NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17: Masuk Ke Dalam Kota Hitam!

***

Tiga hari berlalu dengan sangat cepat.

Namun bagi warga Kota Hitam, tiga hari itu terasa seperti 'tiga abad', dimana setiap harinya penuh dengan retakan tak kasat mata di dalamnya.

'Benih' kecurigaan kecil yang ditebarkan oleh Mo Yuyan, sudah mulai 'bertunas' ... lalu 'berkembang', dan sekarang mulai dapat dipetik hasilnya dengan hasil yang memuaskan.

Di dalam Kota Hitam sekarang, suasananya berubah dengan sangat drastis!

Lorong-lorong jalan yang sunyi dan sempit biasanyadipenuhi aura dingin dan teratur, kini dipenuhi oleh bisikan-bisikan tajam.

Tatapan mata mereka saling menyelidik, dan percakapan yang terputus begitu saja, saat ada orang yang mendekat.

Di sebuah Balai bagian Utara, terdengar suara gebrakan meja disertai bentakan yang sangat keras.

BRAK!

"Siapa yang membocorkan informasi tentang pergerakan tim 'Bayangan Merah' ketiga, hah?!!!" bentak seorang pria bertubuh kekar.

"Apa maksud Anda bicara begitu? Apakah Anda sedang menuduh kami?! Itu semua salah tim kalian sendiri yang bertindak terlalu ceroboh!" sahut seorang wanita berjubah abu-abu.

"Ceroboh bagaimana, hah?! Kenapa jalur masuk rahasia kita diketahui oleh pihak dari Sekte Abadi? Pasti ada yang sudah membocorkannya!" balas pria kekar itu, tidak mau kalah.

Suasana di dalam sana menjadi tegang dan semakin memanas, saat berbagai macam masalah menimpa mereka dari luar.

Dalam tiga hari terakhir, dua gudang senjata rahasia mereka telah diketahui oleh pihak luar.

Sebuah jalur suplai rahasia disergap tiba-tiba.

Dan yang lebih parah lagi, dua orang pembunuh elit tingkat enam awal menghilang tanpa jejak.

Tidak ada bukti dan saksi, namun racun paranoia terbukti bekerja dengan sangat sempurna.

Berbeda lagi dengan Distrik bagian Timur, dua faksi kecil disana hampir bentrok, hanya karena sebuah kesalah-pahaman yang sepele.

"Kenapa Anda menatap saya seperti itu sejak pagi tadi, hah?!" tanya seorang pemuda dengan nada geram.

"Saya hanya merasa heran, kenapa Anda selalu muncul saat ada rapat rahasia!" jawab rekannya dengan nada tinggi.

"Apanya yang salah jika saya muncul?! Biasanya juga begitu!" ujar pemuda itu dengan emosi yang memuncak.

"Tentu saja salah! Setiap Anda muncul, pasti ada kegagalan dalam setiap misi rahasia yang sudah ditentukan!" sahut rekannya, tidak mau kalah.

Tangan mereka sudah berada digagang pedang masing-masing, dan hampir saja terjadi pertumpahan da-rah, andaikan salah satu penjaga senior disana tidak langsung turun tangan dengan cepat.

Sementara itu di dalam sebuah Paviliun tertutup yang jauh dari pusat Kota Hitam, si pria berjubah merah kembali membuka matanya.

Slap!

Aura di sekitarnya berputar perlahan, dan seorang pengawal bayangan sedang berlutut dihadapannya.

"Suasana diluar semakin tidak terkendali, Tuan. Faksi Utara dan Timur hampir saja bentrok di wilayah terbuka, hanya karena masalah sepele," lapornya kepada 'Tuan' yang menjadi majikannya.

Pria berjubah merah itu hanya tersenyum tipis, saat mendengar laporan pengawalnya.

"Menarik! ... Sangat-sangat ... Menarik!" gumam pria itu dengan nada misterius.

