Di khianati tunangan sampah, eh malah dapat pamannya yang tampan perkasa!
Cerita berawal dari Mayra andini kusumo yang mengetahui jika calon suaminya Arman, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri.
Di hari pernikahannya mayra mengajak Dev-- paman dari Arman untuk menikah dengan nya, yang kebetulan menjadi tamu di pernikahan keponakannya. Dan mayra juga membongkar perselingkuhan arman dan Zakia yang di lakukan di belakangnya selama ini.
Cerita tidak sampai di situ, setelah menikah dengan Dev, Mayra jadi tahu sisi lain dari pria dingin itu.
Dapatkan mayra meluluhkan hati Dev yang sekeras batu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan pernikahan yang sebenarnya
Senin pagi, Mayra bangun dengan perasaan yang sangat berbeda dari biasanya.
Cincin pertunangan yang baru berkilau di jari manisnya, mengingatkan bahwa semalam Dev benar-benar melamarnya lagi. Dan kali ini, bukan untuk kontrak atau balas dendam.
Tapi untuk cinta yang sebenarnya.
Mayra tersenyum sambil menatap cincin itu bawah cahaya sinar matahari pagi yang masuk melalui jendela kamar. Dev masih tertidur di sampingnya, lengan pria itu memeluk pinggang Mayra dengan posesif bahkan dalam tidur.
Pria ini... pria yang awalnya hanya orang asing yang setuju dengan rencana gila Mayra, sekarang adalah segalanya untuk perempuan itu.
Mayra berbalik dengan hati- hati untuk menghadap Dev, mengamati wajahnya yang tenang saat tidur. Jenggot sudah mulai tumbuh di rahangnya, rambutnya berantakan yang justru malah membuat nya semakin terlihat tampan.
Dev bergerak, matanya perlahan terbuka. Saat melihat Mayra yang tengah menatap nya, dia tersenyum, senyum mengantuk yang membuat jantung Mayra berdetak lebih cepat.
"Morning,my fiancee, " kata Dev dengan suara serak.
"Secara teknis kita sudah menikah, jadi aku masih istri mu, " koreksi Mayra dengan tersenyum jenaka.
"Benar.Tapi sekarang kamu juga tunangan ku yang akan ku nikahi lagi dengan upacara yang benar, " kata Dev sambil menarik Mayra lebih dekat dan mencium keningnya. "Bagaimana tidur mu? "
"Nyenyak seperti bayi. Kamu? "
"Tidur terbaik. Seperti biasa kalau kamu ada dipelukan ku, " jawab Dev sambil mengusap punggung Mayra dengan lembut.
Mereka berbaring dalam keheningan yang nyaman sebentar, hanya untuk menikmati momen ini sebelum kenyataan hari harus dimulai.
"Jadi, " kata Dev akhirnya. "Kita perlu memiliki rencana. Kapan kamu mau upacara nya?"
"Hmmm... tidak terlalu cepat karena aku mau semuanya sempurna. Tapi juga tidak terlalu lama karena aku sangat bersemangat, " ujar Mayra sambil berpikir. "Mungkin sebulan dari sekarang? Cukup waktu untuk merencanakan semuanya tapi juga tidak terlalu lama? "
"Sebulan kedengarannya bagus. Pertengahan bulan depan, " setuju Dev. Upacara kecil kan? berapa orang kira- kira? "
"Maksimal 50 orang? Hanya teman dekat dan keluarga terdekat, " kata Mayra. "Dari pihak ku ada papa, Dina, beberapa teman dekat dari kantor dan kuliah. kalau dari pihakmu?"
Dev terdiam sebentar. "Marco pasti. Dan... beberapa rekan bisnis yang juga jadi teman. Tapi untuk keluarga... " ekspresi nya mengeras sedikit. "Aku tidak mau mengundang Hendra atau Puspita, atau siapapun dari keluarga Prasetyo. "
"Aku mengerti, " ucap Mayra sambil memegang wajah Dev dengan lembut. "Ini hari 'kita'. Kita undang siapa yang kita mau."
Dev tersenyum dan mencium telapak tangan Mayra. "Terimakasih karena sudah mengerti, sayang. "
"Selalu, " jawab Mayra. "Jadi... bagaimana dengan tempat nya? di autdoor atau indoor? "
"Kalau menurut mu, kau lebih suka yang mana? " tanya Dev.
