NovelToon NovelToon
The Librarian'S Midnight Guest

The Librarian'S Midnight Guest

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Di balik rak-rak kayu ek yang menjulang tinggi, Genevieve Isolde Clara adalah cahaya yang tak pernah padam. Sebagai pustakawan, ia dikenal karena senyumnya yang merekah bagi siapa saja dan keramahannya yang membuat siapa pun merasa diterima. Namun, keceriaan itu hanyalah tirai tipis yang menutupi luka batin yang sangat dalam. Genevieve adalah ahli dalam berpura-pura—ia membalut rasa sakitnya dengan tawa, memastikan dunia melihatnya sebagai gadis yang paling bahagia, meski hatinya perlahan hancur dalam kesunyian.
Kehidupan Genevieve yang penuh kepura-puraan terusik ketika Valerius Theodore Lucien muncul. Valerius adalah seorang pria dengan aura bangsawan kuno, pucat, dan memiliki tatapan yang seolah bisa menembus waktu—ia adalah seorang vampir yang telah hidup berabad-abad. Sejak pertama kali melihat Genevieve, Valerius merasakan sesuatu yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Tidur dalam Pengawasan

Genevieve benar-benar menutup hatinya rapat-rapat. Baginya, Valerius sekarang hanyalah bagian dari perabotan perpustakaan—patung pualam yang indah namun berbahaya, yang entah mengapa memiliki hobi mengawasinya.

Ia terus merapikan buku, menghitung stok alat tulis, hingga mengelap meja, semuanya dilakukan tanpa sekali pun memberi Valerius kesempatan untuk melakukan kontak mata.

Setelah memastikan semua jendela terkunci dan lampu-lampu minyak telah dipadamkan, Genevieve berjalan menuju pintu utama. Ia memutar kunci besar itu dengan bunyi klik yang mantap.

Ia bisa merasakan keberadaan Valerius tepat di belakangnya, berdiri seperti bayangan yang menyatu dengan kegelapan malam.

Namun, Genevieve hanya menguap lebar, menepuk mulutnya dengan punggung tangan, dan berjalan melewati pria itu menuju tangga loteng tanpa kata perpisahan.

Rasa kantuk yang hebat mulai menyerangnya. Ketegangan seharian ini, ditambah dengan emosi yang terkuras, membuat tubuhnya terasa seberat timah.

Begitu sampai di kamarnya, ia mengunci pintu (meski ia tahu itu sia-sia di hadapan Valerius) dan langsung mengganti pakaiannya dengan gaun tidur berbahan katun yang sederhana.

Ia tidak peduli lagi apakah pria itu sedang berdiri di sudut kamarnya atau sedang memperhatikan dari balik jendela. Genevieve merebahkan tubuhnya di kasur tipis yang terasa sangat empuk malam ini.

"Terserah kau mau apa, Monster," gumamnya pelan sambil menarik selimut hingga ke dagu. "Aku mau tidur."

Dalam hitungan menit, napas Genevieve mulai teratur dan dalam. Ia jatuh terlelap dalam tidur yang sangat lelap, sebuah kemewahan yang jarang ia dapatkan sejak dulu karena selalu memikirkan hutang.

Valerius berdiri di sisi tempat tidur, menatap wajah tenang Genevieve di bawah sinar rembulan yang masuk dari celah atap.

Ia tidak bersuara, bahkan napasnya pun tidak terdengar. Kejengkelannya tadi sore menguap begitu saja, digantikan oleh rasa protektif yang semakin pekat.

Ia mengulurkan tangan, ujung jarinya yang dingin berhenti hanya beberapa milimeter dari dahi Genevieve.

Ia tidak ingin membangunkannya, namun ia ingin memastikan bahwa di dalam mimpi gadis itu, tidak ada lagi ketakutan yang tersisa.

"Kau sangat keras kepala, Genevieve," bisik Valerius dengan nada yang hampir menyerupai kasih sayang.

"Tapi kau harus tahu, semakin kau mengabaikanku, semakin aku ingin menghancurkan dinding yang kau bangun itu."

Valerius kemudian duduk di kursi kayu tua dekat meja kerja Genevieve.

Ia tidak akan pergi. Baginya, menjaga Genevieve yang sedang tertidur adalah satu-satunya saat di mana ia merasa memiliki gadis itu seutuhnya—tanpa ada tatapan benci atau kata-kata ketus yang keluar dari bibirnya.

Valerius memejamkan matanya, membiarkan kepalanya sedikit tertunduk saat aroma itu memenuhi indra penciumannya.

Bagi seorang vampir yang telah mencicipi ribuan jenis darah dan anggur terbaik di berbagai belahan dunia selama ratusan tahun, wangi tubuh Genevieve adalah sebuah anomali yang mematikan.

Aroma itu bukan sekadar wangi sabun murah atau debu perpustakaan.

Ada campuran aroma mawar liar yang baru mekar, kehangatan kulit manusia yang masih murni, dan sesuatu yang manis—sesuatu yang mengingatkannya pada anggur merah paling langka yang disimpan dalam ruang bawah tanah kastel tua.

Setiap kali Genevieve bernapas dalam tidurnya, aroma itu menguar, seolah-olah mengundangnya untuk mendekat. Valerius merasa tenggorokannya mengering dan taringnya berdenyut samar.

"Kau lebih memabukkan daripada darah mana pun yang pernah kusentuh," gumamnya dengan suara yang pecah karena menahan haus.

Ia mencondongkan tubuhnya, hidungnya hampir menyentuh lekuk leher Genevieve yang terekspos di balik gaun tidurnya. Ia bisa merasakan kehangatan yang memancar dari pembuluh nadi gadis itu. Bagi Valerius, aroma ini adalah candu.

Ia merasa mabuk tanpa harus meminum setetes pun, seolah aroma tubuh Genevieve telah meracuni akal sehatnya dan menggantinya dengan keinginan untuk terus berada di sana selamanya.

Ia tahu, jika ia seorang monster biasa, ia pasti sudah merobek leher itu sekarang. Namun, Valerius adalah jenis predator yang berbeda. Ia tidak hanya menginginkan darahnya; ia menginginkan setiap inci keberadaan Genevieve.

Ia ingin menyimpan aroma ini hanya untuk dirinya sendiri, mengurungnya dalam pelukan kegelapan agar tidak ada manusia lain yang bisa menghirupnya.

Sepanjang malam, Valerius tetap berada di posisi itu—setengah membungkuk, menyesap wangi tubuh Genevieve layaknya seorang pemabuk yang tak ingin botol anggurnya habis. Baginya, setiap detik yang ia habiskan di kamar sempit itu jauh lebih berharga daripada keabadian yang ia miliki di luar sana.

1
May Maya
makasih thor update nya
Afri
sedih sekali kehidupan s vamvier ni d masa lalu
Yusry Ajay
semangat trus kk Thor 🤗
May Maya
lanjut Thor
May Maya
baru kali ini aku baca novel ada kata2 kiasan sekuat batu nisan biasanya kan sekeras n sekuat baja atau beton 🤭
May Maya
kacian velerius 😄
Afri
alur cerita nya bagus. . tidak buru buru .. mengalir dgn perlahan
keren
Afri
aku suka karya mu thor ..
cerita nya manis
May Maya
suka dgn genre ini
May Maya
vieve di dekati vampir tampan tp namanya makhluk gaib pasti takut jg ya vie🤭
May Maya
mulai baca Thor
treezz: semoga suka kakak🤭
total 1 replies
Afri
bagus
Afri
cerita nya bagus thor
fe
mantapp
anggita
👍👆 sip.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!