NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Bolehkah Aku Masuk Ke Dalam?

Jennie baru saja akan mengetik kata "rahang" ketika dia menyadari sesuatu yang membuat aliran darahnya berhenti mengalir.

Dia melihat meja kerjanya yang berantakan, dia juga memeriksa kolong meja yang penuh dengan sampah, tapi apa yang dia cari tidak ada.

Kepanikan melanda saat dia kembali teringat kejadian memalukan 10 menit yang lalu di depan unit Johan. Tadi sebelum dia keluar membawa paket Johan, dia menyelipkan lipatan draft bab terbarunya di pinggang celana trainingnya yang agak longgar.

"Jangan bilang kertas itu merosot saat aku membungkuk tadi," bisiknya dengan wajah yang mendadak pucat pasi.

Sebenarnya tidak masalah jika terjatuh atau hilang, dia hanya tinggal print ulang. Hanya saja isi dari draft itu yang membuat jantungnya ingin melompat dari tempatnya.

Draft tersebut berisi deskripsi fisik Johan yang sangat intim! Jika ditemukan oleh Pak Bambang atau malah Johan bisa-bisa dia di cap sebagai wanita mesum.

Baru saja dia hendak membuka pintu untuk mencari kertas itu di lorong, sebuah ketukan di pintu terdengar.

Tok Tok Tok

Dengan perasaan gusar Jennie membuka pintu itu hanya beberapa senti, untuk mengintip siapa yang datang.

Stok keberuntungannya sepertinya memang sudah habis, Johan si tetangga barunya berdiri di depan pintu sembari memegang kertas yang sudah agak lecek.

"Ini milikmu, kan? Tadi terjatuh saat kau berlari," ujar Johan dengan nada datar.

Jennie menyambar kertas itu dengan secepat kilat. "Ah, benar. Itu milik saya, lebih tepatnya milik komunitas teater saya. Makasih ya, Pak!"

Johan menaikkan satu alisnya. Pria itu menyandarkan bahunya di atas dinding samping pintu, terlihat sangat santai sementara Jennie hampir pingsan karena malu. " Teater?" ucapnya.

"Sejak kapan komunitas teater mendeskripsikan sebuah tato kecil di tengkuk yang tampak sangat menggoda untuk di kecup?"

Mendengar itu dunia Jennie seolah berhenti berputar.

"Dan juga tonjolan besar di antara pangkal paha yang bisa membuat wanita berkedut hanya dengan melihatnya?"

Jennie menutup wajahnya dengan kertas di tangannya. "Itu.... itu karena aku sedang melakukan penelitian untuk mendalami karakter lawan mainku," bohongnya.

"Lawan main? Memangnya teater jenis apa yang akan kau mainkan? Jangan-jangan kau terlibat pembuatan film dewasa."

"TIDAK!!"

Pekik Jennie seketika, "Tentu saja tidak! Sebenarnya aku adalah penulis novel, dan itu draft untuk bab terbaruku," ucapnya dengan jujur. Meskipun sama-sama hal yang buruk, lebih baik mengaku sebagai penulis novel dewasa daripada dikatai pemain film dewasa yang di masuki sana sini.

Sorry ya, dia masih ting-ting!

"Ah, jadi ini yang kau gumamkan saat melihatku shirtless tadi? Jangan-jangan kau menggunakanku sebagai objek fantasi novelmu?"

Jika sekarang sedang lomba memanah, mungkin Johan akan mendapatkan poin paling tinggi saat ini karena anak panahnya tepat mengenai sasaran. Jennie seketika merutuki mulut bocornya.

"Aku bisa jelaskan!" kata Jennie dengan perasaan takut. "Sebenarnya otakku sedang buntu beberapa hari ini kehabisan ide, dan kebetulan kemarin aku melihat sebuah mahakarya Tuhan yang paling indah pindah ke gedung ini."

"Dan mahakarya yang kau maksud itu adalah aku, benar?" ucap Johan. "Jika tidak salah lihat kau adalah orang yang mengintipku di balkon saat aku pindah."

Jennie mengangguk kaku, "Saat melihatmu semua kabel-kabel diotakku langsung terkoneksi satu sama lain dan mengalirkan listrik yang membuatku bisa merangkai kembali imajinasiku yang hilang," jelasnya dengan jujur, masalah di marahi atau ditendang urusan belakangan.

Lagipula dia sudah terlanjur basah, jadi sekalian saja menyelam.

"Maaf jika itu membuatmu risih," sambungnya sembari melirik Johan dengan was-was.

Bukannya marah Johan justru tersenyum miring mendengar penjelasan itu, "Tulisanmu sebenarnya bagus, pilihan katamu provokatif. Tapi sebagai seseorang yang kau jadikan objek fantasi, aku punya satu kritik besar."

"Kritik?" ulang Jennie memberanikan diri menatap mata tajam pria di depannya.

Johan melihat sekitar lorong yang kosong, setelahnya dia melangkah mendekat dan menunduk mensejajarkan wajahnya dengan Jennie. "Bolehkah aku masuk ke dalam? Aku akan menjelaskannya," pintanya.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!