NovelToon NovelToon
Rafania Amora

Rafania Amora

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Rafania Amora.
Tinggal dan hidup bersama dengan ibunya dalam kesederhanaan. Hingga 2 tahun berlalu wanita yang akrab dipanggil Nia itu kembali merasakan kehilangan. Ibunya meninggal dunia, hingga mau tak mau dia harus ikut tinggal bersama dengan sang ayah.

Setelah terjadi petemuan kecil Keluarga sang ayah dengan teman lamanya, keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak mereka yang masih single diusianya yang sudah cukup matang.

Lika-liku kehidupan rumah tangga telah dijalani oleh mereka, hingga suatu ketika terjadi masalah yang menjadi pukulan berat baginya.

Rafania Amora pun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Adrian Martadinata.

Setelah mengalami penderitaan yang mendalam akibat ulah mantan suaminya, takdir pun menggantikannya dengan kebahagiaan yang tiada tara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 22

Nia segera membuka pintu kamar dimana suaminya dirawat. Dengan raut wajahnya yang khawatir, dia segera melangkah masuk.

" Mas Adri. " panggil nia

" Kenapa mas tidak memberitahuku jika mas mengalami kecelakaan ? " Ucapnya dengan kesal.

Adri yang memang sedang menatapnya, begitu sangat terkejut mendapati istrinya datang ke kamarnya.

" Bagaimana bisa kamu tahu aku ada disini, nia ? " bukannya menjawab, Adri ikut memberikan pertanyaan

" Lisa baru saja datang kerumah dan memberitahuku. Dia tidak memiliki nomor ponselku. Lalu kenapa mas tidak menghubungi aku ? Sekarang bagaimana keadaan mas ? " tanya Nia dengan tidak sabaran.

" Tenanglah. ! Duduklah dulu ! " Titahnya

Nia segera duduk dikursi yang ada disana. Masih tanpa mengalihkan pandangannya. Menatap khawatir kearah suaminya

" Mas.. Mana yang luka ? Ceritakan padaku, bagaimana bisa mas mengalami kecelakaan ? " Tanya Nia dengan khawatir

" Tenanglah. ! Aku hanya terserempet mobil saja. Sebentar lagi aku juga akan pulang. Hanya lecet-lecet ringan seperti ini. " Jelas Adri sembari menunjukkan tangannya yang terlihat ada luka.

" Syukurlah.. Aku sempat panik mendengar kabar dari Lisa. Pikiranku sudah tidak karuan. Takut jika terjadi sesuatu hal sama kamu, mas " Ucapnya sembari menatap sendu kearah suaminya.

" Aku tidak apa-apa. Jangan sedih begitu !! "

tok tok tok

Suara ketukan pintu diikuti dengan pintu yang terbuka. Membuat Adri dan Nia memusatkan perhatiannya kearah sana. Dimana seorang dokter telah berjalan masuk.

" Selamat malam. " Sapa dokter itu pada keduanya.

" Selamat malam, dok. "

" Baiklah, pak Adri. Anda boleh pulang sekarang. Ini resep yang harus ditebus. Jangan lupa minum obatnya secara teratur " titahnya sembari memberikan lembaran kertas berupa resep obat.

Nia segera menerima kertas tersebut sembari melemparkan senyuman.

" Iyah, dok. Terimakasih. " ucap keduanya yang hampir bersamaan.

" Kalau begitu saya permisi. Semoga lekas sembuh. " Ucapnya sebelum akhirnya dokter itu keluar dari sana

" Tunggulah disini, mas. Biar aku yang menebus obatnya " ucap Nia

Adri mengangguk kecil. Tanpa menunggu lagi Nia segera keluar untuk menebus obatnya. Meninggalkan Adri sendiri dikamar pasien.

Adri masih menatap kearah pintu. Bayangan sang istri telah memudar seiring dengan tertutupnya pintu kamarnya.

