NovelToon NovelToon
Gelang Giok Pembawa Rezeki

Gelang Giok Pembawa Rezeki

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Romantis / Ruang Ajaib
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

"Lin Suyin mewarisi gelang giok dari neneknya—sebuah portal menuju dimensi ajaib tempat waktu berjalan 10x lebih cepat dan semua tanaman tumbuh sempurna. Tapi keajaiban ini membawa bahaya: ada yang memburu gelang tersebut. Bersama Xiao Zhen, CEO misterius dengan rahasia masa lalu, Suyin harus melindungi ruang ajaibnya sambil mengungkap konspirasi kuno yang menghubungkan keluarganya dengan dunia kultivator."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Kebenaran yang Tersembunyi

Suyin tidak menunggu sampai sarapan. Begitu bangun jam empat pagi dan sholat subuh, dia langsung masuk ke ruang dimensi tanpa bilang siapapun.

WUSH!

Udara ruang dimensi terasa berbeda pagi ini—lebih berat, seperti menunggu sesuatu yang besar akan terjadi.

Suyin berjalan langsung menuju Pohon Kehidupan yang berdiri megah di tengah area. Daun-daunnya yang berwarna hijau keemasan bergoyang pelan walau tidak ada angin.

"Pohon Kehidupan," panggil Suyin dengan suara yang tegas. "Aku tahu kamu bangun. Dan aku tahu kamu menunggu aku datang."

Hening sebentar.

Lalu suara pohon terdengar—tapi kali ini berbeda dari biasanya. Lebih serius, lebih dalam, seperti suara yang membawa beban berabad-abad.

"Kamu bermimpi tentang Aula Agung Klan Lin semalam."

Bukan pertanyaan. Pernyataan.

"Iya. Dan aku melihat nenek di sana—atau bayangannya." Suyin duduk di rumput di depan pohon, menatap batangnya. "Aku butuh kebenaran. Kebenaran yang lengkap. Tentang Klan Lin, tentang kejatuhan dua ratus tahun lalu, tentang kenapa Organisasi Bayangan begitu obsessed dengan gelang giok ini, dan tentang siapa sebenarnya Bayangan Utama itu."

"Kamu yakin ingin tahu? Kadang-kadang kebenaran jauh lebih berat dari ketidaktahuan."

"Aku yakin. Aku tidak bisa melindungi diri dan orang-orang yang aku sayangi kalau aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku hadapi."

Pohon Kehidupan diam sebentar—seperti mempertimbangkan.

Lalu cabang-cabangnya mulai bercahaya. Cahaya hijau keemasan yang sangat terang sampai Suyin harus menutup mata sebentar.

Saat membuka mata lagi, dunia di sekitarnya berubah.

Dia tidak lagi duduk di rumput ruang dimensi. Dia berdiri di tengah sebuah aula besar yang megah—persis seperti dalam mimpinya, tapi jauh lebih nyata dan detail.

Dinding-dinding tinggi dengan ukiran naga dan phoenix. Langit-langit yang sangat tinggi dengan lampu-lampu kristal yang berkilauan. Ribuan kultivator berbaris rapi di kedua sisi aula, semua mengenakan jubah putih dengan simbol Klan Lin berwarna hijau zamrud di dada.

"Ini... ini visi?" bisik Suyin.

"Ini adalah memori yang tersimpan dalam ruang dimensi. Memori dari dua ratus lima belas tahun yang lalu—saat Klan Lin masih berdiri tegak sebagai salah satu dari Lima Klan Agung."

Suyin berjalan perlahan di antara barisan kultivator—mereka tidak bergerak, seperti patung yang dibekukan dalam waktu. Wajah-wajah yang proud dan kuat.

Di ujung aula, duduk di kursi tertinggi yang terbuat dari batu giok hijau, adalah seorang wanita.

Suyin melangkah lebih dekat—dan jantungnya berhenti sebentar.

Wajah wanita itu... itu wajah nenek Lin, tapi jauh lebih muda. Mungkin usia tiga puluhan. Cantik dengan kecantikan yang tajam dan berkuasa. Mata yang penuh dengan kebijaksanaan tapi juga kekuatan yang mengerikan.

"Lin Meihua. Pemimpin Klan Lin pada masa itu. Kultivator tingkat puncak yang kekuatannya disegani bahkan oleh empat Klan Agung lainnya."

"Itu... itu nenek?" Suyin hampir tidak percaya. Nenek yang dia kenal adalah wanita tua yang lembut, yang memasak untuknya, yang merawat taman kecil di rumah sederhana.

