seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunangan batal!
BEBERAPA HARI KEMUDIAN..
Hari ini adalah hari pertunangan Devano dengan Novi yang di rayakan meriah dan juga mewah,namun Devano seperti tak bersemangat padahal ini hari pertunangan nya sendiri karena pertunangan mereka terpaksa.
"Lo yakin,mau bertunangan dengan Novi?"tanya Saka menatap sahabatnya.
"Ini demi perusahaan,gue pun terpaksa!"jawab Devano balas Anggukan Saka.
Alina datang ke acara pertunangan Devano karena di undang Devano,ia berangkat bersama sahabatnya seperti biasa karena kakak dari Anisa adalah teman Devano,jadi sekalian Alina pun datang bersama..
"aku pikir,dia suka dengan Alina,"gumam Jason sang kakak dari Anisa.
"aku senang acara ini,tapi kenapa tuan Devano seperti biasa saja?"gumam Alina merasa heran.
Devano melihat Alina datang entah kenapa membuat nya senang lalu hampiri Alina yang sedang bersama Jason sahabatnya,ia ingat Jason sangat sayang dengan Alina sebagai adik itu kenapa mengajak Alina untuk datang ke acara Pertunangan nya..
"terimakasih.. Sudah datang,di acara pertunangan ku!"ucap Devano membuat Jason ngangguk.
"aku pasti datang, karena kamu sahabatku,"ucap Jason membuat Devano ngangguk.
"Bagaimana.. Dengan kabar mu Alina?"tanya Devano membuat Alina tersenyum.
"Saya baik baik saja tuan!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
Tiba tiba saja ada yang memeluk Devano dari belakang membuat Devano terkejut,lalu ia pun menoleh ke belakang seketika menghela nafas segera melepas pelukannya merasa malu di lihat banyak orang..
"kenapa sih,aku kan calon istri mu?"tanya Novi sembari menatap Alina.
"kita baru melaksanakan pertunangan,belum sah Novi!"jawab Devano dengan wajah datar.
"dasar menyebalkan,tapi pasti gadis itu merasa cemburu,"gumam Novi natap sinis Alina.
Alina biasa saja melihat nya bahkan tersenyum seperti ikut senang dengan acara ini, karena ia juga merasa sadar diri dirinya ngga mungkin bisa memiliki Devano karena beda kasta mungkin saja orang tua Devano ngga setuju jika Devano memiliki hubungan dengan nya..
"semoga tuan Devano, akan bahagia bersama nona Novi,"gumam Alina dengan tersenyum.
"Alina,kamu ngga cemburu kan?"tanya Jason menatap Alina.
"tentu saja ngga, karena aku ngga ada rasa apapun,"jawab Alina balas Anggukan Jason.
Saatnya acara pertunangan di mulai dan ada beberapa keluarga Devano dan juga Novi namun Alina merasa heran kenapa orang tua Novi ngga ada yang mirip dengan Novi,lalu Alina geleng kepala ngga mau suudzon yang nantinya akan dosa..
"sekarang silahkan,di mulai pertunangan nya!"ucap Vania dengan tersenyum.
Devano mengambil cincin nya yang hendak di pasangkan di jari Novi,namun tiba-tiba cincin nya tak memuat pada Jari Novi membuat Devano mengerutkan keningnya merasa bingung kenapa tak muat padahal beli bersama Novi..
"Ngga muat mah!"ucap Devano membuat Vania terkejut.
"Yaampun.. Gimana ini, bukannya kamu yang beli?"tanya Vania membuat Devano menghela nafas.
Cincin tiba tiba jatuh membuat Devano mengerutkan keningnya lalu segera mencari cincin nya yang terjatuh,namun Alina melihat cincin itu di dekatnya ia pun segera mengambilnya..
"tuan Devano,ini cincin nya!"ucap Alina membuat Devano menghela nafas lega.
"terimakasih.. Ehh kok,muat di kamu?"tanya Devano saat cincin itu tak sengaja terpasang.
"Aku ngga tau tuan,"jawab Alina membuat Novi kesal.
"pake cincin ini, untuk sementara!"ucap Novi dengan raut wajah kesal.
