NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Alea Galau & Kabur

​​"Ini grafik saham atau rapor merah anak SD?! Kenapa semuanya terjun bebas?!"

​Teriakan Alea mengguncang ruang rapat direksi Triple A Capital. Dia membanting tumpukan berkas portofolio ke meja marmer dengan keras. Para manajer investasi menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap bos mereka yang sedang dalam mode beast.

​Layar proyektor raksasa menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang hijau, tapi anehnya, saham-saham pilihan Alea justru merah membara.

​"Maaf, Bu Alea," cicit salah satu manajer senior. "Analisis Ibu tiga hari ini agak... meleset. Ibu menyuruh kami jual saham blue chip dan beli saham gorengan yang fundamentalnya hancur. Pasar merespons negatif."

​"Maksud lo gue bego?!" sentak Alea, matanya berkilat garang. "Keluar! Keluar semua! Gue mau sendiri!"

​Para karyawan itu langsung berhamburan keluar seperti semut disiram air panas.

​Alea menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran CEO. Dia memijat pelipisnya yang serasa mau pecah. Ini gila. Tiga hari. Sudah tiga hari dia dikurung dalam "penjara emas" ciptaan papanya.

​Ponselnya disita. Akses internet dibatasi hanya untuk server kantor. Dan yang paling parah, di depan pintu ruangannya sekarang berdiri dua bodyguard berbadan lemari dua pintu sewaan Gavin Ardiman. Tugas mereka cuma satu: Memastikan Alea tidak kabur menemui "Dokter Miskin" itu.

​"Argh! Gue bisa gila!" erang Alea, mengacak-acak rambutnya yang sudah kusut.

​Biasanya, kalau dia stres begini, dia butuh kopi atau belanja tas. Tapi sekarang, otaknya cuma memutar satu nama. 

Rigel. Rigel. Rigel.

​Bayangan wajah datar dokter itu, senyum miringnya, dan rasa sup ayam buatannya terus menghantui. Alea rindu. Sangat rindu sampai rasanya ulu hatinya nyeri, lebih sakit dari maag akutnya.

​Zahra masuk perlahan membawa segelas air putih, wajahnya prihatin.

​"Bu... minum dulu. Muka Ibu pucat banget," bujuk Zahra.

​"Zahra, pinjem HP lo. Gue mau telepon dia. Lima menit aja," pinta Alea memelas, harga dirinya sudah runtuh.

​Zahra menggeleng takut. "Nggak berani, Bu. Pak Gavin ancam bakal pecat saya dan blacklist saya dari semua perusahaan di Jakarta kalau saya bantu Ibu hubungin Dokter Rigel. Di depan pintu ada Pak Jono sama Pak Bowo yang ngawasin gerak-gerik kita."

​Alea menatap pintu kaca buram ruangannya. Bayangan dua bodyguard itu terlihat jelas. Lift pribadi diblokir. Lobi dijaga ketat. Dia benar-benar terisolasi di lantai 50.

​"Gue harus keluar, Zahra. Gue harus ketemu dia buat mastiin kalau gue nggak gila," gumam Alea, matanya menyala nekat.

​"Lewat mana, Bu? Jendela? Kita di lantai lima puluh lho. Ibu bukan Spiderman."

​Alea menatap tanda hijau menyala di sudut ruangan. Tanda bertuliskan EXIT dengan gambar orang berlari.

​Tangga Darurat.

​"Zahra," panggil Alea serius sambil melepas stiletto mahalnya dan menentengnya di tangan kiri. "Kalau Papa tanya, bilang gue lagi boker di toilet dan nggak mau diganggu. Kunci pintunya dari dalem."

​"Bu?! Ibu mau turun lewat tangga?! Lima puluh lantai?! Ibu bisa pingsan! Kaki Ibu bisa copot!" pekik Zahra histeris.

​"Bodo amat! Kaki copot bisa dipasang lagi sama Dokter Rigel. Minggir!"

