NovelToon NovelToon
Suamiku Juragan Kerupuk

Suamiku Juragan Kerupuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa pedesaan / Komedi
Popularitas:62.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Arisa dikhianati calon suaminya sendiri di hari pernikahan. Namun karena tak mau malu, Arisa memutuskan menikahi pemuda desa bernama Ogi, yang diketahui juga sebagai murid favorit ayahnya Arisa dulu.

Ogi yang sepenuhnya punya usaha kerupuk di desa, membawa Arisa untuk ikut tinggal dengannya ke desa. Saat itulah kehidupan Arisa berubah drastis.

"Suara apa itu, Kang? Aku nggak bisa tidur," bisik Arisa sambil menghimpitkan badannya ke dekat Ogi.

"Itu cuman suara burung hantu atuh, Neng..." sahut Ogi berusaha tenang.

"Kompor gasnya mana, Kang?"

"Di sini masaknya masih pakai kayu atuh, Neng..."

"Ini kenapa sinyalnya nggak ada, Kang? Aku butuh wifi!"

"Di sini wifi belum ada atuh, Neng. Kalau mau sinyal pun harus naik ke tebing dulu."

Banyak pengalaman baru yang harus dilalui Arisa. Bagaimana kisah romantis dan kekocakkan mereka tinggal di desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Sudut Pandang Marcel

Sebulan telah berlalu sejak hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan Marcel dan Arisa. Waktu berjalan seperti biasa bagi Marcel, atau setidaknya begitulah yang coba dirinya yakini. Ia tetap bangun pagi seperti biasanya, mengenakan kemeja rapi, menyemprotkan parfum favoritnya, lalu berangkat ke kantor dengan mobilnya. Rutinitas yang sama itu membuatnya merasa seolah hidupnya tidak berubah sedikit pun.

Namun sesekali, ketika pikirannya sedang kosong, bayangan Arisa muncul begitu saja. Gadis itu mengenakan gaun pengantin putih, tersenyum manis seperti hari terakhir mereka bertemu. Setiap kali bayangan itu muncul, Marcel buru-buru mengusirnya. Ia tidak mau mengingatnya. Keputusannya sudah benar. Dia yakin akan hal itu.

Menikah bukan perkara kecil. Apalagi dengan kondisi ekonomi keluarga Arisa yang saat itu sedang tidak baik-baik saja. Marcel tidak ingin menanggung beban yang bukan tanggung jawabnya. Namun ada satu hal yang masih mengganjal di benaknya. Soal ganti rugi. Dalam pesannya kepada Arisa, Marcel sudah berjanji akan mengganti semua kerugian akibat pembatalan pernikahan.

Pagi itu, setelah menyelesaikan beberapa laporan, Marcel membuka ponselnya. Nama WO Arisa Wedding masih tersimpan di daftar kontak. Dia menatap nama itu cukup lama. Lalu akhirnya menekan tombol panggil.

Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum seseorang menjawab.

"Halo, dengan Lestari Wedding Organizer, bisa kami bantu?"

"Selamat pagi," kata Marcel dengan suara formal. "Saya Marcel. Dulu saya klien untuk acara pernikahan Arisa & Marcel bulan lalu."

"Sebentar ya Pak, saya cek dulu datanya."

Marcel menunggu sambil memutar-mutar pulpen di tangannya. Ia sudah siap mendengar angka yang mungkin cukup besar.

Beberapa saat kemudian suara perempuan itu kembali terdengar. "Iya Pak Marcel, datanya sudah ketemu."

"Saya mau menyelesaikan pembayaran kerugian karena pembatalan acara bulan lalu."

Beberapa detik hening. "Lho, Pak Marcel tidak perlu melakukan itu."

Marcel mengernyit. "Maksudnya?"

"Acara pernikahannya tetap berlangsung kok, Pak. Dan semuanya sudah dibayar lunas juga."

Marcel langsung menegakkan punggungnya. "Tetap berlangsung?"

"Iya Pak. Jadi tidak ada pembatalan."

Marcel mengedip beberapa kali. "Dengan... saya maksudnya... pengantin prianya siapa?"

"Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan detail pribadi klien."

Marcel terdiam.

"Tapi yang jelas acaranya tetap berjalan sesuai jadwal."

Suara perempuan itu terdengar ramah dan biasa saja. Seolah hal itu bukan sesuatu yang aneh.

Padahal bagi Marcel, itu sangat aneh. "Baiklah. Terima kasih," ucapnya.

Marcel menutup telepon perlahan. Beberapa detik kemudian ia hanya duduk diam. Arisa menikah? Bagaimana bisa? Ia jelas-jelas tidak datang hari itu. Marcel bahkan mematikan ponselnya supaya tidak diganggu. Tidak mungkin Arisa langsung mendapatkan pengganti dalam waktu beberapa jam.

