NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Tamat
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Kabar Dari Timur

​Perjalanan pulang dari Gunung Qingyun terasa jauh lebih singkat karena mereka memacu kuda tanpa henti. Debu jalanan menempel di jubah hitam Wu Lian yang kini menyelimuti tubuh Qinqin. Sepanjang jalan, Qinqin terus mendekap bungkusan Akar Naga Putih itu seolah-olah nyawanya sendiri ada di dalam sana.

​Sesampainya di kediaman, suasana tampak berbeda. Para pelayan berlarian dengan wajah pucat, Huo Lu segera menghampiri pelayan itu dan kemudian beralih menghadap Wu Lian dengan sepucuk surat berselubung lilin merah---tanda pesan darurat dari kekaisaran atau keluarga bangsawan tinggi.

​"Jenderal, surat ini datang dari wilayah Timur dua jam yang lalu. Pembawa pesannya pingsan karena kelelahan," lapor Huo Lu singkat.

​Qinqin, yang baru saja turun dari kuda dengan kaki yang masih agak kaku, langsung menyambar surat itu sebelum Wu Lian sempat menyentuhnya. Ia melihat stempel keluarga Xu.

​"Hei! Itu surat untukku atau untukmu?" protes Wu Lian, namun ia tidak merebutnya kembali saat melihat wajah Qinqin yang mendadak berubah serius.

​Qinqin merobek amplop itu. Isinya singkat, namun sanggup membuat darahnya mendidih:

​"Xu Manchu kritis. Hak waris dan segel keluarga akan dipindahkan ke putra Nyonya Bai dalam tujuh hari. Jika kau ingin melihat ayahmu untuk terakhir kalinya, datanglah sendiri tanpa melibatkan militer Barat."

​"Cih, jebakan murahan," gumam Qinqin. Ia meremas kertas itu hingga lecek. "Nyonya Bai benar-benar sudah tidak sabar ingin jadi janda kaya."

Qinqin tak menyangka bahwa Nyonya Bai akan secepat ini membunuh ayah nya.

​Wu Lian merebut kertas itu dan membacanya. Alisnya bertaut. "Tujuh hari? Dengan kecepatan kuda biasa, butuh sepuluh hari untuk sampai ke Timur. Ini bukan sekadar surat. Ini pengumuman kematian."

​"Tidak kalau aku yang berangkat," sahut Qinqin mantap. Ia menatap Wu Lian dengan tatapan yang menantang. "Jenderal, kau bilang kau punya kuda tercepat di kandangmu, kan? Aku pinjam satu. Dan aku butuh kau memberikan izin padaku untuk pergi sekarang juga."

​Wu Lian menatap Qinqin dengan tajam. "Kau baru saja turun dari gunung, tubuhmu memar, tanganmu terluka. Kau pikir kau bisa bertahan menempuh perjalanan ribuan mil sendirian?"

​Qinqin maju satu langkah, menepuk dada baju zirah Wu Lian. "Jenderal, dengerin ya. Aku sudah melewati tebing jiwa yang isinya hantu-hantu galak. Masa cuma lawan ibu tiri yang hobi dandan aku harus takut? Aku akan berangkat, dengan atau tanpa izinmu."

​Melihat kekerasan kepala istrinya, Wu Lian menghela napas panjang. Ia berbalik ke arah Huo Lu. "Siapkan dua kuda Windchaser. Dan siapkan satu unit pasukan bayangan untuk mengikuti dari jarak aman. Kita berangkat dalam satu jam."

​Qinqin tertegun. "Kita? Maksudmu... kau ikut?"

​Wu Lian menoleh, senyum tipis---hampir tak terlihat---muncul di wajahnya yang kaku. "Aku punya urusan militer yang harus diperiksa di perbatasan Timur. Lagipula, jika aku membiarkanmu pergi sendiri dan kau mati, siapa yang akan mengacaukan dapurku setiap pagi?"

​Qinqin tertawa lepas, rasa tegangnya sedikit berkurang. "Modus ya? Bilang saja kau takut rindu padaku, Jenderal."

***

​Sebelum berangkat, Qinqin menyempatkan diri masuk ke dapur. Ia mengambil ramuan "Bunga Pemutus Mimpi" yang tersisa dan memberikannya kepada Xue.

