NovelToon NovelToon
Suamiku Juragan Kerupuk

Suamiku Juragan Kerupuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa pedesaan / Komedi
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Arisa dikhianati calon suaminya sendiri di hari pernikahan. Namun karena tak mau malu, Arisa memutuskan menikahi pemuda desa bernama Ogi, yang diketahui juga sebagai murid favorit ayahnya Arisa dulu.

Ogi yang sepenuhnya punya usaha kerupuk di desa, membawa Arisa untuk ikut tinggal dengannya ke desa. Saat itulah kehidupan Arisa berubah drastis.

"Suara apa itu, Kang? Aku nggak bisa tidur," bisik Arisa sambil menghimpitkan badannya ke dekat Ogi.

"Itu cuman suara burung hantu atuh, Neng..." sahut Ogi berusaha tenang.

"Kompor gasnya mana, Kang?"

"Di sini masaknya masih pakai kayu atuh, Neng..."

"Ini kenapa sinyalnya nggak ada, Kang? Aku butuh wifi!"

"Di sini wifi belum ada atuh, Neng. Kalau mau sinyal pun harus naik ke tebing dulu."

Banyak pengalaman baru yang harus dilalui Arisa. Bagaimana kisah romantis dan kekocakkan mereka tinggal di desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Sudut Pandang Marcel

Sebulan telah berlalu sejak hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan Marcel dan Arisa. Waktu berjalan seperti biasa bagi Marcel, atau setidaknya begitulah yang coba dirinya yakini. Ia tetap bangun pagi seperti biasanya, mengenakan kemeja rapi, menyemprotkan parfum favoritnya, lalu berangkat ke kantor dengan mobilnya. Rutinitas yang sama itu membuatnya merasa seolah hidupnya tidak berubah sedikit pun.

Namun sesekali, ketika pikirannya sedang kosong, bayangan Arisa muncul begitu saja. Gadis itu mengenakan gaun pengantin putih, tersenyum manis seperti hari terakhir mereka bertemu. Setiap kali bayangan itu muncul, Marcel buru-buru mengusirnya. Ia tidak mau mengingatnya. Keputusannya sudah benar. Dia yakin akan hal itu.

Menikah bukan perkara kecil. Apalagi dengan kondisi ekonomi keluarga Arisa yang saat itu sedang tidak baik-baik saja. Marcel tidak ingin menanggung beban yang bukan tanggung jawabnya. Namun ada satu hal yang masih mengganjal di benaknya. Soal ganti rugi. Dalam pesannya kepada Arisa, Marcel sudah berjanji akan mengganti semua kerugian akibat pembatalan pernikahan.

Pagi itu, setelah menyelesaikan beberapa laporan, Marcel membuka ponselnya. Nama WO Arisa Wedding masih tersimpan di daftar kontak. Dia menatap nama itu cukup lama. Lalu akhirnya menekan tombol panggil.

Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum seseorang menjawab.

"Halo, dengan Lestari Wedding Organizer, bisa kami bantu?"

"Selamat pagi," kata Marcel dengan suara formal. "Saya Marcel. Dulu saya klien untuk acara pernikahan Arisa & Marcel bulan lalu."

"Sebentar ya Pak, saya cek dulu datanya."

Marcel menunggu sambil memutar-mutar pulpen di tangannya. Ia sudah siap mendengar angka yang mungkin cukup besar.

Beberapa saat kemudian suara perempuan itu kembali terdengar. "Iya Pak Marcel, datanya sudah ketemu."

"Saya mau menyelesaikan pembayaran kerugian karena pembatalan acara bulan lalu."

Beberapa detik hening. "Lho, Pak Marcel tidak perlu melakukan itu."

Marcel mengernyit. "Maksudnya?"

"Acara pernikahannya tetap berlangsung kok, Pak. Dan semuanya sudah dibayar lunas juga."

Marcel langsung menegakkan punggungnya. "Tetap berlangsung?"

"Iya Pak. Jadi tidak ada pembatalan."

Marcel mengedip beberapa kali. "Dengan... saya maksudnya... pengantin prianya siapa?"

"Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan detail pribadi klien."

Marcel terdiam.

"Tapi yang jelas acaranya tetap berjalan sesuai jadwal."

Suara perempuan itu terdengar ramah dan biasa saja. Seolah hal itu bukan sesuatu yang aneh.