"Itu adalah Lin Meihua dalam masa kejayaannya. Sebelum perang. Sebelum pengkhianatan."

Pemandangan berubah.

Aula besar menghilang, berganti dengan medan perang yang luas. Langit merah seperti darah. Ribuan kultivator bertarung di mana-mana—kilatan energi spiritual membuat udara bergetar.

Di tengah medan perang, Suyin melihat Lin Meihua muda bertarung melawan lima kultivator sekaligus—gerakannya seperti tarian yang mematikan, setiap serangan menciptakan gelombang energi yang melukai puluhan musuh.

"Perang Pembantaian Lima Klan. Terjadi karena salah satu dari Lima Klan Agung—Klan Hei—menginginkan supremasi mutlak. Mereka berkhianat, menyerang empat klan lain secara bersamaan dengan bantuan kultivator bayangan yang mereka rekrut dari berbagai penjuru."

Suyin melihat Lin Meihua terluka—darah mengalir dari lengan dan perutnya—tapi masih bertarung dengan ferocious.

"Klan Lin bertahan paling lama. Lin Meihua adalah kultivator terkuat di antara kelima pemimpin klan. Tapi bahkan dia tidak bisa melawan ribuan kultivator sendirian setelah anggota klannya satu per satu tumbang."

Pemandangan berubah lagi.

Kali ini, sebuah ruangan kecil yang gelap. Lin Meihua—sekarang sudah sangat terluka, jubahnya robek dan berdarah—berlutut di depan sebuah altar kecil.

Di tangannya, sebuah gelang giok hijau zamrud yang bercahaya terang.

"Dalam detik-detik terakhir sebelum Klan Lin jatuh sepenuhnya, Lin Meihua melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan kultivator manapun sebelumnya. Dia memindahkan seluruh Inti Klan Lin—semua pengetahuan, semua teknik kultivasi tertinggi, semua warisan spiritual—ke dalam gelang giok kecil ini."

Suyin melihat Lin Meihua mengalirkan energi yang sangat besar ke dalam gelang—cahaya hijau memenuhi seluruh ruangan. Tubuh Lin Meihua gemetar, darah mengalir lebih deras, tapi dia tidak berhenti.

"Dia tahu Klan Lin akan hancur. Tapi dia tidak mau warisan klan hilang selamanya. Jadi dia ciptakan Ruang Dimensi Giok Taman Abadi—sebuah dunia tersembunyi yang hanya bisa diakses oleh pewaris darah Lin yang murni. Dan dia tanamkan Kesadaran Sisa-nya dalam gelang itu untuk membimbing pewaris di masa depan."

"Tapi kenapa dia tidak lawan balik dengan kekuatan penuh?" tanya Suyin dengan suara bergetar. "Kalau dia sekuat yang kamu bilang—"

"Karena Klan Hei punya senjata yang tidak pernah dia antisipasi."

Pemandangan berubah sekali lagi.

Lin Meihua masih di ruangan yang sama, tapi sekarang pintu terbuka dengan keras. Masuk lima kultivator berbaju hitam—dan di depan mereka, seorang pria tinggi dengan topeng hitam yang menutupi seluruh wajahnya.

"Bayangan Pertama. Pemimpin pertama dari organisasi yang sekarang disebut Organisasi Bayangan. Kultivator tingkat puncak yang kekuatannya setara dengan Lin Meihua—dan orang yang merencanakan seluruh perang ini bersama dengan Pemimpin Klan Hei."

Suyin menyaksikan dengan horror saat Bayangan Pertama melancarkan serangan—energi hitam yang sangat pekat menghantam Lin Meihua yang sudah lelah dan terluka.

Lin Meihua jatuh.

Tapi dengan tangan terakhirnya yang gemetar, dia melempar gelang giok keluar dari jendela—ke dalam kegelapan malam.

"Dia menyelamatkan gelang itu. Dia menyelamatkan warisan Klan Lin. Dan dia berharap suatu hari, pewaris yang benar akan menemukannya."

Bayangan Pertama berteriak marah—suara yang membuat Suyin menutup telinga walau ini hanya visi.

"Bayangan Pertama mencari gelang itu selama puluhan tahun. Tapi gelang itu sudah dilindungi dengan segel kuat—hanya bisa ditemukan oleh orang yang ditakdirkan menemukannya."

Visi perlahan memudar. Suyin kembali di ruang dimensi, duduk di rumput di depan Pohon Kehidupan.

Tapi kali ini, pipinya basah dengan air mata yang tidak dia sadari mengalir.

"Nenek... nenek mengalami semua itu sendirian," bisiknya dengan suara pecah.

