Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Sudah Siap?

"Kay," panggil Mona.

"Kenapa, Mon?" tanya perempuan bernama Kayla.

"Aku udah daftar koas di negara B, kamu gimana? tanya Mona.

"Aku pengen cari deket sini, tapi kayaknya Ayahku pengen aku koas di negara A deh," ucap Kayla.

"Pulang kampung dong berarti kamu," ucap Mona.

"Aku udah tiga tahun gak pulang, mungkin karena itu Ayah pengen aku koas disana," ucap Kayla.

"Gapapa, kamu koas disana aja. Lagipula, Ayah kamu kan pasti bakal cariin rumah sakit yang bagus buat kamu," ucap Mona.

"Huh, tapi aku gak pengen disana. Aku lebih suka disini," ucap Kayla.

"Terus gimana?" tanya Mona.

"Nah itu, aku juga bingung," jawab Kayla.

"Kamu harus segera putusan soalnya ada batas waktu buat daftar tahun ini, kalau kamu telat harus nunggu periode selanjutnya belum nanti kamu kena sanksi," ucap Mona.

"Makanya aku bingung, menurutmu aku ikutin apa kata Ayah atau gimana ya?" tanya Kayla.

"Kalau saranku sih, kamu ikutin kata Ayah kamu," saran Mona.

"Gitu ya, berarti nanti kita gak ketemu dong," ucap Kayla.

"Pasti bakal kangen sih, aku minggu depan udah berangkat ke negara B," ucap Mona.

"Loh kok cepet banget?" tanya Kayla.

"Iya, aku daftarnya udah agak lama sih sebenarnya. Tapi, baru ketemu kamu hari ini, makanya aku baru ngasih tau hari ini," ucap Mona.

"Selamat bekerja ya, semoga koas kamu lancar dan segera dapat gelar," ucap Kayla.

"Amin, kamu juga ya. Pokoknya kamu harus segera buat keputusan," ucap Mona

"Iya, aku kayaknya bakal putusin besok deh, Mon. Aku butuh waktu buat mikir lagi. Soalnya ini bener-bener penting banget buat masa depan aku," ujar Kayla sambil menghela napas.

​Mona menepuk pelan bahu Kayla, "Yaudah, jangan terlalu dipikirin, Kay. Pokoknya kamu harus semangat ya. Apapun keputusanmu, aku dukung. Lagipula, negara A sama negara B kan nggak jauh-jauh banget. Kita masih bisa video call-an," hibur Mona dengan senyum.

​Kayla tersenyum tipis, "Makasih ya, Mon. Kamu memang terbaik," ucap Kayla.

​"Iya, kalau gitu, aku duluan ya, Kay. Aku mau packing dan siap-siap buat keberangkatan," pamit Mona sambil berdiri.

​"Hati-hati, Mon. Kabarin aku kalau sudah sampai," pesan Kayla.

​"Pasti! Sampai ketemu lagi, Kay!" seru Mona sambil melambaikan tangan, lalu berjalan meninggalkan kantin kampus.

​Kayla memandangi kepergian Mona hingga hilang di tikungan, ia kembali merenungkan perkataan Ayahnya dan perasaannya sendiri. Negara A adalah tanah kelahirannya, tempat keluarganya berada. Tentu saja, koas di sana berarti ia bisa berkumpul lagi dengan keluarga yang sudah tiga tahun hanya ditemui via layar ponsel. Namun, ia merasa lebih nyaman dan betah di negara C. Rumah sakit di negara C juga terkenal memiliki program koas yang sangat baik.

Malam harinya, ketika Kayla berada di apartemennya, tiba-tiba bel berbunyi dan Kayla segera membuka pintu tersebut, ketika Kayla membuka pintu, betapa terkejutnya Kayla ketika melihat keluarganya disana.

"Loh Ayah kok disini?" tanya Kayla dan memeluk sang Ayah.

"Ayah sama Bunda kangen sama kamu," ucap Ayah Demian.

"Kan bulan lalu Ayah udah kesini," ucap Kayla.

"Namanya kangen sayang," ucap Ayah Demian.

"Ayah disini berapa lama?" tanya Kayla.

"Mungkin satu minggu," ucap Ayah Demian dan diangguki Kayla.

Suasana malam yang biasanya sepi, berubah menjadi lebih ramai dengan canda tawa Ayah Demian dan Bunda Anya. Hidup Kayla begitu sempurna, ia memiliki keluarga yang harmonis, apapun yang ia mau selalu terpenuhi, hidupnya tidak pernah susah dan Kayla sangat bersyukur akan hal itu.

"Kayla," panggil Ayah Demian.

"Iya, Yah," jawab Kayla.