Kini ada sesuatu yang mengetuk hatinya. Berniat menemani seseorang makan malam bersama, namun kenapa berakhir seperti ini. Bahkan sang istri yang tidak tahu apapun seakan ikut merasakan akibatnya. Wanita cantik itu bahkan mengkhawatirkan dirinya hingga seperti itu.

Adri masih menatap kosong kearah pintu. Memikirkan sesuatu hal yang membuat hatinya meringis pilu. Dia sungguh merasa sangat bersalah. Namun, dia sudah terlanjur memilih jalan hidupnya. Bahkan hingga kini dia masih menyimpan rapat rahasianya.

" Sepertinya, Lisa memang sengaja datang kerumah. Semoga saja dia tidak mengatakan kebenarannya. " gumam Adri

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya pintu kamar Adri terbuka. Sosok cantik istrinya masuk dengan melangkah besar. Senyumnya mengembang seketika itu, menatap kearah suaminya yang saat ini sedang duduk diatas brankar pasien dengan menatap kearahnya.

Padahal dia tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu hingga suaminya sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari arah pintu.

" Mas.. mas Adri " panggil Nia

" Kamu melamun, mas ? Mikirin apa ? " Tanya nya.

" Ah.. tidak.. Siapa yang melamun. ? " sanggahnya

" Ayo, lebih baik kita segera pulang. ! Aku sudah tidak sabar untuk segera istirahat. " ajaknya

" Hem.. " Nia berdehem pelan

Tanpa ragu, Nia segera melingkarkan tangannya di pinggang Adri. Memeluk sayang pada suaminya. Keduanya melangkah pergi dari sana. Menuju dimana mobilnya berada dan segera meninggalkan halaman rumah sakit tersebut.

Nia merasa sedikit ada kelegaan melihat suaminya yang tampak lebih lembut daripada biasanya.

Memang benar adanya, setahun terakhir ini Adrian sering sekali membentak, bahkan tidak segan memarahinya dengan alasan yang kadang tidak jelas. Namun wanita itu selalu saja bersabar. Dia tahu, apa yang selama ini membuat suaminya menjadi seperti itu. Yah.. mungkin karena lelaki itu merasa kecewa karena dia belum bisa memberikan keturunan. Walaupun seharusnya bukan seperti itu yang Nia harapkan.

5 tahun telah dia lewati dengan begitu banyak lika liku kehidupan. Semenjak mami Ulfa dan papi Mario memutuskan untuk tinggal dijakarta, karena alasan ingin dekat dengan cucunya, anak dari Aditya dan Lidya.

Hal itu telah membuat Adri semakin meradang. Merasa kesal mendapati istrinya yang belum juga mengandung. Marah karena maminya lebih memilih untuk tinggal dijakarta. Mendekatkan diri dengan anak Aditya.

Walaupun maminya tidak pernah menuntut lebih padanya untuk segera memiliki momongan. Namun Adri sudah terlanjur mangeraskan hatinya. Adri merasa iri dengan Adit karena maminya lebih memilih untuk tinggal disana.

Adri sungguh sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Ambisinya untuk segera memiliki momongan telah mengambil alih kesadarannya.

Sehingga membuat Adri mengambil keputusan yang begitu berani. Dia sama sekali tidak memikirkan apa yang mungkin saja akan terjadi akibat keputusan nya itu. Bahkan kedua orangtuanya dan istrinya tidak mengetahui akan hal itu.

**

" Mas, sebaiknya mas segera istirahat. " ucap Nia pada suaminya

" Aku belum mengantuk " ucapnya

Mereka berdua masih saling memeluk diatas tempat tidur dengan hanya menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya. Yah.. Mereka baru saja selesai melakukan olahraga malam.

" Mas, jangan begini. ! Tangan, mas kan belum sembuh. Aku takut nanti akan tambah parah. " tutur Nia

" Ini hanya lecet saja. Jangan terlalu dipikirkan. ! Bagaimana jika kita lakukan sekali lagi " bisik Adri sembari memberikan ciuman dipuncak kepalanya. Tangannya mulai meremas bagian atas tubuh istrinya yang semakin menonjol dari sebelumnya.

