NovelToon NovelToon
Wanita Penjaga Takdir

Wanita Penjaga Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Identitas Tersembunyi / Bad Boy
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hidayati Yuyun

Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Berbeda hal dengan Lara yang sedang berada dikamar Nizam. Ia mondar mandir berpikir berencana akan memberi obat pada calon suaminya itu nanti malam. Agar tidak bisa mangkir dari pernikahan mereka besok.

" Aku harus bisa dapatkan kak Nizam malam ini. Supaya dia tak bisa lagi bersama Nurul. Biar Nurul tahu, jika aku lebih baik darinya." batin Lara yang berpikir licik untuk menjebak Nizam malam nanti.

Lalu Lara pun naik ketempat tidur Nizam. Untuk istirahat sebelum mereka pulang kerumah orang tuanya.

Disisi lain Nurul sedang duduk di taman belakang. Walau hatinya tak merasa nyaman ia tetap berusaha untuk tetap tenang. Karna Nurul percaya akan takdir hidupnya.

" Huh .. Kenapa perasaanku masih tertuju pada kak Nizam. Padahal aku sudah berusaha untuk melupakannya. Benar ini pilihan kak Nizam sendiri. Tapi aku tak bisa mencegah takdirnya. Dia yang memulai semuanya, dia juga yang harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Karna kak Nizam sudah banyak membohongiku" kata Nurul. Berusaha untuk tidak terlihat sedih. Sebab ia sudah memberikan jawaban tegas pada suaminya itu. Jadi tinggal Nizam yang memilih. Apa masih ingin bertahan bersamanya atau menikah dengan Lara.

" Ya Allah, jika ini jalan terbaik bagiku. Kuatkan diriku dan putriku. Sebab tak ada ujian dan musibah yang kau datangkan tanpa seizinmu" kata Nurul tetap tabah dengan ujian pernikahannya. Karna bagaimanapun semuanya tergantung pada keputusan Nizam.

" Bunda lagi apa, Kok masih terlihat sedih?" kata Aliya yang berlari menghampiri Nurul

" Ngak bunda ngak sedih, tuh lagi lihat bunga anggrek yang sedang lebat berbungga, Cantikkan. Apa ade sudah selesai bermain?" Nurul balik bertanya pada putrinya.

" Sudah, Aliya senang tinggal disini. Biar ngak punya teman. Tapi semua pelayan disini, sangat baik sama kita bun. Apa kita boleh tinggal di rumah om Bram ini sampai bosan" kata Aliya sambil memegang tangan Nurul

" Hahaha.....anak bunda ngomong apa sih. Ade boleh tinggal disini selama nya Itu ngak akan jadi masalah bagi om Bram. Menurut bunda , pastinya om Bram sangat senang jika ade betah berlama lama tinggal disini. Hanya saja ade belum daftar sekolah" kata Nurul sambil menatap Aliya sembari mengangkat dagu mungil Aliya

" Masalah itu terserah bunda saja, Aliya mau kok pindah sekolah dikota ini. Oh ya apa boleh nanti sore kita keluar untuk jalan jalan bun " pinta Aliya dengan wajah lugu.

" Hmm ..tentu saja, ok kita keluar sore ini. Kita belanja dan bersenang senang sambil mencari makanan" kata Nurul tersenyum.

" Hore......Aliya senang bun, ok Aliya bobo siang dulu ya. Nanti bangun kan ade sehabis ashar " kata Aliya

" Ok....istirahatlah. Bunda mau lihat lihat taman ini dulu" kata Nurul membiarkan Aliya berlari meninggalkannya. Karna ia ingin Aliya terbiasa tinggal dirumah warisan orang tuanya. Sebab cukup lama rumah kosong. Karna ia tinggalkan.

**************

Sorenya Nurul mengajak Aliya keluar dengan diantar sopir. Mereka pergi ke mall terdekat untuk membeli makanan dan cemilan.

" Ya ampun kota ini tak berubah sama sekali" kata Nurul yang sudah lama pergi meninggalkan kota kelahirannya sejak bersekolah diluar kota.

" Bun....lihat ada rambut nenek, beli ya" teriak Aliya senang. Ketika melihat ada gerobak harum manis

" Ya , mba Nar temani Aliya membelinya ya !!" kata Nurul saat Ia membayar belanjaan.

" Baik nona" jawab mba Nar yang merupakan pengasuh baru Aliya. Karna Bram masih memperkerjakan banyak pelayan dirumah besar orang tuanya

Lalu mba Nar pun mengandeng tangan Aliya Menuju gerobak harum manis. Sedangkan Nurul berdiri menatap punggung keduanya Sambil membawa tas belanjaan yang banyak ditangannya.

" Aku duduk disana saja. Sambil menunggu mereka" kata Nurul yang melangkah kemeja kosong di depan sebuah cafe. Yang tanpa ia sadari ada dua pasang mata menatapnya tanpa berkedip saat melewatinya.

" Alin....apa itu dia?" batin pria itu yang baru saja turun dari mobil. Ketika hendak masuk kedalam cafe.

" Tuan muda ada apa?" tanya sang pengawal menegur pria itu. Yang tertegun saat sang tuan muda berdiri menatap seorang wanita lewat didepan mereka.

" Ah bukan apa apa, mungkin aku salah lihat" kata pria itu yang tadi melihat sosok familiar yang dikenal dulu.

" Mungkin hanya sekilas mirip saja, tidak mungkin ia ada dikota ini kan" batin Bian yang kembali melangkah untuk minum kopi. Sebab baru saja mereka selesai meeting dengan relasi bisnisnya.

" Tuan, apa mau pesan seperti biasa?" tanya sang pengawal bertanya

" Ya....oh ya apa kau sudah memesan tiket untuk kita pulang sore ini" kata Bian sambil duduk di sebuah kursi kosong.

" Sudah tuan, semuanya sudah diurus tuan Abi" kata sang pengawal menyebut sang asisten tuan mudanya.

" Baguslah, setelah ini kita langsung kembali ke hotel. Sebab besok siang ada meeting lagi di kota B" kata Bian yang teringat ia akan bertemu tuan Bram relasi bisnisnya dikota B

" Baik tuan, tapi apa tuan tidak tahu. Jika tuan Bram itu asli penduduk kota ini. Kemaren saat hendak pulang beliau sempat menawarkan tuan muda untuk mampir kerumahnya. Tapi saat itu tuan sedang menerima telp dari nyonya besar" kata sang pengawal

" Oh ya, aku tak mendengarkannya dengan jelas kemaren. Mungkin besok akan aku tanyakan tuan Bram langsung, jika kami bertemu" kata Bian yang merasa cepat akrab dengan relasi barunya itu.

" Ya tuan" angguk sang pengawal sembari melihat orang orang disekitar mereka.

Sedangkan Nizam yang masuk ke kamar nya. Hanya bisa menghela nafas kasar. Saat melihat Lara tertidur di tempat tidurnya. Padahal selama ini hanya Nurul yang boleh memasuki kamarnya seizin ibunya. Tapi sekarang semuanya sudah berubah. Lara bahkan terlihat nyaman tinggal dikamarnya. Padahal ia sudah menyuruh Lara tadi malam untuk menempati kamar tamu sebelum mereka melangsungkan akad nikah besok. Namun Lara tak mengindahkan perkataanya. Dan berani memilih masuk dan tidur dikamarnya siang ini.

" Huh ..wanita ini makin nekat saja. Dia seperti tidak tahu aturan saja " kata Nizam Yang lalu mengambil pakaiannya di lemari. Dan cepat cepat keluar dari kamar, karna merasa tak nyaman. Sebab mereka belum resmi menikah secara sah. Lalu masuk kekamar sang adik untuk berganti pakaian.

