Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.
Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!
Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 : Orang Kepercayaan
Debu dari reruntuhan singgasana masih melayang di udara yang pekat oleh aroma belerang dan darah. Di tengah aula yang hancur, Wan Long berdiri dengan napas memburu, tangannya masih menggenggam tangan Bai Hua yang duduk di atas lantai karpet—kursi roda peraknya telah hancur menjadi kepingan logam akibat ledakan tadi.
BRAKK!
Pintu besar Aula Keagungan jebol. Ratusan prajurit berbaju zirah perak merangsek masuk dengan tombak terhunus. Di depan mereka, seorang pria paruh baya dengan bekas luka melintang di pipinya melangkah maju. Dia adalah Jenderal Zhao, panglima tertinggi pasukan perbatasan yang dikenal sebagai "Macan Utara".
"Berhenti!" suara Jenderal Zhao menggelegar, membuat para menteri yang tersisa semakin gemetar di bawah meja.
Jenderal Zhao menatap mayat Kaisar yang tertancap pedang, lalu beralih menatap Wan Long yang bersimbah darah. "Pangeran Pertama... apa yang telah kau lakukan? Membunuh ayahandamu sendiri adalah dosa yang tak terampuni, meski kau dianggap 'kurang ingatan' sekalipun!"
"Dia bukan ayahku, Jenderal!" Wan Long berteriak, suaranya parau namun penuh tekanan. Ia tidak lagi bicara seperti orang idiot. "Lihatlah telinganya! Lihatlah noda hitam di darahnya! Pria ini adalah Wan De, pengkhianat yang membunuh suaraku sepuluh tahun lalu!"
Wan Jin, yang baru saja tersadar dari pingsannya akibat hantaman tiang tadi, merangkak maju. "Jenderal! Jangan percaya padanya! Kakakku sudah gila! Dia meracuni seluruh istana dan membunuh Kaisar demi takhta!"
Jenderal Zhao tampak ragu. Ia mengangkat pedangnya, bersiap memberi perintah penangkapan.
"Jenderal Zhao!"
Suara dingin Bai Hua membelah ketegangan. Ia duduk bersandar pada kaki meja, namun matanya menatap tajam sang Jenderal. "Kau adalah sahabat karib mendiang Pangeran Wan Shi(Kaisar asli), bukan? Kau ingat apa yang dia berikan padamu sebelum dia berangkat ke perbatasan terakhirnya?"
Jenderal Zhao tertegun. "Bagaimana kau...?"
"Sebuah belati dengan ukiran bunga plum di gagangnya," lanjut Bai Hua, mengutip informasi yang ia dapat dari dokumen rahasia di Ruang Arsip Terlarang malam sebelumnya. "Pangeran asli tahu kembarannya berbahaya. Dia memberimu belati itu sebagai tanda jika suatu saat takhta dikuasai oleh kegelapan, kau harus mencari keturunannya yang memiliki tanda naga di bahu kiri."
Wan Long segera merobek sisa baju zirahnya di bagian bahu kiri. Di sana, terdapat tanda lahir berwarna kemerahan yang menyerupai kepala naga---sebuah tanda yang hanya dimiliki oleh garis keturunan langsung pangeran asli---Kaisar asli.
Jenderal Zhao terenyak. Ia melangkah mendekat, matanya berkaca-kaca melihat tanda itu. Ia segera berlutut dengan satu kaki, diikuti oleh gemuruh jatuhnya lutut ratusan prajurit di belakangnya.
"Hamba... Jenderal Zhao... memohon ampun atas keterlambatan hamba mengenali sang Tuan Muda," suaranya bergetar. "Keadilan bagi Pangeran Wan Shi akhirnya tiba."
Wan Jin membelalak tak percaya. "Tidak... ini tidak mungkin! Ayah... Ibu Permaisuri!"
Namun, di tengah pengakuan itu, tubuh Wan Long mendadak ambruk. Ia terjatuh tepat di pelukan Bai Hua. Wajahnya membiru, dan pembuluh darah di lehernya tampak menonjol hitam.
"Wang Yu!" teriak Bai Hua panik.
Ia menyadari sesuatu yang mengerikan. Gas pelumpuh yang ia sebarkan di aula tadi, meski dosisnya rendah untuk orang normal, ternyata bereaksi sangat buruk dengan racun Lian-Xin di tubuh mereka yang sedang berada dalam tekanan emosi tinggi.
"Jaraknya... kita tidak boleh lepas," bisik Wan Long, jemarinya mencengkeram lengan Bai Hua dengan kaku.
"Jenderal Zhao! Panggil Tabib Tua di gerbang belakang sekarang juga!" perintah Bai Hua. "Dan tangkap Permaisuri! Mereka yang membantu Kaisar Palsu itu naik tahta! Jangan biarkan mereka mendekati sumur istana!"
Bai Hua merasakan dadanya mulai membeku. Efek racun ini sekarang mulai "mengkristal". Jika mereka tidak mendapatkan penawar dalam satu jam ke depan, jantung mereka akan berhenti berdetak secara permanen.
Tiba-tiba, dari arah belakang singgasana yang hancur, sesosok bayangan melesat. Itu adalah Permaisuri. Ia tidak melarikan diri, melainkan membawa sebuah botol kecil berisi cairan hitam pekat.
"Jika aku harus kalah, maka garis keturunan suamiku yang asli harus musnah bersamaku!" jerit Permaisuri gila. Ia melemparkan botol itu ke arah Wan Long dan Bai Hua.
Botol itu pecah di lantai, namun bukan racun yang keluar, melainkan gas pemicu yang mempercepat kerja racun Lian-Xin.
"Ugh!" Bai Hua terbatuk darah hitam. Pandangannya mulai kabur. Di sisa kesadarannya, ia melihat Wan Long yang berusaha bangkit untuk melindunginya dari Permaisuri yang kini menghunus belati.
"Di dunia ini atau di dunia lama..." gumam Wan Long, berdiri dengan gemetar di depan Bai Hua, "aku tidak akan membiarkanmu mati sebelum aku."
***
Happy Reading ❤️
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
jadi bayangin visual merekanya bertarung
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa