Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Menghilang Sementara Waktu
Matahari pagi menyambut para penghuni kediaman Alamanda. Aroma roti dan kopi menyeruak. Begitu juga dengan aroma masakan lainya. Membuat siapapun yang mencium aroma itu, segera ingin menikmatinya.
Satu persatu anggota keluarga keluar dari kamar mereka masing-masing. Tentu saja untuk kembali berkumpul, memenuhi bangku-bangku kosong meja makan yang yang cukup besar itu. Di meja itu, sudah tersedia berbagai menu sarapan untuk pagi ini. Hasil kerja Meila selepas subuh, dibantu dua orang pelayan bagian dapur kediaman Alamanda.
Seluruh keluarga Alamanda, kemarin malam memutuskan untuk menginap. Terlalu menikmati suasana, mereka berbincang hingga larut malam. Sebenarnya keluarga Alamanda sering berkumpul seperti ini. Namun, keberadaan Meila, membawa warna baru dalam keluarga itu.
"Banyak sekali menu sarapan pagi ini," Seru tante Anita. "Kamu yang masak semua ini Mei?" Tanyanya sambil menatap kagum.
Sudut bibir Meila terangkat. Dia sudah terbiasa dengan kegiatan seperti ini setiap pagi. Menyiapkan sarapan untuk semua penghuni kediaman Aksara. Tiap-tiap orang menginginkan menu yang berbeda setiap harinya. Meila harus menyiapkannya lebih awal. Tidak ada toleransi untuk keterlambatan. Bila hal itu terjadi, Meila akan mendapatkan hukuman.
"Mei tidak tahu makan kesukaan keluarga ini. Jadi Mei buatkan saja beberapa menu," jawab Meila.
"Wah, banyak sekali." Serli yang baru tiba ikut berkomentar.
Om Narendra menatap hidangan yang tersaji di meja makan. "Sarapan besar kita pagi ini," ucapnya lagi sambil terkekeh.
Opa Alan yang tiba di meja makan bersama oma Amanda, tersenyum melihat hidangan yang tersaji. "Sudah lama sekali Opa tidak sarapan dengan menu berbagai aneka," ujar opa Alan.
"Opa, Oma, kalian mau Mei ambilkan sarapan apa?" Tanya Meila begitu opa dan omanya itu sudah duduk.
"Kami ingin mencicipi semuanya Mei," jawab Oma Amanda, yang juga mewakili opa Alan.
Dengan senang hati Meila mengambilkan sarapan untuk opa dan omanya itu. Meila selama ini tidak pernah dekat dengan kakek dan neneknya, dari sang ibu. Bukan Meila yang tidak ingin, tapi mereka yang menjaga jarak. Bagi mereka, cucu perempuan mereka hanyalah Melisa.
Sedangkan kakek dan nenek dari ayahnya, yang Meila ketahui, dua-duanya sudah tidak ada. Bahkan sebelum Meila lahir kedunia ini. Begitu juga dengan saudara laki-laki ayahnya. Yang Meila ketahui, sudah tiada akibat kecelakaan, berdua istrinya. Meila tidak tahu, apakah pamannya itu memiliki anak. Seandainya ada, mereka tidak pernah bertemu.
"Terima kasih Sayang," ucap oma Amanda, sambil menerima piring dari tangan Meila.
"Sama-sama Oma. Semoga kalian suka dengan masakan Meila," balas Meila.
"Aku bukan hanya suka Kak, ini enak sekali. Semuanya enak," ujar Serli. "Kenapa Kakak tidak buka cafe atau restoran saja?" tanyanya.
"Meila memang punya keinginan untuk buka cafe. Tapi, belum bisa terealisasikan." Dewi yang menjawab. Kakak angkat Meila itu baru saja tiba bersama Erik.
"Kenapa Mei?" Tanya om Narendra.
"Apa terhalang biaya? Kalau masalah itu, Om bisa siapkan. Ini benar-benar enak Mei," ucap om Narendra lagi, memuji keponakannya itu.
