Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Tamu tak diundang.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
note: Ngunduh mantu adalah prosesi adat Jawa untuk menyambut menantu perempuan ke keluarga pria, yang fokus pada penerimaan dan syukuran. Rangkaian acaranya meliputi iring-iringan pengantin, penyerahan oleh pihak wanita, pemberian air suci (tirta wening), sindur binayang (dituntun kain sindur), sungkeman, serta ramah tamah dan foto bersama.(sumber:Google)
Tapi disini aku buat acara penyambutannya berbeda yaa ... sekedar Memperkenalkan Elvita kepada pihak keluarga besar dan rekan-rekan Bisnis dari perusahaan Daddy nya Bian.
................
manshion utama Brawijaya
*acara penyambutan Elvita (ngunduh mantu)
Bian menatap kagum pada Elvita ketika berjalan mendekat dengan menggunakan gaun yang begitu indah dan pas di tubuhnya.
wajah cantik dengan aksen yang begitu khas membuat nya tampak begitu sempurna
belum lagi dengan tinggi dan berat yang proporsional membuatnya bak model model Victoria.
Begitu pantas bersanding dengan seorang Bian Brawijaya!.
"Bukankah dia begitu sempurna sayang?"
perkataan Khanza seketika saja saja membuat Bian langsung mengerutkan keningnya seakan-akan tidak peduli pada gadis yang sedang berjalan mendekatinya.
Apalagi ketika Elvita sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan yang kurang nyaman,berusaha membenarkan bawahan dari gaun tersebut.
Bisa Bian cium wangi khas vanila yang begitu harum dari tubuh Elvita,membuatnya sedikit meremang dan tanpa sadar membangkitkan gairah nya.
'Ohh ayolah jangan sekarang Elv' batinnya resah.
"Apakah ini terlalu terbuka Bi?ini pilihan Khanza jadi aku tidak bisa menolaknya" Ucap Elvita kepada Bian setelah Khanza meninggalkan mereka berdua diruangan tersebut.
Dia sedikit ragu mengenakan Gaun ini,membuatnya tidak nyaman jika melangkah sebab belahan yang begitu tinggi disampingnya.
Tapi saat Khanza meminta mengenakan gaun tersebut dan berusaha meyakinkan dirinya,Elvita jelas saja tidak bisa menolaknya.
sebelum Bian menjawab tiba-tiba saja Bibi fitrinya datang dan menyuruh kedua nya untuk segera keluar.
"aku pikir acara nya sudah mulai,semua orang sudah menunggu kedua pengantin baru untuk keluar"
"Biarkan Elvita mengganti gaunnya terlebih dahulu"
Entah mengapa Bian jadi sedikit tidak suka memikirkan semua orang akan melihat kecantikan Elvita menggunakan gaun yang menurutnya begitu terbuka.
"No Bi...Daddy mu sudah berkata untuk keluar secepatnya...Biarlah Elvita mengenakannya,acara ini tidak memakan waktu yang lama"
Bibi Fitri jelas saja tidak ingin membuang waktu dengan merobambak ulang penampilan Elvita.
Tidak ingin memperpanjangnya,Bian lantas mengambil tangan Elvita dan langsung melingkarkan tangan tersebut di lengannya.
"akan ada banyak rekan bisnis Daddy diluar,aku tidak bisa memantau mu jika kamu terlalu jauh dariku"
ucapan Bian seketika membuat Elvita tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Dia tahu dalam dunia perbisnisan tidak khayal mereka berusaha saling menjatuhkan satu sama lain.
tidak tahu yang mana musuh atau kawan,semuanya bisa berubah tergantung mana situasi yang lebih menguntungkan.
saat keduanya sudah keluar dan berjalan menuju keramaian itu semua orang jelas saja tak berhenti untuk berdecak kagum pada pasangan pengantin baru tersebut.
"kamu sakit sayang?kenapa wajahmu begitu pucat?"
Bian tampak sadar ketika nenek Halimah nya berkata setelah menyambut kedua nya untuk berdiri disamping Arga.
