NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:657
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hana dan Rana dikeroyok

Mendengar ucapan Hana yang sangat tidak sopan kepada orangtua membuat keduanya kesal.

"Jangan kurang ajar pada orangtua Hana, kau ini sejak dulu selalu bertindak seenaknya, kau sudah dikeluarkan dari sekolah dan sekarang ajak mommy mu mencari sekolah baru kalau dia bebas". Bu Husni menatap tajam Hana, kemudian menatap kepala desa dengan tidak enak.

"Tapi kalian membicarakan mommy ku, aku tidak suka". Marahnya lagi.

"Maaf nak, kamu tidak suka ada orang yang menjelekkan kamu dan orangtuamu, terus apa yang kau lakukan selama ini kamu pikir mereka menyukainya??, tidak ada orang yang senang diperlakukan seperti itu, tapi kau selalu melakukannya, bagaimana rasanya?? Tanya kepala desa memandang lekat gadis tengah beranjak remaja ini.

"Aku tidak peduli dengan orang lain, mommy ku kepala sekolah disini, dia memiliki jabatan dan wewenang hebat disini, jadi aku juga harusnya berkuasa". Ucapnya dengan begitu sombong dan angkuh.

"Tapi sayangnya mommy mu sudah dibawah pergi, lebih baik kamu kabari ayahmu, karena kemungkinan ibumu masuk ke penjara karena menyalahgunakan jabatannya dan juga dana bos, jangan bangga jika yang kau dapatkan adalah uang dari hak orang lain". Pak desa Menggelengkan kepalanya.

"Pergi kalian dari sini, bodoh amat sama kalian". Sungut Hana dengan kesal.

"Tapi sayangnya kau bukan lagi murid disini, ibumu juga sudah di copot dari jabatan, apa lagi yang mau kau sombong kan Hana, heran saja ibu padamu, masih bisa sombong setelah ibumu dibawah paksa seperti itu". Bu Husni menggelengkan kepalanya.

"Aku akan menyuruh mommy ku mengusir mu dari sini, lihat saja nanti, Ayahku akan membuat perhitungan pada kalian, camkan itu". Ucap Hana pergi dari sana.

Kedua orang dewasa itu menggelengkan kepalanya, inilah didikan yang salah pada anak, anak menjadi sombong dan keras kepala, belum lagi tidak tahu menghargai orang lain, kata-kata nya tidak ada sopan santun sama sekali.

"Sayang sekali anak secantik itu memiliki sifat seperti itu, entah bagaimana cara ibunya mendidiknya". Pak desa menghela nafas.

Beruntung Kayla dan kedua saudaranya adalah anak yang baik dan sangat sopan, sangat berbeda dengan Hana tadi.

"Iya itulah pak, kita bisa melihat bagaimana orang tuanya mendidik mereka dan akan terlihat hasilnya pada anak itu sendiri".

"Iya bu Husni, ibu benar sekali, kita sebagai orangtua bertugas mendidik dan membentuk karakter baik dalam diri anak-anak sehingga ketika dia besar dan dewasa, dia bisa menjalani kehidupan yang sangat banyak rintangannya".

Kepala desa pun pamit dan akan kembali mengurus permasalah warga desanya yang sedang berjuang. Dia membantu mereka sebisa mungkin mendapatkan haknya dan bisa mendapatkan perawatan.

Keadaan sekolah kini Ricuh, bahkan mereka kini sedang membully Rana dan Hana, kedua manusia yang selalu membully orang itu harus merasakan apa yang mereka lakukan, supaya mereka tahu betapa sakitnya diperlakukan seperti itu.

Kayla dan Kanaya yang ada di sekolah hanya melihat tingkah teman-teman mereka yang sedang asyik mengeroyok Keduanya dengan hinaan dan caci maki, mereka ingin membela tapi teman-teman nya itu sangat kuat untuk dia lawan, jadi dia memutuskan untuk memanggil guru saja.

"Bu Guru bisaka ibu ikut kami, Hana dan Rana sekarang sedang dalam masalah". Panik Kayla.

Mereka berdua bergegas ke ruang guru untuk memanggil semua guru untuk memisahkan mereka, mereka khawatir jika Keduanya terluka.

"Apa-apaan ini, kalian semua mau jadi jagoan". Teriak guru kelas 2 kepada murid-murid yang tengah menganiaya keduanya.

"Ibu guru tidak usah ikut campur, selama ini mereka membully kami tapi kalian semua diam saja, kami bisa saja mengatakan kepada kepala dinas tadi jika para guru di sekolah ini tidak pernah menghentikan perniagaan mereka saat membully kami, kalian hanya tutup mata dan sekarang ketika kami membalasnya ibu guru semua melerai, kalian tidak adil". Teriak salah satu korban bully keduanya.

Mereka saling memandang dan tertunduk malu, yang dikatakan mereka memang benar adanya, selama ini mereka bukan tak mau melerai tapi takut akan kedua orangtua mereka yang akan membuat mereka dalam masalah nantinya.

"Maafkan kami anak-anak, bukan kami tak ingin melerai, bukan kami tak ingin membantu kalian, tapi kami semua adalah tulang punggung keluarga, jika kami tidak bekerja bagaimana keluarga kami makan nak". Ucap Salah satu guru memandang sendu mereka.

"Kalau begitu jangan halangi kami, biarkan kami membalas apa yang mereka lakukan pada kami". Teriak mereka bersama-sama.

Mereka kini kembali menganiaya keduanya, tapi untuk kali ini guru mereka tidak tinggal diam, mereka melerai mereka dengan paksa, tidak perduli dengan mereka mau mendengar atau tidak.

"Berhenti kalian kalau tidak akan ku keluarkan kalian dari sekolah sekarang juga". Hardiknya dengan kasar.

Dia tidak ingin anak-anak didiknya mendapatkan masalah dengan Menganiaya orang lain. Dulu dia takut karena jabatan orangtua anak itu tapi sekarang dia akan menegakkan hukum jika anak-anak itu tidak berhenti membully.

"Jangan ikut campur bu, biarkan kami membalas mereka, mereka selama ini keterlaluan pada kami".

"Iya nak, tapi tidak usah sampai seperti ini, dia sudah dikeluarkan dari sekolah jadi tidak akan bisa berbuat seenaknya lagi, jangan yah nanti kalian dapat sangsi dari sekolah dan dilaporkan polisi, jangan yah". Ucapnya dengan lembut.

Mendengar perkataan guru-guru mereka, mereka langsung menghentikan perbuatan mereka. Mereka bersorak karena kedua orang itu dikeluarkan dari sekolah.

"Pergi kau jauh-jauh sana, manusia sombong dan belagu seperti mu tidak cocok dengan sekolah kami, anak dan ibu sama saja". Hardik mereka, mendorong kasar keduanya.

Keduanya menangis histeris setelah dikeroyok oleh orang-orang yang dulu mereka bully dan tidak bisa membalasnya karena kedua ibu mereka sekarang tidak bisa melindungi mereka.

"Pulanglah kalian, kami tidak menerima kau dan ibu kalian disini, kalian itu hanya berlindung pada jabatan kalian, sekarang rasakan, makanya jangan terlalu sombong". umpat mereka semua bergiliran.

Para guru segera mengamankan kedua gadis yang kini penampilannya sangat acak-acakan, bahkan penuh luka cakaran oleh teman-temannya.

"Kami akan mengantarkan kalian kerumah, kalau kalian disini yang ada kalian akan mati dikeroyok teman-teman kalian". Ucap guru kelas 3.

Keduanya hanya mengangguk tanpa membantah seperti biasanya, badan mereka berdua rasanya sangat remuk tanpa bisa mereka kendalikan.

Para guru bernafas lega bisa menyelamatkan keduanya, walau mereka tidak suka dengan prilaku keduanya tapi tetap saja mereka adalah murid sekolah ini juga, mereka bertanggungjawab atas keselamatan mereka berdua.

Jangan terlalu sombong dengan apa yang kita miliki, jadikan segala yang kita punya sebagai ladang untuk berbuat kebaikan karena kelak itulah yang akan kita petik, kebaikan akan berbuah kebaikan sebaliknya kejahatan akan berbuah kejahatan juga

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!