekat. Ia mengabaikan Dion sepenuhnya dan berhenti tepat di depan Arya. Di hadapan seluruh elite Emerald yang memandang dengan napas tertahan, pria paling berkuasa itu... membungkukkan badannya.

​"Tuan Arya," suara Han Shixiong terdengar begitu hormat hingga membuat bulu kuduk berdiri. "Lelang akan segera dimulai. Apakah Anda berkenan masuk ke ruang VIP utama bersamaku?"

​Hening kembali merajai.

Kalian bisa mendengar jarum jatuh ke lantai.

​Dion membeku, tangannya yang masih terangkat kini gemetar. Rina mematung, seakan jantungnya berhenti berdetak. Dan Nadia... Nadia menatap suaminya dengan mata terbelalak, rahasia besar akhirnya terpecahkan tepat di depan matanya.

​Arya tersenyum tipis pada istrinya, lalu beralih ke Han Shixiong.

​"Boleh saja," jawab Arya santai. "Tapi tolong, jangan biarkan lalat kecil ini masuk ke ruanganku. Aromanya busuk."

​Han Shixiong melirik Dion dengan tatapan maut, lalu mengangguk singkat kepada pengawalnya. "Usir Keluarga Atmaja dari hotel ini. Sekarang."

​Dion tak bisa berkata-kata, diseret keluar bagai sampah. Sementara Arya, melangkah menuju ruang VIP.

1
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update nya
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
mlh gx update
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
up thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
up
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Dirman Ha
ih gk
Dirman Ha
hbk
Dirman Ha
hv gb bn
Dirman Ha
jg gb BBM
Dirman Ha
ig di
Dirman Ha
jg CV
Dirman Ha
ih gb np
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!