​Tanpa pikir panjang, Alea berlari menuju pintu darurat di pojok ruangan yang jarang disentuh. Dia mendorong pintu berat itu.

​BLAM!

​Alea mulai menuruni anak tangga beton yang dingin dan pengap itu.

​Lantai 49.

​Alea masih berlari kencang, semangat membara. "Tunggu gue, Dokter Kulkas. Awas aja kalau lo lagi ketawa-ketiwi sama Dokter Karina."

​Lantai 40.

​Napas Alea mulai berat. Kakinya yang terbiasa dimanja karpet tebal mulai protes. Telapak kakinya yang telanjang terasa dingin menyentuh lantai semen.

​Lantai 30.

​Keringat sebesar biji jagung mulai bercucuran. Gaun kerjanya yang rapi sudah basah kuyup. Betisnya gemetar hebat. Paru-parunya terasa terbakar.

​"Sialan... Papa... jahat banget..." Alea meracau di antara napasnya yang putus-putus. "Demi cowok... miskin... gue rela... kayak gini..."

​Lantai 15.

​Alea nyaris menyerah. Kakinya sudah mati rasa. Dia berpegangan pada railing tangga yang berdebu, menyeret kakinya satu per satu. Bayangan wajah Rigel menjadi satu-satunya bahan bakar yang tersisa.

​Lantai Dasar.

​Akhirnya.

​Alea mendobrak pintu darurat belakang gedung yang tembus ke area pembuangan sampah. Udara panas Jakarta menyambutnya. Tanpa peduli penampilannya yang seperti gembel elit—rambut singa, makeup luntur, nyeker sambil nenteng sepatu—Alea menyetop taksi biru yang lewat.

​"Rumah Sakit Ardiman! Cepetan, Pak! Saya kasih tip sejuta kalau nyampe dalam sepuluh menit!" teriak Alea sambil melempar tubuhnya ke jok belakang.

​Sopir taksi itu melongo, tapi mendengar kata "sejuta", dia langsung tancap gas bak pembalap F1.

​Dua puluh menit kemudian.

​Alea berlari menyusuri lorong rumah sakit. Orang-orang menatapnya aneh. Pasien, perawat, pengunjung, semua minggir memberi jalan pada wanita berantakan yang berlari pincang dengan napas memburu itu.

​Alea tidak peduli. Dia sampai di depan Poli Bedah Saraf.

​Pintu ruangan Rigel terbuka. Dokter itu sedang duduk di mejanya, menulis resep dengan tenang, terlihat tampan dan menyebalkan seperti biasa.

​Alea menerobos masuk tanpa mengetuk.

​BRAK!

​Rigel tersentak, pulpennya hampir jatuh. Dia mendongak, matanya membelalak kaget melihat sosok di depannya.

​"Alea?" Rigel berdiri refleks. "Astaga, kamu kenapa? Kamu dirampok? Kenapa keringetan begini? Sepatu kamu mana?"

​Alea berdiri membungkuk, memegangi lututnya yang gemetar. Dadanya naik turun dengan cepat, berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Rambutnya lepek, wajahnya merah padam.

​Alea mengangkat wajahnya, menatap Rigel dengan tatapan yang campur aduk antara marah, lelah, dan rindu setengah mati.

​"Lo..." tunjuk Alea dengan jari gemetar, napasnya masih ngik-ngik.

​Rigel buru-buru mendekat, khawatir Alea serangan jantung. "Duduk dulu, minum. Tarik napas..."

​"Diem!" bentak Alea di sela napasnya. Dia maju selangkah, mencengkeram kerah jas dokter Rigel dengan sisa tenaganya, menarik pria itu menunduk agar sejajar dengannya.

​Mata mereka terkunci.

​"Jawab gue jujur, Dokter sialan," desis Alea, air mata frustasi menggenang di pelupuk matanya. "Lo... lo pake pelet apa sih?! Kenapa gue nekat turun lima puluh lantai cuma buat liat muka nyebelin lo ini?!"

1
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
Arix Zhufa
😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!