​"Xue, selama aku pergi, pastikan Ibu mertua tetap 'bermimpi indah' setiap malam. Tapi kurangi dosisnya, aku tidak mau dia gila sebelum aku pulang," perintah Qinqin sambil mengedipkan mata.

​"Nona... tolong berhati-hatilah. Timur adalah tempat yang kejam," bisik Xue penuh kekhawatiran.

​"Tenang saja, Xue. Aku akan membawa Ayah kembali ke sini, atau aku yang akan mengambil alih seluruh kekayaan keluarga Xu di sana. Jaga dirimu baik-baik."

​Satu jam kemudian, gerbang Kediaman Jenderal terbuka lebar. Wu Lian dan Qinqin melesat keluar bagaikan dua bayangan hitam di bawah sinar bulan. Qinqin merasakan angin menerpa wajahnya. Ia memegang kendali kuda dengan mantap, belati perak di pinggangnya berkilat.

​Nyonya Bai, siapkan teh terbaikmu, batin Qinqin. Karena Xu Qinqin yang sekarang tidak akan datang untuk menangis, tapi untuk merobohkan singgasana plastikmu.

​Di tengah perjalanan, Wu Lian yang memacu kuda di sampingnya berteriak melawan angin, "Kenapa kau tersenyum? Kita sedang menuju bahaya!"

​Qinqin menoleh, rambut emasnya berkibar indah. "Karena menurutku, menghancurkan rencana penjahat itu jauh lebih seru daripada cuma duduk diam di paviliun, Jenderal!"

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Andi Ilma Apriani
sangaattt bagus
ANWi/Berly Re: makasi kak andi iilma apriani~❤️
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeett thoorr ceritax tidak bertele2
Andi Ilma Apriani
hadiirr
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
jadi perempuan licik jelas salah giliran jadi penurut pendiam malah ditindas
dan diabaikan🥹
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Risna Udi
suka banget Thor ceritanya, semangat terus dan sehat selalu. ditunggu karya othor selanjutnya
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
Mydar Diamond
Thor apakah ini sudah tamat..apa pun jalan ceritanya menarik dan ada penamatnya selanjutnya Sambung ke karya baru yang sekarg promo nampaknya agak menarik juga
ANWi/Berly Re: sudah tamat ya ka~ makasih udah mampir kak~❤️
total 1 replies
Anisa Tanjung
keyen qinqin😍😍
ANWi/Berly Re: hehe~🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis dg konflik ringan
ANWi/Berly Re: makasi kak❤️
total 1 replies
sahabat pena
huhuhu happy ending.. 🥰🥰🥰ayo dong kak..cerita penata rias artis di up yg byk
sahabat pena: sama-sama kak
total 2 replies
Dede Dedeh
lagi dong....
ANWi/Berly Re: siap kak , bntr lg tamat nih....❤️
total 1 replies
Nanang Kukun
aku tetap menunggumu
ANWi/Berly Re: makasi kak~🤗
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjut....... makin rame nih
ANWi/Berly Re: makasi kak~❤️
total 1 replies
sahabat pena
syukur lah jendral jujur menceritakan silsilah keluarga nya.. jd skrg hrs kompak sebagai partner jg pasangan... semangat
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
lin sya
mkin seru aj alurnya dan bikin penasaran cerita slnjutnya smga ttp seru dibacanya ya thor 👍
ANWi/Berly Re: amin makasi kak lin sya~ ❤️
total 1 replies
xiaoyu
ok thoor
ANWi/Berly Re: makasi kak udah mampir ~❤️
total 1 replies
lin sya
penasaran siapa org tua kandung wu lian knp smpai dibuang? tp walaupun nyonya wu menjadikan ia pion dan mendidik keras seenggaknya wu lian tumbuh jd pria tangguh dan gk bodoh2 amat, buktinya bsa nyembunyiin anak kndung nyonya wu suatu saat bsa jdi bumerang buat kluarga wu klo seandainya wu lian dan istrinya terdesak😄
sahabat pena
sakit hati, sedih, marah pasti nya hati jendral dgn kenyataan pahit.
ANWi/Berly Re: setuju kak~
total 1 replies
Dede Dedeh
lagiiii. dong........ qinqin aku padamu/Drool/
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak~❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!