"Tidak nek,hanya sedikit gugup" kilah Elvita.
sedari tadi siang sebenarnya Elvita merasakan tubuhnya sedikit melemah,entah karna gugup atau dirinya memang terserang demam...Elvita tidak ingin mengambil pusing.
toh dia bisa beristirahat setelah acara selesai pikirnya.
"Aku akan mengatakan pada Daddy jika kamu sedang tidak enak badan,masuklah ke kamar" ucap Bian saat setelah nenek nya menjauh dari mereka dan memilih menyambut keluarga dan tamu-tamu lainnya.
Dia pikir wajah Elvita memang sedikit pucat,karna tertutup dengan makep membuat siapapun tidak menyadari jika tidak di tatap dari dekat.
"Tidak Bi,aku akan beristirahat setelah acara selesai..jangan Khawatir,mari nikmati acara yang sudah Daddy siapkan" bisik Elvita sambil mengembangkan senyumnya lantas mengedarkan pandangan ke sembarang arah seakan sedang mencari sesuatu.
"aku pikir keluargaku sudah tiba ,Bi" ucap Elvita ketika mendapati Daddy dan beberapa keluarga besar nya sudah disambut oleh Daddy Arga.
"Mari menemui mereka bersama"
Bian lantas menggandeng tangan Elvita dan membawa nya menemui semua keluarga yang saling menyambut satu sama lain.
meskipun semua orang tahu skandal di masa lalu masih berhubungan dengan keluarga Elvita,tapi bukan rahasia umum lagi jika seluruh keluarga Brawijaya tahu kejadian dimasa lalu penuh dengan manipulasi.
Mereka tidak ingin membenci seseorang tanpa alasan yang sepenuhnya belum terbukti.
Maka dari itu ketika mendengar anak dari keluarga Heru yang menjadi istri dari Bian,semua orang menerima dengan senang hati.
"Dad,Mom.."
Bian menyalami kedua mertua nya diikuti Elvita yang dengan cepat memeluk kedua orang tua nya tersebut serta beberapa keluarga lainnya termasuk Lea dan Leo yang ikut serta.
mereka berbincang mengenai beberapa hal mengenai keputusan Elvita tentang perusahaan.
"Daddy rasa itu keputusan yang bagus.." Ucap Heru saat mendengar jika Elvita akan melimpahkan perusahaan sementara waktu kepada Bian.
Dia pikir Elvita memang butuh istirahat,dan bukankah seorang istri lebih baik fokus mengurus suami dan anak-anak nya nanti?
Tiba-tiba saja dari ujung sana, Dion mendekati Bian dan membisikan sesuatu kepada Bian.
"Elv..."
Elvita reflek menoleh ketika Bian memanggil nama nya dan berdiri dekat tepat dihadapan Elvita yang sedang berbicara dengan Lea dan Leo.
"ah..ada apa Bi?
"Aku akan menemui rekan kerja ku sebentar,jangan jauh-jauh dari jangkauan ku..kamu dengar Elv?
Belum sempat Elvita menjawab tiba-tiba saja dia dibuat terkejut ketika Bian mencium pipinya dengan cepat lantas pergi begitu saja dari hadapannya.
What!
wajah Elvita jelas saja memerah karena malu.
Dan bagaimana bisa Bian mencium nya di hadapan banyak mata yang sedang memandang kedua nya saat ini.
Ya bukan berarti Elvita ingin di cium ketika tidak ada orang sih hahaha
bagaimana menjelaskannya?
ohhh tuhan
Elvita menoleh ke arah semua orang yang saat ini sedang melihatnya dengan tatapan menggoda.
"Ahhh kurasa suami kak Elvita sedikit posesif,benar kan kak?" Lea berkata sambil menyentuh lengan Elvita dengan sikutnya.
"ohhh...bisakah kalian jangan menampakan senyum yang begitu mencurigakan di hadapanku?"