"Kemarin-kemarin, Mei masih sibuk mengurus pernikahan. Jadi, belum ada waktu untuk memikirkan rencana itu," jawab Meila.
Yang akan menikah dua orang. Tapi Zayan, menyerahkan semua urusan pernikahan mereka pada Meila. Dia hanya mendanai serta memberikan persetujuan. Satu lagi yang Zayan lakukan. Mencarikan wedding organizer untuk. kerja sama dengan Meila. Selebihnya, Meila memikirkannya sendiri.
Erik segera mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin Meila kembali sedih, mengingat pernikahannya yang dia batalkan. Mereka berbincang sambil menikmati sarapan mereka masing-masing. Setelah itu, satu persatu pamit menuju tempat kerja mereka masing-masing.
Untuk Meila, Erik meminta adiknya itu bekerja dari rumah saja. Kediaman Alamanda sangat aman untuk Meila bersembunyi dari Zayan. Mereka tidak ingin Zayan menemukan Meila, lalu menarik gadis itu ke pelaminan.
Kemarin malam, asisten Erik melaporkan bahwa, Zayan tetap menyiapkan pesta pernikahan untuknya dengan Meila. Jadi, menghilang untuk sementara waktu lebih baik. Biarkan diluar sana orang-orang mencari keberadaan Meila.
Erik juga tahu, rencana nyonya Hana yang akan menggantikan Meila dengan Melisa. Untuk itu, Erik sudah menyiapkan kado terindah bagi keluarga Aksara. Tujuan Erik satu, dia ingin semua orang tahu, termasuk Meila, rahasia yang selama ini disembunyikan oleh tuan Beni Aksara dan keluarganya.
Meila mengikuti saran dari Erik dan anggota keluarga Alamanda lainnya. Menghilang dari jangkauan Zayan dan keluarganya, akan lebih aman. Bukankah Meila sudah tidak ingin terlibat lagi dengan Zayan dan keluarganya?
Kemarin sebelum tidur, Meila menyempatkan waktu untuk memantau kediaman Aksara. Dia melihat lewat cctv miliknya yang dia pasang secara tersembunyi. Meila bisa melihat Melisa yang senang dengan keputusannya. Keputusannya mengumumkan batal menikah dengan Zayan.
Meila juga mendengar rencana ibunya yang tetap menjalankan rencananya menipu Zayan. Bukan sedih, Meila justru tersenyum. Dia akan menunggu hari itu tiba. Hari dimana Zayan ditipu keluarganya untuk menikahi Melisa.
Keputusan Meila meninggalkan keluarganya adalah rencananya untuk melancarkan skenario yang dibuat ibunya. Meila ingin melihat kemarahan Zayan pada keluarganya. Dan Meila sangat yakin, hari itu, seluruh keluarga Aksara, kecuali dirinya, akan dipermalukan atas perbuatan mereka sendiri. Sedangkan Meila berencana, hanya akan menyaksikan kehancuran keluarganya.
Meila boleh punya rencana sendiri. Tapi dia tidak tahu, jika ada orang-orang yang juga membuat rencana untuknya. Rencana yang bisa merubah hidup Meila.
Di gedung pencakar langit, tempat perusahaan HAS berdiri, seorang pria tua baru saja menerima laporan dari asistennya. Dia ikut senang Meila membatalkan pernikahannya dengan Zayan. Sudah lama, pria tua itu menginginkan Meila menjadi bagian dari keluarganya.
Pria tua itu memberi perintah pada asistennya. "Temukan segera, dimana calon cucu menantuku itu tinggal. Setelah itu, siapkan pesta pernikahan yang megah!"
"Baik Tuan," jawab Tedi. Dia sudah lama mengabdi dengan tuannya, tuan Hasan. Cukup satu perintah, dia sudah tahu apa saja yang harus dia lakukan. Bukan hanya menyiapkan pestanya saja, dia juga harus memastikan pasangan yang akan menikah juga siap.
