Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Ritual Api Azure di Kamar Kaisar
Udara di dalam kamar tidur utama Kaisar Utara terasa seperti berada di dalam peti mati es yang dikubur ribuan tahun. Dinding-dinding ruangan yang terbuat dari marmer putih telah tertutup lapisan kristal hitam yang tipis—manifestasi fisik dari racun Es Jiwa Pemakan Roh. Di tengah ruangan, di atas ranjang yang dikelilingi oleh formasi sihir penahan nyawa yang redup, terbaring sesosok pria yang tampak seperti mayat hidup.
Kaisar Yue Jian, penguasa yang dulunya gagah berani, kini hanya tinggal tulang yang dibalut kulit pucat kebiruan. Napasnya begitu lemah hingga nyaris tidak bisa menggerakkan sehelai bulu burung yang diletakkan di atas bibirnya.
"Ayah..." Yue Bing jatuh berlutut di samping ranjang, air matanya membeku menjadi butiran kristal sebelum jatuh ke lantai.
Lu Chen melangkah maju. Sepatunya berderit saat menginjak lapisan es hitam. Ia melepaskan jubah luarnya, menyingkapkan aura emas yang kini mulai bergejolak di sekitar tubuhnya. Di bahunya, Ignis telah berubah kembali ke wujud aslinya yang gagah, meskipun ukurannya tetap dijaga seukuran anjing besar agar muat di dalam ruangan.
"Lu Chen, kondisinya lebih buruk dari yang kita duga," suara Ignis bergema berat di pikiran Lu Chen. "Es hitam ini bukan hanya menyerang meridian, tapi sudah mengakar di dalam Jiwa Nascent-nya. Jika kau salah sedikit saja saat membakarnya, jiwanya akan ikut menguap."
"Aku tahu. Karena itu, kita tidak akan menggunakan teknik penyembuhan biasa," jawab Lu Chen dingin. "Kita akan menggunakan Metode Penempaan Jiwa Naga."
[Ding! Memulai Analisis Medis Tingkat Dewa.]
[Status Target: Vitalitas 2%, Kerusakan Meridian 95%, Infeksi Es Hitam 98%.]
[Saran: Gunakan 'Api Azure' sebagai katalis dan 'Divine Core' sebagai penopang energi.]
"Yue Bing, berdiri dan jaga pintu," perintah Lu Chen tanpa menoleh. "Apapun yang kau dengar, jangan masuk. Jika kau melihat cahaya biru keluar dari celah pintu, itu artinya proses sedang berlangsung. Jangan biarkan siapapun, termasuk pamanmu, mengganggu konsentrasiku."
Yue Bing menghapus air matanya, mengangguk tegas, lalu keluar dan menutup pintu ganda ruangan itu.
Lu Chen duduk bersila di depan ranjang Kaisar. Ia mengangkat tangannya, dan Batu Meteorit Jiwa Naga yang telah ia beli di lelang melayang di antara dirinya dan Kaisar.
"Ignis, ambil posisi di belakangnya. Alirkan api azure-mu melalui tulang belakangnya, tapi jangan biarkan apinya menyentuh jantung secara langsung. Biarkan aku yang menarik racunnya keluar dari depan."
"Dimengerti!" Ignis menaruh cakarnya pada punggung kaisar yang dingin.
[Proses Dimulai: Tahap 1 - Mencairkan Kristal Jiwa.]
Lu Chen melepaskan energi dari Divine Core-nya. Api biru yang sangat murni mulai keluar dari ujung jarinya, merambat perlahan ke dada Kaisar. Begitu api itu bersentuhan dengan kulit sang penguasa, suara mendesis yang mengerikan terdengar. Uap hitam yang berbau busuk mulai memenuhi ruangan.
"Argh..." Kaisar Yue Jian mengeluarkan erangan tertahan. Tubuhnya kejang secara hebat saat api naga dan es hitam bertabrakan di dalam pembuluh darahnya.
"Tahan!" Lu Chen menggertakkan gigi. Keringat mulai membasahi dahinya. Ia harus mengontrol api itu dengan presisi mikroskopis. Satu milimeter kesalahan, dan api itu akan melubangi paru-paru sang Kaisar.