"Jujur? Aku selalu bermimpi tentang pernikahan di taman. Sesuatu yang intim di taman yang indah, dengan lampu- lampu hias, bunga dimana- mana, sangat romantis dan alami, " kata Mayra dengan mata berbinar.
Dev menatapnya dengan tatapan yang sangat lembut. "Kalau begitu pernikahan di taman. Aku tahu tempat yang sempurna, tempat pribadi di puncak dengan taman yang menakjubkan. Aku pernah kesana untuk pernikahan rekan bisnis. Sangat ekslusif dan sangat indah. "
"Ke dengannya sempurna, " kata Mayra dengan bersemangat. "Kita bisa mengunjungi tempat itu kapan? "
"Aku akan menelpon pemiliknya hari ini dan mengatur kunjungan. Mungkin akhir pekan? " usul Dev.
"Hum, oke! oh my god, aku sudah tidak sabar! " Mayra hampir melompat-lompat dengan antusias sekarang.
Dev tertawa melihat semangat nya. "Aku suka melihat mu seperti ini. Sangat bahagia dan bersemangat. "
"Karena aku memang bahagia dan bersemangat. Aku akan menikah dengan cinta dalam hidup ku, dengan cara yang benar. Tentu saja aku bersemangat! " kata Mayra sambil mencium Dev dengan cepat.
"Cinta dalam hidup mu, ya? " goda Dev dengan senyum lebar.
"Tentu saja. Ada keluhan? " tantang Mayra dengan kerlingan jahil.
"Sama sekali tidak ada. Karena kamu juga cinta dalam hidup ku, " kata Dev dengan tulus yang membuat hati Mayra meleleh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor hari itu, Mayra hampir tidak bisa fokus. Pikirannya terus melayang ke perencanaan pernikahannya: Gaun, bunga, dekorasi, tema, semuanya.
"Oke, Mayra Andini Kusumo, cerita. Apa yang membuat mu bersinar seperti pohon natal, hari ini? " tanya Dina saat mereka makan siang bersama di kantin.
Mayra tersenyum lebar dan mengangkat tangan kiri nya, memamerkan cincin pertunangan nya yang berkilau.
Rahang Dina terbuka. "YA AMPUN! YA AMPUN! MAYRA! "
Beberapa orang dikantin sontak menoleh karena reaksi Dina yang hiperbola.
"Shh! jangan teriak! " bisik Mayra sambil tertawa.
"Dev melamar mu? lagi? atau bagaimana? ceritakan semuanya bestie, cepat! " desak Dina sambil mengambil tangan Mayra untuk memeriksa cincin itu lebih dekat. "Mayra, cincin ini CANTIK SEKALI! mungkin nilainya lebih dari gaji tahunan ku! "
"Mungkin," kata Mayra dengan senyum yang sedikit sungkan. "Tapi yang penting bukan harganya. Yang penting adalah makna di balik nya. "
"Sangat romantis! Bagaimana cara dia melamar mu? aku butuh detailnya!" kata Dina dengan bersemangat.
Mayra lalu menceritakan semuanya: percakapan setelah mengunjungi Arman, Dev yang tiba-tiba menjadi serius, lamaran di ruang tamu, cincin, rencana untuk upacara pernikahan kedua.
Dina mendengar nya dengan mata berkaca- kaca. "Mayra... ini seperti dongeng. Dari pernikahan balas dendam berubah menjadi cinta sejati. Aku sangat senang untukmu! "
"Terimakasih, Din. Dan tentu saja kamu akan menjadi bridesmaid ku. Lagi, " kata Mayra.
"Tentu saja! Dan kali ini tanpa drama, tolong! " kata Dina sambil tertawa. "Tidak ada mantan gila atau kakak tiri yang selingkuh Hanya kebahagiaan murni. "
"Aamiin untuk itu, " sahut Mayra, setuju.
"Jadi kapan pernikahannya? aku perlu tahu supaya bisa minta cuti dari sekarang, " tanya Dina.
"Mungkin pertengahan bulan depan. Kami masih merencanakan detailnya, tapi pasti hanya upacara kecil, intimate wedding. Hanya teman dekat dan keluarga, " jelas Mayra.
"Sempurna! aku akan tandai dengan kalender ku. Dan Mayra, sekali lagi, aku benar-benar sangat senang untuk mu. Kamu pantas mendapatkan semua kebahagiaan setelah semua yang terjadi, " kata Dina dengan tulus sambil memegang tangan Dina.
