NovelToon NovelToon
Om Aslan Ini Ketiga Anakmu

Om Aslan Ini Ketiga Anakmu

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Anika seorang gadis yang tidak pernah membayangkan jika dirinya harus terlibat dalam malam panas dengan seorang pria beristri.

Cerita awal, ketika dirinya menginap di rumah sahabatnya, dan di saat itu pula dia tidak tahu kalau sudah salah masuk kamar, akibat keteledorannya ini sampai-sampai dirinya harus menghancurkan masa depannya.

Hingga beberapa Minggu kemudian Anika datang untuk meminta pertanggung jawaban karena dia sudah dinyatakan hamil oleh dokter yang memeriksanya.

Akan tetapi permohonannya di tolak begitu saja oleh lelaki yang sudah membuatnya berbadan dua.

Apakah Anika mampu membawa benihnya itu pergi dan membesarkan sendirian?? Temukan jawabannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga puluh Tiga

Di tengah-tengah bangunan vila-nya amarah pria itu memuncak, rahangnya mengeras bahkan matanya melotot seperti ingin menerkam siapa saja yang memancing emosinya, andai saja Tea ada di satu tempat dengan Aslan, mungkin dia akan ketakutan melihat keponakannya yang sudah mengeluarkan taringnya seperti serigala.

   "Tante bilang apa! Jangan pernah sebut anak-anakku dengan anak haram, dia sudah cukup menderita karena ketidak adilan ku terhadap mereka, jadi jangan pernah mencoba menghalangi niatku untuk menikahi ibunya!" desis Aslan terdengar begitu menyayat.

  Di seberang sana wanita paruh baya itu tidak terima dengan penolakan Aslan yang menurutnya membangkang dan menyalahi aturannya sebagai tetua di keluarga Aslan.

  "Hei Aslan, aku ini saudara paling tua dari ibumu, ibumu saja tidak berani menentang ku apalagi kamu, sekali aku bilang jangan berarti jangan, di setiap keluarga mempunyai aturan jadi jangan salahkan Tante jika nama mu tercoreng dari keluarga besar," tegas Tea dengan Nada judesnya.

  "Silahkan coreng nama saya, kalau berani Tante. Tante lupa jika perusahaan keluarga Tante dibawa kendaliku, aku harap Tante tidak lupakan itu, dan satu hal yang harus Tante tahu, jangan pernah atur kehidupanku," kata Aslan dengan nada renda namun bisa menusuk ke jantung wanita paruh baya itu.

  Aslan menutup ponselnya dengan perasaan yang kalut, ujiannya menuju hari H begitu berat, bukan halangan dari keluarganya saja akan tetapi ujian itu datang dari pihak perempuan juga.

   "Apa ini perasaan ku saja, kenapa aku merasa Anika seperti ragu dengan niatku, apa aku terlalu egois dan tidak pernah memikirkan hati Anika," ucapnya penuh tanda tanya.

   *******

Matahari mulai merangkak keatas, siang ini anak-anak di taman kanak-kanak sudah mulai pulang, dengan cerianya, Anika turut menyalami satu persatu anak didiknya dengan senyum yang tersirat di ujung bibirnya.

  Anak-anak itu sudah pulang, kelas terasa sunyi hening hanya meninggalkan jejak keceriaan nya saja di sepanjang pelajaran berlangsung, Anika mulai di landa lagi dengan ketakutan akan bayangan yang ada di dalam mimpinya.

   Sebagai seorang perempuan dia ingin sekali mempunyai pernikahan yang utuh yang dilandasi dengan cinta tidak dengan keterpaksaan ataupun keterikatan seperti ini.

  Perlahan Anika mulai memasukkan satu persatu tumpukan buku lalu mulai memasukkan ke laci yang ada di mejanya, di saat Anika sedang membersihkan kelasnya tiba-tiba saja handphone nya berdering, sebuah pesan dari Nivea.

<"Nik, aku sudah ada di Jawa tengah lagi sekarang aku bersama Marvin dan juga Gio, baby tampanku, calon cucumu juga," canda Nivea di dalam pesan singkatnya itu.

