NovelToon NovelToon
My Big Boy

My Big Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Posesif
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Nung

(Bukan Novel yang awalnya benci jadi cinta ya, alur sesuai imajinasi Mimin)

Rania, seorang perantau dari Indonesia, datang ke negeri asing hanya untuk bertahan hidup. Ia tidak pernah menyangka langkah nekatnya akan mempertemukannya dengan Marco seorang mafia besar, dingin, berbahaya, dan bucin tingkat dewa.
Pertemuan mereka menyeret Rania ke dunia gelap penuh kekuasaan, obsesi, dan perlindungan berlebihan. Cinta yang salah, pria yang salah... tapi terlalu sulit untuk ditolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Nung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba

Rania bersandar kembali ke kamar nya dan menutup pintu, ia bersandar di pintu kamar nya tangan nya gemetar hebat napas nya berat, bayangan tentang masalalu nya tiba-tiba saja menghampiri nya.

"Tenang...Tenang... Semua akan baik-baik saja, semua itu hanya masalalu" ujar nya gemetar menenangkan dirinya sendiri. Rania segera mengambil ponselnya dan menghidupkan nya, nafasnya kembali teratur saat melihat foto kedua anak nya.

Air mata jatuh menetes dengan deras, Rania memeluk erat ponselnya di dadanya seolah ia sedang memeluk kedua anak-anak nya.

 

Keesokan paginya Rania sudah rapi dengan pakaian Maid nya yang baru, kali ini pas dibadan nya, Rania melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 5 dini hari. Rania keluar dari kamarnya ia mulai membersihkan mansion mewah itu bersama Maid Maid lain nya.

Vika sendiri ternyata sedang jatuh cinta kepada kepala Bodyguard, dan Rania baru tau ternyata Vika berselingkuh dari suaminya yang berada di Indonesia. Rania paling tidak suka perselingkuhan. Rania hanya bisa diam dan menelan bulat-bulat kecewanya pada sahabatnya.

Rania kini berada dikamar Marco, hari ini kepala Maid menyuruh nya untuk membersihkan kamar Marco. Rania langsung membersihkan kamar itu, Marco sudah bangun dan berada dikamar mandi sebelum Rania masuk kekamar nya. Rania membuka lemari Marco dan menyiapkan pakaian kerja nya. Kemeja, Jas, Dasi kaos kaki, jam tangan dan sepatu, semua ia letakan pada tempat nya, Rania sebelum nya sudah diberitahu bahwa saat membersihkan kamar Marco dilarang menyentuh apapun selain tempat tidur, karna tempat tidur sprei nya harus diganti lemari pakaian, dll dilarang disentuh.

Namun Rania melupakan peraturan itu, ia terbiasa menyiapkan pakaian kerja suaminya dulu sehingga saat membersihkan kamar Marco. Rania malah kebablasan menyiapkan pakaian kerja Marco.

Kepala Maid masuk kedalam kamar dan terkejut. "Apa yang kau lakukan Rania?" tanya Marry terkejut.

Rania juga terkejut ia melihat Marry lalu tersadar.

"maaf ak-aku.." ujar Rania gugup.

"Bukan sudah aku katakan tadi, kau hanya boleh membersihkan kamar dan mengganti sprei saja" ujar Marry.

"ak_"

"ada apa ini?" Marry dan Rania langsung menoleh, disana Marco baru saja selesai mandi, bathrobe melekat ditubuhnya.

Marry langsung menunduk. Marco melihat pakaian kerjanya sudah rapi diatas tempat tidur dan sepatu nya di lantai.

"Keluar" ujar nya dingin.

Marry mengangguk pelan lalu berbalik menarik tangan Rania untuk keluar mengikuti nya, namun suara Marco menghentikan mereka.

"Rania tetap disini, kau keluarlah Marry" ujar Marco dingin.

Marry menegang sejenak lalu mengangguk patuh dan keluar sebelum keluar ia menatap Rania dalam dan lama. Begitu pintu kamar tertutup Marco mengambil pakaian yang sudah disiapkan Rania ia masuk ke walk in closet untuk berganti pakaian.

Beberapa menit kemudian Marco keluar dari walk in closet sudah berpakaian rapi. Ia menatap Rania.

"pasangkan dasiku" ujar Marco menatap Rania.

Rania terdiam sebentar lalu mengambil dasi, namun ia bingung bagaimana memasang nya bukan karna ia tidak tau, tapi Marco terlalu tinggi, sedangkan dia hanya sedada Marco.

Namun pikiran itu sirna saat Marco dengan mudah mengangkat tubuh gempal nya keatas kursi kecil, Rania melotot tak percaya.

"Apa yang kau lihat cepat pasang dasinya" ujar Marco dingin.

