NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Badai Gosip Kampus

Pagi itu, suasana Universitas Cakrawala tidak seperti biasanya. Sinar matahari yang cerah setelah hujan semalaman seolah tidak mampu menandingi "panasnya" kabar yang beredar di koridor-koridor fakultas. Sebuah foto buram yang diambil dari kejauhan mendadak menjadi konsumsi publik di grup-grup angkatan dan akun menfess kampus.

Foto itu memperlihatkan sebuah mobil sedan hitam mewah yang sangat dikenali sebagai milik Justin Adhinata, berhenti di depan sebuah rumah minimalis. Meskipun diambil saat hujan, plat nomor dan siluet mobil itu terlalu ikonik untuk salah dikenali. Yang membuat heboh adalah keterangan fotonya: "Kapten Basket kita ternyata sudah punya pelabuhan hati? Semalam antar maba sampai depan pintu!"

Liana berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya dengan langkah ringan. Ia mengenakan kemeja biru muda yang rapi, dan di dalam tasnya, hoodie milik Justin sudah terlipat rapi, harum aroma deterjen bunga yang lembut. Namun, langkahnya terhenti saat ia menyadari beberapa mahasiswi yang berpapasan dengannya mulai berbisik-bisik sambil melirik ke arahnya.

"Itu kan ceweknya? Yang di foto semalam?" bisik salah satu mahasiswi berambut panjang kepada temannya.

"Iya, maba basket itu kan? Wah, gila sih, gercep banget deketin Justin," sahut yang lain dengan nada sedikit sinis.

Liana mengernyitkan dahi. Ia merasa ada yang salah. Saat ia sampai di lobi gedung, Dhea sudah menunggunya dengan wajah panik, ponsel di tangannya menyala terang.

"Li! Lo harus liat ini!" Dhea langsung menyodorkan ponselnya ke depan wajah Liana.

Liana tertegun. Matanya membelalak melihat foto mobil Justin di depan rumahnya terpampang nyata di layar. "Dhe... ini... siapa yang foto?"

"Gak tau, Li! Katanya ada anak angkatan kita yang rumahnya satu komplek sama lo, terus pas dia pulang, dia liat mobil Kak Justin. Sekarang satu kampus heboh!" Dhea mengoceh cepat. "Lo beneran diantar pulang semalam? Kok nggak cerita?!"

"Hujannya deres banget, Dhe, terus bus nggak ada. Kak Justin cuma kasihan liat gue," jawab Liana dengan suara pelan, jantungnya mulai berdegup kencang karena cemas. Ia tidak menyangka perhatian kecil Justin akan menjadi skandal sebesar ini.

Di sisi lain kampus, tepatnya di depan ruang latihan UKM Tari, suasana terasa lebih mencekam. Alena, seorang senior semester lima yang merupakan penari utama di UKM Tari, berdiri mematung sambil menatap layar ponselnya. Wajahnya yang cantik dengan riasan tipis kini tampak kaku.

Alena sudah menyukai Justin sejak masa orientasi mahasiswa baru tahun pertama. Ia selalu mengikuti perkembangan Justin dari jauh, mendukung setiap pertandingannya, bahkan seringkali sengaja lewat di depan GOR hanya untuk mencuri pandang. Bagi Alena, Justin adalah sosok yang tidak tersentuh, dan ia yakin tidak ada perempuan yang bisa mendekati hati "Gunung Es" itu. Sampai hari ini.

"Al, lo nggak apa-apa?" tanya Maya, teman sesama penari, sambil menyentuh bahu Alena.

Alena mematikan ponselnya dengan kasar. "Siapa maba itu? Namanya Liana?"

"Iya, denger-denger dia anggota baru UKM Basket. Kemarin juga katanya Justin kasih jaketnya ke dia pas kehujanan," jawab Maya hati-hati, tahu benar bagaimana perasaan Alena.

Rahang Alena mengeras. Rasa cemburu membakar dadanya. "Cuma maba beruntung yang cari muka. Justin nggak mungkin serius sama bocah kayak gitu."

Alena segera melangkah pergi menuju kantin fakultas ekonomi, tempat yang biasanya menjadi tongkrongan anak-anak basket. Ia ingin membuktikan sendiri kebenaran gosip tersebut.