"Sebenarnya ada yang mau Ayah bicarakan sama kamu," ucap Ayah Demian.

"Apa, Yah?" tanya Kayla.

"Kamu tau Om Bastian kan?" tanya Ayah Demian.

"Iya," jawab Kayla.

"Ayah ingin mengenalkan kamu dengan anaknya Om Bastian, namanya Arthur," ucap Ayah Demian.

"Anaknya Om Bastian? bukannya Om Bastian cuma punya Joana ya," ucap Kayla.

"Om Bastian punya anak lagi cowok, ya Kakaknya Joana itu namanya Arthur," ucap Ayah Demian.

"Cuma kenalan aja kan?" tanya Kayla.

"Iya, cuma kenalan aja," ucap Ayah demian.

"Yaudah, Kayla mau," ucap Kayla.

"Besok kita akan makan bareng mereka, sekalian kamu biar kenal sama Arthur," ucap Ayah Demian.

"Loh, langsung besok, Yah? apa gak kecepatan," tanya Kayla.

"Gak sayang, justru lebih cepat lebih baik," ucap Ayah Demian.

"Aku kirain nanti setelah aku koas," ucap Kayla.

"Gapapa, kan cuma kenalan," ucap Ayah Demian dan diangguki Kayla.

.

Keesokan harinya, Kayla sudah cantik dengan setelan two piece, di mana Kayla menggunakan atasan crop berkerah berpotongan crop dengan lengan pendek dan kancing depan besar dan memiliki detail tekstur pada bagian bahu yang ia padukan dengan ​Rok A-line mini, rok dengan pinggang tinggi yang melebar ke bawah memberikan siluet klasik dan feminim.

"Cantik banget anak Bunda," ucap Bunda Anya.

"Bunda baru tau ya kalau punya anak secantik Kayla," ucap Kayla.

"Bisa aja kamu ini, ayo kita berangkat. Ayah sudah menunggu di mobil," ucap Bunda Anya dan diangguki Kayla.

Kayla mengikuti Bunda Anya keluar dari apartemen menuju mobil. Di sana, Ayah Demian sudah menunggu di kursi pengemudi.

​"Sudah siap?" tanya Ayah Demian sambil tersenyum dari balik kemudi.

​"Siap, Yah," jawab Kayla dengan sedikit gugup.

Kayla tahu ini hanya perkenalan, tetapi entah mengapa ia merasa seperti akan menjalani wawancara penting.

​Perjalanan menuju restoran terasa cukup singkat, meski dihiasi obrolan ringan antara Ayah Demian dan Bunda Anya. Kayla lebih banyak diam, sesekali melirik pemandangan di luar jendela, pikirannya masih berkelana antara pilihan tempat koas dan pertemuan yang akan datang.

​Mereka tiba di sebuah restoran mewah yang begitu berkelas, Ayah Demian memimpin Bunda Anya dan Kayla mengikuti dibelakangnya, kedatangan mereka disambut oleh seorang pelayan yang mengantar mereka ke sebuah ruangan.

​Di dalam ruangan tersebut, sudah ada sepasang suami istri paruh baya yang langsung berdiri menyambut kedatangan keluarga Kayla.

"Demian! Anya! Senang sekali kalian sudah sampai," sapa Om Bastian dengan senyum lebar dan langsung berpelukan dengan Ayah Demian.

​"Kami juga senang, Bas. Sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama," balas Ayah Demian.

​Om Bastian kemudian menyalami Bunda Anya, lalu matanya beralih pada Kayla, "Wah, ini pasti Kayla, ya? Sudah besar dan cantik sekali. Terakhir ketemu kamu masih SMP," pujinya.

​"Selamat malam, Om Bastian, Tante Emma," sapa Kayla dengan sopan sambil menyalami keduanya.

​Setelah basa-basi, mereka semua duduk. Om Bastian dan Tante Emma tampak akrab dan hangat membuat suasana tidak terlalu kaku.

​"Arthur akan segera tiba, dia tadi ada urusan sebentar yang tidak bisa ditinggalkan," jelas Tante Emma.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎

mampir, awal baca... cerita dan susunan katanya bagus.. moga ke bab selanjutnya juga bagus ya.🤭🤭

