NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Kedua netra itu saling bertemu, sesaat terdiam baru menyadari posisinya saat ini tidak menguntungkan bagi gadis itu. Sontak Wening menjerit kaget mendapati suaminya yang terbengong tak jauh dari tempatnya.

"Dasar om-om mesum! Kurang asem! Keluar!" bentak gadis itu murka sembari menyambar bantal lalu menimpuknya dengan gemas.

Gadis itu baru saja pulang dengan ojol setelah menunggu beberapa jam suaminya tak kunjung menjemputnya. Bahkan mungkin lupa kalau punya istri. Wening yang capek dan merasa gerah niat banget membuka beberapa kancing seragamnya. Merasakan kesejukan ruangan kamarnya sambil duduk santai di bibir ranjang tetiba suaminya masuk tanpa permisi. Tentu saja membuat gadis itu kaget, jengkel setengah mati dan merasa dicurangi. Dengan cepat gadis itu membenahi pakaiannya yang setengah terbuka.

"Adoh ...! Galak banget sih! Ampun deh, iya-iya aku keluar!" sahut pria itu menerima amukan istri kecilnya dengan bantal guling.

Suasana gaduh pun terdengar hingga ke ruangan lainnya. Membuat seisi rumah ikut geger dan bertanya-tanya.

"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Bu Yasmin langsung menghampiri kamar pengantin baru itu ketika mendengar keributan.

"Eh, Mama, ini Mah, Mas Seno ngagetin," jawab gadis itu menghentikan aksi brutalnya terhadap suaminya yang kembali terlihat dingin.

"Sen, kamu jangan kelewatan dong kalau becanda. Dia itu baru pulang capek, kamu jadi suami nggak ada perhatian blas, mana lupa jemput. Sungguh terlalu!" tukas Bu Yasmin mengomel.

Seno yang merasa difitnah jelas melongo di tempat. Pandai sekali istrinya bersilat lidah. Berani benar dia memutar balikkan cerita dengan tipu muslihatnya.

"Heh, bocil! Mulutmu tukang kibul ternyata, suruh siapa kaget. Dasar lemah!" Seno menyeret istrinya ke kamar setelah ibunya beranjak. Siap mengultimatum penuh dendam kesumat.

"Eh, sudah salah, ngatain, nyolot lagi. Di mana-mana itu adabnya masuk sopan santun. Permisi kek, ketuk pintu. Bukan main nyelonong kaya maling. Nikmatin banget lagi, hih. Sebel!" kesal gadis itu murka.

"Heh, kamu lupa ya kalau ini tuh kamar aku, Seno Adiguna. Kamu tuh numpang di sini, benalu tidak berguna, merepotkan, ngeselin, nyusahin!" ejek Seno tanpa perasaan.

"Gila ya ... mulutnya nggak ngenakin banget kalau ngomong. Untung Anda tuh suami aku, coba bukan, udah aku sumpel tuh tempat ngomong pakai sepatu!" kesal gadis itu tak ada sopan-sopannya.

Wening hendak pergi meninggalkan kamar dengan kesal. Namun, Seno malah menarik bajunya dengan kasar hingga membuat gadis itu kembali menghadapnya dengan beberapa kancing terlepas. Sontak membuat gadis itu kembali murka melihat mata suaminya yang dengan kurang ajarnya kembali mengintip maha karya Tuhan yang spesial pada diri wanita itu.

"Hih ... emang dasar mesum!" Wening hendak memukulnya, namun dengan sigap pria itu menangkap gerakan tangannya yang lincah.

"Apa? Ayo timpuk kalau bisa, dasar bocil meresahkan!" umpat Seno menguasai diri. Menangkap satu tangan lainya yang bergerak rusuh membela diri.

Pria itu menangkap, lalu mengunci kedua tangan istrinya. Netranya menyorot tajam dengan senyum menyeringai. Dalam gerakan cepat menggulingkan tubuh gadis itu ke ranjang. Mengungkungnya, menguasai medan tanpa perlawanan yang berarti.

"Hahaha! Lawan ayo! Pukul!" kata pria itu terkekeh iblis.

"Sialan nih suami! Bisa gawat kalau beneran minta jatah, tak akan aku biarkan kamu menyentuhku sebelum ada cinta yang tumbuh di antara kita," batin Wening berjanji pada diri sendiri.

"Lepasin, minggir Om! Aku mau teriak kalau om macam-macam!"

"Sok teriak! Teriak yang kenceng, sepertinya itu menarik. Hahaha!" tantang Seno tak gentar, malah semakin gemas ingin menggodanya.

"Mama! Tolong! Aku mau diperkosa!" pekik gadis itu yang membuat Seno terperangah. Rupanya istrinya memang benar tak ada akhlak. Mana ada seorang suami yang mau perkosa istrinya.

"Waduh ... dasar bocil durhaka! Suami sendiri dituduh pemaksaan." Seno gelagapan sendiri.

Karena merasa gemas, pria itu refleks menyumpal mulut istrinya dengan bibirnya. Sejenak Wening terpaku di tempat dengan dua bola mata yang membulat sempurna. Merasakan sentuhan paling baru untuk dirinya. Hingga membuat darahnya seakan membeku di tempat. Kaget maksimal dan tak percaya bibir mereka saling berkenalan.

"Itu hukuman buat kamu yang punya mulut ember, tukang ngada-ngada dan kurang ajar. Berani lagi teriak-teriak aku tambahin lebih panas!" ujar pria itu menarik diri dari tubuh istrinya yang masih terlihat syok.

"Owh astaga! Aku beneran ternoda, ini kan ciuman pertamaku. Dasar om-om mesum!" lirih gadis itu menggeram jengkel.

Seno sekuat hati menahan diri, pria itu berlari cepat ke kamar mandi menguasai gejolak hasratnya yang kembali muncul sembari membanting pintu cukup keras. Bahkan efek getaran itu membuat lampu di kamar seketika padam.

1
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
Eny Lestari
Aamiin....
Nuryati Yati
luar biasa👍👍
Atze Atze
periksa ke dokter kandungan si Wening...seno
Atze Atze
biar modar saja itu si Wening...
Atze Atze
dasar begoooo goblok... orang kampung...elo itu minuman nya di kasih obat perangsang... anjing elo Wening goblok
Herlina Anggana: bukan perangsang emang minuman beralkohol mkanya mabuk,pusing dan muntah
total 1 replies
Atze Atze
Wening kamu itu sudah punya suami.jangan bandel... apalagi sudah mahasiswa..tapi otak nya geser..
Atze Atze
heh.. Wening..kamu itu sudah nikah.. jangan seenaknya..main sana..sini...jaga harga diri kamu dan suami kamu..main juga ada batasannya...
Mazree Gati
masih sekolah nikah,,,unsub..
Atze Atze
sumpah gue pengen nyekek ..si Wening goblok bego tolol...otak kamu di dengkul ya.. cewek goblok..
Herlina Anggana: dia anak belasan tahun yaelah wajar anaknya labil ribet
total 1 replies
Atze Atze
makanya jadi cewek itu jangan begooo.. jangan mudah percaya sama orang..apalagi dari kampung.. cewek kota saja pada goblok kelakuannya...belah ilmu beladiri..kuat.. jangan lengah
Atze Atze
si Wening tidak punya akhlak...nurut kek sama suami...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!