NovelToon NovelToon
Sistem Peningkatan Kekayaan

Sistem Peningkatan Kekayaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Kaya Raya
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Gu Yanqing hidup miskin, tanpa latar belakang, tanpa peluang.
Hingga suatu hari, Sistem Peningkatan Kekayaan aktif—memberinya kesempatan untuk naik kelas, selama semua yang ia peroleh masuk akal dan sah.

Dari nol ke kaya, dari diremehkan ke dikelilingi orang-orang yang terlihat tulus.
Tapi di dunia uang dan status, kepercayaan punya harga.

Dan saat harga itu terlalu mahal, tidak semua orang sanggup membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Sistem Bukan Keajaiban

Malam turun perlahan di RS Linhai No.2.

Lampu lorong dinyalakan penuh, namun tidak mengusir kesan dingin. Cahaya putih memantul di lantai keramik, menciptakan pantulan datar tanpa bayangan. Jam dinding menunjukkan pukul 19.08. Waktu kunjungan telah berakhir. Lorong hampir kosong.

Gu Yanqing duduk di bangku besi, punggung tegak, kedua tangan bertumpu di paha. Di sakunya, ponsel tidak lagi bergetar. Tidak ada panggilan masuk. Tidak ada keajaiban yang turun dari langit.

Di hadapannya, panel transparan itu kembali muncul.

Bentuknya sama seperti sebelumnya. Tidak berubah. Tidak berkilau. Tidak dramatis.

[ Panel Sistem ]

Sistem: Wealth Ascension System

Status Operasional: Stabil

Mode: Pengawasan & Analisis

Gu Yanqing menatapnya dengan saksama.

Tidak ada sambutan. Tidak ada ucapan selamat. Tidak ada janji. Panel itu berdiri seperti dokumen resmi—dingin, kaku, dan mengikat.

Teks berikutnya muncul, satu baris demi satu baris, seolah sistem sengaja memperlambat ritme.

[ Aturan Inti — Pasal 1 ]

Semua perolehan kekayaan harus memiliki dasar legal yang sah.

Gu Yanqing tidak bereaksi.

Ia telah menduganya sejak awal. Sistem yang memberinya uang begitu saja akan langsung menyalahi logika dunia ini. Jika semudah itu, maka harga yang harus dibayar pasti jauh lebih besar.

Panel beralih.

[ Aturan Inti — Pasal 2 ]

Sistem tidak menciptakan hasil.

Sistem hanya membuka jalur yang telah ada.

Kalimat itu singkat. Namun maknanya jelas.

Tidak ada uang dari udara.

Tidak ada kekuatan yang memutar realitas.

Yang ada hanyalah peluang—jika ia mampu melihat dan memanfaatkannya.

Gu Yanqing menarik napas pelan.

Panel berikutnya muncul.

[ Aturan Inti — Pasal 3 ]

Semua risiko ditanggung sepenuhnya oleh pengguna.

Sistem tidak bertanggung jawab atas konsekuensi hukum, sosial, maupun personal.

Tatapan Gu Yanqing sedikit mengeras.

Artinya, tidak ada jaring pengaman.

Jika ia melangkah salah, sistem tidak akan turun tangan. Tidak akan memberi peringatan emosional. Tidak akan memutar ulang waktu.

Gagal berarti gagal.

Panel berhenti sejenak, seolah memberi waktu bagi penggunanya untuk mencerna.

Gu Yanqing menutup mata sebentar.

Tidak ada rasa marah. Tidak ada kekecewaan yang meledak. Hanya kejelasan yang dingin dan telanjang.

Sistem ini bukan penyelamat.

Bukan dermawan.

Bukan keajaiban.

Ini adalah alat.

Dan alat tidak bekerja sendiri.

Ia membuka mata kembali.

Di benaknya, ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa suara.

Apakah sistem bisa memberinya pinjaman darurat?

Tidak. Itu menciptakan uang tanpa dasar.

Apakah sistem bisa memaksa rumah sakit menunda biaya?

Tidak. Itu intervensi ilegal.

Apakah sistem bisa mengubah keputusan seseorang secara langsung?

Tidak. Kekuasaan bukan ilusi.

Panel tidak menjawab. Tidak perlu.

Keheningan itu sendiri sudah menjadi jawaban.

Gu Yanqing memahami satu hal dengan sangat jelas.

Jika ia tidak bergerak, tidak akan ada perubahan.

Jika ia salah bergerak, semuanya berakhir.

Sistem hanya berdiri di sampingnya, membuka jalur, menyalakan lampu kecil di lorong gelap. Namun kaki yang melangkah tetap miliknya. Otak yang menghitung tetap miliknya. Keberanian yang dibutuhkan—juga miliknya.

Ia menatap lorong rumah sakit yang sunyi.

Di balik dinding itu, ibunya terbaring, waktunya terus berjalan. Di luar gedung ini, kota Linhai tetap berputar, tidak peduli siapa yang hidup atau mati.

Gu Yanqing tidak lagi menunggu.

Pola pikirnya bergeser, pelan namun pasti.

Bukan lagi berharap ada tangan yang menariknya keluar dari jurang.

Melainkan mencari pijakan legal di dinding curam itu.

Jika sistem menuntut proses, maka ia akan memulai dari proses.

Jika sistem menuntut risiko, maka ia akan menghitungnya.

Panel sistem memudar perlahan, kembali ke keadaan pasif.

Lorong tetap sunyi.

Namun di dalam kepala Gu Yanqing, satu kesimpulan telah terbentuk dengan kokoh.

Sistem bukan keajaiban.

Dan justru karena itu, ia bisa digunakan.

...

Malam semakin larut.

Lorong RS Linhai No.2 berubah menjadi ruang transit yang sunyi. Lampu tetap menyala terang, tetapi jumlah manusia berkurang drastis. Suara langkah kaki menjadi jarang. Hanya bunyi mesin pendingin dan dengung listrik yang tersisa.

Gu Yanqing tetap duduk di bangku yang sama.

Sistem telah kembali pasif. Tidak ada panel. Tidak ada teks. Namun keberadaannya tidak benar-benar menghilang. Ia seperti aturan tak tertulis—tidak terlihat, tetapi mengikat.

Gu Yanqing menyandarkan punggungnya perlahan.

Aturan-aturan itu berputar di kepalanya, bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai kerangka berpikir baru.

Legal.

Proses.

Risiko.

Tiga kata itu membentuk batas. Dan batas, jika dipahami, selalu memiliki celah masuk.

Ia menurunkan pandangan ke lantai.

Selama ini, ia hidup sebagai objek. Didorong keadaan. Dipaksa menerima keputusan orang lain. Di pelabuhan, di pasar tenaga kerja, di sistem sosial yang hanya mengenal latar belakang dan koneksi.

Sistem ini tidak mengubah dunia.

Namun memaksanya membaca dunia apa adanya.

Jika uang tidak bisa datang dari udara, maka ia harus berasal dari klaim. Dari hak. Dari kesalahan pihak lain yang bisa dibuktikan.

Pikirannya bergerak ke arah yang sama, berulang kali, tanpa perlu dipaksa.

Dongkou Port.

Bukan sebagai tempat kerja.

Melainkan sebagai struktur kekuasaan.

Di sana ada perusahaan pengelola.

Ada unit operasional.

Ada mandor.

Ada catatan.

Ada kecelakaan.

Ia teringat sesuatu yang lama terkubur, muncul bukan sebagai kilasan emosional, melainkan potongan data yang selama ini diabaikan.

Ayahnya, Gu Hongwei.

Seorang buruh bongkar pelabuhan. Tidak terdaftar sebagai karyawan tetap. Tidak memiliki kontrak formal. Namun tercatat hadir di lokasi kerja.

Kecelakaan itu terjadi tujuh tahun lalu.

Rantai pengikat kontainer lepas. Beban jatuh. Tidak ada alat pengaman tambahan. Tidak ada zona steril yang ditegakkan. Laporan awal dibuat singkat dan kabur.

Kesimpulan resmi: kelalaian pribadi.

Perusahaan tidak bertanggung jawab.

Mandor tidak disanksi.

Kompensasi nihil.

Saat itu, Gu Yanqing masih muda. Ia menerima penjelasan itu tanpa perlawanan. Tidak mengerti prosedur. Tidak memahami hukum. Tidak tahu bagaimana kekuasaan bekerja.

Sekarang, ia memandang kejadian itu dari sudut yang berbeda.

Kelalaian pribadi harus dibuktikan.

Prosedur keselamatan memiliki standar.

Setiap lokasi kerja memiliki tanggung jawab hukum.

Jika laporan dibuat kabur, maka ada sesuatu yang ditutup.

Jika tidak ada kompensasi, bukan berarti tidak ada kewajiban—hanya berarti tidak ada yang menuntut.

Sistem tidak mengatakan apa pun.

Namun aturan-aturannya menyorot satu arah dengan jelas.

Jika ingin uang yang sah, maka ia harus menuntut hak yang sah.

Jika ingin melawan kekuasaan, maka ia harus masuk melalui hukum.

Gu Yanqing membuka mata.

Wajahnya tetap datar. Tidak ada api kemarahan. Tidak ada semangat balas dendam yang liar. Yang ada hanyalah ketenangan yang terlatih oleh tekanan.

Ia memahami sekarang.

Sistem ini tidak memberinya jawaban.

Sistem memaksanya berpikir seperti eksekutor.

Otak adalah modal.

Keberanian adalah syarat.

Kesalahan berarti akhir.

Ia berdiri perlahan dari bangku lorong.

Di balik dinding, detak mesin monitor jantung ibunya terdengar teratur. Waktu masih berjalan, tetapi belum habis.

Gu Yanqing melangkah menuju jendela di ujung lorong. Di luar, lampu kota Linhai menyala seperti jaringan tak kasatmata—terhubung oleh uang, hukum, dan kekuasaan.

Dongkou Port berada di dalam jaringan itu.

Dan kejadian tujuh tahun lalu belum pernah benar-benar selesai.

Jika sistem menuntut jalan legal…

maka pelabuhan adalah pintu masuknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!