Jason merasa heran kenapa bisa memuat di jari Alina padahal beli bersama Novi,ini benar benar aneh sahabatnya ini..
"Maafkan aku,tapi aku ngga bisa!"ucap Devano membuat Alina kaget.
"kenapa Devano,kamu jangan buatku malu?!"tanya Novi membuat Devano menatap Novi.
"karena aku,tak mencintaimu Novi!"jawab Devano membuat Novi kesal.
Devano pun pergi meninggalkan Novi,ia sengaja beli cincin dengan ukuran jari Alina agar pertunangan batal karena ia,ngga mau bersama Novi walaupun demi perusahaan ayah nya tapi tetap saja ngga bisa karena hatinya seperti inginkan seseorang..
"itu artinya,kamu ingin kita bangkrut?"tanya Vania membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Mah.. Aku bisa,atasi perusahaan ayah!"jawab Devano membuat Vania ngangguk saja.
"Aku ngga mau,memaksa putraku lagi jika ngga mau, lebih baik jangan di paksa,"gumam Vania dengan tersenyum.
Alina pergi menemui Devano yang berada di dekat kolam renang,ia penasaran kenapa Devano membatalkan pertunangan nya dengan Novi,dan membiarkan cincin itu di jari Alina ini buat Alina bingung..
"Tuan Devano, kenapa anda membatalkan pertunangan?"tanya Alina membuat Devano menoleh.
"Karena saya,tak menyukai Novi,"jawab Devano balas Anggukan Alina.
"semoga tuan,bisa dapat kan wanita yang anda sukai,"ucap Alina dengan tersenyum.
Devano menatap Alina dengan intens,ia pun merasa bingung dengan perasaan nya sendiri ngga tau siapa yang dirinya cinta,namun saat dekat Alina selalu merasakan sesuatu di hatinya..
"mungkin saja,ini perasaan kagum saja?"gumam Devano.
"Yaudah.. Saya, pulang dulu tuan!"pamit Alina balas Anggukan Devano.
******
PAGI HARI KEMUDIAN..
Alina sedang siap siap hendak berangkat kerja di jam setengah tujuh,pagi ini lumayan telat bangun nya karena mungkin acara tadi malam di tambah di rumah belum di bereskan Apartemen Devano jadi terpaksa beres beres terlebih dahulu..
"sepertinya sudah rapi, semoga ngga marah karena ini sudah jam setengah tujuh!"ucap Alina merasa panik.
BRAKK!!
Alina merasa kaget tiba tiba ada yang menendang pintu Apartemennya,lalu Alina segera pergi menuju pintu seketika merasa kaget ada Novi yang sepertinya sedang marah dengan nya..
"kamu pasti, yang jadi penyebab pertunangan batal hah!"bentak Novi menatap tajam.
"Ngga non,bukan saya!"ucap Alina merasa begitu bingung.
"mending angkat kaki, dari apartemen Devano!"tegas Novi membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Saya akan,bersiap siap!"ucap Alina merasa takut.
Alina pun segera mengambil tas nya yang berisi pakaian nya dan juga barang barangnya,lalu segera pergi namun tiba-tiba ada kedatangan Devano di apartemen nya membuat Alina menatap..
"Tuan Devano,saya pamit ya!"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"kenapa Alina?"tanya Devano menatap Alina dengan intens.
"saya harus,cari kontrakan sendiri,"jawab Alina dengan tersenyum.
Devano pun menatap Novi yang berada di apartemen nya ia paham pasti yang mengusir adalah Novi,lalu Devano geleng kepala ngga membiarkan Alina pergi karena takut terjadi sesuatu lagi pada Alina..
"ngga Alina,saya tak izinkan kamu pergi!"tegas Devano membuat Alina menghela nafas.
"biarkan saja,dia biar mandiri!"ucap Novi membuat Devano mengerutkan keningnya.
"ini apartemen saya, hanya saya yang berhak mengusir siapapun!"tegas Devano membuat Novi menghela nafas.
"siapa juga yang usir?"tanya Novi dengan gugup.
"Yang merasa saja!"jawab Devano menatap Novi.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"