NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Pemburu Setan

Sebelum bantingan ke lima, kesadaran Raka sudah hilang. Mati atau pun pingsan belum diketahui keadaannya.

Teman temannya yang melihat itu jadi bergidik ngeri. Mungkinkah giliran mereka juga akan sama dengan apa yang terjadi pada Raka.

Diangkat, dibanting diangkat dan dibanting lagi?

Mereka masih menunggu apa yang akan dilakukan oleh Nindya, terutama Sukma dan Gita. Mereka yang paling getol memusuhi Nindya. dan mereka juga yang mengusulkan untuk membunuhnya.

Tidak ada kebaikan sedikitpun di dalam hati mereka. Semua berisi dendam dan kebencian. Itu akibat sebuah laporan palsu, kalau Nindya dan Amar pacaran. padahal sebenarnya tidak.

Nindya memang sedikit menyukai Amar, tapi hanya sekedar suka. bukan cinta. Dia hanya ingin diperhatikan oleh cowok dari IPA tiga. Namun selalu dipendamnya dalam hati.

Semua perhatian yang dia inginkan tidak pernah terjadi. Amar tetap cuek dan tidak memperdulikan keinginan Nindya, padahal dia tahu kalau Nindya itu ingin perhatian darinya. Tapi dia cuek saja.

Amar menilai Nindya itu lemah, wajah pas pasan, miskin dan tidak menarik sama sekali. Mana lah mau ia dengan Nindya. Gengsi.

Namun ada yang tahu tentang itu, maka dibuatlah fitnah keji untuk Nindya.

Maka jadilah Nindya si gadis lemah, miskin, pengamen, pemulung dan peminta minta jadi sasaran amukan mereka semua.

Dalam satu kesempatan mereka bersatu, menculik, memukul, menendang serta membunuhnya. Nasip buruk itu juga dialami oleh Kirana. Maka jadilah mereka berdua korban. dan sekarang mereka sedang membalas dendam.

Mari kembali ke belakang. Tahu kalau Nindya, si gadis lemah, miskin dan peminta minta menginginkan perhatian dari Amar, cowok yang paling diidam idamkan oleh mereka, maka Gita yang paling gandrung dengan Amar menjadi sangat marah serta sakit hati.

Sukma menjadi yang nomor dua, dan teman temannya menjadi yang nomor tiga, empat dan seterusnya.

Selain mereka, ada juga dari kelas dan jurusan lain. bahkan lumayan banyak. Mereka rata rata menginginkan perhatian dari Amar. karena dia salah satu siswa terkaya, ganteng serta banyak uang.

Orang tuanya seorang pengusaha sukses nomor satu Kotavia. Selain pengusaha, dia juga seorang ketua organisasi bawah tanah, pejabat juga ketua organisasi lainnya.

Mobilnya saja Ferrari, Rolls Royce Lamborghini dan lain sebagainya. Setiap hari berganti ganti. Baginya mobil mobil mewah itu hanya sekedar mainan saja. Apa tidak para gadis tergila gila padanya.

Sekarang setelah semuanya terjadi. mereka jadi ketakutan. Gadis yang disangka mati, bahkan oleh sebagian orang termasuk oleh orang tuanya, guru dan lain lain. Kini telah kembali dan sedang membalas dendam.

Apa tidak mereka jadi ketakutan. Apalagi setelah melihat kekejamannya. Mereka jadi bergidik ngeri.

"Sekarang giliran kalian." ucap Nindya, sambil melihat ke arah mereka.

"Nindya, tolong maafkan aku. Aku hanya ikut ikutan saja, dan tidak bersungguh sungguh memusuhi mu."

"Itu ku lakukan gara gara hasutan Gita, yang tidak mau cowok yang dia kagumi beralih perhatiannya padamu. Percayalah, aku hanya ikut ikutan saja." ucap Sukma membela diri.

"Benar Nindya. Kami juga hanya ikut ikutan saja, dan tidak bersungguh sungguh membencimu. Percayalah, kami semua hanya korban." bela mereka.

"Braja! Apa kau masih ingin hidup?"

Bukan menjawab atau meladeni alasan mereka. Nindya malah mengalihkan perhatiannya pada Braja, yang sampai saat ini masih berlutut di tanah, berharap Nindya mau mengampuninya.

"Mau Nona! Tentu saja mau!" jawab Braja cepat cepat, takut lawan bicaranya berubah pikiran.

"Kalau begitu habisi harga diri mereka. Buat seperti mengalami kecelakaan. tapi mengenakkan."

