Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.
Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.
Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.
jangan lupa like dan komen 💛
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
“Suamiku, maafkan Dinda ya?” Aku menghembuskan napas yang terasa berat, “Dinda juga nggak menyangka akan tiba di saat ini.”
Aku menengadahkan wajah ke langit-langit kamar, menahan air mata agar tidak jatuh. Dadaku terasa penuh dan sesak.
Ku tatap lagi foto-foto Kim Taehyung yang hampir saja di buang oleh manusia aneh itu kalau Aku tidak *ngereog* dan tantrum. Asal dia tahu, foto-foto Kim Taehyung adalah penyemangatku.
“Maafkan Dinda, ya Kakanda—”
Aku tertegun, loh kok kakanda sih?
“Maksudnya suamiku, Kim Taehyung.”
Suara kekehan di ranjang menghentikan ritual perpisahan antara Aku dan Kim Taehyung ori.
“Udah lah, Din. Dapet laki beneran ganteng masih menghalu laki kuota.” ejek Aira.
Aku mendengus padanya. Dasar sahabat tidak berpengertian.
“Lo juga bakal kayak gini ntar kalo nikah, lihat aja nanti.” balasku.
“Nggak ya, Ayang Aku yang terbaik. Sekarang otak gue dah normal.” Aira menyahut cepat.
Aku melotot ke arahnya, “Maksud lo otak gue nggak normal?”
Dia mengangguk tegas, lalu tertawa.
Asem!
“Gue nggak gitu ya. Gue cewek setia. Nggak kayak lo dicintai cowok segitu aja sudah melupakan suami online.” Aku menyindirnya, tapi bukannya tersindir Aira bahkan membalas sampai Aku kena mental.
“Yang pastinya dia nggak bikin gue halu terus kayak lo.” ketawa lagi.
Nih cewek sudah ketularan pacarnya pasti.
“Jadi udah apa belum nih pamit sama suami halu lo?” kata Aira setelah berhenti tertawa, dia melihat arloji di pergelangan tangannya, “Kita udah ditungguin tau dari tadi.”
Aku menunduk lesu, selama di hotel Aku tidak bisa melihat wajah-wajah suamiku. Pun Aku tidak boleh membawa salah satu foto Kim Taehyung. Lebih parahnya lagi, wallpaper pun di suruh ibu ganti. Kata ibu, Aku harus menjaga perasaan suami kedua ku itu.
“Din, lo lihat aja tuh wajahnya dokter Aydan kalau kangen sama Kim Taehyung.” ujar Aira membuatku mendengus.
Melihat Kim Taehyung nggak boleh, tapi melihat Aydan boleh. Gimana sih!
“Ra, lo beneran ya nanti culik gue?” ucapku kala teringat dengan janji sahabatku itu tempo hari.
“Berhenti ngingetin gue ya, Din. Gue semakin di sebut semakin lupa dan nggak mau mikirin. Kalo nggak ketemu, lo pasti spam chat gue bisa lima puluh kali cuma buat bilang itu!” ucap Aira emosi.
“Sabar, Ra. Sabar. Nggak boleh marah-marah sama pengantin,” Aku terkekeh. “Ya udah, ayo kita berangkat.” bujukku. Ku cium dulu pipinya biar dia senang.
Aku juga senang, karena baru ingat kalau dalam dompetku juga ada foto Kim Taehyung. Makanya Aku sudah tenang.
“Akhirnya turun juga tuan putri.” sambut ibuku.
Kenapa tuan putri? Biasanya istrinya Kim Taehyung! Ibu cepat sekali berubah. Padahal jelas-jelas kita tidak boleh melupakan yang lama jika ada yang baru.
“Dinda mau ikut mobil Aira aja.”
“Gue nggak bawa mobil.” sahut Aira membuatku melemaskan bahu. “Gue mau pergi bareng Ayang.”
“Oh, ada kak Jonie?”
Aira mengangguk, “Dia lagi di rumah dokter Aydan.”
Aku mengikuti Aira berjalan menuju rumah ummi Lailatul karena mau ikut naik mobil kak Jonie, tapi ibu mencegahku sebelum Aku benar-benar keluar dari pagar.
“Eh, Din. Mau kemana?”
“Mau sama-sama Aira.”
“Nggak usah, naik mobil Ayah aja.”
Aku menaikkan sebelah alis. Aku berbalik mendekati ibu yang sudah duduk di mobil Ayah. “Memangnya kenapa, Bu?” tanyaku.
“Kamu jangan ketemu sama mas Aydan.” jawab ibu.