"Terimakasih, Din. Karena selalu ada untuk ku. Untuk melalui semua kegilaan ini, " kata Mayra dengan emosional.
"Of course bestie, aku akan selalu ada untuk mu. Selalu, " jawab Dina sambil memeluk Mayra.
...----------------...
Sore itu, Mayra pulang lebih awal, terlebih Dev bilang dia ada kejutan.
Saat tiba di penthouse, Mayra menemukan Dev diruang tamu dengan... laptop dan beberapa majalah pengantin?
"Seorang Dev Armando membaca majalah pengantin? ini sesuatu yang kukira tidak akan pernah kulihat, " goda Mayra sambil duduk disamping nya.
"Yah, aku mulai terbiasa. Karena aku serius tentang membantu merencanakan pernikahan ini, " kata Dev sambil menunjukkan layar laptop pada Mayra.
"Aku sudah menghubungi beberapa wedding organizer yang paling terkenal, dan aku pilih tiga yang paling menjanjikan. Kita bisa wawancara mereka minggu ini. "
Mayra terkejut. "Kamu sudah melakukan riset? hari ini? "
"Aku meminta Marco untuk membantu. Tapi ya, aku ingin memulainya. Semakin cepat kita menyelesaikan detail, semakin cepat kita bisa benar-benar mengadakan upacara nya, " jelas Dev.
"Tunggu, kita akan menyewa wedding organizer? bukankah aku secara harfiah adalah WO?" tanya Mayra, baru menyadari keanehannya. Ngapain repot- repot jika dia sendiri sudah ada kan?
"Justru karena itu kamu tidak seharusnya merencanakan pernikahan mu sendiri. Kamu seharusnya menikmati prosesnya, bukan stres karena logistik. Biar profesional lain yang menangani. Kamu hanya perlu membuat keputusan tentang apa yang kamu inginkan dan menjadi pengantin yang cantik, " kata Dev, dengan logika yang sebenarnya, ya... masuk akal.
"Oke, itu masuk akal, " aku Mayra. "Jadi siapa tiga kandidat yang terpilih? "
Dev menunjukkan profil dari tiga wedding organizer, dan semua dengan portofolio yang mengesankan, ulasan yang sangat baik, dengan intimate wedding kelas atas.
"Yang ini terlihat bagus, " Kata Mayra sambil menunjuk ke salah satu. "Elysian weddings. Portofolio mereka sangat cocok dengan suasana yang kuinginkan, romantis, elegan, alami. "
"Bagus.Aku akan jadwal kan pertemuan dengan mereka besok, " kata Dev sambil mengetik di laptop nya.
Mayra menatap Dev dengan kagum. "Kamu benar-benar serius tentang ini, ya? "
Dev menutup laptop nya dan menatap Mayra dengan dalam. "Mayra, ini pernikahan kita. Yang benar-benar berarti untuk ku. Tentu saja aku serius. Aku ingin semuanya sempurna untuk mu. "
Mayra merasakan matanya berkaca- kaca, air mata kebahagiaan. "Rasanya aku tidak pantas mendapatkan mu, kamu terlalu baik. "
"Ssh, jangan ngomong seperti itu. Kamu pantas mendapatkan segalanya dan lebih, " kata Dev sambil menarik Mayra ke pelukannya. "Dan aku akan memastikan kamu mendapatkan nya. "
Mereka lalu duduk dalam keheningan yang nyaman, dengan kepala Mayra di dada Dev, mendengar detak jantung yang stabil dari pria itu yang selalu berhasil memenangkan nya. "
"Oh, dan satu lagi, " ujar Dev tiba- tiba.
"Apa? "
"Aku sudah menghubungi pemilik tempat pribadi di puncak yang kusebut kan tadi pagi. Mereka bersedia untuk dikunjungi sabtu besok. Kita bisa menghabiskan akhir pekan di sana. Aku sudah cek tempat nya, mungkin kita akan menginap semalam di resort terdekat, jadi seperti liburan pra- nikah mini, " usul Dev.
Mayra mengangkat kepalanya dengan bersemangat. "Benarkah? Oh my gosh, yap! aku sangat mau!"
Dev tersenyum melihat semangat wanitanya. "Bagus.Jadi sudah diputuskan dan aku akan mengatur semuanya. "
*****
BERSAMBUNG
menunggu mu update lagi