Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 : Penjelasan & Susun Rencana
...Happy Reading^^...
...💮...
Setelah sepakat, Azalea tiba-tiba melepaskan tangan mereka.
"Aku ingin pergi ke ayunan itu!" seru Azalea dengan ceria membuat Asher tertawa kecil.
Asher berjalan pelan mengikuti Azalea yang sedikit cepat menuju ayunan
"Hati-hati! Jangan mentang-mentang, kamu baru bisa berjalan sudah mau berlari seperti itu!" Azalea menuruti perkataan Asher dengan berjalan pelan.
Gadis bersurai merah muda itu segera duduk di salah satu ayunan dengan ceria. Dia membawa ayunan itu ke depan dan belakang agar dirinya bisa berayun. Kedua tangannya berpegangan ke akar tumbuhan yang merupakan tali penahan ayunan.
Asher pun begitu sampai langsung duduk di ayunan yang tersisa di samping Azalea.
"Kamu tahu, Aza..ayunan ini dibuat Papa untuk kita semasa kita kecil," Azalea mendengarkan Asher yang bercerita.
"Kita waktu itu merengek untuk membuatkan ayunan yang tahan lama. Karena ayunan yang kita pakai saat itu tidak tahan lama dan cepat rusak. Padahal kita sengaja merusaknya untuk bermain-main dengan menggunakan kekuatan akar merambatku," Asher dan Azalea tertawa kecil.
Azalea tidak mendapatkan penglihatan atas kenangan masa kecil itu. Tapi dia bisa membayangkannya.
Manis sekali.
"Lalu kita juga merengek meminta wilayah kecil khusus untuk kita main berdua, hanya kita berdua."
Azalea menatap sekitar, yang dia baru sadar ada pembatas di sekitar tempat itu.
"Tempat ini?" Asher mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Iya, Papa memberikan wilayah ini buat kita. Lalu dia membuatkan ayunan ini dengan menggunakan kekuatan akar merambatnya sebagai tali, agar ayunan itu menjadi kuat dan kokoh hingga hari ini."
'Ya, benar apa yang diceritakan Asher. Aku bisa merasakan betapa kokohnya ayunan ini. Terutama talinya yang berasal dari kekuatan Papa,' batin Azalea.
Kekuatan akar merambat adalah salah satu sihir kuat yang ada di Kekaisaran Solvarion. Dan kekuatan sihir ini secara turun temurun diberikan kepada keluarga Lorienfield. Salah satu Count yang menguasai wilayah Timur. Bahkan pendiri keluarga ini merupakan salah satu orang yang membantu terbentuknya Kekaisaran Solvarion. Namun sayangnya, seiring bergantinya generasi ke generasi. Nama keluarga Lorienfield yang menguasai sihir akar merambat ini, telah tersisihkan oleh bangsawan lain. Walau para pemimpin Lorienfield beserta calon pemimpinnya pasti memiliki kekuatan sihir ini, namun mereka kalah bersaing bahkan namanya tidak pernah diakui sebagai bangsawan yang dikenal selain sebagai penguasaan wilayah Lorienfield yang kecil.
Bahkan di kedua novel yang aku baca pun nasib keluarga Lorienfield ini sangatlah malang. Putra keluarga ini meninggal muda dan wilayah pun hancur karena sihir hitam. Bahkan harapannya satu-satunya mereka yaitu Putri Azalea Lorienfield pun justru mati di ending.
Sangat tidak adil!
Gadis bersurai merah muda itu langsung memegang tangan sang kakak yang menggenggam akar berambat yang menjadi tali di ayunannya.
"Bagaimana pun yang terjadi, apapun yang terjadi nanti...kamu harus selamat kak!"
Asher mengedipkan matanya berkali-kali, lalu dia tersenyum. "Pasti! Kali ini Kakak akan bertahan hidup,"
Tangan kanan Asher yang bebas menggenggam tangan kanan Azalea yang menggenggam tangan kirinya, lalu tangan kiri itu terangkat untuk mengusap kepala merah muda sang Adik.
"Kakak akan bertahan hidup untuk menjadi Count yang sangat lama, untuk menjaga wilayah ini, juga untuk menjaga dirimu. Azaku sayang,"
"Artinya aku akan hidup di wilayah ini untuk selamanya, kak?"
"Tentu saja!"
"Bagaimana jika aku bertemu dengan Pangeran Mahkota dan jatuh cinta padanya?"
Azalea tersenyum ketika melihat pandangan Asher yang tadi lembut kini menajam. Dia menarik kedua tangannya dari Azalea dan disatukan ke atas pangkuannya.
"Tidak boleh!"
Nona Muda Lorienfield itu merasakan bahwa sang Kakak tampaknya tidak menyukai Pangeran Mahkota Feroz. Apa karena cerita dari Azalea?
Tapi yang pasti, Azalea ingin sekali menggoda dan mengerjai Asher kali ini.
"Dia pangeran Mahkota loh, Kak! Calon penguasa Kekaisaran ini!"