Menit demi menit berlalu seperti jam. Ruangan itu kini dipenuhi oleh pusaran api biru dan kabut hitam yang saling melahap. Lu Chen menggunakan sistemnya untuk memetakan setiap jalur meridian yang tersumbat. Setiap kali ia menemukan gumpalan racun, ia memerintahkan Ignis untuk memberikan ledakan panas kecil dari belakang, sementara ia menariknya keluar dari depan.
[Peringatan! Deteksi Serangan Luar.]
[Pangeran Zhao dan Sekte Es Hitam mencoba menjebol pintu!]
Di luar, suara dentuman keras terdengar. Pangeran Zhao yang putus asa telah membawa sisa-sisa pasukan dan para penatua Sekte Es Hitam untuk menghentikan ritual ini.
"Kau tidak bisa menghentikanku sekarang," gumam Lu Chen. Ia membagi fokusnya. Sebagian jiwanya tetap pada penyembuhan, sementara sebagian lainnya memanggil kekuatan Langkah Bayangan Naga untuk menciptakan klon bayangan di depan pintu.
Tiba-tiba, Kaisar Yue Jian membuka matanya yang putih tanpa pupil. Ia mulai memuntahkan cairan hitam pekat yang membeku seketika saat menyentuh lantai. Ini adalah inti dari kutukan tersebut.
"Sekarang, Ignis! Bakar akarnya!"
Ignis meraung, melepaskan semburan api azure paling murni yang langsung menembus tubuh Kaisar, namun secara ajaib hanya membakar racun tanpa merusak daging. Cahaya biru yang menyilaukan meledak dari dalam ruangan, menembus celah pintu dan jendela istana, menyinari seluruh Kota Kristal seperti fajar di tengah malam.
[Ding! Kutukan Es Jiwa Berhasil Dihancurkan.]
[Memulai Tahap Reintegrasi: Memulihkan Vitalitas.]
Lu Chen mengambil napas pendek, tangannya gemetar. Energi di dalam tubuhnya hampir terkuras habis, namun ia melihat warna merah mulai kembali ke pipi Kaisar. Napas sang penguasa kini menjadi stabil dan dalam.
Saat itulah, pintu ruangan hancur berkeping-keping. Pangeran Zhao masuk dengan pedang terhunus, wajahnya penuh kegilaan. "Berhenti! Mati kau, pedagang gadungan!"
Lu Chen berdiri perlahan. Ia tidak menoleh, namun aura yang ia pancarkan membuat Pangeran Zhao terpaku di tempatnya, kakinya lemas hingga ia berlutut secara paksa.
"Kau terlambat, Pangeran," ucap Lu Chen dengan suara yang berat dan penuh kekuasaan.
Di ranjang, tangan Kaisar Yue Jian bergerak. Ia mencengkeram sprei, lalu perlahan duduk tegak. Matanya yang kini kembali biru jernih menatap ke arah saudaranya yang berkhianat.
"Zhao..." suara Kaisar terdengar serak namun penuh dengan kemarahan seorang penguasa sejati. "Kau pikir... aku tidak bisa mendengar pengkhianatanmu saat aku terbaring membeku?"
Pangeran Zhao menjatuhkan pedangnya. Wajahnya menjadi pucat seperti kertas. Di belakangnya, Yue Bing masuk dengan pedang yang berlumuran darah musuh, menatap Lu Chen dengan rasa syukur yang tak terhingga.
Lu Chen menghela napas, menatap Ignis yang kini kembali mengecil. "Tugas kita di sini selesai. Sekarang, biarkan keluarga ini menyelesaikan urusan internal mereka."
[Misi 'Pembersihan Istana' Selesai Sempurna!]
[Hadiah Bonus: Loyalitas Mutlak Kekaisaran Utara.]
[Level Kultivasi Lu Chen: Tahap Inti Emas - Level 5.]
Lu Chen melangkah keluar melewati Pangeran Zhao yang masih gemetar. Ia tidak butuh terima kasih. Di pikirannya, hanya ada satu tujuan berikutnya: Makam Naga Kuno.