Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 : Tuduhan Palsu
Setiap malam setelah kultivasi, Lin Feng merasa seperti tubuhnya akan hancur. Menyerap sembilan elemen sekaligus memberikan tekanan luar biasa pada meridian dan dantiannya. Beberapa kali ia batuk darah, tanda ia memaksakan diri terlalu keras.
Namun ia tidak berhenti. Karena setiap hari berlalu tanpa ia menjadi lebih kuat adalah waktu yang terbuang.
"Lin Feng! Di mana kamu bersembunyi?!"
Lin Feng tersentak dari lamunannya. Ia sedang mencuci pakaian di kolam belakang asrama, dan suara Zhao Ming yang marah menggema di halaman.
Sial, pikir Lin Feng. Mau Apa lagi dia sekarang?
Zhao Ming muncul dari jalan belokan, wajahnya merah padam. Sementara Lima temannya mengikuti di belakang, semuanya menunjukkan ekspresi tidak senang.
"Kamu!" Zhao Ming menunjuk Lin Feng dengan jari yang gemetar. "Kamu mencuri manual kultivasiku!"
Lin Feng mengernyit. "Apa, mencuri? Aku tidak mencuri manual kultivasi kakak Senior Zhao"
"Jangan bohong!" Zhao Ming berteriak. "Manual 'Teknik Kilat Sembilan Langit' milikku hilang dari kamar! Dan hanya kamu yang membersihkan kamar para murid dalam!"
Lin Feng meletakkan pakaian yang sedang ia cuci dan berdiri perlahan. "Kakak Senior Zhao, saya tidak mengambil manual Anda. Mungkin Anda salah menaruh..."
PLAK...
Tamparan keras mendarat di pipi Lin Feng, membuatnya tersandung ke samping. Rasa logam darah muncul di mulutnya.
"Berani bilang aku ceroboh?!" Zhao Ming mencengkram kerah baju Lin Feng, dan langsung mengangkatnya. "Kamu pikir aku bodoh?! Manual itu ada di meja pagi ini, dan sekarang hilang! Kamu satu-satunya yang masuk ke kamarku!"
Lin Feng bisa merasakan Qi Zhao Ming bergejolak, pria ini sedang kehilangan kendali. Jika situasi memburuk, Zhao Ming mungkin benar-benar menyerangnya dengan kekuatannya.
Lin Feng sudah muak dengan semua penghinaan ini, ia ingin melawan. Tetapi ia tidak ingin mengungkapkan rahasianya. Karena Itu akan mengundang pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.
Jadi Lin Feng mencoba menahan diri dan bersabar. "Saya tidak mengambilnya Kakak Senior Zhao. Tapi jika Anda ingin, saya bisa membantu mencari..."
"Cukup!" Zhao Ming melemparkannya ke tanah.
"Geledah dia!"
Teman-teman Zhao Ming langsung menerjang Lin Feng. Mereka menggeledah kantongnya, membuka bajunya, bahkan memeriksa sepatu dan ikat pinggangnya.
Tentu saja mereka tidak menemukan apa-apa.
Zhao Ming menggertakkan giginya. "Kamu pasti menyembunyikannya di suatu tempat! Ayo kita cari di kamar pelayannya!"
"Kakak Senior, tolong jangan..."
Tapi Zhao Ming sudah berlari ke arah asrama pelayan, dan Lin Feng tidak punya pilihan selain mengikuti.
Kamar pelayan Lin Feng tidak ada apa-apanya. Sebuah kasur tipis di lantai kayu. Satu kotak kecil berisi pakaian ganti. Beberapa buku tua yang sudah usang, manual kultivasi dasar yang ia pinjam di perpustakaan.
Zhao Ming dan teman-temannya menghancurkan semuanya. Mereka membanting kotak, merobek kasur dan melempar buku-buku ke lantai.
"Tidak ada di sini," salah satu teman Zhao Ming melaporkan.