" Maass.. ehmm "

Adri segera menyambar bibir pink milik istrinya. Entah kenapa, malam ini seakan dia begitu sangat bergairah melihat wajah cantik istrinya.

Biasanya dia pulang terlalu malam, hingga membuatnya ingin langsung mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Lelah karena pekerjaan barunya. Sehingga dia jarang sekali bergairah sebelumnya.

Mereka mengulangi sekali lagi pergulatan panas yang tadi sempat dilakukannya. Adri seakan lupa dengan bebannya. Dia begitu sangat menikmati aktivitasnya.

Memimpin disetiap gerakan yang dibuatnya. Sungguh kali ini dia seakan telah terbuai dengan kenikmatan yang menggelora. Begitu mendambakan istrinya. Hatinya begitu senang melihat istrinya yang tak berdaya di dekapannya.

" I love you, sayang. " bisik adri ketika merasakan kelegaan. Cairan miliknya telah berkelana untuk membuahi.

Nia melemparkan senyuman termanisnya. Merasakan suaminya yang tadi begitu bersemangat, melakukannya dengan penuh kasih. Wanita itu merapalkan doa dalam hati. Berbisik lirih, meminta agar kali ini dia diberikan kepercayaan untuk dapat segera hamil.

Sudah satu tahun Nia konsultasi ke dokter kandungan. Mengambil program kehamilan agar dia dapat segera hamil. Namun hingga kini, Tuhan belum berkendak menitipkan benih cinta mereka dirahimnya.

Keduanya saling mengatur nafasnya. Nia segera melingkarkan tangannya di atas perut suaminya. Mencari posisi ternyaman untuk dirinya segera mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.

" Semoga kamu bisa menerimanya, Nia. Aku sudah terlanjur mengikatnya. Maafkan aku, sayang " bisik Adri ketika melihat istrinya sudah tertidur diperlukannya.

Tbc

1
Muji Lestari
ingin rujuk setelah di hianati istri keduanya...kasian/Grin/
Nadia
skrng minta maaf setelah tau anaknya si Lisa bukan anak adrian, coba klo itu anaknya Adrian, masih bilang begitulah sama nia??!! tiada maaf untuk laki" yg berselingkuh.
Nadia
🤣🤣🤣🤭 rezikinya si rayhan
Nadia
jgn balikan apa pun alasannya, sama seperti Adrian waktu dia selingkuh
Nadia
kenapa aku benci modelan laki" seperti Adrian, soalnya aku mengalami, cerai jalan satu" nya, aku ikut meradang 🤭😭
Nadia
apa pun alasannya aku paling benci laki" macam Adrian ini
Nita Harsuf
laki modelan adri ini menyimpan dendam. dri cara emosi nya.
Maurid Tambunan
pelakor
Maurid Tambunan
nikmati karmamu
Maurid Tambunan
tinggalkan saja suamimu nia
Maurid Tambunan
semoga nia hamil
ika
kyk gmn pun, koq msh setuju klo nia ma adri ya, soale ada khai diantara mereka
ika
rasakno koen...
salahmu dewe...
ika
nia terlalu parno
udah lah jd istri yg baek ajah
Ermi Suhasti
Semoga Nia bs melewati ujian ini ..
itin
udah ada beberapa contoh nyata...
JANGAN PERNAH PERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN PRIA YANG TAKUT AKAN MAMANYA YANG GA BISA MEMBERI SIKAP KARENA KEPATUHAN KEPADA MAMANYA.
mempertahankan hanya memperburuk kewarasanmu.

kecuali mama mertuanya segera dicabut nyawanya. akan beda ceritanya.

sekalipun saya seorg ibu 😁😅
Rosa Rosiana
hadir
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
HaleJhope94
Ya Ampun gw jdi senyum sndri😅
Syafa Aldera
masak si kak nasibnya nia akan sm dgn ibunya cerai dgn suaminya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!