Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Aluza melihat isi di dalam dompet nya lalu menghembus nafas berat.“Setidaknya aku harus mengurangi jajan”Ujarnya sambil memperhatikan dagangan bakso yang biasa ia makan.“Lebih baik aku beli nasi saja"
Aluza melanjutkan langkah kakinya pergi ke warung makan serba sepuluh ribu di seberang sana.
“Pak bungkus nasi sama ayam crispy nya kasih sambal tempe nya yah satu bungkus saja”
Penjualnya mengangguk, "Oke, nasi ayam crispy sama sambal tempe. Total sepuluh ribu ya," dia menjawab sambil membungkus pesanan Aluza.
"Iya, pak. Terima kasih," dia berkata sambil memberikan uang dan mengambil bungkusannya.
Aluza terus berjalan sambil menenteng makanannya dan bersiap menyebrang namun ada sebuah mobil melintas dan tanpa sengaja menyerempet Aluza terjatuh pingsan ke pinggir jalan bahkan nasi yang tadi ia beli berhamburan ke jalalanan. dan mobil itu langsung berhenti.
Semua orang yang ada di sana bergerak membantu Aluza ada juga sebagian orang-orang mengerumuni mobil itu serta meminta pemilik nya untuk bertanggung jawab.
Pria yang mengemudi mobil itu keluar dengan wajah panik menghampiri seorang wanita tergeletak dengan rambut panjangnya yang menutupi wajah,.
“Cepat mas bawa saja dia kerumah sakit.."Titah salah satu orang di sana.
“Oke baiklah saya akan bawa dia ke rumah sakit..”
Namun pada saat Pria itu dengan hati-hati mengangkat Aluza, pria itu tercengang. dia berdiam sesaat. Ternyata wanita ini adalah wanita yang dia benci,dia adalah Aluza.
Pria itu terkejut, "A... Aluza?" dia berkata pelan, wajahnya berubah menjadi tidak percaya.
Orang-orang di sekitar mulai menatap curiga, "Mas, kenapa? Kenapa berhenti? Bawa dia ke rumah sakit dulu!" salah satu dari mereka berkata.
Pria itu masih berdiri membeku, "Aku... aku bawa dia ke rumah sakit," dia akhirnya menjawab, masih terlihat tergoncang.
Pria itu adalah Bara.Bara pada akhirnya mengangkat Aluza dan membawanya ke dalam mobil, "Tolong, tutup pintu...," dia berkata kepada seseorang sambil mencoba menenangkan diri.
Di tengah perjalanan Bara menghentikan mobilnya di bahu jalan.Bara masih berpikir jika Aluza berpura-pura pingsan.
Bara mengguncang bahu Aluza.“Udahlah bangun, saya tau kamu sengaja kan berpura-pura pingsan demi menarik perhatian saya dan nantinya saya akan kasian iya, woy! Hey!”
Namun Aluza tidak bereaksi, tetap diam dengan mata tertutup.
“Oh iya bagaimana kamu saya bawa ke apartemen saya saja, dan kita bisa menghabiskan waktu bersama di sana”Sahut Bara, ia berharap Aluza akan membalas perkataannya namun nyatanya Aluna tetap diam.
“ya tuhan bearti dia pingsan benaran."
Bara langsung panik, "Hey kamu beneran pingsan?" dia bertanya, sambil memeriksa denyut nadi Aluza. Setelah memastikan Aluza masih bernapas normal, Bara mengambil napas dalam-dalam, "Gak bisa, aku harus bawa dia ke rumah sakit."
Bara segera menginjak gas, mobilnya melaju kencang menuju rumah sakit terdekat, wajahnya penuh kekhawatiran.
Di rumah sakit, Bara membawa Aluza ke ruang UGD, "Tolong, dia pingsan!" dia berkata kepada petugas medis, suaranya panik.
Petugas medis langsung mengambil Aluza dari Bara dan membawanya ke dalam ruang UGD, "Tolong, kami tangani dia. Anda tunggu di luar," salah satu dari mereka berkata sambil menutup tirai.
Bara mengangguk, "Baik, saya tunggu di sini," dia berkata sambil duduk di kursi ruang tunggu, wajahnya masih terlihat khawatir.
Bara mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang masih kacau, "Apa yang harus aku lakukan sekarang..." dia berkata pada dirinya sendiri, mata nya terus menatap ke arah pintu UGD.
Seorang dokter keluar dari ruang UGD, "Keluarga pasien Aluza?" dia bertanya sambil melihat sekeliling.
Bara langsung berdiri, "Saya... saya temannya. Apa yang terjadi dengan Aluza, Dok?" Bara bertanya, suaranya penuh kekhawatiran.
Dokter itu mengangguk, "mbak Aluza hanya mengalami luka-luka kecil serta kelelahan dan dehidrasi. Dia perlu istirahat dan banyak minum air. Tapi selain itu, bilang pada teman mu untuk mengurangi makan pedas dan harus makan teratur karena asam lambungnya juga naik”
“Tapi apa Aluza bisa di rawat di rumah saja dok?"
“Oh yah tentu saja bisa, anda bisa membawanya pulang setelah saya catat resep obat untuk pasien"
“Baiklah Dok terimakasih,"
Bara masuk ke ruangan tempat Aluza di rawat dan saat ini Aluza sudah membuka mata tapi wajahnya terlihat pucat dan terlihat tak bertenaga.
Samar-samar Aluza melihat seorang pria yang berjalan menghampiri tapi setelah ia melihat pria itu dengan mata jernih Nya.Mata nya melebar, ia tak percaya jika pilot Bara ada di dekatnya.
“K-kamuu..!"Tunjuk Aluza pada Bara.