NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kayla melangkah keluar dari gerbang rumah sakit dengan napas yang belum sepenuhnya stabil.

Matahari siang terasa menyilaukan, seolah mengingatkannya bahwa dunia di luar tidak pernah menunggu siapa pun.

Tas kecil berisi pakaian seadanya tersampir di bahunya. Di satu tangan, ia menggenggam kantong berisi obat-obatan yang harus diminumnya teratur. Tubuhnya masih lemah, tetapi pikirannya jauh lebih berat.

Di trotoar depan rumah sakit, Kayla berhenti sejenak. Dadanya sesak.

“Mulai dari mana?” batinnya.

Wanita itu menatap jalan raya yang ramai, kendaraan lalu lalang tanpa peduli. Dunia terus bergerak, sementara hidupnya terasa seperti harus dibangun kembali dari nol.

Beberapa hari kemudian, Kayla sudah bolak-balik menyusuri kota dengan map lusuh berisi fotokopi ijazah SMP-nya. Ia masuk ke toko, kafe, restoran kecil, pabrik rumahan, bahkan minimarket..Namun, jawaban yang ia terima hampir selalu sama.

“Minimal SMA, Mbak.”

“Pengalaman kerja ada?”

“Maaf, kami sudah penuh.”

Kayla tersenyum tipis setiap kali menutup pintu tempat kerja itu, tetapi di luar, bahunya merosot. Sore itu, hujan turun tiba-tiba.

Kayla berdiri di halte, pakaiannya setengah basah. Map di tangannya mulai kusut. Ia menunduk, tidak ingin ada orang yang melihat wajahnya. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Ia menutup mulutnya dengan tangan, menangis diam-diam di bawah atap halte, di antara orang-orang yang sibuk dengan urusan masing-masing.

“Aku capek, Ya Allah,” bisik Kayla pelan, suaranya nyaris hilang ditelan suara hujan.

Sejenak, rasa ingin menyerah menggerogoti hatinya. Bayangan menyerah, kembali ke dunia lama, muncul sekilas seperti bisikan beracun.

Namun, tepat saat itu, ingatan tentang wajah orang tuanya melintas di benaknya. Wajah ibunya yang lembut, senyum ayah sambungnya yang hangat, dan tatapan ayah kandungnya yang penuh kasih sayang.

“Jaga adik-adikmu, Kayla.”

Dadanya bergetar. Kayla mengusap air matanya kasar. Rahangnya mengeras.

“Aku tidak boleh menyerah,” gumam wanita berusia dua puluh dua pada diri sendiri. “Bukan hanya untukku, tapi untuk ketiga adikku.”

Kontrakan kecil yang kini menjadi rumah mereka tidak mewah, tetapi hangat. Dindingnya dicat krem pudar, lantainya keramik sederhana. Ada satu ruang tamu merangkap ruang keluarga, dua kamar kecil, dan dapur mungil di belakang.

Tirai tipis berwarna pastel berkibar pelan diterpa angin sore. Di sudut ruangan, televisi tua masih setia menemani mereka. Di dinding, tergantung foto orang tua Kayla dalam bingkai sederhana.

Ketiga adiknya, Fattan, Fattah, dan Nayla, tampak lebih ceria sejak Kayla pulang. Mereka berlarian, tertawa, dan kadang berebut mainan bekas.

Kayla duduk di tepi kasur tipis yang menjadi tempat tidurnya. Ia menatap sajadah yang terlipat rapi, baru saja dikeluarkan dari lemari pakaian paling bawah.

Ada keinginan kuat Kayla untuk beribadah lagi. Sudah lama ia tidak benar-benar salat dengan khusyuk. Tangannya meraih ponsel. Ia membuka internet, mencari bacaan salat dan surat-surat pendek. Bibirnya bergetar saat membaca Bismillah.

Sebelum salat Kayla memutuskan untuk mandi hadas besar. Dia bersihkan semua bagian tubuhnya. Dalam hatinya di sering merasa jijik pada dirinya sendiri.

Perlahan, Kayla berdiri, merentangkan sajadah. Lalu, takbir. Suara lirihnya memenuhi kamar kecil itu.

Di ruang tamu, tiga pasang mata kecil mengintip dari balik pintu kamar.