2026-04-21

1

Hermisa Ndnangin Hermisanangin

Hermisa Ndnangin Hermisanangin

WAJIB BACA. terimakasih untuk karya yang luar biasa ini Thor, sukses selalu

2026-02-19

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

sangat menarik, aku mampir semoga ceritanya tdk membosankan thour salam kenal🥰

2026-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Sudah Siap?
2 Perjodohan
3 Jangan Kasar-kasar
4 Hari Terakhir
5 Kok Dikunci?
6 Terlalu Jahat
7 Kebetulan Sekali
8 Jangan Pulang Terlambat
9 Jalur Khusus
10 Siapa Yang Jahat?
11 Keluar!
12 Aku Gak Mau!
13 Kayla!
14 Terima Kasih
15 Galak Banget
16 Api Cemburu
17 Mas, Kamu Lihat?
18 Kaku dan Galak
19 Tiga Hari, Dok?
20 Jangan Memalukanku
21 Bohong!
22 Kamu Pingsan
23 Kamu Bisa Kayla!
24 Hari Libur
25 Dokter Karin
26 Menghindar
27 Jawaban Jujur
28 Dokter Muda Kayla!
29 Mengganggu
30 Selamat Ya!
31 Saya Tidak Menginginkannya
32 Aku Harus Diam
33 Kekasih
34 Pintarnya Istriku Ini
35 Membuktikan
36 Sayang
37 Bayangkan Kayla!
38 Laporkan Saja!
39 Mendisiplinkan?
40 Fakta Baru
41 Pahlawan
42 Aku Takut
43 Jahat Banget!
44 Kamu Lupa?
45 Jangan Lupa Dihabiskan
46 Teman Dekat?
47 Mas! Dingin!
48 Mas! Jangan Dibahas!
49 Mas! Gawat!
50 Masak Bareng
51 Aksi Balas Dendam
52 Sepuluh Halaman?
53 Aku Cuma Kaget
54 Inisial A
55 Kamu Jahat Banget!
56 Jangan Begitu
57 Dokter Revan
58 Halangi Dia!
59 Caranya Melindungimu
60 Sentuhan Arthur
61 Harus Profesional
62 Tanda Merah
63 Setiap Kata
64 Pesan Ayah
65 Dokter Arthur Itu Pacarku
66 Mengurus Keberangkatan?
67 Kenapa Harus Suamiku?
68 Kasihannya Menantuku
69 Hari Pertama
70 Kayla, Ini Aku
71 Sangat Memalukan
72 Sedih
73 Kita Tidak Punya Pilihan
74 Mas, Aku Berhasil
75 Mereka Belum Gugur
76 Mengikuti Aturan Saya
77 Selingkuh
78 Hal Pertama
79 Tidak Ada Yang Sakit?
80 Arthur! Anakku!
81 Diagnosis Saya Keliru?
82 Dokter Citra Mempersulitnya?
83 Arthur Tetap Tenang
84 Aku Merindukanmu, Sayang
85 Lihat Aku, Sayang
86 Memancing Kemarahanku
87 Tekanan?
88 Rahasia
89 Lihat Apa?
90 Aku Di Sini
91 Tegakkan Kepalamu
92 Teguran Terbuka
93 Kamu Setuju?
94 Kenapa Minta Maaf?
95 Membuatmu Bahagia
96 Aku Akan Ikut
97 Ini Terlalu Indah
98 Kamu Begitu Indah
99 Ini Wilayahmu
100 Tenang!
101 Kenapa Lari? Takut?
102 Kami Terpaksa
103 Harapan Arthur
104 Saya Dokternya!
105 Kamu Baru Sampai?
106 Jawabannya Cuma Satu
107 Memeriksakan Diri
108 Kunci Utama
109 Cuti
110 Mas! Kaget Tahu!
111 Hasilnya Masih sama
112 Aneh Bagaimana?
113 Sangat Sehat
114 Ngidam
115 Mimpi Yang Paling Indah
116 Aku Bosan
117 Ingat Pesan Dokter Arthur!
118 Aku Tahu
119 Joshua
120 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121 Panggil Arthur!
122 Tolong Nenekku
123 Kondisinya Sudah Stabil
124 Jangan Berani Mendekat
125 Mual
126 Kemana?
127 Maunya Peluk Aja
128 Aku Jadi Iri!
129 Aku Bosan Mendengarnya
130 Atas Keinginan Joshua
131 Cucu Pertama
132 Lama Tidak Bertemu
133 Siapa Kalian?
134 Terima Kasih, Tuhan.
135 Pergi
136 Lihat Ini!
137 Bahagia Dan Sehat
138 Kenapa? Ada Yang Sakit?
139 Papa Merasa Kasihan
140 Mas!
141 Mas Masih Marah?
142 Aku Rindu Kamu
143 Saran Dokter Anita
144 Ayah? Bunda?
145 Anak Kita
146 Daniel Elard Alexander
147 Sakitnya?
148 Akhirnya!
149 Mana Adik Bayi?
150 Istirahat
151 SELESAI
