WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan
Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.
Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.
Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.
Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.
Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Malam pun tiba, Nathan sampai di rumah ia masuk lewat pintu depan bersama Herry sedangkan yang lainnya masuk lewat pintu belakang, Herry pergi ke kamarnya untuk mandi sedangkan Nathan pergi ke kamar Haruka.
Nathan membuka pintu kamar Haruka tanpa izin, Haruka yang sedang duduk santai sambil membaca terperanjat kaget karena ulah Nathan, Haruka langsung menatap Nathan kesal.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Nathan sinis membalas tatapan Haruka.
Haruka memalingkan tatapannya ke arah lain sambil menghela nafas beratnya, "Tidak papah, aku hanya kaget," balas Haruka.
Nathan tidur di samping Haruka, Haruka bergeser ke arah lain untuk memberi Nathan tempat lebih besar, "Kamu mau tidur di sini lagi?" tanya Haruka menatap Nathan yang sudah tertidur.
Nathan yang sudah menutup matanya kembali membuka mata dan tiba-tiba menarik Haruka ke dalam pelukannya, "Aku lelah," balas Nathan mengeratkan pelukannya.
Haruka merasa tak nyaman karena pelukan Nathan terlalu erat, "Tidurlah ini sudah malah," titah Nathan membuka matanya sebelah.
"Bisa agak longgarin pelukannya tidak? Sesek nih nafasnya, aku jadi tidak bisa tidur nanti," ucap Haruka mencoba sedikit menjauh dari Nathan.
Nathan melonggarkan pelukannya, "Udah kan sekarang? Jadi tidur," balas Nathan.
"Iya aku tidur," balas Haruka tanpa menutup matanya.
"Ya sudah tutup mata," titah Nathan.
"Iya aku tutup mata sekarang," Haruka menutup matanya.
"Udah nih, aku udah tutup mata loh," tambah Haruka tanpa membuka matanya.
Nathan tersenyum lalu menutup matanya, Nathan menyimpan dagunya di atas kepala Haruka, malam pun berlalu dengan sunyi, Nathan kembali tanpa rasa bersalah dalam hatinya, ini memang sudah kebiasaan setiap saat.
Membunuh orang lain tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, tapi walaupun begitu dulu Nathan pernah mencintai seseorang dengan tulus, tapi wanita itu mati karena sebuah kecelakaan. Nathan punya masa lalu yang kelam yang akhirnya membuat Nathan menjadi manusia yang tidak berperasaan.
Hari pun mulai pagi Haruka sudah bangun beberapa menit yang lalu, kini Haruka sedang menyiapkan sarapan untuk Nathan, Tiba-tiba Tasya datang di bantu Fiona, Tasya menghampiri Haruka.
"Kak ternyata Kak Nathan beneran bakar rumah sakit," ucap Tasya.
"Kamu tau darimana?" tanya Haruka sambil membalas tatapan Tasya.
"Nih," Tasya memberikan ponselnya pada Haruka, di dalam ponsel itu terdapat sebuah berita mengenai terbakarnya rumah sakit.
Tapi di berita yang beredar saat ini kebakaran rumah sakit itu diakibatkan kebocoran ruangan laboratorium yang merambat pada aliran listrik.
"Nih," Haruka mengembalikan ponsel Tasya.
"Aku ke kamar dulu yah mau simpan sarapan kakakmu," Tambah Haruka sambil mengambil nampan makanan.
"Iyah, aku tunggu di sini yah Kak, kita sarapan bareng," balas Tasya.
Haruka berjalan menuju kamarnya kembali, Nathan masih belum bangun, Haruka menyimpan nampan makanannya di meja, setelah menyimpan makanannya di meja Haruka kembali keluar untuk sarapan bersama dengan Tasya.
Tasya saat ini di jaga Fiona karena Felicia masih sakit, Haruka dan Tasya sudah mulai sarapan, "Kak aku mau tanya boleh gak?" tanya Tasya sambil menatap Haruka.
"Tanya apa? Boleh dong, asal jangan pelajaran sekolah saja, soalnya kakak udah lupa," balas Haruka sambil tersenyum kecil.
"Yang enggaklah kak, aku gak bakalan tanya itu," ucap Tasya.
