NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad ditengah malam

Kyai Danardi menarik napas panjang, tangannya yang gemetar meraih ponsel di atas meja. Di bawah tatapan tegang para ustadz dan tundukan kepala Langit, sang Kyai menghubungi Alistair di Jakarta.

Suasana di ruang tamu itu begitu sunyi hingga suara dering telepon terdengar nyaring. Begitu tersambung, dengan suara yang berat karena menahan malu, Kyai Danardi menceritakan fakta pahit bahwa putra sahabatnya itu tertangkap basah di dalam kamar putrinya sendiri.

Kehormatan pesantren yang ia bangun puluhan tahun kini dipertaruhkan.

Di seberang telepon, Alistair terdiam lama, sebelum akhirnya suaranya terdengar meledak karena amarah dan kekecewaan yang luar biasa.

"Lakukan apa yang harus kamu lakukan, Danardi. Aku serahkan hukuman sepenuhnya padamu," ucap Alistair tegas.

Kyai Danardi kemudian menjatuhkan vonisnya, "Hanya ada satu jalan untuk menutup fitnah ini dan menjaga marwah keluarga kita, Alistair. Langit harus menikahi Senja malam ini juga."

Tanpa ragu sedikit pun, Alistair langsung menyetujui keputusan itu dan mengabarkan bahwa ia beserta seluruh keluarga akan segera berangkat ke Yogyakarta saat itu juga.

Begitu telepon ditutup, Kyai Danardi menatap Langit dan Senja bergantian. "Ayahmu sudah setuju. Malam ini juga, setelah keluargamu sampai, kalian akan melangsungkan akad nikah," tegas sang Kyai.

Mendengar keputusan itu, tangis Senja pecah seketika. Ia bersimpuh di kaki ayahnya, meremas kain sarung sang Kyai dengan tangan gemetar.

"Abah, Senja mohon... Senja belum siap. Senja baru masuk SMA, Abah. Senja tidak mau menikah dengan orang yang bahkan tidak Senja kenal dengan baik," rintihnya di sela isak tangis yang menyesakkan dada.

Kyai Danardi mengelus kepala putrinya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, namun pendiriannya tetap teguh.

"Ini bukan lagi soal siap atau tidak, Senja. Ini soal kehormatanmu, kehormatan Abah, dan kehormatan seluruh santri di pondok ini. Fitnah ini sudah menyebar, dan hanya pernikahan yang bisa membersihkannya," ucap beliau dengan nada final yang tak terbantahkan.

Senja lemas seketika; ia menyadari bahwa masa mudanya dan impian sekolahnya kini harus terkubur dalam sebuah ikatan paksa, sementara Langit tetap diam mematung, menyadari bahwa pelariannya malam ini justru mengantarkannya pada "penjara" yang paling permanen: pernikahan.

Malam itu, suasana di sekitar masjid pesantren terasa semakin berat. Langit tidak memiliki pilihan lain; ia hanya bisa diam membeku dan mengangguk lemah saat diminta persetujuannya.

Di dalam kamarnya, suasana mendadak melankolis. Ustadz Hasan, Rayyan, Bilal, dan Akbar duduk mengelilingi Langit yang tampak kosong.

"Terima ini sebagai garis tanganmu, Langit. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab," bisik Rayyan sambil menepuk bahu sahabatnya itu, mencoba memberikan kekuatan di tengah badai yang menerjang hidup Langit.

Tepat pukul sebelas malam, deru mobil mewah memecah keheningan pondok. Alistair dan Mami Retno tiba dengan wajah yang tampak sangat lelah sekaligus terpukul.

Begitu masuk ke ruang tamu, Mami Retno langsung menghambur memeluk putra bungsunya, menangis tersedu-sedu sambil membisikkan kata-kata penenang.

Sementara itu, Alistair duduk berhadapan dengan Kyai Danardi. Dengan wajah kaku, Alistair menyerahkan seserahan dadakan dan emas batangan sebagai mas kawin. Segala persiapan dilakukan dengan kilat.

"Kita lakukan sekarang di masjid," ucap Kyai Danardi dengan suara berwibawa.

Rombongan kecil itu berjalan menuju masjid pesantren yang telah dipenuhi oleh santri putra dan putri yang menyaksikan dalam diam dan rasa penasaran yang besar.

Langit berjalan dengan langkah terseret di belakang ayahnya dan Kyai Danardi. Di hadapan petugas KUA yang telah hadir untuk mencatat pernikahan secara agama, karena usia mereka yang masih di bawah umur, Langit duduk bersila dengan jantung yang berdegup kencang seolah ingin melompat keluar.

Saat Kyai Danardi mengulurkan tangannya, suasana masjid mendadak senyap, hanya suara jangkrik yang terdengar di kejauhan. Langit menjabat tangan sang Kyai dengan erat, keringat dingin membasahi telapak tangannya.

Dengan satu tarikan napas dan suara yang bergetar namun tegas, Langit menyahut dengan suara pantang dan Kata "Sah" bergema di seluruh penjuru masjid, meresmikan ikatan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Gema kata "Sah!" yang diserukan para saksi seolah menjadi hantaman keras bagi kesadaran Langit. Ia merasa dunianya baru saja berubah selamanya.