152 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154 Cerita Baru - My Possessive Husband
155 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sudah Siap?
2
Perjodohan
3
Jangan Kasar-kasar
4
Hari Terakhir
5
Kok Dikunci?
6
Terlalu Jahat
7
Kebetulan Sekali
8
Jangan Pulang Terlambat
9
Jalur Khusus
10
Siapa Yang Jahat?
11
Keluar!
12
Aku Gak Mau!
13
Kayla!
14
Terima Kasih
15
Galak Banget
16
Api Cemburu
17
Mas, Kamu Lihat?
18
Kaku dan Galak
19
Tiga Hari, Dok?
20
Jangan Memalukanku
21
Bohong!
22
Kamu Pingsan
23
Kamu Bisa Kayla!
24
Hari Libur
25
Dokter Karin
26
Menghindar
27
Jawaban Jujur
28
Dokter Muda Kayla!
29
Mengganggu
30
Selamat Ya!
31
Saya Tidak Menginginkannya
32
Aku Harus Diam
33
Kekasih
34
Pintarnya Istriku Ini
35
Membuktikan
36
Sayang
37
Bayangkan Kayla!
38
Laporkan Saja!
39
Mendisiplinkan?
40
Fakta Baru
41
Pahlawan
42
Aku Takut
43
Jahat Banget!
44
Kamu Lupa?
45
Jangan Lupa Dihabiskan
46
Teman Dekat?
47
Mas! Dingin!
48
Mas! Jangan Dibahas!
49
Mas! Gawat!
50
Masak Bareng
51
Aksi Balas Dendam
52
Sepuluh Halaman?
53
Aku Cuma Kaget
54
Inisial A
55
Kamu Jahat Banget!
56
Jangan Begitu
57
Dokter Revan
58
Halangi Dia!
59
Caranya Melindungimu
60
Sentuhan Arthur
61
Harus Profesional
62
Tanda Merah
63
Setiap Kata
64
Pesan Ayah
65
Dokter Arthur Itu Pacarku
66
Mengurus Keberangkatan?
67
Kenapa Harus Suamiku?
68
Kasihannya Menantuku
69
Hari Pertama
70
Kayla, Ini Aku
71
Sangat Memalukan
72
Sedih
73
Kita Tidak Punya Pilihan
74
Mas, Aku Berhasil
75
Mereka Belum Gugur
76
Mengikuti Aturan Saya
77
Selingkuh
78
Hal Pertama
79
Tidak Ada Yang Sakit?
80
Arthur! Anakku!
81
Diagnosis Saya Keliru?
82
Dokter Citra Mempersulitnya?
83
Arthur Tetap Tenang
84
Aku Merindukanmu, Sayang
85
Lihat Aku, Sayang
86
Memancing Kemarahanku
87
Tekanan?
88
Rahasia
89
Lihat Apa?
90
Aku Di Sini
91
Tegakkan Kepalamu
92
Teguran Terbuka
93
Kamu Setuju?
94
Kenapa Minta Maaf?
95
Membuatmu Bahagia
96
Aku Akan Ikut
97
Ini Terlalu Indah
98
Kamu Begitu Indah
99
Ini Wilayahmu
100
Tenang!
101
Kenapa Lari? Takut?
102
Kami Terpaksa
103
Harapan Arthur
104
Saya Dokternya!
105
Kamu Baru Sampai?
106
Jawabannya Cuma Satu
107
Memeriksakan Diri
108
Kunci Utama
109
Cuti
110
Mas! Kaget Tahu!
111
Hasilnya Masih sama
112
Aneh Bagaimana?
113
Sangat Sehat
114
Ngidam
115
Mimpi Yang Paling Indah
116
Aku Bosan
117
Ingat Pesan Dokter Arthur!
118
Aku Tahu
119
Joshua
120
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
121
Panggil Arthur!
122
Tolong Nenekku
123
Kondisinya Sudah Stabil
124
Jangan Berani Mendekat
125
Mual
126
Kemana?
127
Maunya Peluk Aja
128
Aku Jadi Iri!
129
Aku Bosan Mendengarnya
130
Atas Keinginan Joshua
131
Cucu Pertama
132
Lama Tidak Bertemu
133
Siapa Kalian?
134
Terima Kasih, Tuhan.
135
Pergi
136
Lihat Ini!
137
Bahagia Dan Sehat
138
Kenapa? Ada Yang Sakit?
139
Papa Merasa Kasihan
140
Mas!
141
Mas Masih Marah?
142
Aku Rindu Kamu
143
Saran Dokter Anita
144
Ayah? Bunda?
145
Anak Kita
146
Daniel Elard Alexander
147
Sakitnya?
148
Akhirnya!
149
Mana Adik Bayi?
150
Istirahat
151
SELESAI
152
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
153
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
154
Cerita Baru - My Possessive Husband
155
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
156
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!