NovelToon NovelToon
Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Penyelamat / Tamat
Popularitas:315k
Nilai: 4.8
Nama Author: less22

Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.

Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.

Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

"Ya Buk Sri, pasien dengan kondisi seperti ini tetap harus dibawa ke ruangan isolasi khusus untuk pengobatan penyakit menular. Ini bukan hanya untuk kesembuhan mereka sendiri, tapi juga untuk mencegah penyebaran ke orang lain," ujar Dokter Rahmat dengan nada sabar menjelaskan, sambil menunjuk ke arah lorong yang mengarah ke bagian belakang rumah sakit.

Tangan Buk Sri tidak terima. Matanya memerah karena menahan amarah.

 "Yang kami butuhkan bukan isolasi! Kami butuh obat yang bisa membuat kami sembuh cepat, sekarang juga! Aku sudah tidak bisa tidur karena gatalnya, dan suamiku bahkan sudah mulai demam tinggi!" jeritnya dengan nada sangar, membuat beberapa orang yang lewat berhenti sejenak untuk melihat ke arah mereka.

Dokter Rahmat hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Ia sudah sering menghadapi pasien atau keluarga yang terburu-buru ingin kesembuhan instan, tapi kasus kali ini terasa lebih berat karena kondisi penyakit yang memang membutuhkan proses.

Ia mengalihkan pandangannya ke sekeliling koridor, berusaha mencari cara untuk menenangkan Buk Sri dan kelompoknya. Tak sengaja, matanya tertuju pada Abram.

"Abram! Ke sini sebentar!" panggil Dokter Rahmat dengan nada yang lebih ringan.

Abram langsung berjalan mendekat. Saat ia mendekati kelompok tujuh orang tersebut, matanya sedikit menyipit.

Meskipun kulit mereka sudah tertutup luka dan kudis yang membuat wajah terlihat berbeda dari biasanya, Abram masih bisa mengenali siapa mereka.

Dokter Rahmat melihat ekspresi wajah Abram yang sedikit berubah. "Abram. Apakah kamu punya cara atau tahu obat tambahan yang bisa mempercepat proses penyembuhan mereka?" tanyanya dengan harapan di mata.

Sebelum Abram bisa menjawab, Buk Sri tiba-tiba mengangkat tangannya dan menunjuk langsung ke arahnya.

"Hey kamu! Kamu Abram ya?" kata buk Sri mencoba menyakinkan.

Abram hanya menatapnya dengan tatapan datar. Ia merasa tubuhnya sedikit kaku saat mengenali sosok wanita yang dulu sering ia bantu, tapi balik menghinanya.

"Kamu kenal dengan mereka?" tanya Dokter Rahmat dengan wajah penuh rasa penasaran.

"Mereka merupakan tetangga saya dulu ," jawab Abram dengan suara yang rendah. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia sebenarnya tidak ingin mengakui hubungan tersebut.

Buk Sri mendengar jawaban itu dan wajahnya langsung berubah menjadi merah membara karena kemarahan.

"Oh jadi sekarang kamu sudah sembuh ya, padahal dulu kamu juga pernah terkena penyakit yang sama! Dan sekarang penyakit ini malah menular ke kami! Dasar kurang ajar! Cepat sembuhin kami sekarang juga! Semua ini gara-gara kamu! Kamu yang membawa wabah berbahaya ini ke kampung kami sehingga kami semua kena!" teriaknya semakin keras, menarik perhatian lebih banyak orang di koridor.

"Iya, kamu harus tanggung jawab penuh! Kamu yang harus membayar semua biaya pengobatan kami sampai kami benar-benar sembuh! Dasar pembawa sial!" ucapnya Buk Luna dengan penuh hasutan, membuat beberapa orang juga mulai mengangguk dan mengeluarkan suara dukungan.

Dokter Rahmat mengangkat alisnya dengan terkejut. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Abram memiliki hubungan dengan mereka, apalagi sampai muncul tuduhan seperti itu. Ia melihat ke arah Abram, ingin tahu bagaimana pria muda itu akan menanggapi semua hinaan tersebut.

Abram mengangkat dagunya perlahan, matanya yang tadinya datar kini menyala dengan tatapan tajam.

"Tadinya saya memang ingin membantu, Tapi karena kalian lebih suka mengina dan menyalahkanku, jadi aku tidak jadi menyembuhkan kalian," kata Abram mengangkat bahunya tidak peduli.

1
Jamrud Khatulistiwa
ini kisah putri tidur
heparta
kenapa bab 60 tdk terbuka padahal sdh dipotong diamond nya ???
anisa official
😄😄
Andy Kawi
Keren dan menarik untuk dibaca
less22: tengkyuuuuuu
total 1 replies
ROFIQ
penulis tidak konsisten dalam memberi nama
VirgoRaurus 31Smile
ember galon... baru tahu ada ember galon... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
menyilangkan jalannya... maksudnya gimana nih Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
di bukan fo
VirgoRaurus 31Smile
wah rumah sakit jadi tempat kost MC... 🤣
VirgoRaurus 31Smile
MC disuruh datang kerumahnya Sinta lagi... tanpa kasih alamat... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
lho... begitu sadar dari koma, Sinta langsung boleh pulang... kok aneh.
VirgoRaurus 31Smile
lho kan Sinta sebelumnya di ruang isolasi bukan di ruang gawat darurat...?
VirgoRaurus 31Smile
Iki piye toh... masak sih ibunya Sinta gak tahu kalau anaknya sudah punya pasangan atau belum... malah tanya ke MC yg gak kenal dg anaknya lagi... MEMBAGONGKAN,
VirgoRaurus 31Smile
ibu Maya bukan ibu Rania.
VirgoRaurus 31Smile
dibakar bukan terbakar
VirgoRaurus 31Smile
guru bukan gur
VirgoRaurus 31Smile
guru bukan gini
VirgoRaurus 31Smile
menggerakkan tubuhnya bukan bergerak tubuhnya
VirgoRaurus 31Smile
jelas MC pingsan... kan sejak MC di usir dari desanya belum makan dan minum.
VirgoRaurus 31Smile
terantuk bukan menabrak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!