NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mertua Kejam

Sesampainya di rumah sakit, Tasya langsung menuju ruang administasi. Ia membayar semua kekurangan biaya dengan uang yang Radit berikan. Kini Tasya bisa sedikit bernafas lega karena Dicky bisa terus mendapat perawatan.

"Setelah Mas Setyo sembuh, kami bisa mencari pinjaman dan membayar dengan gaji kami untuk pengobatan Dicky selanjutnya," batin Tasya. "Aku tak perlu melakukan perbuatan hina seperti semalam lagi. Cukup sudah. Aku akan rahasiakan semua dari Mas Setyo dan semua orang."

Tasya kembali ke ruang tunggu depan ICU. Matanya terpaku pada Ibu Welas yang tertidur sambil duduk.

Tasya duduk di samping Ibu Welas dalam diam. Rupanya Ibu Welas terbangun saat mendengar derit kursi yang Tasya duduki. Ia menyipitkan matanya sambil mengernyitkan keningnya, nada suaranya langsung ketus saat tahu kalau yang mengganggu tidurnya adalah Tasya. "Darimana saja kamu? Suami sedang sakit, kamu malah keluyuran saja!"

"Maaf, Bu. Aku habis mencari uang pinjaman untuk biaya operasi dan perawatan Dicky," jawab Tasya dengan penuh penyesalan karena sudah menelantarkan Setyo.

"Anak itu lagi... anak itu lagi... yang kamu urus. Suamimu tidak kau pikirkan, hah? Suamimu juga baru operasi dan belum sadarkan diri sampai sekarang. Seharusnya kamu utamakan suamimu dulu, bukan lebih mengurus anak itu!" Ibu Welas kembali memarahi Tasya, seakan ucapan pedas sebelumnya sudah tak meninggalkan rasa sakit yang mendalam di hati Tasya.

Tasya tak menjawab, ia lebih memilih diam. Apa yang mau ia jawab? Memberitahu mertuanya kalau ia habis menjadi pelacur? Mengatakan dengan lantang kalau ia sudah selingkuh demi mendapat biaya operasi? Gila!

Ibu Welas masih menyerocos, melontarkan kalimat menyakitkan namun Tasya tetap diam. Ia tak peduli, pikirannya saat ini sedang berkecamuk. Kondisi Dicky masih belum stabil sementara Setyo masih dalam pengaruh obat bius. Tak ada yang boleh menjenguk keduanya.

.

.

.

"Keluarga Bapak Setyo Wirayudha?" Suara perawat membuat Tasya yang ketiduran sambil duduk di kursi langsung membuka matanya dan berdiri tegak.

Diceramahi Ibu Welas membuat Tasya bak mendengar lagu Nina Bobo, matanya langsung terpejam saat ceramah Ibu Welas berakhir. Alasan Tasya mengantuk lainnya adalah karena Tasya masih merasa lelah sehabis melayani Radit yang begitu perkasa di atas ranjang.

"I-iya-"

"Saya ibunya!" Ibu Welas memotong ucapan Tasya. Dengan tangannya ia menghalangi Tasya sampai Tasya kembali jatuh duduk di kursi.

"Bapak Setyo sudah sadar dan boleh dikunjungi namun hanya satu orang saja yang bisa menjenguknya saat ini sebelum nanti dipindahkan ke kamar perawatan jika kondisinya sudah stabil," kata perawat menjelaskan.

"Tentu saya yang harus menemui anak saya dong, Sus. Toh saya yang membayar biaya rumah sakit untuknya. Saya lebih berhak!" kata Ibu Welas membuat perawat melirik Tasya dengan tatapan iba.

"Baik, silahkan masuk!"

"Iya, Sus." Ibu Welas masuk sambil tersenyum penuh kemenangan pada Tasya.

Tasya menunggu dengan gelisah di ruang tunggu. Ia berjalan mondar-mandir, ingin tahu keadaan suaminya sampai mertuanya keluar dari ruang ICU dengan berlinang air mata. "Bagaimana keadaan Mas Setyo, Bu?"

Plak!

Ibu Welas menampar pipi Tasya dan kembali memakinya di depan banyak orang. "Ini semua gara-gara kamu! Salah kamu! Kalau saja Setyo tidak menuruti keinginan anak sialanmu itu, dia tidak akan kecelakaan seperti ini!"

Tasya memegang pipinya yang terasa panas sambil menundukkan kepalanya. Ia tak bisa membalas, hanya bisa meneteskan air mata dalam diam dan pasrah menerima makian dari Ibu Welas. Ia memang merasa bersalah. Andai saja mereka tidak berhenti di mini market dan pergi ke rumah Ibu Welas, mungkin semua musibah ini tak akan terjadi.

"Kamu tuh terus bawa sial untuk keluarga kami. Anakku kamu pelet apa sih sampai mau menikahi wanita mandul sepertimu? Sekarang kamu malah mencelakai anakku sampai seperti ini. Ingat ya, kalau ada apa-apa dengan anakku, kamu yang bertanggung jawab!" maki Ibu Welas, tak peduli kalau keluarga pasien yang juga ada di ruang tunggu menyaksikannya.

"Maaf, Bu," kata Tasya dengan sesegukan. Tasya terus memegang pipinya yang terasa panas.

"Enak saja bilang maaf! Kamu itu-"

"Ibu Tasya?" Perawat memanggil nama Tasya, seolah menjadi malaikat penolongnya dari makian Ibu Welas.