Padahal bagi Marcel, itu sangat aneh. "Baiklah. Terima kasih," ucapnya.

Marcel menutup telepon perlahan. Beberapa detik kemudian ia hanya duduk diam. Arisa menikah? Bagaimana bisa? Ia jelas-jelas tidak datang hari itu. Marcel bahkan mematikan ponselnya supaya tidak diganggu. Tidak mungkin Arisa langsung mendapatkan pengganti dalam waktu beberapa jam.

Marcel menggeleng pelan. "Paling juga cuma formalitas," gumamnya. "Mungkin hanya pura-pura menikah untuk menutup malu di depan tamu."

Tapi semakin Marcel mencoba mengabaikannya, semakin besar rasa penasaran itu. Akhirnya Marcel membuka daftar kontaknya. Ia menemukan satu nama. Dina, teman Arisa. Ia menekan tombol panggil.

Beberapa saat kemudian telepon dijawab.

"Halo?"

"Dina? Ini Marcel."

"Oh… Marcel." Nada suara Dina langsung berubah. Tidak terlalu hangat. "Ada apa?"

"Aku cuma mau nanya soal pernikahan Arisa waktu itu."

Dina tidak langsung menjawab.

Marcel melanjutkan. "Aku dengar dari WO katanya pernikahannya tetap jalan."

"Iya."

Marcel langsung duduk tegak. "Maksudnya gimana tetap jalan?"

"Ya tetap menikah."

"Dengan siapa?"

"Orang lain."

Marcel mengernyit. "Orang lain siapa?"

"Namanya Ogi."

"Ogi?"

"Iya."

Marcel mencoba mengingat. Nama itu terdengar asing. "Teman SMA-nya Arisa?"

"Bukan."

"Terus siapa?"

"Murid favorit papanya dulu."

Marcel terdiam sejenak. "Cowok kampus?"

"Iya, dia sempat kuliah di kota. Orang desa katanya."

Marcel spontan tertawa kecil. "Serius?"

"Iya serius." Dina sempat terdiam sejenak. Ia menarik nafas dalam dan berucap, "Gila! Malah ketawa ya kau? Udah bikin Arisa sakit hati dan malu juga! Eh! Pria desa itu dua kali lipat lebih tampan darimu! Jujur saja, aku lebih suka Arisa menikahinya dibanding dengan kau!"

Setelah itu, Dina langsung mematikan telepon. Sementara Marcel menutup mulutnya sambil tertawa. "Jadi dia nikah sama orang desa yang baru dikenalnya hari itu? Konyol sekali."

Marcel tertawa lagi, kali ini lebih keras. "Astaga… Arisa benar-benar nekat."

Marcel menggeleng sambil tersenyum sinis. "Benar-benar nggak punya harga diri. Dia nikah sama orang desa cuma buat nutup malu." Nada suaranya berubah meremehkan.

"Cantik-cantik tapi otaknya pendek."

Marcel membayangkan sosok lelaki kampungan dengan rambut klimis, sepatu murahan, dan cara bicara kaku. Sangat jauh dari standar lelaki yang menurutnya pantas bersanding dengan Arisa.

"Arisa benar-benar jatuh jauh sekali," gumamnya. Ia tersenyum sinis. Menurut Marcel, hanya perempuan yang putus asa yang mau menikah dengan orang asing dalam hitungan jam. Ia merasa keputusannya meninggalkan Arisa sudah tepat. Bahkan mungkin itu keputusan terbaik dalam hidupnya.

Sejak hari itu Marcel hampir tidak pernah memikirkan Arisa lagi. Namun takdir rupanya punya cara sendiri untuk mempertemukan mereka kembali.

Suatu siang Marcel dipanggil oleh atasannya. Ruangan itu cukup besar dengan meja kayu panjang di tengah. Berkas proyek menumpuk di berbagai sudut.

"Masuk."

Marcel membuka pintu.

"Pak, Bapak panggil saya?"

"Iya. Duduk dulu."

Marcel duduk dengan sikap rapi.

"Ada tugas baru buat kamu."

Marcel langsung tertarik. "Apa Pak?"

Atasannya membuka sebuah map tebal. "Kita dapat proyek pembangunan infrastruktur desa."

