Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.
pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?
cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Saat Arka pulang, rumahnya dalam keadaan hening dan Arka mengira kalau Aruna sudah tertidur nyaman di kamarnya__akan tetapi dugaannya meleset, sebab saat kakinya semakin melangkah hingga ke ruang keluarga, Arka menemukan Aruna yang tengah tertidur di sana dengan televisi yang masih menyala dan menunjukan sebuah berita dari salah satu tv swasta.
Harusnya Arka tidak ke sana dan harusnya Arka segera ke kamarnya saja. Namun yang terjadi malah sebaliknya, entah bagaimana. Karena Arka pun sendiri tak paham dengan dirinya, tiba-tiba dia menuju ke arah Aruna, duduk di sampingnya dan menatapnya lekat__Aruna terlihat damai sekali juga terlihat cukup lucu. Apalagi dengan mulutnya yang setengah menganga dan mengeluarkan cairan di sana__dia ileran, aneh. Harusnya Arka jijik, ya? Tapi yang ada malah sebaliknya.
Ckck
“Mungkin gue udah gila.“Batinnya mencibir, meski begitu tanpa di sadarinya sudut-sudut bibirnya terangkat dan membentuk senyuman kecil di sana.
Arka lalu menepuk pipi Aruna lembut, bermaksud membangunkannya dan menyuruhnya untuk pergi ke kamarnya dan tidur. Namun sudah tiga kali di lakukannya, wanita itu sam sekali tak menunjukan pergerakan apapun, ckkk.. dia itu sebenarnya tidur atau pingsan, sih?
Arka lalu berdiri dan bersiap pergi ke kamarnya sendiri. Namun untuk kedua kalinya pria itu menoleh pada Aruna dan memutuskan kembali berjongkok di sampingnya__sial, sihir apa yang di pakai wanita ini, hingga Arka tak tega meninggalkannya sendirian.
Arka pun menghela nafasnya panjang dan memutuskam untuk menggendong Aruna ala bridal style__tubuh wanita yang menjadi istrinya teramat sangat ringan sekali. Heran, padahal porsi makannya cukup banyak, tapi kenapa dia bisa seperti ini? Apa wanita ini punya masalah dengan kesehatannya? Aishh, Arka berdecak lagi, untuk kesekian kalinya kenapa Arka harus peduli dengan Aruna.
“Eung...“Atensi Arka teralih pada Aruna yang saat ini terlihat menggeliat malas di gendongannya. Wanita itu bahkan menyusupkan wajahnya semakin dalam di dada Arka dan membuat si pria menahan nafasnya. Tubuh Arka sukses merinding, apalagi ketika ia merasakan debaran jantung di dalam sana yang entah milik siapa begitu kencang.
Arka tidak mungkin terkena serangan jantung mendadak, kan?
“Eumm mass Arka.“Ucap wanita itu yang ternyata sudah membuka kedua matanya dan tentu saja membuat Arka terkejut bukan main. Arka bahkan sampai memalingkan wajahnya tatkala Aruna menatapnya dalam__sial, Arka sudah seperti sesosok pencuri yang baru saja ketahuan..ck
“Saya cuman mau mindahin kamu ke kamar.“Tukas Arka setelah berdehm singkat, Arka tak mau di kira sebagai pria cabul.
Senyum terkulum di bibir Aruna dan wanita itu menatap Arka lembut, yang di tatap terlihat salah tingkah sampai beberapa kali terlihat menghela nafasnya panjang.
“Yaudah, karena kamu sudah bangun, jalan sendiri.“Ucap Arka lalu menurunkan Aruna dan membuat senyum di bibir wanita itu sirna seketika. Kali ini bibir Aruna manyun lima senti dan kakinys terdengar terhenatka beberapa kali, Aruna jelas marah. Karena bisa-bisanya pria yang sudah menjadi suaminya itu begitu saja menurunkannya__padahal siapa suruh menggendong Aruna ya, Kan?
“Kamu marah, Run?.“Refleks Arka bertanya dan beberapa saat kemudian seakan apa yang keluar dari mulutnya adalah sebuah kesalahan, pria itu pun memilih bungkam dan begitu saja pergi meninggalkan Aruna.
“Ihhh dasar lemari es!.“Rutuk Aruna sedaya melayangkan kepalan tangannya di udara, tatapan masihlah tertuju pada punggung pria itu yang kian lama kian tak terlihat lagi.