" Kak....kok ngak ganti dikamar kak Nizam aja?" kata adik Nizam heran melihat kakaknya itu berganti pakaian dikamarnya.

" Ada Lara disana" jawab Nizam santai

" Lagian tahu belum sah, kenapa dibawa pulang sih kak. Perasaan kak Nurul ngak begitu gitu amat sama kita. Jika di ajak pulang sama kak Nizam" protes sang adik yang merasa tak senang dengan kehadiran Lara. Walau ia mengenal baik tetangga lama mereka itu. Namun itu cukup membuat keluarga mereka merasa terusik. Karna merasa tidak nyaman dengan polah Lara yang sudah berani mengatur adik adik Nizam setiap kali pulang bersama sang kakak.

" Huh.....ini semua gara gara ibu, kak Nizam sebenarnya tak ingin menikah lagi " kata Nizam memberi alasan membela diri.

" Ya betul, tapi kak Nizam ngak tegas dari awal. Hingga keluarga kak Lara sampai berani mengacam ibu. Padahal apa baiknya si dia kak. Lebih baik kak Nurul ketimbang cewek matre itu" protes si adik sambil melengos

" Dra ....kau tidak senang sama kak Lara?" tanya Nizam

" Ya iyalah ngapain pake senang sama dia. Jelas jelas sudah tahu kakak sudah punya istri tapi masih ngebet ngejar suami orang. Apa nama nya jika bukan wanita murahan. Dalam agama saja pak ustad bilang, jika ada perempuan yang datang mengoda suami orang hukum nya akan dilaknat Allah dan akan di masuk ke dalam api neraka. Apalagi sampai merusak rumah tangga orang lain" kata Andra sambil berlalu meninggalkan Nizam keluar dari kamar. Yang melongo mendengarkan omelan sang adik yang mengena di hatinya.

" Astagfirullah ...kenapa aku merasa jadi seperti orang bodoh ya" guman Nizam merasa ilmu agamanya lenyap begitu saja dari kepalanya.

1
Marsiyah Minardi
Aku kok gregetan banget sama Nizam
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Hidayati Yuyun
Terimakasih readers, semoga readers juga diberi keshatan dan berlimpah rezeki
Marsiyah Minardi
Ya Allah ,semoga kakak ipar Othor lekas sadar ya
Aamiin
Marsiyah Minardi
Duh aduh si bibi keceplosan tuh ,tolong dimaafkan ya Nurul 🤭
Hidayati Yuyun
maaf suasana lebaran belum habis ditambah tetangga nikahan jadi blum sempat update
Marsiyah Minardi
Othorrr, masih sibuk berlebarankah ?
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Hidayati Yuyun
aamiin
Marsiyah Minardi
Doa doa terbaik untuk semuanya 😍😍😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Marsiyah Minardi
Aku gregetan banget sama Nizam
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Marsiyah Minardi
Ga papa Othor ,lagi musim sibuk bebikinan kue juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Marsiyah Minardi
Aku sukaaa prinsipmu Nurul
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Marsiyah Minardi
Aku pengin nampol kepala Nizam biar otaknya ga tambah erorrr
Marsiyah Minardi
Awas Nizam ,sekali kejebak tamat sudah riwayatmu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Marsiyah Minardi
Dih kenapa pula tuh uler keket kaget lihat Nurul makan bareng Nizam ?
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Marsiyah Minardi
Ya mampus lah kau Nizam ,kepergok sama abang iparmu sendiri rangkulan gandengan dengan WIL
Habislah kau disidang abang ipar
Marsiyah Minardi
Plisss Nurul jangan mau sama tukang selingkuh ,selingkuh penyakit yang susah obatnya kecuali pelaku bener bener tobat
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Hidayati Yuyun
makasih masih setia , baru sempat nulis lagi masuk ramadhan
Marsiyah Minardi
Yesss netes lagi karya baru Othor
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!