"Calon penguasa apa yang tidak bisa menjaga calon tunangannya sendiri, dia bahkan masih terlibat perebutan kekuasaan dengan Paman tirinya sekarang." Asher menggerutu sambil menatap ke ke langit yang cerah. Dia tidak tahu bahwa Azalea di sampingnya tengah menahan tawa.
"Seru juga menggoda Kak Asher,"
"Ya sudah. Kita hentikan pembicaraan tentang Putra Mahkota ini. Ayo kita bahas rencana kita,"
ucapan Azalea itu membuat Asher kini menoleh padanya.
Mata Asher berubah tajam karena pembicaraan antara dirinya dan adik perempuannya ini akan mengubah Wilayah Lorienfield kedepannya.
"Semuanya dimulai dari kematian Bibi Edelweiss dan kerabat Miravale lainnya, kematianku, kematian Mama, kehancuran Wilayah Lorienfield, dirimu menjadi Countess Muda Lorienfield, lalu menjadi calon pasangan Putra Mahkota hingga berakhir di kemarianmu sendiri. Semuanya saling berhubungan satu sama lain,"
Azalea tercengang mendengar penjelasan Asher.
"Tapi kalau dipikir-pikir, bisa jadi semua itu memang direncanakan. Karena ini menyangkut Wilayah Lorienfield dan kerja sama dengan Pangeran Mahkota. Sebelum itu terjadi pun, Wilayah Lorienfield memang terkenal setia dengan Kekaisaran dan anggota keluarga kerajaan, ditambah Putri dari keluarga Lorienfield justru dijodohkan dengan Putra Mahkota. Di samping itu juga, kerabat dari keluarga Lorienfield adalah keluarga Miravale yang memiliki sihir penyembuhan yang sangat kuat. Apa ini semua memang konspirasi sejak awal?" kening Azalea berkerut pertanda dia berpikir keras.
Asher melihat adiknya tampak gusar, dia menepuk kepala adiknya dengan dua kali tepukan ringan.
"Tapi sekarang ada kamu, kakak yakin kita bisa menyelamatkan semuanya!"
Kata-kata Asher layaknya penyemangat bagi Azalea.
Dia menganggukkan kepalanya.
"Penglihatan itu muncul padaku sehari sebelum kecelakaan kereta itu terjadi. Tapi dengan kecelakaan itu, aku bisa membuat Bibi Edelweiss datang berkunjung untuk mengobatiku. Benar, kan Kak?" Azale bertanya pada Asher, namun Asher tidak seneng dengan kalimat terakhir Azalea.
"Jangan berpikir kecelakaan yang menimpamu sebagai ganti untuk menolong nyawa Bibi Edelweiss! Kakak tidak suka itu! Jangan berpikir untuk membuat masalah yang membuat dirimu terluka hanya untuk menyelamatkan orang lain. Mengerti apa yang Kakak katakan, Aza?"
Itu adalah peringatan keras dari Asher Lorienfield dan untuk pertama kalinya juga Asher berlaku keras pada sang Adik. Biasanya jika adik bersurai merah mudanya itu berbuat nakal atau membuat masalah, Asher tidak akan marah malah dia tetap memperlakukan adiknya dengan lembut. Tapi ini pertama kalinya dia cukup keras pada sang Adik.
"Mengerti," Azalea menjawab dengan wajah yang sedikit takut, karena wajah Asher tampak mengeras pertanda dia sedang marah.
"Ya, aku tidak tahu jika aku akan mengalami kecelakaan seperti itu!" Azalea berusaha membela diri, tapi Asher tetap diam tidak membalas.
"Lalu perampokan kapal keluarga kita, tampaknya itu adalah pengganti dari kematianmu kak?" Azalea berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Tampaknya masih belum, seminggu lagi Kakak akan melakukan pemeriksaan ke Pelabuhan yang tertunda karena perampokan itu. Ditambah Kakak akan menyaksikan para prajurit terpilih itu pergi melakukan tugas mereka menggantikan prajurit-prajurit yang telah gugur. Kakak harus segera pergi setelah bersiap,"
"Bagaimana jika aku ikut?" belum sempat Asher menjawab. Azalea kembali membuka mulutnya. "Untuk membantumu menemukan barang atau sesuatu yang membuatmu meninggal itu!"
Asher menghela nafas lelah. "Kamu kan pernah cerita tidak tahu benda itu apa, bagaimana kamu bisa membantu Azalea?"
"Aku pasti bisa menemukannya! Ayolah kak! Ayolah!" Azalea menarik-narik baju latihan Asher.
"Ya, ya, ya baiklah!" Asher sudah pasrah dengan kelakuan Azalea.
"Yes!" Azalea heboh karena dibolehkan ikut pergi ke Pelabuhan.
"Tapi kamu harus berusaha membujuk beliau agar mengizinkanmu pergi bersamaku," ucapan Asher itu membuat Azalea terdiam.
"Beliau siapa?"
"Papa kita, Count Alder Lorienfield."
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 6 Febuari 2026....