" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
Keesokan hari,seharian ini Alea begitu cemas,padahal dia sadar sesadar sadarnya jika semua ini hanya pura pura bukan .
Bahkan seharian ini Alea banyak diam dari pada bicara dan bersenda gurau apalagi hari ini sarline tidak masuk sekolah karena kurang enak badan.
Jam pulang sekolah pun tiba Alea pun berjalan gontai keluar dari gedung sekolahan tersebut. Siang itu saka tidak menjemputnya seperti hari kemarin,bahkan pagi tadi pun dia juga tidak mengantarkanya sekolah,karena hari ini jadwalnya sangat padat di kantornya.
"Mau barengan"!? Tanya seorang siswa yang tiba tiba berjalan beriringan dengan Alea yang sedang berjalan sendirian.
"Marchel"! Gumam Alea lirih .
"Ayo aku antar, kebetulan aku bawa motor hari ini,dari pada melamun tidak jelas begitu nanti bisa kesambet cogan kayak aku"!
"Maksudmu"! Tanya Alea sambil menoleh ke arah Marcel.
"Ya cowok ganteng lah"! Seru marchel yang sudah kepedean.
"Cih,, ya kalau dilihat dari lubang sedotan"! Sahut Alea menimpali.
"Hahaa, terserah kamu lah asalkan kau bahagia"! Kata Marcel di iringi gelak tawa.
"Ayo dah,itung itung ngirit"! Sahut Alea akhirnya mau menerima tawaran Marche yang akan mengantarkan pulang.
"Pegangan Al" kata marcel sambil melirik gadis cantik di belakangnya dari kaca spion. Alea segera berpegangan pada pundak Marchel dan motor tersebut pun melaju membelah jalanan siang itu menuju rumah Alea.
Saat di Lampung merah motor Marchel berhenti karena lampu merah masih menyala.
"Boss, bukankah itu nona Alea"! Kata Asisten Dika yang tak sengaja memperhatikan motor di depanya,gadis yang berada di boncengan motor tersebut terasa tidak asing ,apalagi Alea sengaja menatap ke belakang saat itu.
Deg"!!
Mata saka membulat sempurna saat melihat Alea berada di belakang boncengan laki laki lain saat ini.meskipun saka tahu jika laki laki yang membonceng Alea adalah temanya,karena bisa di lihat dari seragam mereka yang sama,namun tetap saja pemandangan tersebut mampu membuat seorang saka kebakaran jenggot sampai ke akar akarnya.
"Berani sekali dia"! Gumam saka kesal, saat saka akan keluar dari mobil menghampiri Alea ,lampu sudah berubah menjadi hijau ,dengan terpaksa saka pun mengurungkan niatnya dan kembali duduk bersandar pada kursi mobil ,apalagi Alea pun juga sudah pergi seiring Lampu yang kembali berwarna hijau tersebut.
"harus di beri hukuman gadis itu"! geruntuh saka kesal wajahnya pun berubah panas saat ini ,.
"ikuti motor itu"! kata saka dari belakang kursi kemudi.
"tidak bisa boss,kita sudah punya janji dengan tuan Steven "! sahut asisten Dika yang tidak ingin boss nya di cap tidak proporsional oleh Klain nya .
"dugh"!!
"sialan , " pekik saka sambil menendang kursi kemudi begitu saja, meskipun kaki nya terasa sakit karena menendang kursi kemudi,namun masih sakitan hati nya saat melihat Alea di bonceng laki laki lain yang tak lain teman sekolah Alea .namun sama saja namanya juga cemburu pasti sudah membutakan mata seorang saka.
asisten Dika kembali melajukan mobilnya disebuah restoran dimana siang itu tuan Steven telah menunggunya untuk membahas kerja sama sekalian makan siang.
20 menit berlalu mobil yang di kendarai asisten Dika telah sampai disebuah restoran yang sudah di pesan nya jauh jauh hari,
"silahkan boss"! kata Asisten Dika setelah membukakan pintu untuk boss nya.
"hemm"! sahut saka dengan nada acuh dan begitu menyebalkan.
"kenapa se tantrum itu hanya karena melihat nona Alea di bonceng cowok ,bukankah hubungan mereka hanya pura pura ya"! gumam asisten Dika sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
saka pun melangkahkan kakinya menuju meja yang sudah di pesan nya di ikuti oleh asisten Dika yang berjalan mengekor di belakangnya.
"selamat siang tuan saka"! sapa seorang laki laki seumuran dengan tuan bhara yang sudah duduk menunggunya dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah putri nya yang menjabat sebagai asisten tuan Steven.
saka menganggu sambil tersenyum sekilas ke arah tuan Steven , namun tidak kepada wanita yang sejak tadi sudah menatapnya penuh kagum.
"tuan saka kenalkan ini putri saya, namanya Farah"! kata tuan Steven sambil melirik sekilas ke arah putrinya yang sudah tersenyum secerah mentari pagi ke arah saka.
"hemm"!! sahut saka sambil menatap sekilas ke arah Farah dan menganggukan kepala singkat tanpa ingin mengulurkan tanganya.
sebelum Farah mengajak kenalan ,saka sudah terlebih dahulu duduk di mejanya,membuat wanita itu sedikit kesal dengan sikap arogan saka.