Marcel menggeleng pelan. "Paling juga cuma formalitas," gumamnya. "Mungkin hanya pura-pura menikah untuk menutup malu di depan tamu."

Tapi semakin Marcel mencoba mengabaikannya, semakin besar rasa penasaran itu. Akhirnya Marcel membuka daftar kontaknya. Ia menemukan satu nama. Dina, teman Arisa. Ia menekan tombol panggil.

Beberapa saat kemudian telepon dijawab.

"Halo?"

"Dina? Ini Marcel."

"Oh… Marcel." Nada suara Dina langsung berubah. Tidak terlalu hangat. "Ada apa?"

"Aku cuma mau nanya soal pernikahan Arisa waktu itu."

Dina tidak langsung menjawab.

Marcel melanjutkan. "Aku dengar dari WO katanya pernikahannya tetap jalan."

"Iya."

Marcel langsung duduk tegak. "Maksudnya gimana tetap jalan?"

"Ya tetap menikah."

"Dengan siapa?"

"Orang lain."

Marcel mengernyit. "Orang lain siapa?"

"Namanya Ogi."

"Ogi?"

"Iya."

Marcel mencoba mengingat. Nama itu terdengar asing. "Teman SMA-nya Arisa?"

"Bukan."

"Terus siapa?"

"Murid favorit papanya dulu."

Marcel terdiam sejenak. "Cowok kampus?"

"Iya, dia sempat kuliah di kota. Orang desa katanya."

Marcel spontan tertawa kecil. "Serius?"

"Iya serius." Dina sempat terdiam sejenak. Ia menarik nafas dalam dan berucap, "Gila! Malah ketawa ya kau? Udah bikin Arisa sakit hati dan malu juga! Eh! Pria desa itu dua kali lipat lebih tampan darimu! Jujur saja, aku lebih suka Arisa menikahinya dibanding dengan kau!"

Setelah itu, Dina langsung mematikan telepon. Sementara Marcel menutup mulutnya sambil tertawa. "Jadi dia nikah sama orang desa yang baru dikenalnya hari itu? Konyol sekali."

Marcel tertawa lagi, kali ini lebih keras. "Astaga… Arisa benar-benar nekat."

Marcel menggeleng sambil tersenyum sinis. "Benar-benar nggak punya harga diri. Dia nikah sama orang desa cuma buat nutup malu." Nada suaranya berubah meremehkan.

"Cantik-cantik tapi otaknya pendek."

Marcel membayangkan sosok lelaki kampungan dengan rambut klimis, sepatu murahan, dan cara bicara kaku. Sangat jauh dari standar lelaki yang menurutnya pantas bersanding dengan Arisa.

"Arisa benar-benar jatuh jauh sekali," gumamnya. Ia tersenyum sinis. Menurut Marcel, hanya perempuan yang putus asa yang mau menikah dengan orang asing dalam hitungan jam. Ia merasa keputusannya meninggalkan Arisa sudah tepat. Bahkan mungkin itu keputusan terbaik dalam hidupnya.

Sejak hari itu Marcel hampir tidak pernah memikirkan Arisa lagi. Namun takdir rupanya punya cara sendiri untuk mempertemukan mereka kembali.

Suatu siang Marcel dipanggil oleh atasannya. Ruangan itu cukup besar dengan meja kayu panjang di tengah. Berkas proyek menumpuk di berbagai sudut.

"Masuk."

Marcel membuka pintu.

"Pak, Bapak panggil saya?"

"Iya. Duduk dulu."

Marcel duduk dengan sikap rapi.

"Ada tugas baru buat kamu."

Marcel langsung tertarik. "Apa Pak?"

Atasannya membuka sebuah map tebal. "Kita dapat proyek pembangunan infrastruktur desa."

Marcel mengangguk. Sebagai staf bagian perencanaan dan observasi lapangan di perusahaan mitra pemerintah, proyek seperti ini sangat penting. Biasanya orang yang ditugaskan observasi lapangan adalah pegawai yang dipercaya.

"Kamu yang saya tunjuk untuk observasi awal."

Marcel tersenyum tipis. "Baik Pak."

Atasannya menyodorkan map itu. "Ini data wilayahnya."

Marcel membuka map tersebut. Halaman pertama berisi profil desa. Nama desa tercetak jelas di bagian atas. Desa Cikawening.

Marcel membaca sekilas. "Lokasinya agak jauh ya Pak."

"Iya. Tapi sekarang sedang berkembang."

Marcel mengangguk.

"Pemerintah mau fokus pembangunan di sana. Jalan, irigasi, dan fasilitas umum masih perlu ditingkatkan."

Marcel membalik halaman demi halaman. Ia membaca data jumlah penduduk, kondisi tanah, akses jalan, dan rencana proyek.

