Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
(Love kapan pulang?). Pesan Ray
(Nanti, aku masih sibuk di sini). Balasku padanya
(Lama banget sih, aku susul kamu aja deh kesana).
(Loh nggak usah, bulan depan aku juga balik kata mama).
(Lama banget b
(Ya gimana dong mama sama tante lagi perlu aku buat model design mereka).
(Tapi aku kangen bagaimana).
(Sebentar aja kok beb).
(Ya udah besok aku mau berangkat ke sana, mau ambil cuti).
Ray mengirimkan tiket pesawat keberangkatan pagi padaku.
Dia benar-benar pria yang nekat bahkan dia rela mengambil cuti hanya untuk bertemu pacarnya ini.
(Love). pesannya lagi
(Iya? Kenapa beb).
(Melinda sedang menggodaku).
(Apa-apaan dia). Balasku dengan ekspresi marah
(Tenang Love, aku tidak akan terpengaruh oleh wanita bermuka dua ini).
(Dia bilang apa?).
(Dia bilang tau semua tentang kamu, ya aku dengarin aja tp sambil ku kasih peringatan).
(Ya ampun kejamnya). Balasku dengan ekspresi tertawa.
Aku tau bahwa Melinda akan melakukan segala cara agar mendapatkan apa yang dia inginkan, mungkin dia sengaja supaya hamil agar Reno menikahinya dan dia akan menjadi nyonya muda kesayangan keluarga Wilder karena Reno adalah anak terakhir di keluarga itu
Iya dia memang anak terakhir, hanya saja dia bukanlah anak kandung dari ayah Ray dan Asael. Hanya Ray yang mengetahui ini semua sedangkan Asael baru-baru ini saja mengetahui dari Isabella.
"Sibuk banget anak mama".
"Nggak cuma si Ray katanya mau kesini dia sudah ambil cuti".
"Ya ampun calon mantu mama itu takut banget cewenya pergi jauh-jauh". Kata mama seraya tertawa kecil.
"Ih mama menantu apa, dia aja belum melamar Lea di hadapan kalian".
"Loh Lea belum tau ya, dia sudah izin sama ayah mau nikahin kamu".
"Apa? Terus ayah bilang apa".
"Ya ayah setuju-setuju aja, asal dia benar-benar jagai kamu karena kamu adalah anak kesayangan kami. Lagian mereka di bidang yang sama tentu saja mereka cocok".
"Mama sama ayah kok nggak pernah cerita sih sama Lea, tapi Lea takut ma dia nanti kelain gimana?".
"Ya ampun sayang mama, dia sudah kasih kamu semua yang dia punya bahkan sekarang dia mengurus perusahaannya agar di balik nama kamu sebagai mahar".
"Ih kok gitu ma, terus nanti kalau kami jadi menikah bagaimana dengan nafkah untuk Lea sebagai istri?". Tanyaku serius
"Itu artinya Ray kerja sama kamu, kamu yang gaji dia buat hidupin kamu"
"Lah sama aja kan jadinya ma". Ucapku agak sedih.
"Dia sudah membangun perusahaannya dari Nol masa sudah mau di berikan begitu saja, mana mau di kasihkan ke Lea apa kata orang tuanya nanti ma".
"Mama juga sudah tanya begitu, terus dia bilang its oke orang tuanya juga tidak masalah karena mereka menyukaimu". Jelas mama sambil mengelus kepalaku.
"Semoga aja benar ma Ray mau sama Lea, Lea tidak mau harta Ray, Lea hanya ingin Ray benar-benar sayang sama Lea dan mau menjaga Lea seperti Mama dan Ayah". Pelukku pada mama
Setelah obrolan panjang itu aku kembali ke aktivitasku menjadi model dari desain mama dan tante Mia, dia baru pulang dari LA dan langsung membuat desain dari salah seorang teman suaminya untuk acara pernikahan.
Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana rasanya LDR dengan pasangan hingga berbulan-bulan lamanya.