"Apakah Tuan yakin, ini semua bukan ulah orang-orang dari Sekte Abadi?" tanya pengawal itu.

"Jika Sekte Abadi yang bergerak, jejaknya pasti akan terlihat. Sementara ini ... gerakannya terlihat lebih halus dan lebih cerdas," jawab pria berjubah merah itu dengan analisanya.

"Apakah ini semua perbuatan gadis yang bernama 'Mo Yuyan' itu?" tanya pengawal itu kembali.

"Bukan ..." jawab pria berjubah merah itu dengan mata menyipit tajam.

"Dia hanya 'menabur' kata-kata, akan tetapi ... kenapa seluruh orang bereaksi sampai seperti ini?" lanjutnya dengan nada penuh pertanyaan.

Lalu dia bangkit perlahan dari duduknya.

"Cari tahu sebabnya! Siapapun yang mulai meragukan rekan mereka sendiri, langsung awasi mereka! Dan ... cari jejak sebuah aura racun yang sangat halus!" perintah pria berjubah merah itu dengan nada tegas.

"Baik, Tuan!"

Wusssh!

_

Sementara di dalam kota semakin kacau~

Gerbang Kota Hitam justru terlihat lengang dari biasanya.

Fokus para penjaga terbagi, dan pemeriksaan identitas dilakukan sekedarnya saja.

Ditengah keramaian itu, terlihat empat sosok manusia yang berjalan santai untuk memasuki kota.

Tanpa Aura yang mencolok, dan perlengkapan yang mencurigakan.

Mo Yuyan mengenakan hanfu warna biru pucat, dengan jubah luar berwarna biru tua.

Rambutnya diikat ekor kuda tinggi, layaknya seorang pendekar wanita pengelana biasa.

Duan Xue menekan habis Aura Iblisnya, memakai hanfu warna hitam biasa, layaknya seorang pendekar bayaran biasa.

Li Shen memakai hanfu warna sama dengan Mo Yuyan sambil membawa buntalan kain yang lusuh, layaknya seorang adik yang sedang menemani kakaknya berdagang.

Sementara Nenek Du, dia 'menyulap' dirinya menjadi seorang nenek renta yang bungkuk, hanya ingin mencari tempat menetap sementara di kota itu.

Penjaga gerbang melirik sekilas ke arah mereka sebelum bertanya.

"Kalian dari mana?" tanya penjaga itu.

"Kami dari wilayah Barat, Tuan. Kami dengar kabar, jika Kota Hitam ini terbuka untuk para pedagang pengelana ..." jawab Mo Yuyan dengan nada lembut.

Penjaga gerbang itu mendengus pelan.

"Jika kalian ingin berdagang, berdagang saja! Jangan pernah ikut campur dengan urusan dalam. Kota ini sedang dalam keadaan yang sangat sensitif!" ujar penjaga itu memperingatkan.

Mo Yuyan tersenyum manis, saat mendengar ucapan penjaga itu.

"Kami hanya akan tinggal sementara, sambil menjajakan dagangan kami, Tuan ..." sahut Mo Yuyan.

Penjaga itu hanya melambaikan tangannya dengan malas, saat Mo Yuyan menyelipkan sekantong uang perak ke tangannya.

"Ya sudah, masuk sana!"

Begitu mereka berjalan beberapa meter dari pintu gerbang utama, Li Shen langsung berbisik pelan ke telinga Mo Yuyan.

"Ini jauh lebih mudah dari yang aku bayangkan, Kak ..."

Tatapan mata Mo Yuyan tetap lurus ke arah depan.

"Ketika mereka sibuk saling mencurigai orang mereka sendiri, mereka malas memperdulikan orang luar yang masuk," sahut Mo Yuyan.

"Racunmu ternyata bekerja lebih 'indah' dari yang aku duga, Yuyan ..." ujar Duan Xue sambil menyeringai.

