Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.
Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.
Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.
Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22. Kekhawatiran yang beralasan
Happy reading...
"Hallo..!" terdengar sahutan lembut suara diseberang sana.
"Dimana dia?!" pekik Ridho, Ayah Ainun dengan wajah merah padam tanpa berbasa basi.
"Dia baik-baik saja, kau tenanglah."
"Sampai sesuatu terjadi pada putriku, aku tidak akan mengampunimu!!" ancam Ridho dengan amarahnya.
"ck ck ck, heii... dia juga putriku, putri kita. Aku punya hak juga atasnya.!" decakan suara di sebrang menegaskan ucapannya.
"Tidak lagi semenjak kau tidak peduli dan membuangnya, tidak akan pernah!!" Hawa panas menggelora di dada pria paruh baya itu.
"Sudah cukup kau memisahkan aku dengannya, sekarang dia hanya akan bersamaku."
"Tidak akan pernah kubiarkan putriku di didik oleh wanita *bl*s sepertimu!" sergah Ridho.
Ridho menutup panggilan teleponnya, dengan menahan gemuruh amarah yang siap kapan saja meledak. Raut wajah geram menandakan kekesalan dan kecemasan luar biasa.
Ini memang bukan yang pertama kali, tapi setelah sekian lama dia pikir Wanita itu tidak lagi menghiraukan kehidupannya. Ternyata tidak. Lama tidak memburu, nyatanya dia menyusun rencana sedemikian rupa untuk mengambil putri nya dari sisi nya.
Diambilnya kembali ponsel yang sempat di taruh disaku celananya. Memilih kontak kemudian membuat panggilan.
"Danang, bilang pada mbak yu mu, malam ini aku tidak pulang. Mereka menculik Ainun lagi, aku akan mencarinya, dan jangan khawatirkan aku, tolong jaga mereka untukku." ungkap Ridho pada adik iparnya.
"Ba-baik mas," jawab Danang terbata.
flashback on
Ridho yang masih meragukan kepergian putrinya yang seolah tidak mau di antar olehnya, tetap mengizinkan. Dia pun tahu bahwa Ainun menyembunyikan kontak mobilnya di kamar nya.
Tapi Ridho pun tak kehabisan akal, selepas kepergian Ainun beserta kawan-kawannya, ia pun bersiap memakai jaket dan helm dikepalanya. menyambar konci motor di samping meja TV lalu bergegas membuntuti mobil yang membawa serta putrinya.
Ia mengikuti mobil yang di kendarai Reza, berhenti dengan jarak dua puluh meter saat mobil Reza berhenti.
Terlihat, dua orang gadis keluar terlebih dahulu tanpa Ainun dan si Pengendara. Rido masih mengamati dengan perasaan cemas.
Kemudian terlihat Ainun bejalan menggandeng dengan sorang pria, keningnya berkerut. Akkkhhh... Dia sampai lupa bahwa putri kecilnya kini sudah tumbuh menjadi gadis besar.
Apakah itu kekasihnya?
Ridho hanya menduga-duga.
Ia mengikuti Ainun sampai ke gedung, tetapi ia tidak bisa masuk ke dalam ruangan karena tidak memiliki undangan. Akhirnya Ia menanti Ainun di post security, berdalih mengaku sebagai ojek salah satu undangan. Saat waktu magrib datang ia pun melaksanakan Sholat di pos jaga itu.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan malam, tapi ia belum juga melihat Ainun. Tak lama berselang yang di harapkan muncul bersama teman-teman nya yang biasa ke rumah dengan dua pria berwajah sama. Kembar, pria yang bersama putrinya tadi kembar.
Ridho bingung membedakan pria yang datang bersama putrinya tadi yang mana. Mereka berdua memakai jas yang sama persis.
Mereka naik mobil masing masing diikuti para gadis dibelakangnya. Ridho segera berpamitan kepada satpam jaga untuk pergi. Ia memgikuti arah kemana mobil pergi.
Hendak kemana mereka pergi?
Sampailah di alun alun kota, Ridho memberi jarak motornya pada mobil Reza. Ia tak ingin Ainun tahu jika ia sedang mengikutinya. Ia hanya mencemaskan Ainun yang pergi tanpa nya, Ia hanya akan memantaunya.
Menelisik setiap adegan, mengamati setiap pergerakan, Ridho tahu Putrinya sedang dalam masa kencan mendadak.
Ia memperhatikan Reza yang terlihat sedang merayu Ainun, mengungkapkan perasaan pada putrinya. Ia tersenyum geli melihat situasi disana, terlihat putrinya begitu kaku, Ia jadi mengingat seseorang. Sangat mirip dengan putrinya.