Elvita berusaha bersikap biasa saja padahal jantung nya sedang dag Dig Dug luar biasa
bagaimana mengatakannya? dia jelas sangat malu.
Elvita pikir Bian memainkan perannya dengan sangat baik dihadapan semua orang.
menjadi suami yang sangat mencintai dan peduli pada istrinya.
tapikan tidak perlu sampai menciumnya juga.pekik Elvita dalam hati sedikit tidak setuju
Jika saja Bian peduli dan menyentuhnya sebagai seorang suami yang memang benar-benar mencintai nya,maka Elvita jelas akan menjadi seorang istri yang bahagia sekarang.
Andai saja~
ahh Elvita menggelengkan kepalanya mengusir pikiran pikiran yang hanya akan membuatnya makin pusing.
untuk saat ini dia hanya ingin menikmati perannya sebagai seorang istri meski hanya di atas kertas.
dalam hati kecilnya,dia berharap suatu saat hubungan ini bisa berjalan sesuai dengan doa doa baik dari orang-orang terdekatnya.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
Dia percaya akan ada pelajaran yang indah setelah semua kejadian ini.
................
"Aku pikir sudah sangat lama setelah pertemuan terakhir kita bibi Winda"
Bian mendekati seorang wanita tua yang selama ini seakan menghilang dari paradaban bumi dan datang dengan tiba-tiba tanpa undangan di acara yang Daddy nya siapkan malam ini.
bisa dia lihat wanita tua itu tampak dengan percaya diri mendekati keluarga besar Brawijaya yang terkejut dengan kedatangannya.
wanita yang dipanggil Bibi Winda itu lantas menoleh ke arah Bian dan menyambut laki laki itu seperti seorang ibu yang merindukan anaknya.
"Kamu masih mengingatku,Bi?" Tanya winda
"Bukan kah menarik,saat aku sedang membuka kasus lama Tina dan kamu muncul kembali di tengah-tengah keluarga Brawijaya?" sekarang Arga yang berbicara.
"Oh ayolah kak,aku masih adik ipar mu terlepas dari kelakuan Tina dimasa lalu"
Ucap Winda menekankan status hubungan di antara kedua nya meskipun di masa lalu hubungan Tina dan Arga sudah selesai.
"kamu masih sama seperti dulu,Winda" timpa Fitri
Dia tahu betul wanita ular yang ada dihadapannya saat ini.
di masa lalu Winda selalu terlindungi dan kebal dari jeratan hukum,entah siapa yang berdiri dibelakangnya tapi begitu sulit mendapatkan bukti bukti kejahatan yang dilakukan oleh adik tiri dari mantan istri kakaknya itu.
setelah desas desus kematian Tina mencuat,tapi tak sedikitpun proses pemakaman nya di publikasikan membuat semua orang curiga.
apalagi perusahaan kakak iparnya itu langsung berpindah tangan pada Winda atas permintaan ayah mereka sendiri kala itu.
dan setelah beberapa tahun,kabarnya perusahaan itu sudah dikelola oleh anak dari Winda yang masih dia sembunyikan dari dunia hingga sekarang.
"Ahh inikah wanita yang sejak dulu hilir mudik ke kediaman Daddy dengan dandanan yang sedikit nyeleneh seperti wanita ren..dahan?"
'What'
Winda melototkan matanya mendengar ucapan Khanza sang bungsu kesayangan BRAWIJAYA.
Dia ingat betul di masa lalu mendekati gadis itu begitu sulit.
sebab setiap dia datang,Khanza selalu menangis melihat dirinya seakan sedang melihat hantu yang begitu mengerikan
Berbeda dengan Brian dan Bian,kedua laki laki itu tampak tenang dan tidak terlalu banyak bereaksi...entah senang atau benci melihat dirinya kala itu.
Baru saja akan menjawab ucapan Khanza, tiba-tiba saja kekacauan dari sebrang sana membuat Bian dan semua orang begitu panik.
'Elvita jatuh pingsan'
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*Maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata