Katanya sakit hati seseorang itu adalah ketika dia diam dan pergi tanpa banyak bicara. Itu yang di lakukan Anjas, dia sakit hati pada istrinya yang selingkuh, tapi bukan pergi untuk menata hati yang hancur, dia justru pergi ke dukun untuk membalas sakit hati.
"Saya ingin dia mati Mbah"
"Ada penyiksaan yang lebih mematikan dari kematian"
"Apa itu Mbah?"
"Rasa cinta yang tak berbalas"
"Bagaimana saya melakukannya?"
"Teluh... Pelet mati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tentang Aisyah
Aisyah terus memandangi cincin yang di berikan Anjas untuknya, saat pulang dari rumah Anjas dia hendak mengembalikan cincin itu tapi Anjas menolaknya, Anjas mengatakan kalau cincin itu memang dia siapkan untuk Aisyah karena Adisti begitu menyayangi Aisyah dan tak pernah absen menceritakan kesehariannya bersama Aisyah setiap kali Anjas pulang kerja.
"Kenapa nak?" tanya Rizwan yang sedang menonton televisi.
"Tidak pa, Aisyah tadi siang di ganggu mas Sofyan, dia memaksa ingin mengantarkan Aisyah pulang tapi Aisyah tolak" jawab Aisyah
"Lelaki itu benar benar arogan padahal dia sudah bersalah karena selingkuh dengan teman kamu itu" kesal Rizwan
Flashback on
"Mas nanti kamu jemput aku pulang di kampus nggak?" tanya Aisyah
"Aku tidak bisa Aisyah, aku ada urusan pekerjaan" jawab Sofyan
"Oh ya sudah, kalau begitu sampai jumpa besok ya mas" ucap Aisyah bersiap turun dari mobil Sofyan tapi Sofyan menarik tangan Aisyah yang langsung terkejut dan menepis tangan Sofyan.
"Kenapa sih Aisyah, kita tuh sudah tunangan, kita sudah pasti akan menikah kenapa kamu masih saja jual mahal" keluh Sofyan yang ingin mencium Aisyah.
"Maaf mas tapi aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan sebelum kita sah" jawab Aisyah tegas
"Kamu terlalu kolot Aisyah, aku sudah memilih kamu, kedua orang tua kita juga sudah merestui, butuh apa lagi?" tanya Sofyan
"Status yang jelas mas, menikah dulu" jawab Aisyah segera keluar dari mobil Sofyan
Sofyan memukul stir mobilnya dengan kasar karena meski mereka sudah lama bertunangan, Sofyan bahkan tidak di ijinkan untuk memegang tangan Aisyah sama sekali dengan alasan kalau mereka belum mahrom.
Sifat arogan Sofyan juga cukup mengganggu Aisyah yang sejak bertunangan dengan Sofyan sering kali di marahi di depan umum bahkan tak jarang Aisyah harus turun di tengah jalan karena Sofyan tiba tiba saja berhenti untuk mengurus masalah lain.
"Dania, kamu mau ke mana?" tanya Aisyah yang satu jurusan dengan Dania.
"Aku ijin ya mau ke tempat Om aku dulu, katanya dia sakit dan minta aku belikan bubur' jawab Dania dan Aisyah mengangguk.
Aisyah sudah curiga sejak lama dengan tunangan dan sahabatnya itu dan hari itu dia punya kesempatan untuk mengikuti Dania yang ternyata tidak pergi ke rumah Om nya tapi pergi ke sebuah Mall dan masuk ke dalam mobil seseorang yang begitu Aisyah kenal. Itu adalah mobil Sofyan dan Dania masuk tanpa ragu bahkan sempat melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Kenapa mereka bertemu di sini, mereka bahkan berbohong padaku dengan mengatakan ada urusan pekerjaan dan mau ke rumah Om nya Dania" gumam Aisyah Mai merasa kesal.
Lama menunggu sama sekali tidak ada yang keluar dari mobil itu, tapi Aisyah bisa melihat mobil itu sedikit bergoyang di bagian kursi depan dan samar terlihat oleh Aisyah Dania duduk di pangkuan Sofyan.
Tanpa menunggu lagi Aisyah segera menghampiri mereka dan mengetuk kaca jendela mobil Sofyan yang sepertinya masih belum tuntas dengan urusannya.
Tok. Tok.
"Mas aku melihat semuanya!" teriak Aisyah
"Aisyah..." kaget Sofyan segera mendorong Dania yang masih beradu bibir dengannya.
"Buka!"
"Aisyah ini tidak seperti yang kamu lihat" panik Sofyan mencoba menenangkan Aisyah
"Tidak seperti yang aku lihat bagaimana? jelas jelas kalian sudah mengkhianati aku!" bentak Aisyah
"Kami saling suka Aisyah" ucap Dania datar
"Ya aku bisa melihatnya, dia menyukai saat kamu bergoyang di atas tubuhnya, aku melihat semuanya betapa murahnya kamu Dania!" jawab Aisyah membuat Dania marah
"Salah kamu sendiri tidak bisa menyenangkan mas Sofyan!" bentak Dania
"Diam Dania!" bentak Sofyan mendorong Dania agar pergi
"Kita putus mas, ambil cincin ini dan kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi!" ucap Aisyah melempar cincin berlian yang di berikan Sofyan saat hari pertunangan mereka.
"Tidak Aisyah, aku tidak terima kamu putuskan!"
"Aku tidak peduli, menikah saja dengan perempuan penghibur kamu itu!" Jawab Aisyah
"Aku bukan perempuan penghibur!" ucap Dania tak terima
"Kalau bukan penghibur apa namanya? perempuan yang suka memberikan selangkangannya pada lelaki bajingan seperti dia!" balas Aisyah yang matanya sudah mulai memerah.
"Akhhhh!"
Dania yang kesal menyerang Aisyah dengan kasar, dia bahkan memegang hijab Aisyah dan Sofyan sama sekali tidak membantu Aisyah karena merasa kalau dia sedang di perebutkan dua perempuan yang mengisi hatinya itu.
Grep.
"Hhkkkk..!"
Aisyah yang dalam keadaan marah tiba tiba saja mencengkram leher Dania dengan keras, bahkan wajah Dania sudah memerah karena kehabisan nafas di cekik oleh Aisyah. Tubuhnya terangkat karena Aisyah tiba tiba juga memiliki kekuatan untuk melawan Dania yang punya tubuh lebih tinggi darinya.
"Jangan pernah menyerang cucuku.... Siapa kamu berani menyentuh cucuku!" bentak Aisyah yang suaranya berubah serak seperti seorang nenek-nenek.
"Aisyah..."
"Mas.. Hkkkk... To.. Tolong aku mas" lirih Dania karena Aisyah sudah mulai di kuasai sosok nenek yang selalu mengikutinya sejak lahir
Flashback off
"Aisyah pergi selama enam bulan supaya Aisyah bisa lepas dari dia dan dia bisa menjalani hubungannya dengan Dania, tapi Aisyah tidak tahu kalau mas Sofyan masih saja mengejar Aisyah" ungkap Aisyah
"Kamu adalah keturunan darah wangi nak, rata rata perempuan dengan darah wangi akan terhindar dari teluh ataupun pelet apapun" ungkap Rizwan
"Aisyah takut pa, takut kalau sampai mas Sofyan datang dan membuat masalah lagi" ucap Aisyah
"Semoga saja dia tidak mengganggu kamu lagi, kalau dia mengganggu kamu lagi, papa mau kamu lawan dia Aisyah, gunakan kemampuan kamu" ucap Rizwan
"Aisyah tidak mau menyakiti orang yah, kemampuan Aisyah juga tidak datang saat terdesak tapi saat Aisyah marah, Aisyah tidak mau, ilmu itu ingin Aisyah buang tapi begitu sulit karena ini adalah ilmu bawaan dari mama" ungkap Aisyah
"Kalau saja Suro masih hidup, papa bisa bertanya padanya apa yang bisa di lakukan untuk melepaskan ilmu itu dari tubuh kamu, kamu jadi tidak bisa mendapatkan jodoh karena terhalang ilmu itu yang hanya bisa di taklukan pemilik ilmu pelet mati" ungkap Rizwan
"Bahaya tidak pa ilmu itu?" tanya Aisyah
"Bahaya sekali nak, saat kamu marah kamu akan menjadi pribadi yang lain, dan yang bisa meredam kemarahan itu adalah cinta, ilmu pelet mati itu akan meredam amarah kamu dengan baik" jawab Rizwan
"Bukankah kata papa pemilik ilmu itu haruslah orang yang pandai mengendalikan perempuan? bagaimana kalau dia memanfaatkan ilmunya itu untuk menaklukkan semua perempuan yang dia inginkan" tanya Aisyah
"Ilmu itu akan berbalik padanya, dia akan berubah jadi monster dan terjebak di alam gaib milik ratu Kinasih" jawab Rizwan
"Papa tahu banyak, jangan jangan papa dukunnya" ledek Aisyah membuat Rizwan tertawa
"Papa bukan dukun nak, tapi teman baik papa yang dukun, namanya Suro" jawab Rizwan