"Tidak sendirian. Dia punya harapan. Harapan bahwa suatu hari, seseorang akan melanjutkan warisan Klan Lin. Dan harapan itu terwujud—dalam dirimu."

Suyin mengusap air matanya, menarik napas panjang untuk menenangkan diri.

"Kamu bilang Bayangan Pertama. Berarti sekarang ada Bayangan yang lain?"

"Bayangan Pertama sudah meninggal sekitar seratus tahun lalu. Tapi sebelum meninggal, dia mewariskan obsesinya pada pewaris—kultivator lain yang mengambil alih kepemimpinan organisasi dengan nama Bayangan Kedua, lalu Bayangan Ketiga, dan sekarang... Bayangan Keempat."

"Bayangan Keempat adalah Bayangan Utama yang disebutkan oleh kultivator yang ditangkap Xiao Zhen di reuni?" tebak Suyin.

"Tepat sekali. Dan menurut informasi yang ruang dimensi ini bisa deteksi dari pergerakan energi spiritual di dunia luar—Bayangan Keempat ini adalah kultivator tingkat tinggi yang kekuatannya mendekati Bayangan Pertama. Sangat berbahaya."

Suyin merasakan dingin merayap di punggungnya. "Dan dia tahu tentang aku? Tentang gelang ini?"

"Setelah kejadian di reuni keluarga dan kegagalan Madame Hei, kemungkinan besar dia sudah tahu. Organisasi Bayangan punya jaringan informasi yang sangat luas."

"Jadi aku..." Suyin menatap gelang giok di tangannya dengan perasaan yang sangat berbeda dari sebelumnya. "...aku bukan hanya pewaris ruang dimensi. Aku adalah pewaris terakhir Klan Lin. Aku adalah target dari musuh yang sudah mengejar warisan ini selama dua ratus tahun."

"Ya."

Satu kata yang sangat berat.

Suyin duduk dalam keheningan, mencerna semua informasi ini.

Dua ratus tahun. Perang yang belum sepenuhnya selesai. Musuh yang sangat kuat.

Dan dia—gadis biasa yang sebulan lalu bahkan tidak tahu dunia kultivator ada—sekarang jadi pusat dari semua itu.

"Aku tidak siap untuk ini," bisik Suyin akhirnya. "Aku bukan Lin Meihua yang kuat. Aku masih pemula dalam kultivasi. Bagaimana aku bisa melawan organisasi yang bahkan mengalahkan Klan Lin di masa kejayaannya?"

"Kamu tidak sendirian."

Suara baru—bukan dari Pohon Kehidupan.

Suyin menoleh dengan cepat.

Di belakangnya, berdiri bayangan transparan seorang wanita tua.

Nenek Lin.

Atau lebih tepatnya—Kesadaran Sisa dari Lin Meihua yang tersimpan dalam gelang giok.

"Nenek..." Suyin berdiri dengan kaki gemetar.

Bayangan itu tersenyum—senyum yang hangat dan penuh cinta yang Suyin kenal dengan baik.

"Cucuku yang terkasih. Maafkan aku karena tidak memberitahumu semua ini saat aku masih hidup. Aku ingin memberikanmu kehidupan yang normal selama mungkin."

"Nenek tahu ini semua akan terjadi?"

"Aku tahu suatu hari Organisasi Bayangan akan menemukan gelang ini lagi. Aku hanya berharap kamu sudah cukup dewasa dan kuat saat itu terjadi." Bayangan nenek melangkah lebih dekat. "Dan kamu sudah, sayang. Kamu jauh lebih kuat dari yang kamu sadari."

"Tapi aku—"

"Kamu mengembangkan ruang dimensi ke Level 2 dalam waktu kurang dari sebulan. Kamu membangun bisnis dari nol jadi sukses dalam hitungan minggu. Kamu belajar kultivasi dengan kecepatan yang bahkan Lin Meihua muda tidak bisa tandingi. Dan yang paling penting—" Bayangan nenek menyentuh dada Suyin di area jantung—sentuhan yang terasa seperti angin hangat. "—kamu punya sesuatu yang Lin Meihua muda tidak punya saat menghadapi perang dulu."

"Apa?"

"Orang-orang yang mencintaimu dan bersedia berdiri di sampingmu. Xiao Zhen. Tim Klan Xiao. Bahkan Meifeng yang sekarang mencoba memperbaiki diri. Lin Meihua bertarung sendirian di akhir—kamu tidak perlu melakukan itu."

Air mata kembali mengalir di pipi Suyin.