Nafas lega terdengar dari seluruh penjuru masjid, namun bagi Langit, oksigen di sekitarnya justru terasa makin menipis.

Doa-doa panjang pun dilantunkan, memohon keberkahan untuk ikatan yang lahir dari sebuah ketidaksengajaan yang fatal itu.

Tak lama kemudian, suasana masjid kembali berdesir saat Ibu Nyai Aminah menuntun Senja masuk ke tengah lingkaran akad.

Senja berjalan tertunduk, wajahnya yang cantik kini tertutup cadar tipis, namun matanya yang sembap tidak bisa menyembunyikan rasa sedih.

Dengan tangan yang gemetar hebat, Senja mengulurkan tangannya ke arah Langit. Untuk pertama kalinya, Langit menyentuh tangan gadis yang kini resmi menjadi istrinya itu.

Senja mencium punggung tangan Langit dengan penuh khidmat meskipun hatinya masih berkecamuk.

Sesuai tuntunan Ustadz Hasan yang berbisik di sampingnya, Langit kemudian meletakkan telapak tangan kanannya di atas kening Senja.

Ia membacakan doa Barakallahu likulli wahidin minna fi shahibihi dengan suara yang bergetar hebat. Ada getaran aneh yang merambat ke seluruh tubuh Langit saat kulitnya bersentuhan dengan kening Senja, sebuah rasa tanggung jawab yang tiba-tiba menghantam egonya yang setinggi langit.

Setelah prosesi inti selesai, ketegangan sedikit mencair. Halaman pesantren mendadak ramai karena keluarga Langit telah menyiapkan hidangan melimpah untuk seluruh santri sebagai bentuk syukuran sekaligus permintaan maaf.

Sementara para santri menikmati hidangan, keluarga besar Kyai Danardi dan keluarga Alistair berjalan menuju ndalem (rumah Kyai) untuk beramah-tamah.

Di ruang tengah yang hangat, kedua keluarga duduk melingkar. Alistair dan Kyai Danardi tampak bercakap-cakap serius namun akrab, berusaha memperbaiki suasana yang sempat retak.

Mami Retno pun tak henti-hentinya menggenggam tangan Ibu Nyai Aminah, memohon bimbingan untuk anaknya yang nakal.

Di sudut ruangan, Langit dan Senja duduk berdampingan dengan jarak yang cukup lebar, keduanya hanya bisa terdiam seribu bahasa, menatap lantai, menyadari bahwa mulai malam ini, mereka bukan lagi sekadar santri dan putri Kyai, melainkan sepasang suami istri di bawah atap pesantren yang sama.

Suasana ramah tamah yang canggung namun penuh haru.

Setelah ramah tamah yang terasa sangat panjang, Kyai Danardi meminta perhatian semua orang.

Beliau menatap Langit dan Senja dengan tatapan yang kini jauh lebih lembut, namun tetap tegas.

"Dengarkan Abah baik-baik," ujar Kyai Danardi memecah keheningan.

"Meskipun kalian sudah sah secara agama, Abah tahu kalian masih sangat muda. Untuk saat ini, Langit tetap boleh tinggal di asrama santri, dan Senja di kamar santriwati. Tapi, jangan pernah lupakan kewajiban kalian. Langit, kamu sekarang adalah pemimpin, pelindung istrimu. Dan Senja, kamu adalah pakaian bagi suamimu."

Beliau kemudian melanjutkan keputusannya yang membuat jantung keduanya berdegup kencang.

"Namun, untuk satu bulan pertama ini, sebagai masa penyesuaian, kalian berdua akan tinggal di sini, di dalam rumah Abah. Abah ingin kalian saling mengenal, berbicara, dan menurunkan ego masing-masing. Mulai besok, kalian berangkat ke sekolah bersama-sama. Tidak ada lagi sepeda yang berbeda."

Mendengar instruksi itu, Langit hanya bisa menelan ludah. Bayangan berangkat sekolah berboncengan atau berjalan berdampingan dengan Senja di bawah tatapan ribuan santri dan teman-teman sekolahnya terasa lebih berat daripada hukuman mengepel masjid.

Ia mencuri pandang ke arah Senja; gadis itu masih menunduk, meremas ujung kerudungnya dengan jari-jari yang masih gemetar.

Senja tidak mampu membantah. Baginya, titah sang ayah adalah segalanya, namun membayangkan harus berduaan dengan Langit, cowok kota yang kasar dan baru saja "mencuri" kebebasannya, membuatnya merasa sesak.

Malam itu, setelah keluarga Jakarta berpamitan untuk istirahat di penginapan terdekat, Langit dan Senja dituntun menuju dua kamar yang berseberangan di koridor belakang rumah Kyai.

Mereka berdiri di depan pintu masing-masing tanpa kata. Saat Langit hendak masuk, ia sempat berhenti sebentar dan melirik Senja yang masih mematung di depan pintunya.

Keduanya hanya diam seribu bahasa, tak ada ucapan "selamat malam" atau sekadar sapaan. Hanya suara pintu yang tertutup pelan secara bersamaan, menandai dimulainya satu bulan masa "pengenalan" yang dipenuhi kecanggungan luar biasa.

1
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
yuningsih titin
cie.. malam pertama senja dan langit😍
yuningsih titin
duh bahagianya yang mau bulan madu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!