****
Kompleks perumahan Arka ternyata selalu mengadakan beres-beres sebulan sekali dan kebetulan sekali. Jadwal rutin semua penduduk perumahan di tempat Arka pun terjadi pada hari minggu, Dimana Aruna dan Arka libur.
“Run, pagi ini kita ada jadwal beres-beres bersama beberapa anggota perumahan.“Ucap Arka pagi itu dan Aruna yang baru saja selesai dengan masakannya pun hanya mengangguk__walau teramat malas untuk keluar dan lebih memilih nonton drakor, tapi apa boleh buat.
“Ok, tapi sarapan dulu mas. Nanti kalau gak di isi bisa-bisa lemes lho.“Sahutnya, Arka memgangguk lalu pria itu pun duduk di kursi makan, Aruna mengambil beberapa menu yang sudah ia masak__setelah ada Aruna, sudah menjadi kebiasaan Arka untuk memakan makanan berat. Justru sekali saja tidak makan makanan yang di masak Aruna, justru Arka merasa tak berselera makan__entah kenapa, tapi di mulutnya. Masakan orang lain tak seenak buatan Aruna.
Apakah Arka mulai bergantung pada kehadiean Aruna? Entahlah, yang jelas Arka akan memanfaatkan momen ini sebaik mungkin, ya. Minimal Aruna bisa berguna lah sebagai istrinya.
****
Aruna dan Arka pun ikut bergabung bersama beberapa warga yang sudah turun. Ada yang membawa perkakas, sapu lidi sampai tempat sampah__Arka sendiri tidak membawa apapun, entah maksudnys apa. Dan Aruna memilih membawa sapu lidi.
Beberapa orang kini melihat ke arah dan Aruna, jelas sekali mereka menilai sampai membicarakan Aruna dan Arka.
“Ehh kok beda sama yang di undangan ya?.“Ujar salah satu ibu-ibu bertubuh gemuk yang bernama Atun, dia adalah istri salah satu polisi, rumahnya terhalangi dua rumah dari rumah yang Arka tempati.
“Iya bener, beda banget lho. Yang ini lebih langsing.“Sahut temannya yang bernama Marni, jamur alias janda di bawah umur, dia sudah punya anak yang saat ini masih berusia sekitar tiga tahunan dan penampilannya cukup cetar, dengan rambut di cat pirang dan memakai baju seksi.
“Apa jangan-jangan beda orang, ya?.“Tika ikut meninpali, dia si ratu gosip di perumahan ini. Dan tidaj ada satu pun warga yang lolos dati pergosipannya. Kecuali orang-orang tertentu yang tentu saja menjadikan Tika sebagai temannya.
“Hushh, kalian ini. Kerja lagi ah, jangan gosip terus. Gak akan beres lho ini.“Timpal Mawa, sosok wanita paruh baya yang di ketahui sebagai istri Rt di perumah ini.
Tika dan kawan-kawan pun terlihat cemberut, meski begitu mereka menuruti Bu Rt dan kembali bekerja untuk membersihkan jalanan di depan-depen rumah-rumah warga.
Sedang Aruna mulai menyapu dan dia beberapa kali tersenyum serta menjawav setiap pertanyaan yang terlontar dari beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak.
Sebetulnya pertanyaan-pertanyaan yang terlontat cukup membuat Aruna agak sedikit risih, namun ia mencoba untuk tetap slay saya, apalagi kan Aruna dan Arka masih terhitung pengantin baru.
Semisal seperti ini.
“Istri Mas Arka, ya?.“Tanya seseorang yang Aruni jawab dengan menganggukan kepalanya pelan.
“Kok kurusan sih, sekarang wajahnya kelihatan agam tirus lho.“
“Kemana aja? Kok gak kelihatan.“
“Udah isi belum?.“
Dan sumpah demi apapun, Aruna rasanya ingin pulang ke rumah dan tidur seharian__tapi apa boleh buat, Aruna tidak bisa melakukannya. Tidak mungkin Aruna membuat nama Arka menjadi jelek.
Untunglah Arka datang dan menyelamatkan Aruna dengan membawa Aruna melipir ke bawah pohon mangga__pria itu menatap Aruna dalam lalu tanpa tendeng alih-alih tangannya terulur dan mengusap keringat di kening Aruna menggunakan sapu tangan. Aruna di buat terpana dengan ala yang Arka lakukan__sedang tanpa keduanya sadari, kalau beberapa ibu-ibu berdecak iri melihat keromantisan Arka pada Aruna.