"Aku tidak bisa bertahan lama di luar gelang—Kesadaran Sisa aku sudah sangat lemah setelah melindungimu dari kultivator di reuni." Bayangan nenek mulai memudar sedikit. "Tapi aku akan selalu ada di dalam gelang ini. Setiap kali kamu dalam bahaya besar, aku akan datang. Dan suatu hari, ketika kamu sudah cukup kuat, aku akan mengajarimu Teknik Tertinggi Klan Lin—teknik yang tidak tersimpan di tempat lain selain dalam kesadaranku."

"Nenek, jangan pergi—" Suyin mengulurkan tangan.

"Aku tidak pergi, sayang. Aku hanya kembali ke dalam gelang. Kita akan bertemu lagi." Bayangan nenek tersenyum untuk terakhir kali. "Aku bangga padamu. Sangat bangga. Dan aku tahu kamu akan membawa Klan Lin bangkit lagi—tidak dengan cara yang sama seperti dulu, tapi dengan cara yang baru dan lebih baik."

Bayangan itu menghilang—menyatu kembali dengan gelang giok yang bersinar sangat terang sebentar, lalu kembali normal.

Suyin jatuh berlutut di rumput, menangis—bukan karena sedih, tapi karena terlalu banyak emosi yang bergejolak sekaligus.

Pohon Kehidupan membiarkan Suyin menangis tanpa bicara apapun—kadang-kadang orang hanya perlu melepaskan emosi yang terlalu berat untuk ditahan.

Setelah beberapa menit, Suyin akhirnya berdiri dengan kaki gemetar tapi lebih stabil.

Dia mengusap air matanya, menarik napas panjang.

"Oke," ucapnya dengan suara yang lebih kuat dari yang dia kira bisa. "Oke. Sekarang aku tahu kebenaran. Aku tahu apa yang aku hadapi. Aku tahu kenapa Organisasi Bayangan mengejarku."

"Dan apa yang akan kamu lakukan dengan informasi ini?"

Suyin menatap Pohon Kehidupan dengan mata yang sudah tidak menangis lagi—mata yang penuh dengan tekad.

"Aku akan jadi lebih kuat. Aku akan mengembangkan ruang dimensi ini sampai level tertinggi. Aku akan kuasai semua teknik kultivasi yang nenek simpan untuk aku. Dan aku akan memastikan Organisasi Bayangan tidak akan pernah bisa menghancurkan warisan Klan Lin lagi."

"Bahkan kalau itu berarti berhadapan dengan Bayangan Keempat?"

"Bahkan kalau itu berarti berhadapan dengan Bayangan Keempat." Suyin menyentuh gelang gioknya dengan penuh hormat. "Nenek bertarung sendirian dua ratus tahun lalu dan hampir menang. Aku tidak sendirian—aku punya Xiao Zhen, aku punya Klan Xiao, aku punya ruang dimensi yang terus berkembang. Aku akan menang."

Pohon Kehidupan terdiam sebentar—lalu cahayanya menjadi lebih hangat, lebih terang.

"Lin Meihua memilihmu dengan benar. Kamu bukan hanya pewaris darah—kamu pewaris jiwa Klan Lin. Selamat datang, Pemimpin Klan Lin yang baru."

Kata-kata itu bergema di seluruh ruang dimensi—seperti deklarasi yang membawa beban berabad-abad tapi juga harapan untuk masa depan yang baru.

Suyin berdiri tegak, kepala terangkat tinggi.

Dia masih gadis dua puluh delapan tahun yang baru belajar kultivasi sebulan lalu.

Tapi sekarang, dia juga adalah pewaris Klan Lin.

Dan dia tidak akan mengecewakan nenek yang sudah berjuang sendirian dua ratus tahun lalu untuk melindungi warisan ini.

"Pohon Kehidupan," ucap Suyin dengan suara yang firm. "Aku perlu jadwal training yang lebih intensif. Aku perlu tahu semua yang ruang dimensi ini bisa ajari aku. Dan aku perlu ready menghadapi apapun yang akan datang."

"Dengan senang hati, Pemimpin Lin."

Suyin keluar dari ruang dimensi dengan tekad yang baru—tekad yang lahir dari kebenaran yang menyakitkan tapi necessary.

Dia langsung turun ke ruang makan di mana Xiao Zhen sudah duduk dengan secangkir kopi, jelas sudah menunggu.

Begitu melihat ekspresi Suyin, Xiao Zhen langsung berdiri.

"Apa yang terjadi? Kamu terlihat berbeda."

Suyin duduk di seberangnya, menatap mata Xiao Zhen dengan intensitas yang membuat pria itu sedikit terkejut.

