Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 11
Ledakan— Bang!
Benturan elemen es Luo Xiang'er dengan elemen petir ungu milik Yan Jian, menciptakan ledakan yang sangat dahsyat, membuat bumi dan langit berguncang.
Yan Jian benar-benar menancapkan kedua kakinya di atas tanah, bertahan dari badai serangan yang sangat begitu dahsyat.
"Kuat sekali... jadi seperti inilah kekuatan asli seorang Praktisi Nirvana bintang sembilan." gumam Yan Jian, tubuhnya terus berusaha bertahan dari badai yang terus menekan.
Dari sisi lain, tanaman-tanaman merambat bergerak menyelamatkan tanah, membuat permukaan tanah berantakan, lalu muncul di hadapan Yan Jian, membentuk dinding kayu yang sangat kuat.
"Senior... aku akan membantumu!" teriak Yao Qingyu dari kejauhan.
Namun, walaupun Yao Qingyu bergabung dengan Yan Jian, mereka tetap berada dibawah tekanan Luo Xiang'er. Perbedaan tingkatan bintang Yao Qingyu dengan Luo Xiang'er sangatlah terpaut jauh, dari Bintang dua Nirvana dan Bintang sembilan Nirvana.
Ledakan!
Yan Jian dan juga Yao Qingyu terhempas kencang, di saat benturan energi menciptakan ledakan, dinding kayu hancur. Yao Qingyu terjatuh menghantam tanah, sedangkan Yan Jian terjatuh menabrak dinding pembatas gelembung formasi.
"Wha!" Yan Jian memuntahkan seteguk darah segar, dadanya terasa sakit.
"Sial!" desis Yan Jian, ia pun bangkit kembali sembari memegangi dadanya yang terasa sakit. Menoleh ke arah gadis berpakaian hijau yang juga menerima dampak dari ledakan itu.
Namun, langit kembali bergemuruh, awan-awan hitam bergulung-gulung. Di bawah langit yang kelabu itu, pusaran cahaya putih kebiruan muncul yang seketika membentuk tombak es panjang sepanjang sepuluh meter dan batang tombak es nya seperti pilar besar.
Dum! Dum! Dum!
Terbentuknya tombak itu yang melayang di langit kelabu, menciptakan hempasan demi hempasan udara. Namun, setiap kali udara terhempas, membuat tanah dan apapun yang ada disekitarnya menjadi membeku.
Bahkan kini... kedua kaki Yao Qingyu tertanam di atas tanah yang beku, membuat Yao Qingyu tidak dapat bergerak.
Namun, Yan Jian dengan cepat mengibaskan tangannya. Dari telapak tangannya, nyala api abadi berwarna ungu kehitaman itu melesat, membakar es beku yang membelenggu kedua kaki Yao Qingyu.
"Gadis daun! Sebaiknya berikan saja Token Giok Api itu. Dia... dia terlalu kuat!" ucap Yan Jian. Tetapi suaranya tertelan oleh hempasan udara yang semakin menggebu-gebu.
Dan di langit, Luo Xiang'er melambaikan tangannya, seketika Tombak Es raksasa itu melesat dengan hawa dingin yang begitu ekstrim.
Yan Jian pun menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan tanah, membuat tanah dibawah pijakannya menjadi lekukan kawah kecil.
"Lonceng Emas!" kata Yan Jian, menggunakan keterampilan tempur nya untuk melindungi Yao Qingyu. Sementara itu, Yan Jian bergerak sembari mencabut pedang yang tergantung di punggungnya, "Tubuh Ziarah Naga." katanya, menyebutkan nama jurusnya sembari melesat ke langit, mengarah kepada Tombak Es yang turun dari langit.Yan Jian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, matanya menatap tajam ke depan. Dengan napas dalam, dia mengayunkan pedangnya dalam satu tebasan yang kuat.
"Pedang Pembunuh Naga!" teriak Yan Jian dengan suaranya yang menggema di langit.
Pedang itu meluncur ke depan, meninggalkan jejak cahaya yang membuta. Saat energi pedang melesat naik diiringi dengan sosok ular naga hitam yang meliuk-liuk terbang ke langit.
Naga itu meluncur ke atas, tubuhnya yang panjang dan lincah meliuk-liuk di udara. Api hitam berkobar di mulutnya, dan matanya yang merah menyala dengan kekuatan yang mengancam.
Slash! Krak! Bang—
Pedang Naga berbenturan dengan tombak Es. Menciptakan gelombang benturan energi yang maha dahsyat. Tombak es itu hancur berkeping-keping, dan naga hitam terdorong mundur, namun menciptakan ledakan yang membuat asap ledakan membutakan pandangan.
Bahkan, membuat Luo Xiang'er terhempas hingga tubuhnya terjatuh ke tanah. Namun, tabir asap masih memenuhi langit, membuat Yan Jian yang melayang di langit tidak bisa melihat wilayah disekitarnya.
Tiba-tiba, tabir asap terhempas kan, dan sosok Luo Xiang'er muncul dengan perwujudan Roh Bela Diri Elang Salju yang terbang menukik.
"Ternyata Raja Elang Salju!" ujar Permaisuri Es Lin Bing kepada Yan Jian.
Melihat Luo Xiang'er yang terbang dengan kecepatan penuh yang mengarah ke arahnya, Yan Jian pun segera menggambar segel tangan, dan seketika sosok Permaisuri Es Lin Bing pun muncul di belakang tubuh Yan Jian, dengan perwujudan tubuh roh setinggi sepuluh meter, membuat Yan Jian yang berada di depannya seperti batu krikil yang melayang.
Namun, Yan Jian berbicara, "Raja Elang Salju saja berani sombong di hadapanku! Tidak tahu diri!" ucapnya dengan nada yang dingin. Yan Jian pun mengayunkan kembali pedangnya, dan dibelakang tubuhnya... sosok roh Permaisuri Es itu memegang pedang panjang yang terbuat dari bilah es tertinggi. pergerakannya lambat, namun ketika pedang telah di ayunkan, suhu dingin ekstrim bahkan membuat Luo Xiang'er membeku.
'Ba— bagaimana mungkin?' batinnya, ketika tubuhnya terbelenggu kristal es yang beku. Dia tidak percaya bahwa dirinya yang selalu berada di puncak tertinggi para Praktisi yang memiliki elemen es, kini terbelenggu oleh kristal es, bahkan dia sangat terkejut ketika ada elemen es yang mampu menandingi bahkan melampaui suhu ekstrim es yang dimilikinya.
"Pedang Nol Derajat!" teriak Yan Jian dengan nada yang lantang.
Slash! Satu tebasan menebas tubuh Luo Xiang'er yang terbelenggu kristal es beku.
Ledakan!
Luo Xiang'er terhempas jatuh. Namun dengan kekuatan Yan Jian saat ini... itu tidak akan cukup untuk membunuh Luo Xiang'er, walaupun Yan Jian menggunakan keterampilan tempur tertingginya, namun itu masih cukup untuk membuat Luo Xiang'er terluka serius, sehingga Yan Jian pun memiliki kesempatan untuk membawa Yao Qingyu pergi.
Ketika Luo Xiang'er terkapar tak berdaya di atas tanah yang hancur berantakan, membentuk kawah besar dengan retakan-retakan tanah yang seperti jaring laba-laba.
Yan Jian memanfaatkan kesempatan itu, dan ia pun menggunakan Langkah Petir Angin nya, seketika menangkap tubuh Yao Qingyu yang ramping, menempatkan nya di belahan tangannya, lalu melesat dengan kecepatan penuh, meninggalkan wilayah itu.