"Untuk pemuda itu, lucuti pakaiannya, dan letakkan di atas tubuh tubuh mereka yang juga dalam keadaan tanpa busana."

"Apa kau bersedia Braja?"

"Bersedia Nona. Sangat bersedia!"

"Kalau begitu lakukan. Gunakan kekuatanmu dan isi kembali pistolmu itu dengan peluru. Kalau mereka melawan, tembak saja!"

"Siap Nona!"

"Nindya, tolong jangan lakukan itu. Aku berjanji akan menjadi orang baik. dan bersedia menjadi anak buahmu. Jika aku ingkar biarlah langit yang akan menghukum ku!" ucap Sukma, yang diamini oleh kawan kawannya.

"Benar Nindya. Aku juga berjanji akan menjadi orang baik, dan menjadi tameng saat kau dalam bahaya. asal jangan permalukan kami nantinya."

"Braja, lakukan! Jangan pedulikan ocehan mereka. Mulai lucuti dan buat mereka pingsan!"

"Tidak Nindya, maksudku Nona Nindya. Tolong ampuni kami dan jangan lakukan itu. Kami berjanji akan menjadi tangan, mata dan kakimu asal kau kau lepaskan. Aku mohon. Jangan lakukan itu!" mohon Gita.

Namun Nindya mana mau peduli. Dia malah melirik ke arah Braja, agar cepat cepat melakukan sesuatu. Dan Braja pun mengerti akan kode itu.

Sedangkan Kirana hanya diam saja. Dia malah asyik memperhatikan tingkah ketua preman itu saat berjalan.

Gayanya sangat arogan, berpura pura mengisi ulang peluru pistolnya sambil berjalan. Padahal sebenarnya tidak sama sekali. Pantaslah disebut preman, karena auranya sangat dominan.

Kemudian mengarahkan pistol kosong tersebut ke arah Gita, Sukma dan yang lainnya. Lalu berkata. "Jangan brisik kalian! Bos baru ku itu telah memerintahkan untuk melucuti pakaian kalian. Kalau menolak akan aku tembak!"

Ujarnya penuh ancaman. Namun dalam hatinya berteriak kegirangan, karena sebentar lagi akan melihat pemandangan yang sangat mengasyikkan.

Untuk menutupi kegelisahan itu dia kembali berkata. "Cepat lakukan sendiri sebelum aku tembak kepala kalian!" ancamnya penuh kepura puraan, sambil terus menodongkan moncong pistolnya ke arah mereka.

"Nona! Mohon ampuni kami! Kami berjanji tidak akan melakukan lagi. Tolong percaya sekali ini saja. Jangan lakukan itu. Aku mohon!" ucap Gita, sambil terus membenturkan keningnya ke tanah sampai berdarah.

Lalu memandang ke arah yang lainnya dan berkata. "Apa yang kalian tunggu! Cepat berlutut dan memohon ampun pada senior kita agar nyawa kita terselamatkan!" teriaknya.

"Quan Huan! Apa pendapatmu tentang mereka. Apa aku harus memaafkan kesalahan mereka, atau dihabisi saja?"

[Kalau Quan boleh usul, maafkan saja mereka. Gunakan untuk kepentingan Nona ke depannya. Lagipula jika tuan habisi mereka, itu tidak akan berarti apa apa. Paling paling mereka mati atau malu, kemudian akan terus menaruh dendam]

[Jadi usul Quan, ampuni mereka kali ini termasuk pemuda bodoh itu. Buat mereka patuh dan setia pada anda]

"Caranya?"

[Pasang segel tuan dan bawahan, dijamin mereka tidak akan berkhianat, karena jika berani, hati dan jantung mereka akan meledak, dan mati saat itu juga]

"Kau bisa?"

[Bisa tuan. Itu mudah sekali. Serahkan saja pada Quan]

"Baik. Aku tunggu hasilnya."

[Siap...!]

Dalam sekejab saja, jiwa jiwa mereka sudah ditundukkan. Siap melakukan apa saja yang diperintahkan. dan rela mati untuk tuannya.

"Dengarkan!" seru Nindya. "Aku akan mengampuni nyawa kalian tapi dengan satu syarat. Patuhi perintahku, dan siap mati untukmu. Apa kalian bersedia?" sambungnya.

"Kami bersedia nona muda, dan rela mati untuk anda!" jawab mereka termasuk Braja.

"Mulai hari ini kalian akan menjadi mata, telinga, kaki dan tanganku, untuk melakukan apa saja yang aku perintahkan, dan akan menjadi anggota pertama dalam organisasi " Pemburu Darah " yang akan aku bentuk setelah ini."

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!