"Aku tahu kebenaran sekarang. Tentang Klan Lin, tentang kejatuhan dua ratus tahun lalu, tentang siapa sebenarnya Bayangan Utama, dan tentang kenapa mereka sangat menginginkan gelang ini."

Suyin menceritakan semuanya—visi yang dilihatnya, pertemuan dengan Kesadaran Sisa nenek, Perang Pembantaian Lima Klan, Bayangan Pertama sampai Bayangan Keempat, dan fakta bahwa dia bukan hanya pewaris ruang dimensi tapi pewaris terakhir seluruh Klan Lin.

Xiao Zhen mendengarkan dengan sangat serius—tidak menyela, tidak memotong, membiarkan Suyin mengeluarkan semua.

Saat Suyin selesai, keheningan turun di antara mereka.

Lalu Xiao Zhen meraih kedua tangan Suyin di atas meja, menggenggamnya dengan firm.

"Baiklah," ucapnya dengan suara yang sangat tenang tapi penuh dengan determination. "Kita sekarang tahu apa yang kita hadapi. Dan kita akan hadapi bersama."

"Xiao Zhen, ini bukan tanggung jawabmu—"

"Ini tanggung jawabku sejak aku memutuskan untuk mencintaimu." Xiao Zhen memotong dengan gentle tapi firm. "Musuhmu adalah musuhku. Pertarunganmu adalah pertarunganku. Dan aku tidak akan membiarkanmu menghadapi ini sendirian—sama seperti nenek Lin tidak seharusnya bertarung sendirian dua ratus tahun lalu."

Suyin merasakan air mata mengancam jatuh lagi—tapi kali ini dia tahan.

"Terima kasih," bisiknya.

"Tidak perlu berterima kasih." Xiao Zhen tersenyum—senyum yang penuh dengan cinta dan determination. "Sekarang, kita perlu rencana. Kita perlu meningkatkan kekuatanmu secepat mungkin. Dan kita perlu mempersiapkan Klan Xiao untuk kemungkinan konfrontasi dengan Organisasi Bayangan yang lebih besar dari yang kita antisipasi."

"Dan kita perlu melakukannya sambil tetap menjalankan bisnis dan kehidupan normal," tambah Suyin dengan sedikit humor yang dipaksakan.

"Tepat." Xiao Zhen tertawa kecil. "Kehidupan tidak berhenti karena ada perang berabad-abad yang harus diselesaikan."

Mereka duduk bersama, mulai merencanakan langkah selanjutnya—training schedule yang lebih intensif, koordinasi dengan Klan Xiao, pengembangan ruang dimensi yang lebih agresif.

Di luar jendela, matahari mulai naik—tanda hari yang baru dimulai.

Hari yang penuh dengan challenge baru.

Tapi juga hari yang penuh dengan harapan.

Karena untuk pertama kalinya dalam dua ratus tahun, Klan Lin punya pewaris yang tidak hanya kuat—tapi juga punya support system yang solid.

Dan itu membuat semua perbedaan.

[Akhir Bab 32]

Catatan: Plot utama sekarang fully revealed. Suyin adalah pewaris terakhir Klan Lin yang jatuh 200 tahun lalu dalam Perang Pembantaian Lima Klan. Organisasi Bayangan dipimpin oleh Bayangan Keempat yang melanjutkan obsesi Bayangan Pertama untuk menghancurkan warisan Klan Lin sepenuhnya. Konflik besar sedang membangun menuju confrontation yang tidak terelakkan.

1
Datu Zahra
kelas restoran dan kafe kemang butuh sayuran 20kg per minggu, enggak mnalar amat. sepi banget dong itu tempat. kalo perhari masuk akal
Mak Gemoy
semangat🔛🔥🔛🔥
Mak Gemoy
kok ibu rumah tangga yg diceraikan? bukannya baru tunangan trus gagal nikah?
Andira Rahmawati
lanjuttt thorrr💪💪💪
Wahyu🐊: Aku Buat Novel baru Mampir yah Judulnya, Kumpulan Carpen Romantis First Date
total 1 replies
Andira Rahmawati
nemu cerita bagus nihhh paling suka baca novel yg fantasi apalagi yg ada ruang ajaibnya👍👍👍
Diah Susanti
diatas dibilang 'putri adik nenek' yang menurutku maknanya 'bibinya suyin'. tapi disini dia menyebutkan dirinya 'cucunya juga'🤔🤔🤔🤔
Wahyu🐊: Anda Terlalu Teliti😅🙏 Nanti Aku Revisi Kalau Udah Tamat Masih Panjang Perjalanan nya
total 1 replies
Wahyu🐊
Nanti aku Revisi oke
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!