Anika tertegun, temanya itu mulai bolak-balik, padahal baru saja kemarin ia pulang ini sudah kembali lagi, tanpa Anika sadari bahwa kedatangan Marvin dan Nivea akan mendatangkan kejutan yang tidak pernah Anika duga.

Selesai dengan pekerjaannya Anika langsung pulang, siang ini matahari mulai naik keatas, cuaca panas di iringi tiupan angin yang begitu kencang dari pepohonan yang berjejer di pinggir-pinggir jalan.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sesampainya di rumah, Anika mulai melihat pemandangan anak-anak dan Aslan, pemandangan yang sudah tidak asing lagi di mata Anika, apakah yakin ia akan menghancurkan kebahagiaan itu dalam sekejap, atau justru ia akan mengikuti kata hatinya.

'Apa aku egois jika terlalu memikirkan diri sendiri, mereka bahagia, apa aku tega menghancurkan kebahagiaannya,' gumamnya di dalam hati.

Aslan mulai menyadari kedatangan Anika yang sudah berada diambang pintu, tatapan pria itu mulai tertuju kepada wanita yang sepertinya memendam beban berat, entah itu masalah hatinya ataupun masalah pernikahannya yang tinggal menghitung hari saja.

"Nik, sudah pulang?" tanya Aslan dengan ramah.

"Sudah Mas," sahut Anika singkat.

"Nik, aku ingin bicara empat mata," pinta Aslan.

"Baiklah," sahut Anika.

Sementara anak-anak masih sibuk dengan mainannya masing-masing, Aruna sibuk dengan mainan Barbie nya sementara Arash dan Arjun sibuk dengan mobil-mobilan yang baru diberikan oleh sang ayah.

Saat ini di ruang tamu Aslan duduk bersebelahan dengan Anika, tatapan pria itu sendu, bahkan Aslan mulai mencoba mengajak Anika berbicara dari hati ke hati.

"Nik, aku datang kesini untuk menebus luka yang dulu aku torehkan untuk anak-anak, bahkan keinginanku untuk menikahimu, karena aku ingin mereka mempunyai ayah yang itu, apa keputusanku ini salah Nik?" tanya Aslan.

Anika mulai terdiam sejenak, entah apa yang harus dia jawab pertanyaan dari pria di hadapannya ini, bibirnya bergetar hebat, lidahnya peluh untuk menjawab pertanyaan yang begitu sulit menurutnya itu.

"Aku masih belum memastikan, intinya aku mau mencoba," sahut Anika yang akhirnya mulai menepis rasa bimbang nya.

"Baiklah kalau begitu pernikahan kita akan di percepat lusa Nik, aku harap kamu siap dengan semua ini," ucap Aslan, yang diangguki oleh Anika.

Entah kenapa lagi-lagi Anika tidak bisa tegas jika menyangkut tentang anak-anak, hatinya luluh begitu saja meskipun ia menyimpan sejuta kebimbangan di dalam hatinya.

'Aku bisa hidup susah berjuang sendiri, tapi aku tidak bisa meruntuhkan kebahagiaan mereka,' batin Anika.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Langit mendung sore itu seakan tahu apa yang bergemuruh di dalam hati Anika. Di dalam kamar yang sejak tadi sepi, ia duduk bersandar di tepi ranjang, memeluk guling yang menjadi sandaran tubuhnya.

Anika mencoba untuk membuang semua rasa takut akan bayangan itu, karena ia tahu, ini bisa membuatnya jatuh ke dalam bayang-bayang itu sendiri.

Ketika Anika mulai merenungi pikirannya sendiri tiba-tiba saja, suara ketukan pintu terdengar.

"Tok ... tok ... tok ...," suara pintu di ketuk.

Anika segera beranjak dari kasurnya wanita itu mulai membuka pintu dengan tangan yang sedikit bergetar ketika tahu seseorang yang datang.