Karena sejak tadi tertawa kecil melihat tingkah polah anak muda didepannya, ia sampai merasa kantung kemihnya sudah terisi penuh dan merasa harus segera ia keluarkan. Ia menengok kesana dan kemari mencari toilet umum, dan ternyata berada di bagian belakang sana.
Karena sudah tidak bisa menahannya akhirnya Ridho berlari ke toilet untuk menuntaskannya.
Sekembalinya ia dari buang hajat kecilnya, tak didapatinya dua mobil mewah yang tadi terparkir disana. Ia kelimpungan mencari, dan akhirnya bertanya pada petugas jaga menanyakan keberadaan anak-anak muda tadi.
"Mereka baru saja pergi pak, sepertinya belum jauh." ujar seorang petugas jaga.
"Baiklah, terima kasih." ucap Rido kemudian meninggalkan si bapak petugas jaga.
Ridho melajukan motor bebek nya arah pulang ke rumahnya, entah kenapa ia begitu yakin Ainun sekarang sedang dalam perjalanan pulang.
Di perjalanan, terlihat ramai-ramai seperti terjadi kecelakaan atau apalah, ada beberapa polisi dan ahli medis disana. Mata nya membelalak melihat mobil yang sama seperti yang dinaiki putri nya.
Ia segera turun dan mengecek kebenarannya, bertanya pada petugas kepolisian. Dan begitu terkejutnya ia saat mendapati tas milik putrinya didalam mobil tanpa pemiliknya.
Tubuhnya yang mulai renta goyah, ia menangis sesenggukan, dan merutuki kesalahannya yang tidak bisa menjaga putrinya. Petugas kepolisian dibuat bingung mendapati seorang pria yang tiba tiba menangis.
"Maaf pak, kenapa bapak menangis?" tanya seorang petugas polisi membungkukkan badannya mensejajarkan dengan tubuh Ridho yang sudah terduduk lesu.
"Anakku Ainun tadi naik mobil ini bersama temannya, dan sekarang hanya ada tasnya saja." Ungkap Ridho dengan mata sembabnya.
Sepasang mata sedang mengekori keberadaan Ridho, ia kemudian mengirim pesan singkat pada bos nya.
📨 Ayahnya ada disini?
📨 Biarkan saja, selesaikan tugasmu dan segeralah pergi!
📨 Baik boss!
flashback off
Ridho menyiapkan segala strategi untuk menyelamatkan putrinya dari wanita gila itu. Ya memang benar, wanita gila itu adalah Ibu kandung Ainun, Rekha. Mereka pernah menikah dua puluh tahun yang lalu.
Tapi wanita itu adalah seorang mafia dan bandar narkotika kelas kakap. Meski cintanya tulus pada waktu itu tapi tidak meluruhkan ambisi Rekha untuk selalu menjadi yang terbaik dalam bisnis gelapnya. Sehingga kesabaran Ridho runtuh disaat Ainun masih berumur dua bulan, dan Rekha yang sudah gelap mata hanya memperdulikan bisnis haramnya tanpa memikirkan bayi nya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dalam asuhannya.
Ridho menceraikannya, dan membawa Ainun pergi meninggalkan Rekha. Meninggalkan semua kekayaan, dan hidup sederhana.
Keadaan berbanding terbalik, tadinya Ia adalah pemilik salah satu Restouran di ibu kota, oleh sebab menghindari Rekha, ia menjual segala asetnya dan berpindah ke desa yang jauh dari ibu kota.
Rasa cinta untuk seorang Rekha pun berubah drastis menjadi kebencian yang sangat dalam, sampai-sampai ia selalu berpindah-pindah tempat untuk menjauh dan menghindar dari kejaran anak buah Rekha yang pada akhirnya menginginkan Ainun kembali.
Sampai pada saat Ainun berumur tiga tahun, Ridho bertemu dengan gadis desa yang baik dan menerimanya serta Ainun. Mereka menikah dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri. Mereka hidup bahagia meski masih dalan keadaan was was.
to be continue....
🌷🌷🌷🌷🌷
Siapa yang masih penasaran dengan kisah selanjutnya?
yuk ikuti terus ceritanya...
Mohon dukungannya ya readers untuk vote rate bintang 5 like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar.
Tanpa kalian aku hanyalah butiran debu yang berhamburan, cee illeh...
Salam bahagia selalu luvvvv
Olive Sparkly
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.
pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.
biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.
dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
mlh jd ngeri.
hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...
pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
aq smpe bingung cari 🥴🥴
terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???
sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
kurang enk d baca
aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
CMIIW ya readers semua.
sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..
saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu