NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Keesokan paginya, rumah itu terasa sedikit lebih sunyi dari biasanya.

Sinar matahari pagi masuk melalui jendela ruang makan, menerangi meja yang sudah dipenuhi sarapan sederhana. Tasya duduk di kursinya sambil memperhatikan kedua anak kembarnya yang sedang makan.

Kenzo makan dengan tenang seperti biasa. Sedangkan Kenzi terus berbicara sambil mengunyah roti.

“Mommy, kalau nanti Daddy datang lagi—”

“Kenzi,” Kenzo langsung memotong dengan nada datar.

“Kita belum punya Daddy!”

Kenzi mendengus kecil. “Tapi dia memang Daddy kita.”

Kenzo hanya menghela napas malas.

Tasya yang mendengar perdebatan kecil itu hanya mengusap pelipisnya.

"Pagi-pagi sudah mulai,"

Namun, setelah beberapa menit Tasya menyadari sesuatu. Ia melihat sekeliling meja makan. Satu kursi masih kosong.

“Kakek belum turun?”

Biasanya Tuan Rockhi selalu sudah duduk di sana sejak pagi. Bahkan sering menunggu cucu-cucunya bangun.

Tasya menoleh ke arah dapur.

“Bi Mirna?”

Pelayan tua itu segera keluar dari dapur.

“Iya, Nona?”

“Kakek di mana?”

Bi Mirna terlihat sedikit ragu.

“Tuan masih di kamar, Nona.”

Tasya mengerutkan kening.

“Belum bangun?”

Bi Mirna menggeleng pelan.

“Saya juga tidak tahu, Nona. Saya belum melihat beliau keluar sejak pagi.”

Tasya langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Kakek belum sarapan?”

“Belum, Nona.”

Bi Mirna menatap ke arah tangga dengan wajah khawatir.

“Biasanya Tuan sudah bangun lebih pagi dari saya.”

Ia menghela napas pelan.

“Tapi sejak subuh tadi … saya belum melihat beliau sama sekali.”

Tasya langsung berdiri dari kursinya.

Kenzo dan Kenzi ikut menoleh.

“Mommy?”

Tasya mencoba tersenyum kecil pada mereka.

“Kalian lanjut makan, ya.”

Ia menoleh ke arah Bi Mirna.

“Saya akan lihat ke kamar Kakek.”

Bi Mirna mengangguk cepat.

“Iya, Nona.”

Entah kenapa perasaan Tasya tiba-tiba menjadi tidak tenang. Ia berjalan cepat menuju tangga. Langkahnya sedikit tergesa saat menaiki anak tangga satu per satu. Lorong menuju kamar kakeknya terasa sepi. Tasya akhirnya berdiri di depan pintu kamar itu.

Ia mengetuk pelan.

“Kakek?” Tidak ada jawaban. Tasya mengetuk lagi, kali ini sedikit lebih keras.

“Kakek … ini Tasya.” Masih tidak ada suara dari dalam. Perasaan tidak enak itu semakin kuat.

Tasya akhirnya mencoba memutar gagang pintu.

Pintu itu tidak terkunci dan pintu kamar itu terbuka.

Pintu kamar itu terbuka perlahan, Tasya melangkah masuk dengan hati-hati.

Di dalam kamar, tirai jendela setengah terbuka. Cahaya pagi masuk lembut, menerangi ruangan yang tenang.

Di dekat jendela Tuan Rockhi duduk di kursi kayu tua yang biasa ia gunakan untuk membaca.

Punggungnya menghadap pintu.

“Kakek…” Tasya menyapa pelan sambil melangkah mendekat.

Pria tua itu tidak menoleh. Ia tetap diam memandang ke arah jendela. Tasya mengerutkan kening sedikit. Ia berjalan lebih dekat lagi. Saat itulah Tasya melihat sesuatu. Di tangan kakeknya ada sebuah foto lama. Dan setetes air mata jatuh dari mata pria tua itu tepat mengenai foto tersebut.

Tasya langsung berhenti, dadanya terasa sedikit sesak. Ia akhirnya berdiri di samping kakeknya dan melihat foto itu dengan jelas. Foto seorang pria muda dengan senyum hangat.

Tasya menelan napas pelan.

“Kakek…” Suaranya lembut.

“Apa Kakek merindukan Papa?”

Tuan Rockhi akhirnya mengangguk pelan. Matanya masih menatap foto itu.

“Iya…”

Suaranya serak.

“Kakek sangat merindukan Arland.”

Tasya tersenyum kecil, dia duduk berjongkok di samping kursi itu.

“Aku juga merindukannya.” Suaranya lembut namun penuh perasaan.

“Apalagi sejak kita tinggal di sini … aku bahkan belum pernah kembali ke makam Papa.”

Ruangan itu kembali sunyi beberapa detik. Hanya suara napas pelan yang terdengar. Lalu Tuan Rockhi akhirnya berpaling, dia menatap cucunya. Tatapannya penuh rasa bersalah.

“Tasya…” Ia menggenggam foto itu sedikit lebih erat.

“Kakek minta maaf.”

Tasya sedikit terkejut.

“Untuk apa?”

Suara pria tua itu berat. “Kakek tidak bisa melindungi ayahmu.”

Kalimat itu membuat hati Tasya terasa perih. Namun, ia justru tersenyum lembut.

Tasya menggeleng pelan.

“Aku tidak pernah marah pada Kakek.” Ia menatap mata pria tua itu dengan hangat.

“Itu sudah jadi takdir.”

Tasya menghela napas pelan.

“Tidak ada yang bisa menghindarinya.”

Tuan Rockhi justru menundukkan kepalanya. Karena jauh di dalam hatinya ia tahu satu hal yang Tasya tidak tahu. Kematian Arland bukan sekadar takdir, dan masa lalu itu suatu hari mungkin akan menghancurkan segalanya.

Tasya masih duduk di samping kursi kakeknya ketika tiba-tiba, suara klakson mobil terdengar dari halaman depan rumah. Keduanya langsung menoleh ke arah jendela.

Dari sela tirai, terlihat mobil hitam panjang berhenti di depan gerbang.

Tasya langsung tahu siapa yang datang. Ia menghela napas panjang dengan kesal.

“Dia lagi…”

Tasya berdiri dari tempatnya dan berjalan sedikit mendekati jendela.

Di luar, Alex sudah turun dari mobilnya. Pria itu berdiri dengan tenang di samping mobil, sementara Mario berdiri beberapa langkah di belakangnya seperti biasa.

Tasya langsung memijat pelipisnya.

“Apa dia tidak punya pekerjaan lain?”

Ia berbalik hendak keluar kamar.

“Aku akan menyuruhnya pergi.”

Namun, sebelum Tasya melangkah keluar tangan tua Tuan Rockhi tiba-tiba menahan pergelangan tangannya.

“Tasya,”

Tasya berhenti dan menoleh, Kakeknya menatapnya serius.

“Jangan,”

Tasya mengerutkan kening.

“Tapi Kakek—”

“Biarkan saja.” Suara pria tua itu terdengar berat.

“Kakek tidak ingin kamu melakukan apa pun.”

Tasya menatap kakeknya dengan bingung.

“Kenapa?”

Tuan Rockhi menarik napas pelan. Matanya kembali menoleh ke arah jendela, ke arah pria yang berdiri di halaman itu.

“Kakek sudah kehilangan terlalu banyak.”

Suaranya perlahan.

“Kakek tidak ingin kehilangan dua cicit Kakek juga.”

Kalimat itu membuat Tasya terdiam, dia tahu maksudnya. Jika mereka melawan Alex sekarang pria itu benar-benar bisa mengambil Kenzo dan Kenzi.

Tasya mengepalkan tangannya. Rasa kesal bercampur dengan ketidakberdayaan.

Dari bawah tiba-tiba terdengar suara kecil yang penuh semangat.

“Mommy!” Suara Kenzi. “Mobil Daddy datang!”

Kenzo terdengar menghela napas kesal dari ruang tamu.

“Dia bukan Daddy kita!"

Namun, langkah kaki kecil terdengar berlari menuju pintu. Tasya menutup matanya sejenak.

'Kenapa Kenzi sangat menyukai Tuan Alex, tetapi Kenzo tidak?'

1
Diana Silaen
akhirnya bahagia👍🌟🌟🌟🌟🌟
Diana Silaen
moster di lawan dia tidak akan marah kalau tidak di usik duluan 👍👍🌟🌟🌟
Diana Silaen
sedangkan binatang aja melindungi anaknya apalagi manusia
Diana Silaen
semoga kedua kelurga itu kembali membaik tidak bermusuhan lagi👍👍🌟🌟🌟
Diana Silaen
mampoos Lo Jessy tak ada yg bisa menyelamatkan kamu
Diana Silaen
semoga janinnya ngak knapa" ya thor😭
Diana Silaen
beritahu Alek biar Jessy tau rasa
Diana Silaen
jelas milih wanita yg melahirkan anaknya
Modish Line
Alex posesif bgt
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂
Dilla Fitri
siall lucuu bngttt bpak sm. anak saling serang ahhahahaha
Aisyah Alfatih: Alex lagi lucu2 nya, kalau Kenzo emang udah lucu 😭😭🤣🤣🤣
total 1 replies
Diana Silaen
kamu akan menyesal memisahkan anak dari ibunya
Tegal Lumbung
aku yakin dion yg menculik
Tegal Lumbung
alex yg egois!!
ayra
ijazah palsu ya?? jd ingat sesuatu 🫠
Aisyah Alfatih: Ayo apa 😩😩😩
total 1 replies
Alia Ramdani
ini sampai episode berapa
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!