1 jam berlalu setelah membahas masalah bisnis dan makan siang,saka dan asisten Dika pun berpamitan untuk undur diri, meskipun tuan Steven menghadangnya,namun saka tetap Bersikekeh untuk pergi karena pekerjaanya masih banyak, mengetahui hal itu tuan Steven pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya , dan melihat kepergian saka.
"pa, dia harus jadi milikku, meskipun sangat arogan ,tapi dia sangat tampan"! kata Farah kepada sang papa.
tuan Steven menghela nafas berat," sepertinya tidak mudah, Farah"! kata tuan Steven yang sudah mengetahui sifat saka yang begitu dingin dengan lawan jenisnya.
Farah mendengus kesal apalagi papanya terang terangan tidak bisa membantunya.
saka dan asisten Dika pun akhinya kembali ke kantor Aditama grub,dengan perasaan saka yang masih kesal.
"Boss apa anda baik baik saja"! Tanya asisten Dika saat sudah berada diruang CEO dengan saka, melihat raut wajah boss nya asisten Dika sedikit khawatir.
"Menurutmu"! Sahut saka dengan nada begitu menjengkelkan di dengar.
"Ya tuhan, aku kan hanya tanya.kenapa malah dibentak ,saking sekali hatiku huhuhuu"! Gumam asisten Dika dalam hati.
Waktu terus berputar saka yang masih tantrum di ruang kerjanya sedang kan asisten Dika sudah kembali ke ruangannya.
beberapa kali saka menatap jam yang melingkar di pergelangan tanganya,masih jam 4 sore dan itu membuat saka semakin uring uringan.
", dik,cepat kemari"! kata saka saat mengubungi asisten Dika lewat telpon selular di ruangan nya.
"baik boss"! sahut asisten Dika,dan bergegas melangkah menuju ruang kerja saka.
"ada apa,boss"! tanya asisten Dika yang sudah berdiri di depan saka saat ini.
"ganti jam tanganku,sepetinya sudah rusak"! kata saka sambil melempar jam tanganya begitu saja ke arah asisten Dika. dengan sigap asisten Dika pun menangkap benda mahal tersebut agar tidak jatuh.
"tapi boss ini masih menyala dan jam nya juga sama dengan punya saya"! kata Asisten Dika mencocokan jam tersebut dengan jam yang melingkar di pergelangan tanganya.
"sepertinya jam mu juga bermasalah"! sahut saka.
"CK, bukan jam nya yang bermasalah,tapi otak anda yang sedikit geser"! gumam asisten Dika dalam hati sambil menatap heran ke arah boss nya itu.
"cepat Dika"! kata saka lagi .
"baik ,boss"! sahut asisten Dika lalu pergi keluar bagitu saja untuk pura pura memesan tangan baru yang sesuai dengan milik saka.
jam menuju kan angka 5 sore hari asisten dika kembali mengetuk pintu dan masuk keruangan CEO.
"ini jam yang anda minta , boss"! kata Asisten Dika sambil menyerahkan jam yang sama kepada saka.
"ini baru benar, ayo kita pulang" kata saka sambil beranjak dari duduknya setelah selesai memakai Kembali jam tanganya.
"benar apanya. begitu lah kalau orang sudah gila karena cinta ,jam disalahkan "! gumam Asisten Dika ikut melangkah mengekor di belakang saka dan keluar dari ruang CEO tersebut.
**
disisih lain Alea yang sedang mondar mandir di dalam kamarnya, menatap jam yang semakin berputar,Alea bingung bagaimana mencari alasan kepada ibunya untuk bisa keluar dan bertemu keluarga saka.
tok.tok.tok.
Alea terlonjak kaget saat pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"Alea, ibu mau pergi kerumah Bu RT, mungkin nanti habis isya baru pulang"! mendengar itu Alea bergegas berjalan dan membukakan pintu ,memastikan apa yang didengarnya tidak salah.
"Bu, mau kemana"! tanya Alea kepada Bu Hanik,berharap jawabnya sama dengan apa yang di katakan kepada ibu nya barusan.
"ibu mau kerumah Bu RT ,mau bantu Bu RT ,ada acara lamaran putrinya yang baru lulus sekolah itu Lo"! jelas Bu Hanik ,Alea nampak mengangguk dengan mata berbinar,
"atau kamu ingin ikut kesana"! sahut Bu Hanik ,dengan cepat Alea menggelengkan kepalanya ,menolak secara terang terangan.
"Alea jaga rumah saja ,Bu"! Jawab Alea dengan cepat .
"baiklah kalau begitu,kamu hati hati ya ,ibu berangkat dulu"! kata Bu Hanik lalu mengusap pelan rambut Alea dan melangkah keluar menuju rumah Bu RT yang hanya beberapa rumah dari rumahnya.
"Alhamdulillah, tuhan masih bersama hambanya yang cantik dan baik hati ini"! gumam Alea segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di belikan saka kemaren.
"aaaarg, pakaian ini sangat bagus tapi tidak pada bagian dadanya yang terlalu kendor ,seharusnya dadaku lebih berisi pasti semakin seksi aku memakai dress ini" gumam Alea yang tidak begitu pede dengan penampilan.
5 menit berlalu ,Alea masih berputar putar didepan cermin hingga mobil hitam pun telah sampai dan berhenti di depan rumahnya.
asisten Dika pun Berniat keluar dan memanggil Alea namun dengan cepat saka mencegahnya.
"biar aku saja"! kata saka sambil keluar dari dalam mobil begitu saja.