"Jadi gini kak, aku kan nemu artikel yang katanya setiap manusia itu hanya bisa jatuh cinta yang benar-benar jatuh cinta itu cuman tiga kali, itu beneran enggak sih?" tanya Tasya dengan wajah serius, bahkan Tasya sampai menghentikan sarapannya terlebih dahulu.
Bukannya langsung jawab Haruka malah tertawa melihat ekspresi Tasya yang sangat serius.
"Kakak kok malah ngetawain aku sih? Emang ada yang salah yah? Tapi pas aku buka komentar di artikel itu banyak kok yang bilang ia, yah walaupun ada juga bilang enggak juga, tapi kebanyakan yang bilang setuju kok sama artikel itu," tanya Tasya memasang wajah cemberut.
Haruka menghentikan tawanya, "Oke kakak minta maaf, kakak gak tau sih artikel itu beneran atau enggak, cuman kalau ia beneran berarti kakak hanya perlu jatuh cinta sama satu orang lagi dong," balas Haruka.
"Berarti kakak udah pernah jatuh cinta dong?" tanya Tasya semakin penasaran pada Haruka.
"Nanya nya sambil makan, dari tadi diem mulu, lanjutin makannya," titah Haruka.
"Oke aku lanjutin tapi kakak harus jawab pertanyaan aku juga," balas Tasya mulai kembali makan.
"Cinta pertama aku waktu aku masih sekolah di SMA, terus yang kedua waktu udah keluar sekolah," jawab Haruka.
Tiba-tiba saat mereka sedang asik ngobrol bel pintu depan berbunyi dan bergema di seluruh ruangan, "Siapa yang datang?" tanya Tasya menatap pintu utama.
Dari ruang makan lantai bawah pintu depan memang terlihat sedikit, Nathan keluar dari kamar Haruka, Nathan keluar hanya menggunakan kemeja putih dan celana panjang warna hitam.
Nathan menyambut kedatangan pria yang datang ke rumahnya itu dengan senyuman penuh misteri, "Silahkan duduk dulu," Nathan mempersilahkan pria itu duduk di ruang tamu.
Saat Nathan dan pria itu duduk pelayan langsung menyediakan minum, "Senang bertemu denganmu," ucap pria yang baru datang tersebut.
"Aku juga senang, sisa uang yang ku janjikan sudah ku kirim lewat rekening barusan," ujar Nathan.
"Oke, senang bekerja denganmu," balas pria itu senang.
"Di minum dulu, pasti haus. Dari rumahmu ke sini kan jauh," Nathan meminta pria itu untuk minum.
Pria itu langsung meneguk air putih yang di sediakan Nathan, begitu pun dengan Nathan ia juga meminum air putih itu, "Apa ada urusan lain anda kemari?" tanya Nathan menaikkan satu alisnya.
"Tidak, aku berkunjung hanya untuk melihat rumahmu ini, sudah lama aku tidak kemari," balas pria itu.
Di ruang makan Tasya dan Haruka mengintip apa yang Nathan dan pria itu lakukan, "Dia siapa?" tanya Tasya sambil terus menatap kakaknya.
"Inspektur Kaito," balas Haruka yang juga tak mengalihkan pandangannya dari Nathan.
Setelah beberapa menit dan juga beberapa hal Nathan dan Kaito obrolan kan Kaito pamit pulang karena hari ini ada urusan di kantor, kemarin Nathan memberikan uang tunai pada Kaito sebagai jaminan dan sisanya akan di kirim lewat rekening jika kerja Kaito benar sesuai yang Nathan inginkan.
Nathan mengantarkan Kaito ke depan pintu depan, karena Kaito akan pulang, saat Kaito masuk mobil Nathan melambaikan tangannya sambil menyeringai, "Selamat tinggal untuk selamanya," ucap Nathan pelan.
Mobil Kaito pun melaju keluar dari halaman rumah Nathan, setelah melihat mobil Kaito pergi Nathan kembali masuk ke rumahnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya, sedangkan itu Herry sudah menunggu Nathan di ruangan bawah tanah, karena Kishimoto ternyata sudah meninggal.
...Ah nyesek tau, padahal tadi udah mau selesai eh tiba-tiba ilang dong naskahnya, terpaksa deh bikin dari awal. Tapi gak papah demi kalian aku bikin malam ini juga....