Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 26
Tinggal beberapa menit lagi. Brian kembali fokus dengan berkas di depannya sampai tak menyadari jika Sahara sudah berdiri di depannya. Dan mengetuk meja Brian sampai membuat pria menyebalkan itu mengalihkan fokusnya karena kaget.
"Apa? Kamu menyerah?" Tanya Brian sambil terkekeh.
"Tolong segera transfer uangku. Tiga kali lipat dari gajiku sebagai OG."ucap Sahara memberikan laptopnya bertepatan dengan Raka masuk kedalam ruangan Brian.
"Jangan bercanda kamu! Palingan kamu mengerjakan dengan asal!"jawab Brian tak percaya.
"Siapa bilang. Aku sudah selesai ko. Tolong segera transfer ke rekeningku tiga kali lipat dari gajiku sebagai OG. Silahkan periksa."Sahara menyimpan laptop dan mundur. Membiarkan Raka duduk dan memeriksa hasil pekerjaannya dengan Brian.
"Kamu serius?"tanya Raka menatap tak percaya ke arah Sahara sebelum memeriksa hasil kerjanya. Sahara mengangguk dengan tegas.
"Periksa saja. Kalian jika bekerja seperti itu terus akan menyebabkan kebocoran keuangan kalian. Kemungkinan akan lebih besar dari ini. Perusahaan besar kok bisa teledor. Apa saja kerja kalian sebagai pucuk pimpinan? Bisa di kadalin." Ucap Sahara santai sambil membereskan barang pribadinya ke dalam tas miliknya.
Brian dan Raka memeriksa dengan teliti semua laporan yang sudah di selesaikan oleh Sahara. Mereka menatap tak percaya dengan hasil temuan Sahara. Sedangkan selama ini memang mereka belum menemukan hal itu karena memang terlalu sibuk dengan pekerjaan lain.
"Apa benar ini semua kamu yang mengerjakannya?"tanya Brian tak percaya.
"Anda dari tadi memelototi saya bekerja. Jika bukan hasil pekerjaan saya lalu hasil pekerjaan siapa?Hantu penghuni ruangan ini?"jawab Sahara membuat Brian mendengus kesal mendengar jawaban dari Sahara.
Sahara hara mengeluarkan ponsel dan mengetikkan nomor rekeningnya. Lalu memberikan kepada Raka. Karena jam kerjanya juga susah habis.
"Silahkan Pak Raka segera transfer ke rekening saya sekarang. Saya harus segera pulang, jam kerja saya sudah lewat lima menit,"ucap Sahara.
Membuat Brian membolakan matanya mendengar jawaban Sahara. lagi, jawaban Sahara membuat dia kesal bukan main. Saat Raka akan membawa ponsel Sahara untuk mengetik nomor rekeningnya. Terlihat ponsel Sahara berbunyi dan ada nomor baru menghubunginya.
"Maaf sebentar ada gangguan Pak Raka. Takutnya telepon pening."Sahara mengambil kembali ponselnya dari tangan Raka dan mengangkatnya
"Assalamualaikum siapa ini?"tanya Sahara.
"Waalaikumsalam... Lo kenapa gak pernah ke kampus hah?"jawab orang yang ada di sebrang sana.
"Ck... Mau apa lu Galih? Gue gak ada waktu. Lagi kerja. Bye..."Sahara mematikan ponselnya dan membuat Brian dan Raka saling pandang saat mendengar nama Galih di sebut. Yang tak lain adalah adik dari Brian sendiri.
"Silahkan Pak Raka. Gak pake lama ya. Sudah jam lima lewat ini. Time is money." Sahara kembali memberikan ponselnya kepada Raka membuat kedua pria itu mendelik mendengar ucapan Sahara.
Raka dengan cepat mengetik nomor rekening Sahara dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening Sahara.
"Sudah."Raka memberikan kembali ponselnya kepada Sahara.
"Terimakasih. Senang bekerjasama dengan anda Pak Brian."ucap Sahara sambil tersenyum manis saat melihat uang masuk kedalam rekening miliknya.
"Ck, kau hanya sedang beruntung saja saat ini."ucap Brian masih kesal.
Tak terima rasanya jika Sahara bisa menyelesaikan berkas yang selama satu Minggu ini dia kerjakan dengan Raka dan mendapati kebuntuan. Sehingga mereka menyimpan kembali berkas itu dan mengerjakan pekerjaan lainnya. Tapi Sahara bisa dengan mudah menemukannya. Siapa sebenarnya dia?
"Baiklah. Saya tunggu tantangan selanjutnya Pak Brian, saya senang berbisnis dengan anda, Saya pamit. Assalamualaikum."Sahar terkekeh kemudian pergi dari ruangan Brian.
"Gokil bro. Dia ternyata cerdas. Dan bukan lawan ecek-ecek. Lo dapet lawan yang seimbang. Dan lihat. Dia bahkan bisa menemukan semua ini."ucap Raka setelah Sahara pergi.
"Periksa kembali Ka, jangan sampai apa yang dia bilang benar. Jika terjadi banyak kebocoran yang tidak kita sadari selama ini."khawatir Brian dengan ucapan Sahara. Dia juga melihat jumlah dan kemungkinan yang besar ada bawahannya yang berani bermain dengan uang perusahaan.
"Baiklah. Tapi pekerjaanku masih banyak Brian. Besok kau minta Sahara lagi saja untuk mengerjakannya. Karena dia juga yang sudah menemukan jalan awalnya. Kalau aku kerjakan. Maka aku harus mengulang lagi dari awal."jelas Raka membuat Brian sedikit berfikir.
"Ck... Jika aku minta dia yang kerjakan maka dia akan semakin besar kepala. Lihat saja tadi dia sombong sekali."kesal Brian masih ingat dengan wajah sombong Sahara.
"Dia memang orangnya begitu. Sedikit sengak. Tapi asik tau kalau berteman sama orang seperti itu. Gak gampang baperan. Buktinya noh adik lu si Galih sampe nguber dia."jawab Raka sambil tertawa. Brian hanya mendengus mendengarnya.
"Dah ah gue balik duluan. Gak ada kerjaan lain kan? Gue harus nganterin nyokap checkup." Jawab Brian bangkit dari duduknya. Mengambil jasnya dan juga kunci mobil sport miliknya. Raka pun ikut pulang. Sedangkan Anshara juga baru saja tiba di parkiran dan sedang bersiap untuk pulang dengan menggunakan motor sport miliknya.
Sedangkan Sahara pulang ke rumah, sebelumnya mampir membeli makanan kesukaan ibunya. semoga saja ibunya akan senang apalagi dia juga sudah tenang dengan uang tabungan untuk biaya kuliah yang sudah tertutupi.
"Assalamualaikum ma..."sapa Sahara saat masuk ke dalam rumah dan ibunya sedang membereskan dapur.
"waalaikumsalam nak, maaf tangan Mama kotor,"jawab Mama Riyanti.
"Ara mandi dulu ma, setelahnya kita makan soto Banjar. Tadi Ara beli dijalan pulang. Di tempat kesukaan Mama,"ucap Ara sambil memeluk ibunya dari belakang.
"Loh kamu memangnya udah gajian? Bukannya baru kerja beberapa hari?"bingung Mama Rianty.
"Dapat rezeki Ma, kan anak Sholeh,"jawab Sahara sambil terkekeh. Membuat ibunya juga tertawa terbahak mendengarnya.
"ya sudah Ara mandi dulu ya ma..."pamit Sahara.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