Tasya mengangkat wajahnya dan cepat-cepat menghapus air matanya. "Saya, Sus."

"Silahkan masuk, Bu. Pak Setyo ingin bertemu Ibu Tasya." Perawat mengijinkan Tasya masuk ke dalam, meninggalkan Ibu Welas yang sampai ditenangkan oleh keluarga pasien lain.

.

.

.

Setyo sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan mata terpejam. Beberapa selang masih terhubung di tubuhnya. Nampak perban melilit di kepala dan terdapat gips di bagian kakinya yang habis dioperasi.

Mendengar langkah Tasya, Setyo membuka matanya. Ia melihat istrinya mendekat, wajahnya nampak lelah dengan mata yang sembab menandakan kalau wanita yang ia cintai sudah banyak menitikkan air matanya sejak kemarin.

Setyo mengulurkan tangannya yang tidak terluka. Tasya meraihnya lalu menggenggamnya dengan erat. "Mas. Maafkan aku...." Tasya kembali menangis.

Setyo tersenyum tipis lalu meringis kesakitan. "Tak apa. Mas baik-baik saja. Ibu bilang, operasi Mas berhasil. Kamu tak perlu khawatir."

"Maaf, Mas." Tasya menunduk sambil berlinang air mata. "Kalau saja kita tidak pergi mungkin-"

"Ini musibah, Sayang. Tak ada yang bisa menduga semua ini akan terjadi. Bagaimana keadaan Dicky?" Setyo menatap Tasya yang menggenggam tangannya sambil sesekali menghapus air mata yang seolah tak ada habisnya menetes.

Tasya menelan salivanya dengan susah payah. Mengatakan semua hal ini sangat berat untuknya. "Dicky... masih di ruang NICU." Suara Tasya tercekat. "Dicky belum sadarkan diri."

Setyo ikut menitikkan air mata. Ia sudah menganggap Dicky sebagai anaknya sendiri. "Dicky pasti sembuh, Sya, Mas yakin itu. Kita berdoa saja untuk kesembuhan Dicky ya."

Tasya mengangguk. Entah sudah berapa banyak doa yang ia panjatkan namun keadaan Dicky masih belum stabil.

Tasya ingin berbicara lebih banyak dengan Setyo namun perawat tak mengijinkan karena Setyo harus diperiksa oleh dokter sebelum akhirnya dipindahkan ke kamar rawat.

.

.

.

Kamar rawat Setyo tentu saja adalah kamar kelas VVIP yang sangat nyaman. Ibu Welas yang kaya raya mau anak semata wayangnya mendapatkan pelayanan terbaik. Beberapa hari dirawat, Setyo akhirnya diperbolehkan pulang, tidak seperti Dicky yang masih harus terus dipantau keadaannya.

Tasya sedang merapikan pakaian Setyo ketika Ibu Welas yang habis mengurus biaya administrasi datang dan membuat keputusan sepihak tanpa menanyakan pendapat Tasya terlebih dahulu. "Nanti semua baju masukkan ke dalam mobil saja. Setyo tak akan pulang ke rumah kontrakan kalian yang sempit itu," kata Ibu Welas secara tiba-tiba.

Tasya menghentikan kegiatannya merapikan pakaian Setyo. "Tidak pulang ke rumah? Tapi Mas Setyo-"

"Setyo akan tinggal bersama Ibu. Ibu yang akan mengurusnya. Kamu mengurus anak dan suamimu pasti tak akan becus!" kata Ibu Welas dengan pedas.

"Bu, bicaranya baik-baik pada Tasya," tegur Setyo yang tak suka melihat wanita yang ia cintai dimarahi oleh ibunya sendiri.

"Iya... iya... Ibu bicara baik-baik kok. Kamu itu, bela saja terus istrimu. Kamu tak tahu saja istrimu pergi kelayapan saat kamu dioperasi. Bukannya menunggui suaminya yang sedang operasi malah pergi dan pulang hampir subuh," balas Ibu Welas tak mau kalah.

"Aku mencari uang untuk biaya pengobatan Dicky, Bu, bukan kelayapan." Tasya berusaha membela dirinya.

"Mencari uang dimana? Tempat karaoke atau hotel?" balas Ibu Welas makin pedas.

"Sudah! Sudah!" Setyo cepat menengahi sebelum istri dan ibunya bertengkar. "Tak usah bertengkar lagi, pening kepalaku."

"Pokoknya Ibu mau kamu tinggal di rumah Ibu! Toh dia harus kerja untuk membayar hutangnya. Siapa yang akan mengurus kamu nanti?" Ibu Welas menatap Tasya dengan tatapan sebal. "Jangan ada yang membantah. Ibu mau kamu cepat sembuh. Ibu yang akan urus, kalau dia yang urus, tak akan becus!"

Tasya menghela nafas dalam. Lagi-lagi ia hanya bisa pasrah mengikuti kehendak mertuanya. Setyo saja tidak lagi protes, lantas siapa yang akan membela Tasya? Tasya sudah membayangkan, kehidupannya sebentar lagi sudah bak di neraka.

****

1
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
eka perwita
yess ayo cerai Tasya, mommy adel psti syok klo tau Radit jd pebinor 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
baguslah kalau Tasya pergi buat apa tinggal di rumah ibunya Setyo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!