Ray baru beberapa hari saja tidak bertemu denganku dia sangat gelisah,
Selesai bekerja aku membuka sosmed ku baru saja ku buka sudah ada beberapa foto Melinda di sana sambil memegang perutnya.
Dengan caption "sehat-sehat anak kesayangan".
Rasanya lucu melihat sosial medianya yang seperti itu, bukan karena kau cemburu padanya hanya saja aku merasa kasihan dan iba padanya memiliki suami seperti Reno.
Esoknya, Ray benar-benar menyusulku kesini dia mengambil cuti tahunannya selama 12 hari dan dia akan menetap di selama 12 hari agar aku bisa kembali secepatnya dengan dirinya.
Di bandara aku menjemputnya dengan supir rumahku.
"Love aku kangen". Peluknya padaku
"Beb malu banyak orang, ayo kamu mau kemana dulu".
"Gimana kalau..."
"Aku lagi bulanan ini".
"Yaa, padahal aku kangen berat".
Aku hanya trtawa melihat Ray yang begini manjahnya, apa dulu dia dengan mantan-mantannya juga begini?
"Kamu mau pulang ke hotel?" Tanyaku pada Ray
"Kerumahmu saja, aku ada urusan dengan ayahmu".
Akupun mengangguk dan meminta pak supir pulang, beliau menyetujuinya. Sesampainya dirumah mama dan Ayah suduh menunggu kedatangan kami.
Ayah menepuk pundak dengan lembut dan mempersilahkannya untuk masuk kerumah.
Katanya cuti kok dia masih kerja saja sama ayah mau heran tapi begitulah mereka berdua.
Sorenya aku mengajak Ray keliling kota hingga aku mengantarnya ke hotel, dia tidak mau menginap dirumah orangtuaku katanya sungkan, tapi beda halnya saat kami di apart seolah dunia hanya milik kami berdua.
"Apa yang kalian bahas tadi Beb, kayaknya serius banget". Tanyaku pada Ray
"Nggak apa-apa, cuma bahas sedikit pekerjaan aja kok".
"Katanya cuti tapi membahas pekerjaan sama Ayah?".
"Iya kan aku cutinya di sana bukan di sini". Ray memencet hidungku dengan gemas.
Sesampainya kami di hotel rasanya aku tidak rela membiarkan sendirian di sini. Sebelum dia turun aku menahannya dan meminta supir untuk pulang kerumah, Ray merasa heran dengan apa yang aku lakukan.
"Kenapa Love?". Tanyanya penuh heran
"Nggak aku merasa nggak aman kamu di sini".
"Loh nggak aman kenapa?".
"Banyak hantunya di hot itu sebaiknya kamu dirumah ku aja".
Ray tertawa dan aku tidak peduli, selama dia di sini dia akan aman jika bersamaku. Aman dari para wanita gatal yang mencoba mendekatinya seperti waktu dia di sana.
Setibanya kami dirumah ayahku bingung." Kenapa dua orang ini pulang.
Aku meminta Ray tidur di dlsamping kamarku. Jika sudah begini aku merasa tenang karena aku bisa mengawasinya selama 24 jam.
Sejak dia cerita tentang Melinda yang menggodanya aku semakin was-was ketika dia sendirian, ku akui Melinda itu cantik dan bodinya juga bagus laki-laki mna yang tidak akan tergoda? Apa lagi dadanya yang besar itu adalah kesukaan para pria, jika di bandingkan denganku aku bukan apa-apanya Melinda apa lagi dia anak orang kaya yang tidak pernah mengekspos tentang keluarganya, mungkin dia anak seorang presiden, atau perdana mentri, atau pejabat atau mungkin juga kedutaan besar di sebuah negara.
Ya siapa yang tau dengan identitas Melinda itu, tapi aku juga penasaran dengan sosoknya.
Makan malam kali ini terasa menyenangkan karena di temani orang-orang yang berharga untukku.
semangat ngetik thor sampe tamat..