Loh? Kenapa?
Memang setelah dari dia datang untuk memberikan obat, manusia aneh itu tidak pernah datang lagi menemuiku. Ah, lebih tepatnya kami tidak pernah lagi bertemu. Apa dia marah karena Aku marah-marah padanya pasal dia menyingkirkan foto-foto suamiku?
Mau bertanya sama ibu tapi malu.
Dah lah.
Aku masuk ke dalam mobil Ayah dengan perasaan campur aduk. Siapapun yang sudah menikah pasti tahu apa yang Aku rasakan saat ini ‘kan?
Padahal acaranya masih besok. Tapi baru akan berangkat menuju hotel tempat acara saja, Aku sudah merasa panas dingin.
Ketika melewati rumah ummi Lailatul, Aku melihat manusia aneh itu yang sudah duduk di kursi kemudi mobilnya sendiri. Dia juga melihatku, tapi lelaki itu langsung memalingkan wajahnya.
Dih!
Sok kegantengan!
Emang ganteng sih.
“Ibu, nanti setelah menikah Dinda tinggal di mana?”
“Ya terserah kamu.”
Aku tertegun, “Ibu serius?”
Ibu memicingkan matanya, “Memangnya kenapa?”
“Dinda anak satu-satunya Ayah dan Ibu loh, emangnya nggak sedih kalau Dinda di ajak orang itu?”
“Orang itu siapa, Din?” tanya Ayah.
“Itu yang katanya suami Dinda.”
Ayah tertawa juga menggelengkan kepalanya.
“Siapa namanya?” tanya Ayah lagi.
Aku menggaruk dahi. Kalau Aku bilang tidak tahu nama suami antah berantahku itu, dua orang depanku ini pasti menertawaiku.
“Si Mas.” jawabku.
Tapi keduanya tetap tertawa.
Dah lah, pantas saja mereka jodoh.
“Ya, jadi apa Ayah sama ibu dengan sukarela memberikan Dinda ke si Mas?” Aku mengulang pertanyaan agar mereka berhenti tertawa, “Ayah pasti nanti kesepian nggak ada yang bantuin kasih embek makan kalau Dinda nggak ada, ibu ‘kan nggak mau bantuin. Takut bau kambing katanya.” Aku menyindir ibu.
Tapi yang disindir anteng aja.
“Eh, Din. Kalau kamu mau pulang, tinggal pulang aja. Suami dan mertua kamu pasti mengizinkan kapan pun kamu mau pulang.” kata ibu.
Sebaik itukah mertuaku?
“Ayah sama ibu cuma berharap kamu bisa jadi istri dan menantu yang baik, jangan banyak tingkah. Itu yang paling penting. Jangan malu-maluin ibu sama Ayah.” kata ibu lagi.
Aku lagi yang kena.
Lebih baik Aku diam, semakin Aku bicara semakin Aku dipojokkan.
Nggak sahabat, nggak orangtua sama aja. Cuma satu orang itu yang bisa mengerti Aku.
Astagfirullah, kenapa dia lagi yang Aku pikirkan.
Aku memilih membuka sosial mediaku, untuk mengalihkan pikiran. Melihat teman-teman Army memposting tentang konser besok, membuatku baper. Ah, andai besok Aku tidak menikah, Aku pasti sudah di sana sekarang.
Aku membuka akun Kim Taehyung, dia sedang di hotel. Memposting makanan Indonesia yang sedang dia makan, ada juga fotonya bersama para member.
Tapi sebentar, kenapa sekarang gantengnya kalah sama gantengnya Kim Taehyung kw?
Aku menggelengkan kepala, sepertinya otakku memang geser. Benar kata ibu. Mana mungkin ada yang lebih ganteng dari Kim Taehyung ori? Lelaki tertampan bersertifikat?
“Dinda, kamu nggak mau turun?”
Aku menatap luar jendela. Mobil Ayah sudah parkir di basement hotel. Rasanya Aku tidak mau turun, Aku mau bersembunyi, Aku takut.
Ayah dan Ibu sudah turun lebih dulu. Ayah mendekati om Abi, mertuaku. Sedangkan ibu bergabung dengan keluarga ummi Lailatul.
Tok.. Tok.. Tok..
“Din, buka!”
Aku membukakan pintu untuk Aira.
“Ra, kita hari ini aja yuk kaburnya?”
\*\*\*
emang kakandanya kim dinda kang modus, mana kim dinda polosnya kebangetan pulak nurut2 aja apa kata kakandanya 🤭