NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keadaan Rooftop benar-benar sangat sepi, karena semua orang memang tau jika tempat ini sudah menjadi si claim menjadi milik ketiga laki-laki yang menyandang sebagai most wanted

"Elo sama sekali gak ada rasa sama Aurel apa?" tanya Cakra penasaran, sebab setiap kali Aurel mendekat, Baskara selalu merasa risih dan kurang nyaman dengan kehadiran gadis itu

Radit sendiri juga heran dengan Baskara, karena menurut nya Aurel adalah gadis yang baik dan juga cantik, tetapi mengapa sahabat nya itu sama sekali tak menaruh hati pada gadis itu? padahal jika di lihat-lihat, seperti nya Aurel menyukai Baskara

"entah lah, perasaan gue masih kosong, dan gue juga masih bingung" ucapan Baskara dengan pandangan menatap jauh ke depan

"bingung kenapa? lagian apa sih yang kurang dari Aurel?, dia cantik, baik, soal kekayaan jangan di raguin lagi, terus apa yang bikin elo bingung?" timpal Radit ikut berkomentar

"emang kalian yakin, kalo Aurel itu cewek baik?" kini Baskara menatap kedua teman nya yang sedang menatap satu sama lain

"ya yakin, elo liat aja dia pembawaan nya kalem, gak neko-neko, selama sekolah juga gak pernah ada berita yang aneh-aneh tentang dia" jelas Cakra yang membuat hati Baskara menjadi bimbang

memang pertama kali bertemu dengan Aurel, Baksara merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati nya, tetapi ia tepis perasaan itu karena tak ingin terluka untuk kedua kali nya

"elo masih mikirin masa lalu?" tebak Radit yang seperti nya mengerti dengan apa yang di fikirkan oleh Baskara

"udah lah, yang lalu biar lah berlalu, masa depan elo masih panjang, lagian cewek itu juga sampai detik ini gak bisa di temuin, jadi? apa yang elo harapin dari dia"

Radit menepuk pundak Baskara dengan lembut, mata nya meyakinkan bahwa semua nya akan berlalu dengan sendiri nya, karena waktu terus akan berjalan kedepan, dan tidak akan pernah kembali ke belakang

"sekarang, coba deh buka hati elo, sedikit aja buat Aurel" ucap Cakra yang membuat Baskara termenung

"tapi, kalo suatu saat gadis itu kembali? gue harus gimana? sedangkan gue udah punya Aurel"

Perasaan Baskara kini benar-benar sangat delima, berulang kali ia meyakinkan jika gadis itu tak akan pernah kembali, tetapi mimpi itu selalu muncul di setiap malam

"jawaban nya cuma elo yang bisa nentuin, gue sama Cakra cuma bisa dukung keputusan elo"

Baskara menghela nafas nya dengan panjang, jujur saja selama ini hidup nya terasa sangat hampa, dan ingin segera memiliki kekasih untuk mewarnai hidup nya yang sangat suram ini

"dah lah, ayok kita ke kantin, perut gue udah laper banget ini" ajak Cakra yang mulai bangkit dari duduk nya

"ayok lah, gue juga dah laper"

Radit dan juga Cakra menunggu Baskara yang sedang duduk melamun dengan tatapan kosong, kedua teman nya itu menepuk pundak Baskara yang membuat pemuda itu terperanjat kaget

"ayok ke kantin, kita udah laper" ajak Radit

Awal nya laki-laki itu menolak ajakan kedua teman nya, tetapi karena Radit terus memaksa, akhirnya mau tak mau ia bangkit dengan wajah sedikit di tekuk

"udah, gak usah cemberut gitu, siapa tau nanti di kantin ketemu sama Aurel" cengir Cakra yang membuat Radit tersenyum

sesampai nya di dalam kantin, semua mata kini tertuju pada ketiga laki-laki itu, dan kantin yang awal nya ramai dan berisik, kini berubah menjadi hening dan juga sunyi

Baskara melangkah kan kaki nya menuju meja favorit nya, diikuti oleh Cakra dan juga Radit, para pelayan kantin yang awal nya sibuk membiay pesanan para siswa dan juga siswi, kini malah berjejer rapi di depan ketiga laki-laki itu

"kalian mau pesen apa?" tanya Cakra sembari melihat-lihat menu makanan yang terlihat sangat menggiurkan itu

"gue ikut elo aja, males mau liat menu nya" jawab Radit singkat

Baskara sendiri memilih mie ayam bakso dengan taburan bawang goreng, dan itu adalah menu favorit Baskara di kala kecil

"di tunggu ya den" ucap ketua pelayanan sembari membungkuk kan tubuh nya

Selama menunggu pesanan di buat, mereka bertiga asik dengan ponsel nya masing-masing, hingga tak menyadari jika di depan mereka kini sudah berdiri tiga wanita cantik dengan senyum yang menawan

"boleh gabung enggak? kebetulan semua meja udah pada penuh?" tanya Aurel yang membuat ketiga nya langsung mendongak kan kepala dengan serempak

Cakra melihat sekitar memang keadaan nya sangat lah penuh, bahkan ada beberapa orang yang harus makan di kursi yang tidak ada meja nya

"boleh, duduk aja, kenapa harus izin" jawab Radit yang mempersilahkan mereka untuk duduk

Jihan dan Bella tersenyum senang dengan jawaban Radit itu, kedua nya langsung duduk tepat di depan Cakra dan juga Radit, sedangkan Aurel sendiri memilih untuk duduk di depan laki-laki yang sedang asik dengan ponsel nya

"ada Aurel, ini kesempatan elo buat deket sama dia" bisik Radit seraya menyenggol lengan Baskara dengan pelan

"ya terus gue harus ngapain?" tanya Baskara seperti orang kebingungan

"ya elo tanya-tanya apa kek tentang dia, jangan main HP terus!" tekan nya dengan suara lirih

Baskara melirik ke arah Aurel dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, laki-laki itu mencoba berdehem untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang

ehemm....

"kalian udah pesen makanan?" tanya Baskara yang membuat ketiga nya ingin berteriak dengan histeris

karena ini baru pertama kali nya mereka mendengar Baskara berbicara panjang seperti itu dan menanyakan pesanan mereka, Jihan sendiri menyenggol lengan Aurel untuk memberikan kode pada gadis itu

"belum, kata ibu penjual nya suruh ngantri dulu" jawab Aurel yang berharap akan di pesan kan langsung oleh Baskara

"ooh, kirain udah pesen" ucap laki-laki itu dengan wajah kembali datar

"gimana sih Baskara ini, bukan nya di tawarin mau pesen apa, malah ooh doang" kesal Aurel di dalam hati

sedangkan Cakra dan Radit menahan tawa nya melihat Baskara sama sekali tidak memiliki bakat untuk merayu wanita, seperti nya laki-laki itu harus banyak belajar dari Cakra, yang tiap hari bisa gonta-ganti pasangan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!