Marcel mengangguk. Sebagai staf bagian perencanaan dan observasi lapangan di perusahaan mitra pemerintah, proyek seperti ini sangat penting. Biasanya orang yang ditugaskan observasi lapangan adalah pegawai yang dipercaya.

"Kamu yang saya tunjuk untuk observasi awal."

Marcel tersenyum tipis. "Baik Pak."

Atasannya menyodorkan map itu. "Ini data wilayahnya."

Marcel membuka map tersebut. Halaman pertama berisi profil desa. Nama desa tercetak jelas di bagian atas. Desa Cikawening.

Marcel membaca sekilas. "Lokasinya agak jauh ya Pak."

"Iya. Tapi sekarang sedang berkembang."

Marcel mengangguk.

"Pemerintah mau fokus pembangunan di sana. Jalan, irigasi, dan fasilitas umum masih perlu ditingkatkan."

Marcel membalik halaman demi halaman. Ia membaca data jumlah penduduk, kondisi tanah, akses jalan, dan rencana proyek.

"Berangkat kapan Pak?"

"Minggu depan."

"Baik Pak."

"Kamu tinggal di sana sekitar satu minggu. Lakukan observasi lengkap."

"Siap!"

Atasannya menatap Marcel sebentar. "Ini kesempatan bagus buat kamu."

Marcel mengangguk mantap. "Saya akan kerjakan sebaik mungkin."

Setelah itu Marcel berdiri dan keluar dari ruangan. Di tangannya masih ada map proyek tersebut. Ia merasa cukup bersemangat.

Proyek pembangunan desa sering kali menjadi batu loncatan untuk kenaikan jabatan. Apalagi jika laporan observasinya bagus. Marcel berjalan kembali ke mejanya. Ia membuka map itu sekali lagi. Desa Cikawening, nama itu masih terasa asing baginya. Ia tidak tahu bahwa desa itu adalah tempat tinggal Arisa sekarang.

Tempat di mana Arisa memulai kehidupan barunya sebagai istri Ogi. Tempat di mana lelaki desa yang Marcel remehkan menjalani hari-harinya.

Marcel menutup map itu sambil tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa perjalanan kerja kali ini akan membawanya kembali pada masa lalu yang sudah dia buang.

1
Tiara Bella
waduh Ogi tahan ya....
Fitri Yaningsih
lucu juga yach ga kebayang lagi tegak trus mapah atau gendong gimana yach 🤭🤭🤭🤭
Rommy Wasini Khumaidi
🤣🤣ogi junior bangun
Rommy Wasini Khumaidi
ih kelamaan malu²nya Gi,padahal mah mau,mau banget malah
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
😂😂😂😂 niat minta gendong biar pegelnya hilang malah di jatuhin
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
biasa awal pengantin baru lagi romantis-romantisnya ke tusuk duri aja ogi perhatian gitu. nanti kalau udah beberapa tahun nikah kesandung batu pasti jawaban nya " matamu kemana" 😂😂😂😂😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
sabar ogi nanti juga Arisa bakal cinta juga sama kamu🤫
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
berkah keikhlasan hati ogi di khianati pacar dan kakaknya akhirnya dapat istri yg jauh lebih cantik
Rommy Wasini Khumaidi
ohalah,baru juga mau bantuin.udah nyusahin aja nih Arisa.emang harusnya Ratu itu duduk saja Sa
Dania
semangat tor
Sari Kumala
lanjut kak 💪
Rommy Wasini Khumaidi
🤣🤣🤣lucu banget
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
hahahaha Dadang lucu
Tiara Bella
hahahaha JD kentut²an ya.....
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sabar banget ogi jadi suami 🤭
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
hidup di desa itu enak di bayangkan. sejuk, kekeluargaan dan kesibukannya di ladang dan sawah beda di kota. tapi aku gak bisa jadi petani gak kebayang kalau tinggal di desa🙈
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
masalah nya ternyata lebih menyakitkan di khianati sama kakak sendiri Risa mending kalau selingkuh sama orang yg ga di kenal atau ngilang sekalian daripada selingkuh sama kakak sendiri . sesabar itu kan ogi🥺
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
serem juga kau galak dukun bertindak😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
baru sampai sudah ada gadis desa yg patah hati ya gi😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
waduh neneknya ogi suka sama yang mistis-mistis bakal lebih kaget lagi si arisa😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!