Zhao Ming terlihat frustrasi. Ia menatap Lin Feng dengan penuh kebencian. "Kamu... kamu pasti sudah menjualnya! Manual tingkat menengah seperti itu bisa dijual seharga puluhan batu spiritual di kota!"
"Saya tidak menjualnya karena saya tidak mengambilnya," Lin Feng menjawab dengan kesabaran yang mulai menipis. "Mungkin Kakak Senior Zhao lupa menaruhnya di tempat lain? Atau mungkin ada murid dalam lain yang...."
"DIAM!"
Zhao Ming menendang perut Lin Feng, membuatnya terjatuh dengan keras. Qi petir mulai berkumpul di tangan Zhao Ming, pria ini benar-benar akan menyerang dengan kekuatan Lapisan Ketiganya.
"Zhao Ming. Hentikan!"
Tiba tiba Bai Yun muncul di pintu dengan ekspresi marah. "Apa yang kamu lakukan?!"
"Senior Bai!" Zhao Ming langsung menarik Qi-nya. "Ini bukan seperti yang kamu lihat..."
"Aku melihat kamu hendak menyerang pelayan yang tidak bisa membela diri dengan kultivasi," Bai Yun melangkah masuk, menatap sekitar ruangan yang hancur. "Jelaskan semua ini sekarang?."
Zhao Ming menelan ludahnya, lalu menceritakan tentang manual yang hilang dengan ceritanya sendiri, di mana Lin Feng masuk ke kamar nya dan terlihat sangat mencurigakan.
Bai Yun mendengarkan dengan tenang, lalu berkata, "Tetapi kamu tidak punya buktikan kalau Lin Feng yang mengambilnya?"
"Tapi dia satu-satunya yang..."
"Tapi tidak ada bukti," Bai Yun memotongnya "Aturan akademi sangat jelas Zhao Ming. Tanpa bukti, kamu tidak bisa menuduh apalagi menyerang seseorang. Kamu tahu konsekuensi melanggar aturan ini?"
Wajah Zhao Ming memucat. "T-tapi Senior Bai"
"Pergi sekarang." Suara Bai Yun dingin seperti es. "Dan jika aku mendengar dan melihat kamu mengganggu Lin Feng lagi, aku akan melaporkanmu ke para Tetua Disiplin. Kamu tahu bukan betapa tidak menyenangkannya Hukuman Batu Dingin?"
Zhao Ming mengepalkan tinjunya, tapi tidak berani membantah. Dengan satu pandangan benci terakhir pada Lin Feng, ia dan teman-temannya pergi.
Bai Yun menatap Lin Feng yang masih duduk di lantai, memegangi perutnya yang ditendang. "Kamu tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa Kakak Senior Bai. Terima kasih sudah membantu lagi."
Bai Yun berjongkok dan menatap mata Lin Feng. Dan untuk sesaat, Lin Feng merasa ada sesuatu di mata gadis itu—sesuatu seperti... rasa penasaran?
"Lin Feng, Apa kamu benar-benar tidak mengambil manual itu?"
"Tidak, Kakak Senior Bai."
"Hmm. Kalau begitu ada dua kemungkinan. Pertama, Zhao Ming memang ceroboh dan salah menaruh manualnya. Atau kedua..."
"Kedua?"
"Iya, Ada orang lain yang mengambilnya dan membiarkan Zhao Ming menyalahkan kamu." Bai Yun memandang keluar jendela. "Murid dalam yang mencuri dari murid dalam lain, lalu menyalahkan pelayan seperti mu."
Lin Feng tidak berpikir tentang itu. Tapi itu masuk akal juga, Pelayan adalah kambing hitam yang sempurna, tidak ada kekuatan untuk bisa membela diri.
"Terlepas dari itu," Bai Yun berbalik ke pintu, "berhati-hatilah Lin Feng. Zhao Ming tidak akan berhenti. Dia akan terus mencari cara untuk menyalahkanmu. Mungkin sudah waktunya kamu mempertimbangkan saran ku yang dulu, mencari kehidupan di tempat lain."
💪💪💪💪