Rania tersadar dan memasangkan dasi Marco, ia fokus memasangkan dasi dengan rapi, setelah selesai dasi itu tampak rapi, Rania merapikan kerah kemeja Marco lalu mengusap dada pria itu dan menepuk nya pelan, kebiasaan lama nya pada suaminya.

"selesai, kau semakin tampan_"

Rania tersadar, ia menatap Marco yang sejak tadi menatap nya, saat ia hampir jatuh Marco menangkap nya, menahan pinggang Rania sehingga kini tubuh mereka tak berjarak sama sekali wajah mereka sangat dekat.

"kau sengaja menggodaku?" ujar Marco renda.

Pelukan di pinggang Rania semakin erat dan posesif.

"T-tuan apa yang_" belum sempat Rania selesai bicara Marco langsung menyambar bibir Rania dalam ciuman.

Satu tangan nya tetap di pinggang Rania dan satu nya lagi menahan tengkuk Rania. Rania terkejut dan mencoba mendorong Marco. Namun tenaga pria itu terlalu kuat.

Rania memberontak bahkan dengan sengaja menggigit bibir Marco sehingga ciuman itu terlepas. Bibir Marco berdarah, Rania langsung turun dari kursi kecil itu dan menjauh, keluar dari kamar Marco.

Begitu keluar Rania berlari menuju taman belakang. Air matanya sudah nya sudah turun membanjiri pipi nya, saat berbelok ia tak sengaja menabrak seseorang. Rania terkejut ia mendongak ternyata Marry.

Rania langsung memeluk Marry dan menangis diperlukan wanita tua itu, Marry menepuk lembut punggung Rania.

"Ada apa Rania? Kenapa menangis?" tanya Marry pelan.

Rania masih sesenggukan, namun ia tetap bicara. "M-marry tuan hiksss..... Tuan dia... Hiks....."

Marry memegang bahu Rania dan mendorong nya sedikit untuk melihat wajah wanita itu.

"Tuan? Tuan kenapa? Dia memecat mu?" tanya Marry lalu wanita tua itu menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.

"Benar juga, kau pasti dipecat. Kau bukan yang pertama menyentuh pakaian Tuan dulu maid lain juga pernah menyiapkan pakaian Tuan. Dan mereka langsung dipecat" ujar Marry prihatin.

Rania menggeleng pelan. "Tuan tidak memecat ku" ujar Rania cepat, Marry terdiam lalu menatap Rania serius.

"Lalu apa yang Tuan lakukan hingga kau menangis?"tanya Marry menatap Rania.

" T-tuan dia mencium ku Marry, dia melecehkan ku, bukan kah ini termasuk pelecehan ditempat kerja" ujar Rania masih sesenggukan.

Marry terdiam tertegun, Tuan nya mencium Rania? Seorang wanita? Marco Moretti?

Tatapan Marry langsung berubah serius, ia menarik tangan Rania menuju taman belakang, begitu mereka sampai di taman belakang mereka duduk dibangku taman.

"Tuan mencium mu? Kapan? " tanya Marry serius.

Rania memainkan jari-jarinya sambil menunduk.

"Tadi setelah kau keluar dari kamar Tuan. Tuan menyuruhku memasangkan dasinya dan tiba-tiba saja ia mencium ku" jawab Rania pelan.

Marry menutup mulutnya tak percaya, mata wanita tua itu berkaca-kaca bukan karna sedih tapi karna bahagia, Tuan nya Marco sejak kecil mengidap aphenphosmphobia, yaitu sentuh fisik terhadap lawan jenis. Tapi kini Tuan nya sendiri mencium seorang wanita? Marry menatap Rania lama.

"Kenapa kau mengira tuan melecehkan mu?" tanya Marry.

Rania terdiam ia menatap Marry. "Apakah mencium seorang Maid tiba-tiba itu bukan pelecehan Marry? hari ini aku bisa saja sebelumnya nya dia mencium maid lain da_"

"Tuan tidak pernah mencium siapapun!" potong Marry tegas sebelum Rania menyelesaikan ucapannya.

"Tuan tidak pernah mencium siapapun dan tidak pernah dekat dengan wanita manapun" ujar Marry lembut kali ini.

"Rania tuan Marco itu tidak mungkin melecehkan mu, mungkin saja dia_"

"tidak Marry, itu nama nya pelecehan! Di negara ini ciuman mungkin hal biasa tapi di negara ku itu pelecahan_"

"Besok aku akan kembali ke Indonesia saja, syukurlah aku baru masa percobaan, terimakasih untuk satu bulan nya Marry" ujar Rania lalu berbalik pergi.

1
Hesty
ko ga up😄
Nyai Nung: Lagi proses sayang, malam baru up
total 1 replies
Hesty
ko ga up😄
anggita
like iklan👍☝
anggita
kadang KDRT malah jdi trend😑
Nyai Nung: Gimana maksudnya sayang?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!