"Hehehehe ... bukan hanya racun, namun kata-katanya yang menusuk mereka lebih dalam," ujar Nenek Du sambil terkekeh ringan.

Mereka meneruskan langkahnya menyusuri jalan utama, ternyata Kota Hitam ini bukanlah sebuah kota yang biasa.

Bangunan di dalamnya tinggi-tinggi dan bercat warna gelap, dengan simbol-simbol faksi terukir di setiap dindingnya.

Setiap sudut dari bangunan itu menyimpan sebuah aura yang tajam.

Namun kini, aura itu telah tercampur dengan perasaan gelisah yang mendalam.

Mereka melewati sebuah kedai arak, dimana ada dua orang pria yang berdebat di sana.

"Jangan pernah mendekati wilayah kami tanpa izin!"

"Huh! Kalian pikir, kami mau menginjak tanah busuk kalian itu, hah?! Kepedean sekali!"

Seorang wanita melintas bersama rekannya, lalu dia berbisik lirih kepada rekannya itu.

"Rumornya, ada seorang pengkhianat di dalam lingkaran Inti ..." ujar wanita itu.

"Siapa dia?"

"Entahlah ... tapi semua orang saling mencurigai sekarang," jawab wanita itu.

Li Shen menelan salivanya, saat dia mendengar percakapan itu.

"Efeknya menyebar dengan sangat cepat ternyata ..."

"Itu karena rasa percaya mereka terhadap sesama sudah rapuh, dan aku hanya 'menyentuh' sedikit retakannya ..." jawab Mo Yuyan dengan suara pelan.

Mereka akhirnya berhenti di depan sebuah penginapan tiga lantai, yang berada di sudut distrik Selatan.

Ada sebuah plakat kayu yang tergantung di depannya, bertuliskan:

'PENGINAPAN MALAM KELAM'

"Tempat ini cukup ramai, namun tidak terlihat mencolok ..." ujar Duan Xue.

"Keramaian bisa menyembunyikan keberadaan kita dengan baik," sahut Mo Yuyan.

Mereka pun masuk ke dalam penginapan tersebut.

Trrrrring!

Pemilik penginapan itu adalah seorang pria paruh baya yang bermata licik, dia menatap mereka dari balik meja pelayanan.

"Apakah kalian ingin menginap?" tanya pemilik penginapan itu.

"Ya! Beri kami empat kamar yang bersebelahan," jawab Mo Yuyan.

"Sedang terjadi banyak keributan, jadi harganya naik ... dua kali lipat per kamarnya. Bagaimana?" ujar pria paruh baya itu dengan mata menyipit.

Li Shen yang sudah membuka mulutnya ingin mengucapkan protes, langsung dicegah oleh Mo Yuyan.

"Kami akan membayarnya ..."

Dia langsung mengelurkan sekantong uang kepingan emas, dan menaruhnya di atas meja.

"Apakah ini cukup?" tanya Mo Yuyan.

Mata pria peruh baya itu berbinar, saat melihat sekantong emas di depannya.

"Cukup! ... Sangat cukup sekali!" serunya dengan nada ramah.

"Ini kuncinya. Lantai dua, nomor kamar 7-8-9-10," lanjut pria itu sambil menyerahkan kuncinya.

Mo Yuyan mengambil kunci itu, lalu memberikannya kepada mereka masing-masing.

Saat mereka menaiki tangga kayu, Duan Xue bertanya dengan suara pelan.

"Kenapa kamu tidak menawarnya?"

"Karena bagi orang serakah, dia tidak akan memperhatikan tamu yang membayar tanpa banyak bicara," jawab Mo Yuyan sambil tersenyum tipis.

Sesampainya di lantai dua, mereka berkumpul di kamar milik Mo Yuyan.

Nenek Du langsung bertindak cepat, dengan memasang formasi kedap suara yang paling sederhana.

Swosssh!

Sebuah tabir cahaya tipis menyelimuti ruangan itu.

"Nah, sekarang aman untuk berbicara ..." ujar Nenek Du.