Di gedung yang sama, Erik sedang menemui sahabatnya, Abyan Rayendra Hasan. Mereka sedang membahas proyek baru yang nilainya sangat tinggi. Harus sangat hati-hati dalam menentukan perusahaan yang akan bekerjasama dengan mereka. Perusahaan itu, harus memenuhi standar yang sudah mereka tentukan.
"Adikku sudah menyiapkan semua yang kita butuhkan. Lihatlah ini!" Erik menyerahkan hasil kerja Meila selama satu minggu ini.
Abyan tidak langsung memperhatikan layar laptop yang ditunjukkan Erik, padanya. Ada satu kata yang menimbulkan pertanyaan di kepala pria tampan itu.
"Adik?" Ulang Abyan.
"Aku lupa memberitahu kamu. Istriku punya sahabat yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Kemarin, opa dan Oma mengangkat dia sebagai cucu keluarga Alamanda. Paman Deni sedang mengurus semua administrasinya. Setelah semuanya selesai, opa berencana mengumumkan adikku itu sebagai cucu keluarga Alamanda."
"Dia tidak punya keluarga?" Tanya Abyan penasaran.
"Punya. Hanya saja keluarganya tidak pernah peduli dengan dirinya. Dia sama seperti istriku, diabaikan oleh keluarganya."
"Menarik," gumam Abyan.
"CK, pria dingin seperti kamu bisa-bisanya bicara menarik, tentang perempuan," sahut Erik. Sementara Abyan pura-pura tidak mendengar.
"Ingat! Dia adikku. Tidak ada yang boleh menyakitinya lagi." Erik mengingatkan.
"Lagi? Itu berarti sudah ada yang menyakiti dia sebelumnya." Balas Abyan.
Erik menghela napas. "Karena itu, keluarga kami ingin melindunginya. Mengangkat dia sebagai cucu keluarga Alamanda, adalah salah satu caranya."
Abyan tidak lagi bertanya. Dia cukup penasaran dengan adik angkat Erik itu. Untuk mengusir rasa penasarannya, Abyan memeriksa hasil kerja Meila.
"Bagaimana menurut kamu hasil kerja adikku?" Tanya Erik setelah Abyan menggeser laptopnya.
"Sangat rapih dan cukup detail. Tapi, tetap akan aku pelajari terlebih dahulu," jawab Abyan.
"Tentu saja," balas Erik.
Erik pamit untuk kembali ke Alamanda. Dia sudah janji makan siang bersama Dewi. Baru saja Erik akan bangkit. Seseorang masuk ke dalam ruangan itu.
"Kakek!" Seru keduanya bersamaan.
"Erik, kebetulan sekali bertemu kamu disini." ucap tuan Hasan.
"Kami sedang membahas proyek baru," jawab Erik.
Tuan Hasan mengangguk. Dia sudah mengetahui proyek baru Abyan dan Erik. "Sudah sampai mana progresnya?" Tanya kakek Hasan.
"Masih tahap persiapan." Abyan yang menjawab. "Ada apa kakek ke ruanganku? Tidak mungkin hanya ingin bertanya tentang proyek baru ini, kan?" Ucap Abyan lagi.
"Tentu saja. Yang akan Kakek bicarakan ini, lebih penting dari proyek kalian itu."
Abyan berdecak mendengar jawaban sang kakek. Sedangkan Erik mengangkat sebelah alisnya, tanda tidak mengerti maksud ucapan kakek sahabatnya itu.
"Kakek sudah menemukan gadis itu, calon istri kamu Abyan. Bersiaplah dalam waktu dekat ini untuk menikah."
Abyan menatap kesal kakeknya. Dia sudah katakan, akan mencari calon istri sendiri. Tapi, kakeknya itu masih saja keras kepala. Meminta Abyan menikah dengan gadis pilihannya.
Sedangkan Erik, dia langsung mengajukan pertanyaan. "Siapa gadis itu Kek?" Tanyanya.
"Belum saatnya kalian tahu. Yang pasti, dia gadis yang baik dan istimewa."
"Kek -."
"Tidak ada bantahan lagi kali ini Abyan!" Seru kakek Hasan. Dia tahu, cucu laki-lakinya ini ingin menolak keputusannya.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....