"Berangkat kapan Pak?"

"Minggu depan."

"Baik Pak."

"Kamu tinggal di sana sekitar satu minggu. Lakukan observasi lengkap."

"Siap!"

Atasannya menatap Marcel sebentar. "Ini kesempatan bagus buat kamu."

Marcel mengangguk mantap. "Saya akan kerjakan sebaik mungkin."

Setelah itu Marcel berdiri dan keluar dari ruangan. Di tangannya masih ada map proyek tersebut. Ia merasa cukup bersemangat.

Proyek pembangunan desa sering kali menjadi batu loncatan untuk kenaikan jabatan. Apalagi jika laporan observasinya bagus. Marcel berjalan kembali ke mejanya. Ia membuka map itu sekali lagi. Desa Cikawening, nama itu masih terasa asing baginya. Ia tidak tahu bahwa desa itu adalah tempat tinggal Arisa sekarang.

Tempat di mana Arisa memulai kehidupan barunya sebagai istri Ogi. Tempat di mana lelaki desa yang Marcel remehkan menjalani hari-harinya.

Marcel menutup map itu sambil tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa perjalanan kerja kali ini akan membawanya kembali pada masa lalu yang sudah dia buang.

1
Fitri Yaningsih
nah gitu donk harus berfikir jangan diem bea apalagi fitnahnya udah keterlaluan cari strategi yang bagus dan jitu buat kumpulin bukti2 bergerak tanpa ada yang tau seperti bayangan ayo semangat bangkit kasi pelajaran berharga buat kaka durjana
Tiara Bella
ayo Ogi temukan buktinya klu Heru sm Mega biang keroknya
W I 2 K
bantu cari biang keroknya dang..kalau hal seperti ini harus ada pihak ke 3 yg bantu...
Fitri Yaningsih
secepatnya harus cari solusi bukan diam dan ngumpet,cari biang keroknya.......tentunya kalian tau dan hapal watak warga kampung jadi carilah celah tuk selesaikan masalah biar ga ngerembet mulu.dan untuk heru dan mega semoga cepat ketahuan dan dikeroyok warga
Maryanah May
lanjut thor aku yg malah ikut deg2n baca y🤭
Tiara Bella
mudah²ada keadilan Ogi sm Arisa....
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
punya sodara kaya iblis ...ada aja jahat nya ...sepak aja sih yang jauh tadinya mah 🤭
Mita Paramita
fitnah lebih kejam daripada pembunuhan 🤣🤣🤣semoga biang kerok Heru & Mega cepet ketahuan 😭 kasian ogi
MamDeyh
Siapa tuh laki2 yg ktm mereka? Apa si Marcel yg akan nolong mereka/Shy/
Fitri Yaningsih
dan sejauh ini kerupuk aman2 saja aturan gosip gitu bisa diluruskan dari awal kalo saja ada yang buka suara yang bergosip pertama kali itu heru dan mereka pasti kenal dan sampaikan ke ogi jadi tidak berkembang menjadi bencana
Fitri Yaningsih
susah yach hidup dikampung gampang kemakan omongan dan gosip.emang mereka ga bisa gitu ngomong yang yebarin fitnah tuh si heru pasti mereka tau dan kenal kan ama heru ko ga kedetek gitu trus mereka juga harusnya tau perangai heru seperti apa dan heru masi keluarga ogi heran deh trus emang segitu lengahnya kah keadaan gudang ampe orang nyusup ga ketauan kan katanya gudang dan rumah dekat
Mita Paramita
jahat banget nih pasangan iblis gak suka liat ogi bahagia 🤨
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
fitnah lebih kejam, semoga ogi dan arisa bisa lewatin sama-sama ya.
mega sama heru dapat ganjarannya
Fitri Yaningsih
biarlah ogi bahagia bersama arisa apapun yang terjadi dan mudah2an segala kelicikan heru dan mega malah berbalik ke yang merencanakan tertawa jahat wkwkwkwkwk
Fitri Yaningsih
sodara macam apa itu liat adiknya maju bukannya senang dan mendukung malah iri dasar serakah kamu heru cocok sama mega
mudah2an nanti dapet hidayah yang tak terlupakan buat 2 sejoli tamak ini 😡😡😡
Rommy Wasini Khumaidi
konflik dimulai lagi,lanjutkan!
Sri rahayu
biasa lah nganten baru ,maunya di kasur terus 🤣🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
sekali nya dah tau enak malah coba berbagai gaya ....🤣
MamDeyh
Astogeeee aku jd mesem2 sendiri🤭🤭
Fitri Yaningsih
wah kang ogi penasaran........ praktek lah langsung gas keun dari pada penasaran ampe ga tidur 🤭🤭🤭🤭 kasiannya🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!