Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU DI BUSWAY
Hari ini Riko tidak mendapatkan pesan atau balasan pesannya dari Maya, membuatnya khawatir dan memikirkan hal aneh aneh.
Hingga malam hari, beberapa pesannya belum dibalas sama sekali.
"Kemana dia? Apa dia baik baik saja?" pertanyaannya yang berulang di pikiran.
Hingga jam 10 malam, akhirnya 1 pesan masuk dari Maya. Awalnya ia sangat antusias namun setelah membaca raut wajahnya berubah datar.
"Hai Riko, maaf aku baru bales pesan kamu. Sebelumnya aku minta maaf lagi untuk pesan yang akan kamu baca ini. Tadi pagi aku sudah memeriksakan kandunganku dengan Mas Juan. Dia sangat bahagia dan aku pun tidak tau perasaanku seperti apa. Dia berusaha berubah sejak kemarin, aku juga tidak ingin menjadi istri yang mengkianati suamiku ketika dia memperlakukan ku dengan baik. Aku harap kamu mengerti perasaanku sekarang. Aku berdoa agar kamu bisa mendapatkan pengganti lebih dari aku disegala hal. Wanita yang mencintamu setulus hati dan bukan istri orang. Aku bangga dengan kamu yang sudah sukses mengejar karir. You are The Best, Riko" isi pesan Maya.
Hati Riko seakan akan tercabik2 untuk kesekian kalinya karena Maya.
"Oh begitu ya, suami jahatmu jadi baik dan kamu kembali padanya? Hahahhaa Maya oh Maya..kamu benar benar tidak melihat ada pria yang bersedia melakukan semua hal untuk kamu bahagia malah melihat pria bajingan yang melukaimu sebagai istrinya? Hahahhahaa" ucapnya sambil tertawa pedih.
"Ya coba kita lihat saja seberapa lama suami jahatmu itu akan jadi baik? Dan jangan lupakan, dia hampir membunuhku dan aku akan melakukan hal yang sama tapi dengan cara berbeda" lanjut Riko.
Wajah Riko saat ini memerah karena marah. Ia memilih pergi dari apartemen menuju lapangan tembak malam malam untuk melampiaskan amarahnya.
Lapangan tembak miliknya atas usaha Golden Market.
Dor! Dor! Dor!
3 tembakan tepat di titik merah tengah tujuan.
"Urusan ku dengan Juan Adi Perwira belum selesai" ucapnya.
.
Sebulan kemudian, urusan sengketa perusahaan RaSwa Group selesai secara legal hukum. Yudha Gunawan berhasil dikukuhkan sebagai direktur baru yang sah.
Juan tidak terlihat batang hidungnya di perusahaan. Saat ini ia sibuk memberikan sikap luar biasa penuh kasih kepada Maya dan sekarang mereka lagi berlibur bersama Leksono serta Laras.
"Wah kakak hamil! Aku akan segera jadi aunty" ucap Laras saat Maya memberitahu kan kehamilannya kepada adik ipar dan ayah mertuanya.
Kedatangan Leksono dan Laras dari Swiss sudah direncanakan saat Juan terluka sebulan lalu.
"Haha iyaaa kamu akan jadi tante tante" ejek Juan pada adiknya.
"Ish Bang Juan emang gak bisa lihat adiknya seneng" sahut Laras.
"Selamat ya Maya. Semoga kalian diberikan anak yang baik dalam segala hal dan sehat selamat serta taat beribadah" ucap Leksono.
"Amiin" ujar Maya dan Juan bersamaan.
Mereka berempat ini sedang berlibur di Singapura. Menikmati keindahan negara yang rapi dan modern.
Sekarang mereka sedang berjalan jalan di Orchid Street. Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang menunggu moment untuk mereka bertemu.
Tak lama kemudian, moment itu datang saat naik bus umum.
Seketika Maya dan Juan terdiam sesaat saat melihat pria yang mereka kenal ikut masuk ke busway.
"Hai..wah kita bertemu disini" sapa Riko.
Ya pria itu adalah Riko.
"Sialan! Kenapa kamu bisa disini hah?" ucap Juan menahan marah didepan ayahnya.
Leksono memperhatikan penampilan pria yang berbicara dengan putranya seksama dari atas dan bawah. Laras sibuk memainkan ponselnya mumpung sedang duduk.
Riko tersenyum dan Maya masih diam.
"Namanya juga kendaraan umum. Siapapun bisa naik ini kan? Duduklah kasian istrimu sedang hamil tapi kamu ajak berdiri" sindirnya.
Wajah Juan sudah memerah karena amarah.
Riko duduk di bangku yang masih kosong dengan santai.
Tapi Juan tidak mood untuk melanjutkan perjalanan menggunakan busway dan menekan bel untuk berhenti di halte selanjutnya.
"Loh bang, kok udah diteken aja belnya? Masih ada 5 halte lagi" ucap Laras.
"Pake taxi aja, biar gak capek capek. Kasian istriku kalau naik busway begini" sahut Juan mencari alasan.
Dan begitu sampai halte, Juan menggandeng Maya turun ke busway begitupun dengan Leksono dan Laras yang ikut turun.
Riko tertawa kecil penuh kemenangan didalam busway.
"Hahaha, ini masih permulaan. Rasa insecure mu sendiri yang akan membunuhmu" ucapnya dalam hati.
Juan langsung menghentikan taxi yang lewat. Ia pun naik bersama istri, ayah, dan adiknya.
Didalam taxi, Leksono menanyakan siapa pria yang diajak putranya berbicara hingga mengganti suasana hati.
"Siapa pria tadi, Juan? Ayah lihat, sikapmu berubah setelah bertemu dengannya" tanya Leksono.
"Pria tidak penting, Yah. Jangan dibahas" jawab Juan.
Maya hanya bisa diam dan memikirkan pertemuannya dengan Riko setelah sebulan tak bertemu.
"Kenapa dia bisa disini? Apa yang dia lakukan?" tanyanya sendiri dengan rasa penasaran dalam hati.
"Apakah Riko tidak menyerah untuk mendapatkan ku? Bagaimana bisa dia berusaha membuatku bercerai jika dia benar benar mencintaiku?" batinya.
Wajah Juan sudah terlihat tidak bahagia. Malah terlihat gelisah.
Laras dan Leksono tidak berani menanyakan keadaan Juan karena mereka tau kemampuan regulasi amarah pria itu buruk jika di tempat umum.
Juan memilih tujuan kembali ke hotel daripada tujuan sebenarnya untuk menikmati salah satu wisata di Singapura.