Alice Geraldine Williams, Seorang mahasiswi cantik, cerdas dan berprestasi dikampusnya. Ia terkenal dengan pribadi yang bar-bar, keras kepala dan ambisius untuk mengejar cita citanya dan karirnya sebagai seorang model.
Hingga suatu hari sebuah insiden membuatnya harus menjalani sebuah pernikahan kontrak untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya dari kebangkrutan dengan seorang CEO kejam yang bernama Alexander Jonathan Smith.
Sang suami yang ternyata mempunyai dendam besar terhadap wanita yang sudah mencampakkanya, membuatnya ingin melampiaskan semua dendamnya kepada istri kontraknya dengan cara menyiksanya.
Namun seiring berjalannya waktu, rasa dendam yang ia miliki justru membuatnya terjebak dan jatuh cinta kepada istri kontraknya yang ternyata punya kepribadian yang unik dan menarik.
Hingga pihak ketiga pun datang untuk menguji seberapa kuat benteng pertahanan rumah tangga mereka akan bertahan.
Akankah dia menemukan tambatan hatinya yang sesungguhnya ? Novel ini menjadi saksi sebuah perjuangannya dalam menemukan kebahagiaan dan cinta sejatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ice Princess ❄️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 22
...~Chapter 22~...
Saat mereka tengah asyik dalam bertengkar, tiba-tiba bunyi klakson mobil yang ada dibelakang mereka nampak mengusiknya mereka berdua. Hal itu membuat Alex tersadar dan segera menghentikan aksinya yang tengah mengacak-ngacak rambut Alice
"Huh... lihatlah gara-gara perbuatanmu rambutku jadi berantakan seperti ini !"Protes Alice sambil menatap kesal kearah Alex yang sedari tadi mencoba menganggunya
Alex hanya tersenyum kecil, dia tidak habis pikir dengan dirinya, saat berada di dekat Alice dia sering sekali kehilangan kontrol. Alex bahkan sering melihat kehadiran sosok Nayra dalam diri Alice, bukan hanya sekali tapi berkali-kali
Tidak Alex, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Nayra sekarang bahkan selamanya dihatimu. Ingat ! Alice bukan Nayra, jangan tertipu oleh penampilannya yang sekilas mirip dengan Nayra
Tak lama kemudian mobil Alex sudah sampai di Bandara internasional kota London. Alice langsung turun mobil dan segera masuk ke bandara untuk mencari keberadaan Ayahnya
"Hah, apa dia bahkan tidak memperdulikan keberadaanku disini !"Alex merasa kesal karna Alice langsung meninggalkannya begitu saja, diapun tidak punya pilihan lain selain mengikuti Alice dari belakang.
Alice langsung memeluk Ayahnya saat mendapati sedang menunggunya di sebuah kursi roda. Sebenarnya Ayahnya mengundur jadwal keberangkatanya ke Amerika hanya untuk menyaksikan pernikahan putri kesayangannya itu. Hal itulah yang membuat Alice semakin merasa bersalah pada Ayahnya
"Ayah maafkan Alice, gara-gara Alice keberangkatan Ayah ke Amerika untuk mendapatkan perawatan harus diundur."Alice tampak menangis sesegukan sambil memeluk Ayahnya
"Tidak Alice, ini semua atas kemauan Ayah, kamu tidak salah sayang ! mana mungkin Ayah melewatkan moment berharga dalam hidup Ayah ini untuk melihat putri kesayangannya menikah. Terimakasih sayang, Ayah sangat berterima kasih kepadamu sayang karna kamu sudah banyak sekali berkorban untuk kepentingan keluarga dan perusahaan kita."Ujarnya Sambil mengelus kepala Alice dengan lembut
Alex kemudian melihat Alice dan Ayahnya. Ia hanya menyaksikan dari kejauhan dan membuatnya terdiam menyaksikan pemandangan mengharukan itu
"Pantas saja Alice sangat patuh pada Ayahnya, ternyata Ayahnya pun sangat menyangi Alice."
