NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Adalah Faisal

Mobil Karina meluncur membelah jalanan Jakarta yang mulai diguyur hujan gerimis. Ia menatap lurus ke depan, namun jemarinya yang menggenggam kemudi sedikit bergetar, bukan karena takut pada ancaman Agus, melainkan karena rasa muak yang teramat sangat. Pengkhianatan Agus bukan lagi luka baginya, melainkan sekadar kotoran yang sulit dibersihkan.

Di tengah perjalanan, ponselnya bergetar dan nama Faisal muncul di layar, Karina menghela napas lalu menekan tombol hijau pada hands free mobilnya.

Kamu sudah di jalan pulang?

^^^Ya, Faisal. Aku udah di jalan ini, ada apa?^^^

Karina, kenapa suaramu terdengar... berbeda? Apa terjadi sesuatu di kantor?

^^^Agus datang menemuiku, dia menyelinap masuk mengikuti mobil kurir.^^^

Oh shit! Bagaimana bisa sistem keamanan itu kebobolan? Aku akan memanggil kepala keamanan besok pagi, apa dia menyakitimu? Apa dia melakukan sesuatu padamu?

^^^Dia berakting menjadi pria tertindas dan meminta kembali padaku lalu berubah menjadi binatang saat aku menolak memberinya uang satu miliar, tapi kamu tidak perlu khawatir karena pengawalku sudah mengatasinya.^^^

Dia meminta satu miliar? Setelah semua yang dia curi darimu? Pria itu benar-benar sudah kehilangan kewarasannya. Karina, aku akan segera ke rumahmu. Kita perlu membicarakan langkah hukum selanjutnya, kita tidak bisa membiarkan dia berkeliaran bebas jika dia sudah berani melakukan kontak fisik atau ancaman.

^^^Tidak perlu malam ini, Faisal. Aku hanya ingin bersama anak-anak.^^^

Justru karena anak-anak, Karina. Dia sudah menemuimu dan sebentar lagi dia akan mencari tahu di mana anak-anak bersekolah dan menemui mereka, orang yang sudah kehilangan segalanya adalah orang yang paling berbahaya karena mereka merasa tidak punya beban lagi untuk kehilangan apa pun.

Perkataan Faisal menyentak kesadaran Karina, keamanan Ella dan Aisha adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun, termasuk Ayah biologis mereka sendiri.

^^^Baiklah, datanglah. Tapi tolong, jangan bicarakan ini di depan anak-anak, aku tidak ingin mereka tahu.^^^

Satu jam kemudian, di rumah mewah milik keluarga Wijaya, suasana terasa hangat. Ella sedang membantu Aisha mengerjakan tugas sekolah di ruang tengah, sementara Karina baru saja selesai mengganti pakaiannya, ketukan di pintu depan menandakan kedatangan Faisal.

Faisal masuk dengan membawa beberapa dokumen hukum di tangannya, ia sempat menyapa anak-anak dengan ramah sebelum mengikuti Karina ke ruang kerja pribadi.

"Agus sedang terjepit, Karina," Faisal langsung membuka pembicaraan setelah pintu tertutup.

"Laporan terbaru yang aku dapatkan, dia sudah mulai meminjam uang pada lintah darat untuk membayar biaya hidup mereka di Solo dan mencari makan di Jakarta. Dia tidak punya aset lagi dan satu-satunya aset yang dia pikir masih miliknya adalah akses padamu dan anak-anak," lanjut Faisal.

"Menurutmu apa yang harus aku lakukan?" tanya Karina sambil duduk di balik meja jati besarnya.

"Perintah penahanan," ucap Faisal dan meletakkan dokumen di atas meja.

"Maksudnya?" tanya Karina.

"Dengan bukti dia menyelinap ke area VIP dan melakukan ancaman verbal padamu, aku bisa meminta pengadilan untuk melarangnya mendekat dalam radius lima ratus meter darimu, kantor dan sekolah anak-anak. Jika dia melanggar, maka dia langsung masuk penjara tanpa perlu menunggu kasus pajak," ucap Faisal.

Karina menatap dokumen itu, "Lakukan, Faisal. Aku tidak ingin dia menjadi hantu dalam kehidupan anak-anak, untuk saat ini hidupku hanyalah untuk anak-anak dan aku tidak akan membiarkan mereka bertemu Ayah mereka," ucap Karina.

"Lagipula, aku yakin jika anak-anak juga tidak ingin bertemu dengan dia," ucap Faisal.

"Satu hal lagi," ucap Faisal ragu.

"Ada apa?" tanya Karina.

"Sabrina, dia baru saja tertangkap kamera cctv di bandara dua jam yang lalu. Dia mencoba kabur ke Singapura, tapi sepertinya keberuntungan tidak berpihak padanya," jawab Faisal

Karina menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa?" tanya Karina.

"Pihak imigrasi mencekalnya karena paspornya masuk dalam daftar pengawasan atas permintaan Direktorat Pajak terkait kasus penggelapan aset perusahaan Agus yang sedang kita dorong dan saat ini dia sedang ditahan untuk pemeriksaan awal," jawab Faisal dengan senyum penuh kemenangan.

Karina menyandarkan punggungnya di kursi, "Jadi, mereka berdua akhirnya mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan," gumam Karina.

Faisal melangkah mendekat dan menatap Karina dengan tatapan yang jauh lebih lembut, "Kamu sudah berjuang sangat keras, Karina. Sekarang, biarkan hukum yang menyelesaikan sisanya, kamu harus mulai memikirkan dirimu sendiri... dan mungkin mulai memikirkan masa depan yang baru," ucap Faisal.