Di kantin, Justin sedang duduk bersama Raka. Suasana di sekitar mereka terasa sangat canggung. Banyak mata yang mencuri pandang ke arah meja mereka, namun tidak ada yang berani bertanya langsung karena aura Justin yang sedang sangat gelap pagi ini.

Justin sudah tahu soal foto itu. Raka baru saja menunjukkannya lima menit yang lalu.

"Tin, lo beneran anter Liana? Berani banget lo, sekarang fans-fans lo pada patah hati nasional," goda Raka, berusaha mencairkan suasana meskipun ia tahu Justin sedang kesal.

Justin hanya menatap datar gelas kopinya. "Hujan deras. Nggak ada bus. Gue nggak mungkin biarin dia telantar di lobi sampai malam."

"Tapi lo tau kan dampaknya? Orang-orang bakal mikir macem-macem," lanjut Raka.

Baru saja Justin akan menjawab, sosok Alena muncul di hadapan meja mereka. Alena tersenyum manis, senyum yang biasanya mampu meluluhkan banyak pria, namun Justin hanya menatapnya dengan pandangan bertanya.

"Hai, Justin. Hai, Raka," sapa Alena dengan suara lembut yang dibuat-buat.

"Eh, Hai Alena. Tumben ke kantin sini?" sahut Raka ramah.

Alena langsung duduk di kursi kosong di samping Justin tanpa diminta. "Tadi habis latihan tari, laper banget. Oh ya, Justin, aku denger kabar burung yang lucu di kampus pagi ini. Katanya kamu jadi 'sopir pribadi' buat mahasiswi baru ya?"

Justin meletakkan gelasnya dengan denting yang cukup keras di atas meja. Matanya menatap Alena dengan tajam, membuat Alena sedikit tersentak.

"Bukan urusan lo, Al," jawab Justin singkat dan dingin.

Senyum Alena sedikit luntur. "Aku cuma nanya, Justin. Aku cuma nggak mau reputasi kamu sebagai Kapten rusak cuma gara-gara digosipin sama maba yang mungkin sengaja manfaatin kebaikan kamu."

"Reputasi gue nggak bergantung sama omongan orang di foto buram," balas Justin tajam. Ia bangkit dari duduknya, menyampirkan tasnya di bahu. "Ayo, Rak. Kelas Pak Broto mulai sepuluh menit lagi."

Justin berjalan pergi tanpa menoleh lagi pada Alena. Alena mengepalkan tangannya di bawah meja, kukunya menekan telapak tangan dengan kuat. Ia merasa terhina. Selama ini ia berusaha menarik perhatian Justin, tapi Justin justru membela maba yang baru dikenalnya beberapa hari.

Liana sedang duduk di taman belakang fakultas bersama Dhea, berusaha menghindari keramaian, saat ia melihat Justin berjalan ke arah kelasnya bersama Raka. Liana refleks berdiri, tangannya memegang erat tas yang berisi jaket Justin.

Justin melihat Liana. Langkahnya sempat melambat sejenak. Namun, saat ia menyadari banyak mahasiswa lain yang sedang memperhatikan mereka dengan ponsel yang siap memotret, Justin memilih untuk terus berjalan lurus melewati Liana tanpa menyapa.

Liana merasa hatinya sedikit mencelos. Apa Kak Justin marah gara-gara gosip itu? Apa dia nyesel udah anter gue?

"Li, sabar ya. Kak Justin kayaknya lagi jaga jarak biar gosipnya nggak makin parah," hibur Dhea.

Liana hanya mengangguk lemas. Namun, saat ia kembali duduk, ia tidak menyadari bahwa dari kejauhan, Alena sedang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Alena berjanji dalam hati, ia tidak akan membiarkan Liana merasa tenang di kampus ini selama ia masih menyukai Justin.

Badai di kampus baru saja dimulai. Bukan karena hujan, melainkan karena sebuah foto sederhana yang menyeret Liana masuk ke dalam pusaran kehidupan Justin yang penuh dengan pengagum dan saingan.

1
nesha
🤭🤭
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!