“Kenapa Kak Kayla begitu?” bisik Fattan sambil menggaruk kepalanya yang mulai berkeringat.

“Kayak orang lagi main drama di film,” celetuk Fattah polos.

Nayla mengerjapkan matanya, memiringkan kepala. “Aku juga mau kayak Kak Kayla.”

Mereka masuk perlahan. Kayla terkejut melihat ketiganya berdiri di belakangnya saat ia selesai salam pertama.

Ia tersenyum lembut.

“Kalian mau ikut salat?” Mereka mengangguk serempak.

“Tapi kami nggak tahu bacanya,” ujar Fattan jujur.

Kayla mengusap kepala mereka satu per satu. “Nggak apa-apa. Ikuti gerakan Kakak saja, ya?”

Mereka mengangguk lagi, mata berbinar penuh rasa ingin tahu.

Kayla membentangkan kain tambahan sebagai sajadah kecil di sampingnya. Ia mengambil sarung kebesaran untuk Fattan, mukena besar untuk Nayla, dan sajadah kecil untuk Fattah.

Takbir kembali bergema, lebih mantap kali ini.

Namun baru beberapa detik.

Pluk!

Sarung Fattan melorot hingga hampir ke lutut karena kebesaran dan tidak diikat dengan benar.

“Eh! Eh!” Fattan panik, menahan sarungnya dengan satu tangan, sementara tangan lain tetap mencoba ikut gerakan Kayla.

Kayla menahan tawa, tetapi berusaha tetap fokus. Belum sempat ia kembali khusyuk—

“Kaaak … Kakaaak ...!”

Suara Nayla merengek kecil. Mukena kebesaran yang dipakainya melorot ke belakang, menarik kepalanya hingga rambutnya terurai. Bukannya menutupi, mukena itu justru melingkar di lehernya seperti selendang yang salah pakai.

Nayla mulai cemberut. “Kak, Nayla sesek.”

Fattah langsung menarik lengan Nayla pelan./“Jangan ganggu Kak Kayla! Dia lagi salat!”

“Tapi Nayla sesek!” balas Nayla hampir menangis.

Suasana berubah kacau. Fattan masih berjuang menahan sarungnya, Fattah sibuk menenangkan Nayla, Nayla merengek, sementara Kayla berdiri di tengah, setengah tertawa, setengah panik.

Kayla akhirnya menarik napas. Ia mengangkatnya tangan untuk takbir lagi, lalu menggeleng pelan. Dengan berat hati, ia membatalkan salatnya.

“Baik, kita bereskan dulu, ya,” kata Kayla lembut sambil berlutut di depan mereka.

Kayla mengikatkan sarung Fattan dengan benar, membetulkan mukena Nayla hingga menutupi rambutnya dengan rapi, dan menepuk bahu Fattah dengan penuh kasih.

“Nah, sekarang kita mulai lagi. Pelan-pelan, ya.”

Mereka kembali berdiri berdampingan. Takbir terdengar lagi, kali ini lebih tenang. Ketiga adiknya mengikuti gerakan Kayla dengan canggung, tetapi sungguh-sungguh.

Di tengah kesederhanaan kontrakan itu, di atas sajadah lusuh, empat anak yatim berdiri bersama belajar kembali pada Tuhan, belajar bertahan, dan belajar memulai hidup baru.

Air mata Kayla menetes diam-diam saat sujud terakhir. Bukan air mata putus asa, tetapi air mata harapan.

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
siapa ya

zahra ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh ada profomatir rupanya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
enak saja mau main nikah di kira gampang apa
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehhhh kira2 piye
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
kasihan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha tenan too
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hadehhh piye iki
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh mgkin kedepanya nayla akan jadi sukses agak nya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha apa lagi ini kejam sekali
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha kok bisa
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lho kadi itu lanjutanya ya kk thor
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduh sama2 ini kira2 siapa yg memenangkan hati kayla ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduhh kira2 dapat g ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
jangan2 beneran dalfa yg menodai kaylan
tp apa iya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hadeh kayy piye sih jgan dikit2 pyar aja ya
tahan dlu dong
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wehh jatuh cintrong ya 🤣🤣🤣
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
jadi itu beneran dalfa ya

aduh gimna ini
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!