Li Shen langsung duduk disebuah kursi kayu, sementara Duan Xue memanaskan air dengan kekuatannya untuk membuat teh.

"Apa langkah selanjutnya, Kak?" tanya Li Shen.

Mo Yuyan berjalan ke arah jendela, dan dia menyingkap sedikit tirainya.

Srak!

Dari sana, dia bisa melihat dengan jelas sebagian jalan utama Kota Hitam.

"Untuk saat ini, kita hanya mengamatinya saja ..." jawab Mo Yuyan.

"Sampai berapa lama?" tanya Duan Xue, sambil menuangkan teh panas ke dalam cangkir yang ada disana.

"Sampai mereka semua mulai saling 'menggigit' ..." jawab Mo Yuyan.

"Hahahahahaha! Sepertinya, hari-hari kita akan terasa sangat ... menyenangkan," ujar Duan Xue sambil tertawa.

Nenek Du menatap Mo Yuyan dengan wajah bingung.

"Bukankah kamu sedang mencari letak resonansi da-rah yang kamu rasakan itu?"

Mo Yuyan menganggukkan kepalanya pelan.

"Ya, saat kita mendekati gerbang utama semalam, aku merasakannya kembali. Resonansi itu ada, namun terasa sangat ... lemah."

"Dari arah mana, Kak?" tanya Li Shen.

"Dari pusat kota ... dekat dengan wilayah Inti," jawab Mo Yuyan.

Suasana menjadi hening sejenak, saat mendengar jawaban Mo Yuyan.

"Itu adalah wilayah yang paling berbahaya, Kak ..." gumam Li Shen.

"Oleh karena itu, pergerakan kita jangan ceroboh!" sahut Mo Yuyan, sambil menoleh ke arahnya.

"Lalu, bagaimana caranya kita mendekat kesana? Pastinya akan ada banyak tahap tinggi yang berjaga disana," ujar Duan Xue dengan wajah bingung.

"Dalam setiap kekacauan yang terjadi, selalu ada pihak yang akan mencari bantuan dari luar," ujar Mo Yuyan sambil tersenyum tipis.

"Apa maksudmu?"

"Maksud aku, kita akan menunggu salah satu dari faksi itu terdesak ... lalu kita akan menawarkan 'bantuan' ..." jawab Mo Yuyan.

"Bagaimana jika mereka menolaknya?" tanya Li Shen sambil mengerutkan keningnya.

"Jika mereka menolaknya, itu berarti ... kekacauannya belum cukup dalam!"

-

Malam pertama mereka di Kota Hitam, terdengar suara teriakan dari kejauhan.

"Aaaaaaaaaa! ... Tolong!"

Dan suara benturan logam menggema samar.

Clang! ... Clang! ... Clang!

Duan Xue berdiri di dekat jendela kamarnya, dan mengetuk dinding kamarnya pelan, sebagai isyarat.

Tidak berapa lama kemudian, mereka kembali berkumpul dalam satu ruangan yang sudah diberi formasi kedap suara.

"Faksi Timur dan Utara benar-benar bentrok, dan dua mayat sudah diangkut pergi ..." lapor Duan Xue.

Li Shen menatap Mo Yuyan dengan tatapan penuh tanya.

"Racunmu itu akan membuat mereka sampai kehilangan akal, kan?"

Mo Yuyan menatap pemuda lima belas tahun dihadapannya itu dengan tajam.

"Racun itu hanya akan memperbesar emosi yang sudah ada sebelumnya," jawabnya dengan wajah datar.

"Jadi ... kebencian itu memang sudah lama tersimpan di dalam diri mereka masing-masing?"

"Benar!"

Nenek Du hanya bisa menghela napasnya, saat melihat semua kejadian itu.

"Sebuah Kota yang dibangun atas dasar ketakutan dan kepentingan ... cepat atau lambat pasti akan runtuh."

