NovelToon NovelToon
Ditempat Dimana Salju Berhenti

Ditempat Dimana Salju Berhenti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Yuh! No!

Sinopsis


Norden adalah kota mati bagi Noah, sampai Alice datang. Gadis misterius dari ibu kota itu menyewa jasa Noah untuk memperbaiki villa tua yang terasingkan di atas bukit.


Pada awalnya hanya hubungan kerja biasa, namun kesepian menyatukan mereka. Di tengah dinginnya angin utara, kedekatan itu terasa begitu nyata bagi Noah.


Namun, tepat ketika Noah merasa hidupnya mulai berubah, Alice menghilang dalam semalam.


Tanpa jejak, tanpa pesan. Hanya ada sebuah amplop tebal berisi uang yang tertinggal di meja bengkel Noah. Apakah kedekatan mereka selama ini nyata? Atau bagi Alice, Noah hanyalah sekadar "hiburan" yang kini sudah dibayar lunas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuh! No!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Ketika Dunia Mengetuk

(POV: Alice)

Telepon itu berdering tepat saat aku menuang air panas ke cangkir.

Nada dering yang sama. Nomor yang sama.

Aku membiarkannya berdering.

Satu kali. Dua kali. Tiga kali.

Tanganku gemetar, dan air panas meluap, membasahi meja kayu. Aku tidak peduli. Aku menatap layar itu seolah ia makhluk hidup yang akan meloncat keluar dan menyeretku kembali.

Aku menekan reject.

Detik berikutnya, pesan masuk.

Kita tahu kau di Norden. Ini bukan permintaan.

Dadaku serasa ditinju.

Mereka menemukan aku.

Aku berdiri di tengah dapur, napasku pendek-pendek. Ruang yang kuminta tiba-tiba terasa seperti jebakan. Vila ini terlalu jauh. Terlalu sunyi. Terlalu mudah dikepung oleh ketakutan yang dulu kutinggalkan.

Pikiran pertamaku—yang paling jujur—adalah Noah.

Namun pikiran kedua lebih kejam: Aku tidak berhak melibatkannya.

Aku mengunci pintu depan. Mengunci pintu belakang. Mengunci jendela lantai bawah. Semua itu tidak membuatku merasa lebih aman.

Malam itu, aku tidak menyalakan lampu luar.

Aku duduk di ruang tamu dalam gelap, mendengarkan setiap suara angin seolah itu langkah kaki.

(POV: Noah)

Aku mendengar kabar itu dari orang yang salah—

dan dengan cara yang salah.

Pak Hans datang ke bengkel sore itu, membeli sekring dan bertanya sambil lalu, “Kau dengar kabar? Ada mobil hitam naik ke bukit siang tadi.”

Tanganku berhenti bergerak.

“Mobil apa?” tanyaku, berusaha terdengar biasa.

“Entahlah. Bukan dari sini. Plat luar kota. Dua orang. Mereka berhenti sebentar dekat vila Blackwood.”

Aku tidak menjawab.

Hatiku langsung tahu—bahkan sebelum pikiranku menyusul.

Aku teringat wajah Alice saat menerima surat.

Tatapan kosong yang berusaha terlihat tenang.

Kata “ruang” yang ia ucapkan seolah menjadi perisai.

Aku menghormatinya.

Namun ada perbedaan besar antara memberi ruang dan membiarkan seseorang sendirian menghadapi sesuatu yang jelas-jelas berbahaya.

Aku menutup bengkel lebih awal.

Untuk pertama kalinya sejak kesepakatan tak terucap itu, aku naik ke bukit tanpa rencana lain selain memastikan ia aman.

(POV: Alice)

Ketukan di pintu membuatku hampir menjatuhkan cangkir.

Tiga ketukan. Pelan. Tidak agresif.

Aku berdiri perlahan, jantungku nyaris keluar dari dada. Aku tidak membuka pintu.

“Alice.”

Suara itu.

Aku memejamkan mata.

“Noah?” suaraku nyaris tak terdengar.

“Aku tidak akan masuk kalau kau tidak mau,” katanya dari luar. “Aku hanya ingin bicara.”

Aku membuka rantai pintu, meninggalkan celah sempit.

Ia berdiri di luar, jaketnya basah oleh kabut, wajahnya tegang.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku. Nada suaraku lebih tajam dari yang kumaksud.

“Ada mobil hitam ke sini,” katanya tanpa basa-basi. “Dan kau terlihat… tidak baik-baik saja akhir-akhir ini.”

Aku menunduk.

Ruang yang kuminta runtuh begitu saja.

(POV: Noah)

Ia membuka pintu lebih lebar.

Aku masuk, berhenti dekat ambang. Tidak melangkah lebih jauh tanpa izin. Detail kecil, tapi penting.

“Kau tidak sendirian,” kataku. “Itu saja yang ingin kukatakan.”

Ia tertawa kecil—suara yang lebih mirip helaan napas putus asa.

“Lucu,” katanya. “Karena itulah yang selalu ingin kuhindari.”

Aku tidak menyela.

“Aku lari ke sini untuk sendirian,” lanjutnya. “Dan dunia tetap menemukanku.”

“Aku tahu,” kataku. “Dunia memang menyebalkan.”

Ia menatapku lama. Mata yang biasanya tajam kini penuh kelelahan.

“Aku tidak ingin kau terlibat,” katanya.

“Aku juga tidak ingin kau terluka,” jawabku. “Dan itu bukan keterlibatan. Itu… kemanusiaan.”

(POV: Alice)

Aku duduk di sofa. Noah tetap berdiri, seperti takut kehadirannya terlalu banyak.

Aku menceritakan semuanya.

Tentang tunangan. Tentang keluarga. Tentang tekanan yang tidak pernah benar-benar hilang.

Tentang pesan yang kuterima pagi ini.

Aku tidak menangis.

Namun suaraku bergetar di beberapa bagian.

Ketika aku selesai, ruangan itu sunyi.

Noah mengangguk pelan. Tidak menghakimi.

Tidak memberi solusi instan.

“Apakah kau takut?” tanyanya akhirnya.

Aku mengangguk.

“Baik,” katanya. “Kalau begitu, aku akan ada.

Bukan sebagai solusi. Bukan sebagai pelindung.

Hanya… sebagai seseorang yang tidak pergi.”

Aku menatapnya.

Itu bukan janji yang megah.

Justru karena itu, rasanya nyata.

(POV: Noah)

Aku tidak menginap.

Aku duduk di kursi dekat pintu selama satu jam.

Minum kopi. Membiarkan kehadiranku terasa, tapi tidak mendominasi.

Saat aku berdiri untuk pergi, Alice berkata pelan, “Terima kasih karena tidak membuatku memilih.”

Aku mengangguk. “Kau tidak perlu memilih apa pun malam ini.”

Aku turun bukit dengan perasaan campur aduk.

Aku tahu, setelah ini, tidak ada lagi jarak yang murni.

Dunia telah masuk ke dalam cerita kami.

Dan sekali ia mengetuk, ia jarang pergi tanpa meninggalkan bekas.

(POV: Alice)

Setelah pintu tertutup, vila itu masih sunyi.

Namun tidak lagi terasa kosong.

Aku tahu masalahku belum selesai. Aku tahu ruang yang kuminta telah berubah bentuk.

Namun malam itu, untuk pertama kalinya sejak lama, aku tidak merasa sendirian di hadapan dunia.

Dan itu menakutkan.

Tapi juga… melegakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!