"Duh sudah dulu peluk-pelukanya, sayang kamu harus segera masuk pesawat." Tiba-tiba Ibu tiri Alice menarik tangan Alice agar segera melepaskan pelukanya dari Ayahnya
Annette pun juga ikut memeluk Ayahnya, kecuali saudara tiri Alice yang terlihat biasa aja melihat Ayahnya akan segera berangkat ke Amerika
"Duh, kalian itu nggak usah lebay banget, nggak malu apa diliat sama orang banyak di bandara."Ucap Caroline dengan nada memojokkan Alice dan adiknya, namun sama sekali tidak digubris oleh Alice
"Udah sayang, kalian jangan bersedih ! Ayah akan baik-baik saja selama berada di Amerika. Jaga diri kalian baik-baik yah saat Ayah pergi."
"Iya Ayah, maaf Alice belum bisa menemani Ayah selama dirawat di sana!"
"Tidak apa-apa sayang, lagipula disana ada keponakan Ayah yang akan merawat Ayah disana. Dan kamu Annette tolong jaga rumah baik-baik yah sayang, jangan lupa belajar yang rajin supaya bisa cerdas dan berprestasi seperti kakakmu ini."Ucap Williams sambil mengelus kepala putri bungsunya itu
"Alice karna kamu sudah menikah, maka layani suami kamu dengan baik yah sayang. Patuhi segala perintahnya dan semoga kalian selalu bahagia."Ujar Williams dengan mata yang berkaca-kaca
"Iya Ayah Alice janji ! tapi Ayah juga harus janji kalau Ayah harus pulang dalam keadaan sehat dan bertemu dengan Alice dan Annette lagi."Alice menaikkan jari kelingkingnya dan menautkanya di jari kelingking Ayahnya.
Alex yang mendengar perkataan Alice dari kejauhan nampak tersenyum dengan penuh arti." Apa perempuan itu tidak sadar dengan apa yang baru saja diakatakanya. Dia mencoba berjanji kepada Ayahnya untuk melayaniku dengan baik, dia bahkan dengan sukarela mengatakan itu aku ingin lihat apa dia benar-benar bisa memenuhi janjinya itu."Alex hanya tersenyum kecil lalu berjalan kearah mereka
"Menantu ternyata kau juga datang !"
"Iya Ayah, tadi aku datang bersama Alice kesini."Jawab Alex dengan sedikit canggung
"Alex ! Ayah akan pergi jauh untuk sementara waktu. Ayah titip Alice pada kamu, tolong jaga dia dengan baik karna saya sangat menyayanginya."Pintah Williams dengan penuh harap
"Baik Ayah, Alex pasti akan menjaganya dengan baik. Sayangnya anak kesayangan Ayah ini cukup menyusahkan."Ucap Alex dengan sedikit bercanda pada Ayah mertuanya
"Apa kamu bilang ?" Alice menatap kesal ke arah Alex
"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar lagi, tidak baik pasangan yang baru menikah selalu bertengkar. Kalau begitu Ayah pergi dulu, pesawatnya akan segera berangkat "Williams pun akhirnya berpamitan kepada keluarganya sebelum seorang Asisten pribadinya membawanya masuk kedalam ruangan pemeriksaan perlengkapan sebelum menaiki pesawat
Tak lama kemudian panggilan untuk segera memasuki pesawat sudah berbunyi. Mereka pun akhirnya berpisah satu sama lain, Alice pun bisa bernafas lega karna Ayahnya akan segera berangkat untuk menjalani proses pengobatannya.
"Annette, jika terjadi sesuatu padamu atau kedua orang jahat itu mencoba menyakitimu tolong segera beritahu kakak yah, kakak akan melawan mereka agar tak menindasmu lagi."Pesan Alice kepada adiknya
"Iya kak, Annette janji. Kakak juga jaga diri baik-baik yah, jika suami kakak menyakiti kakak bilang saja sama Annette. Annette yang akan maju untuk menghajarnya."Ucap Annette sambil melihat Alex yang berdiri disamping kakaknya, pria itu pun hanya bersikap dingin tanpa ekspresi sama sekali
"Oh ya Annette apa kamu ingin berangkat ke sekolah bareng kakak ?"
"Tidak usah kak! Annete kesini sama Liam, kebetulan kita sudah izin sama pihak sekolah dan akan kembali bersama-sama. "
"Baiklah kalau begitu kakak duluan yah mau langsung kekampus dulu ! lagian nggak enak kakak cuman numpang di mobil orang, apalagi yang punya bentar lagi mau masuk kantor nanti kakak diturunin ditengah jalan kalau berlama-lama disini."Alice nampak menyindir Alex yang sedari tadi sudah terlihat gelisah ingin segera meninggalkan tempat itu
"Iya kak, Alice juga udah mau berangkat kesekolah." Mereka berdua pun berpelukan sebelum akhirnya berpisah di tempat itu.