Mo Yuyan menutup matanya sejenak.

Ditengah-tengah kekacauan yang terjadi~

Dia merasakan kembali denyutan halus itu.

Denyutan yang sedang memanggil 'da-rah' miliknya ke suatu tempat yang masih belum diketahui jelas letaknya.

Dia langsung membuka matanya kembali dengan perlahan ...

"Aku merasakan lagi resonansi itu ..."

Semua mata menoleh ke arahnya.

"Apakah lebih kuat?" tanya Duan Xue.

"Ya." jawab singkat Mo Yuyan.

"Apa artinya?" tanya Li Shen.

"Artinya ... orang tersebut juga merasakan keberadaan aku dan Li Shen," jawab Mo Yuyan.

"Jika benar begitu, bukankah hal ini malah semakin membahayakan keberadaan kita, Kak?" tanya Li Shen dengan wajah tegang.

"Ya ... seperti begitulah ..." jawab Mo Yuyan sambil tersenyum.

"Jika keadaannya berbahaya, kenapa kamu malah terlihat senang?" tanya Duan Xue.

"Aku merasa senang, karena ternyata kita tidak salah tempat ..." jawab Mo Yuyan.

"Dasar gadis aneh!"

_

Sementara itu di pusat Kota Hitam, tepatnya di sebuah Paviliun milik pria berjubah merah~

Pria itu kembali membuka matanya, dengan tangan terkepal erat.

"Resonansi ini ... benar-benar da-rah keturunan Klan Shang!" gumam pria itu sambil berdiri perlahan dari duduknya.

Pengawal bayangan setianya langsung muncul dihadapannya.

"Tuan?"

Pria itu tersenyum tipis ...

Namun sekarang, matanya dipenuhi oleh kilatan cahaya dingin.

"Dia ternyata sudah sampai masuk ke dalam kota ini rupanya ..."

"Apakah kami perlu mencarinya, Tuan?"

"Tidak perlu!"

Lalu dia berjalan menuju ke sebuah jendela yang terbuat dari batu, menatap kota yang mulai dilanda oleh api di beberapa sudutnya.

"Biarkan dia bergerak untuk menemukanku ..." ujar pria itu.

"Kenapa begitu, Tuan?"

"Karena, ... aku juga ingin bertemu dengannya."

Pria itu mengangkat tangannya, dan sebuah aura berwarna merah pekat berputar disekitarnya.

"Jika dia datang untuk mencari kebenaran tentang berita orangtuanya ..."

Senyuman pria itu berubah menjadi sebuah seringaian di wajahnya.

" ... Maka dia harus siap menerima sisi gelapnya."

_

Di dalam Penginapan Malam Kelam~

Mo Yuyan berdiri terpaku menatap bulan yang tertutup awan.

"Kota ini akan segera hancur dari dalam," gumamnya pelan.

Li Shen ikut berdiri disampingnya.

"Apapun yang akan terjadi nanti, kita akan tetap berdiri bersama, Kak Yuyan ..."

Mo Yuyan menoleh kearahnya, lalu tersenyum hangat.

Empat sosok manusia itu duduk dalam ketenangan palsu.

Mereka menunggu ... mengamati ... dan bersiap ...

Jika setelah kekacauan ini mencapai puncaknya~

Mereka tidak hanya akan menghantam 'Jantung' Kota Hitam itu.

Mereka juga akan menggali 'rahasia' yang terkubur di dalamnya.

"Semakin kacau ... akan semakin baik untukku bertindak mencarinya!"

☣☣☣

1
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selamat datang Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya. Semoga suka.dengan cerita barunya ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
yetiku86
semangat up kak Aurora 💪💪💪😊
yetiku86: kembali kasih Kak 😊🙏
total 2 replies
azka aldric Pratama
absen dl 🤭🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Azka ... Simpan dulu ya Kak, biar banyak ...🤣. Terima kasih hadirnya, Kak ...🙏🏻🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!