Ketika pintu terbuka Anika semakin dibuat terkejut melihat kedatangan Aslan dan keluarga kecilnya dengan membawa seserahan yang cukup sederhana akan tetapi mampu membuat hati Anika bergetar.

"Mas Aslan ....," ucap Anika.

"Aku sengaja menyuruh anak dan mantuku datang untuk melamar mu Nik," sahut Aslan.

Hati Anika semakin tidak karuan, antara bahagia dan ketakutan, akan tetapi ia berusaha untuk tetap terlihat tersenyum meskipun hatinya masih di landa dengan ketakutan.

"Mari silahkan duduk," ucapnya mempersilahkan.

Semua orang yang datang sudah duduk di kursi ruang tamu, anak-anak mulai datang satu persatu menghampiri Marvin dan juga Nivea yang saat ini tengah membawa bayi mereka.

"Tante Nivea, adik bayinya lucu sekali siapa namanya?" tanya Arash.

"Namanya Gio Sayang," sahut Nivea lalu mulai membawa Gio ke ruang tengah bersama dengan anak-anaknya.

Saat ini Aslan mulai memberanikan diri untuk berucap di hadapan Anika serta dihadapan Marvin beserta anak buah yang lainnya.

"Anika, mungkin ini sudah yang kesekian kali aku bilang, kalau kedatanganku ini terlambat, akan tetapi aku mohon kamu bisa memberiku kesempatan yang kedua untuk menjadi ayah untuk mereka bertiga, apakah kamu mau menerima lamaran ini," ucap Aslan dengan tatapan yang penuh penyesalan.

Anika terdiam, wanita itu mulai melihat keseriusan Aslan dalam meniti kehidupan berikutnya bersama dengan anak-anak, dengan perasaan yang bergetar, akhirnya Anika mampu menjawab.

"Aku terima lamaran ini, demi mereka yang memang membutuhkan peran seorang ayah," sahut Anika.

Yang akhirnya membuat semua orang yang ada di dalam ruangan ini menjadi lega.

Bersambung ....

1
sasatar77 tarsa
itulah balasannya aslan
Indah Mawarti
Thor....sebaiknya ganti penggunaan kata "rest area" dg kata " parkiran/tempat parkir"🙏
Zaichik Rania
yg paling menyakitkan bkn hanya penolakan Aslan yg tidak mau tanggung jawab atas kehamilannya, tapi dia yg sellu blng tidak mau menghianati dan menyakiti istrinya, dan dia lbh memilih anika untuk menggugurkan kandungannya
Hasmawati Hasma
semoga cepat sembuh dan berkumpul bersama keluarga amiin
echa purin
👍🏻
Maya Ratnasari
hehheee, iyaa, typo bertebaran
Maya Ratnasari
asuransi?
Hasmawati Hasma
silahkan lanjutkan kami akan selalu menunggu cerita nya, semangat 💪
Hasmawati Hasma
🙏🙏 saya jarang komen, semoga Aslan dan istri dan anak 2nya tidak diteror lagi.
Hasmawati Hasma
semoga trauma Andika mulai hilang dalam mimpi
Hasmawati Hasma
semoga si kembar ibunyaau memberi tahu siapa ayah nya sebenarnya
Arti Wina
pengusaha kaya raya mas kawin 10 gram.🤣
Mora
novel kelas di negri Konoha
Ika Yanti Unyil
ceritanya bagus
setiap bab panjang
tetapi konfliknya terlalu banyak silih berganti.
meski ad yg bisa kita ambil pelajaran juga
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰
Anonymous
Bagus ceritanya utk pembelajaran bagi kita
Helda
Karen...ceritanya...selamat buat penulisnya sehat selalu dan berkarya terus...aamiin.
Lanjar Lestari
tak kura kisah anak Alina dan Saga🤭🤭🤭
Bucinnya Baekhyun🐶
marvin anaknya aslan gitu ya bingung beda pas aslan hamilin ankika udah ada marvin gitu
Ayumarhumah: iya dia anak adopsi
total 1 replies
puji hastuti
Ada beberapa kata " mulai " yang janggal
Randa kencana
Ceritanya sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!