Karina menatap Faisal dan menyadari bahwa pria ini telah berada di sisinya sejak badai pertama menghantamnya, "Terima kasih, Faisal. Untuk semuanya," ucap Karina tulus.

"Sama-sama. Oh ya, aku hampir lupa," ucap Faisal dan merogoh saku jasnya.

"Tadi sore Paman Andri menitipkan ini, Paman Andri bilang ini adalah kunci brankas pribadi Ayahmu yang hanya bisa dibuka olehmu, Paman Andri merasa ini adalah waktu yang tepat bagimu untuk memilikinya," lanjut Faisal.

Karina menerima kunci perak kecil itu dengan tangan gemetar, ia tahu di dalam brankas itu bukan hanya sekadar harta, melainkan pesan terakhir dari Ayahnya yang mungkin akan mengubah arah hidupnya sekali lagi.

Setelah Faisal pamit pergi, Karina melangkah menuju sudut ruang kerja. Di balik sebuah lukisan pemandangan pegunungan yang tenang, terdapat sebuah brankas baja tertanam di dinding, dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia memasukkan kunci perak itu dan membukanya.

​Pintu brankas terbuka dengan suara desis udara yang halus, di dalamnya tidak terdapat tumpukan emas atau berlian, melainkan sebuah kotak kayu cendana yang mengeluarkan aroma menenangkan dan di atas kotak itu terletak sebuah amplop tebal bertuliskan tangan Ayahnya yang khas.

​Karina duduk kembali di kursi kebesaran Ayahnya dan menarik napas panjang sebelum membuka segel amplop tersebut, sebuah surat dengan kertas yang mulai menguning jatuh ke pangkuannya.

Untuk Putriku Karina, putri kecil Ayah yang paling keras kepala... ​Jika kamu membaca surat ini, artinya kamu telah kembali ke rumah. Ayah tahu suatu hari kamu akan kembali, maafkan Ayah, Karina. Maafkan Ayah yang dulu terlalu keras padamu hingga kamu merasa harus pergi untuk membuktikan cinta, Ayah sangat menyayangimu, lebih dari seluruh Grup Wijaya yang Ayah bangun. Di dalam kotak ini, Ayah telah menyiapkan wasiat terakhir yang sah di hadapan notaris. Seluruh kendali mutlak Grup Wijaya kini berada di tanganmu, maka gunakanlah untuk membangun kebahagiaanmu. Ayah tidak lagi peduli pada status atau kekayaan, asalkan kamu bisa tersenyum tanpa beban di pundakmu, maka Ayah akan menerima semuanya.

​Air mata Karina jatuh membasahi kertas itu, rasa sesak yang selama ini ia kunci rapat di dadanya seolah meledak. Ayahnya tidak pernah membencinya, Ayahnya hanya menunggunya pulang. Namun, paragraf terakhir surat itu membuat jantungnya berdegup lebih kencang.

Mengenai masa depanmu... Ayah tahu kamu mungkin masih terluka, tapi jika kamu bertanya siapa yang Ayah percayai untuk menjagamu setelah Ayah tiada, jawabannya masih sama seperti dua puluh tahun lalu Karina, dia adalah Faisal. ​Bahkan setelah kamu menolaknya, Faisal adalah orang yang diam-diam membantu Ayah menjaga Grup Wijaya saat Ayah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Dia tidak pernah menikah, Karina. Dia menunggumu dalam diam tanpa pernah menuntut, bahkan sampai mati pun, Faisal adalah pria pilihan Ayah untukmu. Tapi sekali lagi, pilihan ada di tanganmu, Ayah hanya ingin kamu mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Patrick Khan
aku suka😍😍😍😍
Rina Arie
good book
Naufal Affiq
terimakasih kak atas karya nya
Ariany Sudjana
bagaimana nasibnya Bagas? apa bagas punya kesempatan ketemu Ella dan Aisha?
Naufal Affiq
gak apa2 om,memang gitu kalau istri lagi ngidam,jadi di maklumi aja
Ariany Sudjana
kapan launching nya kak?
elaretaa: Hari ini Kak, Bab 1 sudah up ya🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
kenapa Karina ga kasih tahu kalau Ella dan Aisha juga punya adik tiri, Bagas?
Eva Tigan: Faisal sudah tau kok..kan kemaren dia yg antar Karina menjumpai Bagas dan ibunya ke rumah mereka yg sempit dan kumuh itu
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Karina dan Faisal sudah berkomitmen menjamin pendidikan Bagas, terharu membaca part yang ini
Ariany Sudjana
sebaiknya karina urus anak itu dan sekolahkan anak itu, bagaimanapun anak itu tidak memilih lahir dari orang tua yang mana, dan anak itu juga tidak tahu kejahatan Agus seperti apa, supaya anak itu dan ibunya juga bisa hidup dengan baik
Yana Phung
saya dukung karina
dibandingkan ditemukan agus dan Agus mengarang cerita utk balas dendam
emang dasar agus sudah gila
Yana Phung
membaca tema spt ini saat bulan ramadhan itu rasanya.........😅😅😅
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Sabrina, siap-siap jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally 😄
Ariany Sudjana
restu anak-anak sudah dikantongi, jadi jangan ragu yah Karina , maju terus
Ariany Sudjana
dasar serakah Bu Ratmi , siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
dasar ga tau diri, begitu miskin langsung playing victim. Bu Ratmi dan Agus sama saja, kehilangan kekayaan langsung menyalahkan Karina, padahal kan mereka yang buat ulah, jadi jangan salahkan Karina mengambil tindakan tegas, sudah cukup Karina selama ini diam, demi membela suami dan mertua yang ga tahu diri
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!