NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Ibu Mertua Kejam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil?

Sepanjang perjalanan pulang, Helena hanya menatap kosong jalanan dari jendela mobil, pikirannya kembali melayang dimana saat dokter dengan tegasnya mengatakan jika dirinya sedang hamil berusia dua minggu.

Helena senang, tentu saja. Tapi mengingat semua akar masalahnya, rasa senang itu berubah menjadi rasa marah dan juga kecewa, jika saja Tuhan memberikannya anak saat hubungan dirinya dan Farhan baik-baik saja, mungkin Helena akan menganggap kandungannya sebagai anugrah terindah yang pernah ia terima, tapi anak itu tumbuh di saat Helena ingin mengakhiri semuanya.

Rasanya Helena memang sudah sangat muak tinggal di rumah yang tidak jauh berbeda dengan rumahnya dulu. Mungkin dulu Helena masih bisa tahan dengan semua sikap anak-anak tirinya, selama masih ada Farhan di sisinya, Helena tidak masalah dengan itu semua, tapi sekarang, Farhan justru menjadi luka terbesar yang ditorehkan kepada Helena, lalu bagaimana Helena bisa mempertahankan pernikahannya, terlebih Farhan menikahi dirinya hanya karena untuk menuntaskan balas dendamnya kepada ibu kandungnya.

"Mbak, susah sampai," beritahu sopir taksi yang di pesan Helena.

Helena menegakkan duduk dan langsung membayar jaga total semuanya.

"Dari mana saja kau?"

Baru saja Helena menutup pintu taksi, tapi Sarah, mama dari Farhan langsung menodongnya dengan pertanyaan.

"Kau tuli, saya bertanya denganmu," baiklah suara Sarah satu oktaf.

Helena menoleh dan tersenyum tipis, "maaf, aku kira sedang bertanya kepada siapa,"

Setelah mengatakan hal tersebut Helena langsung melangkah masuk ke dalam rumah, meninggalkan mama mertuanya yang marah-marah tidak jelas di luar. Helena abai, ia sudah tidak bisa lagi di perlakukan seenaknya. Jika dulu ia hanya diam saja karena masih menghormati keluarga dari suami yang dicintainya, kini ia tidak bisa lagi, pun ia sudah tidak lagi cinta terhadap suaminya, nyatanya setelah malam Farhan memaksa Helena, Helena sudah kehilangan perasaannya untuk Farhan. Hilang, benar-benar tidak tersisa.

"Kau buta ya, tidak lihat, di bawah ada kertas ulanganku," teriak Freya melihat Helena yang berjalan pelan, dan menginjak kertas hasil ulangan hariannya.

Helena melangkah mu dur dan menundukkan kepala untuk melihat kertas yang tak sengaja ia injak, "maaf, saya tidak tahu ada kertas di tempat berjalan," ucap Helena dengan senyum tipisnya dan pergi begitu saja. Freya sampai mengepalkan kedua tangannya karena ia benar-benar sangat kesal dengan Helena.

Helena melangkah santai ke ruang keluarga, hanya ada Kenzo yang sedang bermain game dan TV yang menyala. Helena abai, lalu langsung duduk di kursi single melepas lelah sehabis dari rumah sakit.

Kenzo yang sadar dengan kehadiaran Helena hanya meliriknya sebentar, lalu kembali fokus bermain game di ponselnya, sama sekali tidak mengindahkan kehadiran Helena yang sebenarnya sedikit membuat Kenzo tidak nyaman, karena ia tidak biasa melihat Helena yang benar-benar diam, tidak lagi cerewet menyuruhnya berhenti bermain game karen Kenzo yang sering kali lupa waktu.

Ponsel Helena berdering nyaring di ruangan yang sunyi itu, Kenzo bermain game tapi ia mematikan speaker nya, Kenzo memang tidak suka dengan suara berisik yang dihasilkan dari gamenya, itulah kenapa ia selalu mematikan speakernya.

"Halo!"

Suara Helena kembali membuat Kenzo meliriknya, hanya sebentar, setelah itu ia kembali fokus bermain game.

"Aku lelah, tidak ada waktu untuk masak, apalagi untuk makan lima orang, suruh saja chep yang masak," ucap Helena datar.