(Mereka pun berpisah di Bandara itu, sebelumnya Ibu dan Kakak tirinya terlebih dahulu meninggalkan tempat itu).
Alex pun langsung mengantar Alice kekampusnya, namun hanya sampai di luar saja karna Alice tidak mau ketahuan sama teman-temannya kalau dia sudah menikah. Karna mereka pasti akan mengejeknya habis-habisan
Saat turun dari mobil, walaupun masih kesal dengan sikap Alex. Alice tetap mengucapkan terimakasih sebelumnya meninggalkannya
"Terimakasih atas tumpangannya, aku pergi dulu !."Segera berlari memasuki gedung fakultasnya dengan sedikit terburu-buru
Alex hanya terdiam melihat sikap Alice. Disisi lain ia kadang kesal dengan sikap arogan dari gadis tersebut namun disisi lain ia juga merasa kasihan kepada Alice. Rupanya dia sudah banyak melalui masa-masa sulit selama hidupnya, namun ia tetap berusaha tegar dan tersenyum
"Sampai sekarang aku masih bingung dengan kepribadianmu Alice, sebenarnya kau itu wanita yang seperti apa ?"Batin Alex sambil meninggalkan kampus Alice menuju kantornya.
...~~~...
Sepulang dari kampus, Alice Langsung pulang kerumah Alex menggunakan taksi online. Rupanya Nyonya Esmeralda dan anggota keluarganya yang lain sudah meninggalkan rumah tersebut sejak siang tadi. Namun Alice terkejut melihat suasana rumah yang agak berbeda
Alice merasa aneh karna beberapa pelayan yang kemarin ia jumpai sedang melaksanakan pekerjaannya sudah tak ia jumpai lagi. Karna penasaran ia pun akhirnya bertanya kepada Bi Inah
"Bi kemana perginya semua pelayan Tuan Alex yang lain ?"tanya Alice penasaran
"Sebenarnya Nona....", Belum sempat Bi Inah menjawab pertanyaan Nona Alice, tiba-tiba Alex muncul dari balik pintu sambil mengucapkan sebuah pernyataan yang membuat Alice terkejut
"Aku sudah memecat mereka semua, kecuali Bi Inah" Jawab Alex dengan dingin
"Tapi Tuan, kenapa Tuan melakukan hal itu ?Lalu siapa yang akan mengurus semua keperluan Tuan Alex dan membersihkan rumah sebesar ini ?"Alice nampak terkejut mendengar pernyataan Alex
" Semuanya akan menjadi tugas kamu !" Jawab Alex singkat
"What's aku !!!"
"Yah kamu, mulai besok semua aktivitas yang sering dilakukan oleh pelayan akan dikerjakan oleh kamu. Mulai dari bersih-bersih, menyiapkan semua keperluanku dan juga yang pastinya menyiapkan sarapan untukku juga mengerti. Apa kau lupa dengan isi perjanjian pernikahan yang sudah kita sepakati Alice ?"Terang Alex dengan panjang lebar tentang semua aktivitas yang harus dilakukan Alice dengan rinci
"Apa Tuan sudah gila, aku tidak mungkin melakukan semua itu sedangkan aku masih harus kuliah dan mengerjakan tugasku yang lain Tuan." Alice nampak keberata dengan keputusan Alex yang bersifat sepihak
"Apa kau lupa dengan isi perjanjian yang sudah kita sepakati itu, bahwa semua pekerjaan yang berkaitan dengan aku akan dilakukan sendiri olehmu dan satu lagi, bukankah kau sudah berjanji pada Ayahmu bahwa kau akan melayani dan mengurus aku dengan baik saat di bandara tadi. Jadi nikmati saja tugasmu."Ujar Alex dengan senyum penuh kemenangan
"Tuan kau itu keterlaluan sekali !" Alice mendengus dengan kuat, ia benar-benar benci dengan laki-laki yang ada didepanya kini yang sudah menjebaknya dengan peraturan gila itu
Huuh dia benar-benar curang, dia benar-benar memberlakukanku seperti pelayanya. Bodoh ! kenapa juga aku tidak membaca baik-baik seluruh isi perjanjian pernikahan konyol itu sebelum menandatangani nya, semua poinya memberatkan aku.Huuuft.......