Kali ini perhatian Kenzo benar-benar teralihkan dengan Helena, rasanya ia masih penasaran hal yang menyebabkan Helena menjadi secuek sekarang, ia benar-benar mengabaikan semuanya bahkan Helena tidak pernah lagi memasak untuk makan bersama, ataupun sekedar mmebuat cemilan.

"Aku juga tidak ada waktu untuk membersihkan kamar,"

"Aku lelah, dan sedang tidak mau bermain dengan anak kecil,"

Kenzo mengerutkan dahinya bingung, Helena menolak semua dengan alasan yang klasik, dulu Helena tidak pernah malas-malasan, dia adalah orang yang paling semangat bersih-bersih dari pada pembantu di rumahnya, Helena jiga yang selalu antusias jika berkaitan dengan Nael.

Tapi sekarang, Helena benar-benar tidak melakukan apapun lagi, selain untuk dirinya sendiri.

"Sebenarnya apa tugasmu sebagai seorang ibu dan seorang istri di rumah ini, kenapa malas-malasan sekali," sindir Kenzo begitu Helena menutup telponnya dan kembali menaruhnya di atas meja.

Helena tersenyum kecil, lalu menatap Kenzo dengan tatapan lembut, bukan lembut karena sayang, tapi sebagai ejekan untuk anak tirinya.

"Tugasku sebagai seorang istri? atau tugasku sebagai seorang ibu? Memangnya siapa yang menganggap aku ibu? Kalian? Kalian saja tidak pernah menganggap aku ada? Bagaimana bisa menganggap aku sebagai seorang ibu?" Helena terkekeh kecil, laku menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.

"Rasanya enak sekali hidup seperti ini, sangat nyaman," Helena mendongakkan kepalanya ke belakang dengan kedua mata yang terpejam, senyumnya masih melekat di kedua bibirnya, tidak luntur sama sekali.

Kenzo kesal, melihat sikap Helena yang seperti ini malah membuat Kenzo merasa jika Helena hanya ingin menguras harta papanya.

"Katakan yang sebenarnya, mengapa kau mau me ikan dengan papa yang bahkan umurnya lebih tua darimu?" tanya Kenzo datar.

Helena membuka matanya dan kembali menegakkan punggungnya mendengar pertanyaan yang sangat menarik untuk Helena jawab.

"Bukankah terbalik, harusnya kamu tanyakan kenapa papamu menikahi saya,"

Kenzo mengerutkan keningnya bingung, tatapan datarnya berubah menjadi tajam.

"Kamu bisa tanyakan sendiri kepada papamu, aku tidak punya urusan,"

"Tapi kau menerima lamaran papaku untuk menikahimu," balas Kenzo tajam.

Helena terkekeh pelan, "memangnya ada yang salah menikah dengan pria yang dicintainya?"

"Tidak mungkin, papa tidak mungkin datang jika kamu tidak mengundang,"

Lagi-lagi Helena terkekeh pelan, lucu sekali Kenzo ini, dia masih terlalu remaja, tapi sudah sok tau dengan urusan orang dewasa.

"Justru itu Kenzo, papamu memang merencanakan semuanya untuk aku, aku aku terlihat orang yang lebih dulu menyukai papamu, dengan begitu semuanya akan mudah papamu jalankan,"

"Kau sudah tidak waras, kau memang tidak waras," Kenzo bangkit dari sofa dan langsung pergi meninggalkan Helena yang masih terkekeh geli.

Lihat! Banyak orang yang menginginkan kebenaran, tapi begitu kebenaran terungkap, tidak ada satupun yang bisa menerimanya.

Begitu pintu ruang keluarga kembaki tertutup rapat, Helena langsung mengubah ekspresi wajahnya, guratan kesedihan masih nampak begitu terlihat di wajahnya, tidak ada yang bisa melihat, bagaimana terlukanya Helena sekarang, anak-anak yang dulu Helena perjuangkan mati-magian agar mendapatkan hatinya, kini Helena abaikan, Helena tunjukkan dirinya seperti orang jahat untuk mereka, demi melindungi hatinya agar tidak kembali terluka.

Memang tidak mudah untuk Helena bersikap mejadi pribadi yang bukan dirinya, tapi mau bagaimana lagi, ia sudah lelah dilukai juga disakiti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!