(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~22.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Keesokan paginya)...
...Alexa terbangun terlebih dahulu segera meninggalkan hotel itu sambil membawa cek berisi uan menuju kediaman keluarganya. Sesampainya disana, ia pun segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah....
"Aku mendapatkan uan nya," ucap Alexa menatap sekitar dengan nafas ngos-ngosan.
"Bagus sekali Kak." Aletta berjalan menuruni anak tangga menghampiri Alexa."Tapi kata sang penculik, dia hanya menerima uan cas."
...Alexa menelan ludah dengan kasar menatap cek berisi 100 JT yang semalam ia dapatkan dari Tristan....
"Jangan khawatir, a-aku akan pergi mencairkannya," ucap Alexa segera berlari pergi.
"Cih! Dasar wanita bodoh, nanti aku ingin melihat, apakah setelah ini Tristan masih mau menerimamu," gumam Aletta menatap kepergian Alexa sambil tersenyum smirk penuh kemenangan.
*
*
...(Di hotel)...
...Kamar hotel yang nampak hening dan dingin, terlihat Elian berdiri dengan takut menatap Tristan yang marah duduk terdiam di sofa. Semuanya berawal saat Tristan terbangun sudah tak mendapati Alexa di sampingnya....
"Kemana istriku pergi?" tanya Tristan.
"Jawab Tuan. Tadi pagi saat terbangun, Nyonya buru-buru pergi mengunakan taksi menuju kediaman keluarganya."
Tristan membuang nafas kasar."Lalu?"
"Lalu-"
Ting.
...Suara notifikasi pesan memotong perkataan Elian. Dengan santai, Tristan meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut. Kedua matanya langsung membulat saat ia melihat ada penarikan uan dari salah satu bank dimana ia menyimpan uan....
"Untuk apa uang sebanyak itu kucing liar?" batin Tristan tersenyum smirk menatap ponselnya.
"Gawat, pasti sebentar lagi akan terjadi musibah," batin Elian cemas melihat senyuman yang terukir di wajah tampan Tristan.
"Elian."
"Ya Tuan."
"Suruh orang-orang mengikuti kemana istriku pergi."
"Baik Tuan."
...Dengan santai, Tristan pun bangkit melangkah mendekati Elian dan berdiri di hadapannya....
"Jaga baik-baik wanitaku," bisik Tristan penuh peringatan.
"Baik, Tuan."
*
*
...(Di bank)...
...Tepatnya di ruang manager, terdengar suara mesin penghitung uan menggema memenuhi ruangan tanpa suara obrolan. Para karyawan dengan fokus menghitung uan lembar demi lembar, kemudian memasukannya ke dalam tas hitam yang sudah disiapkan....
...Di samping mereka, terlihat Alexa duduk dengan cemas terus menatap ke arah dinding yang sudah menunjuk pukul 12:00 siang....
"Mama, sabarlah... Alexa akan datang untuk menyelamatkanmu," batin Alexa.
"Permisi Nyonya," tegur seorang karyawan Bank berdiri di hadapan Alexa sambil meletakan kedua tas berisi uan yang sudah selesai dihitung.
"Iya," sahut Alexa bangkit dari duduknya dengan perasaan lega.
"Semuanya sudah selesai dihitung. Ini," ucap karyawan tersebut sambil tersenyum ramah.
"Terima kasih banyak. Saya permisi dulu," pamit Alexa meraih kedua tas hitam berisi uang tersebut segera pergi dari sana.
*
*
...(Di kediaman keluarga Cove)...
...Terlihat Nyonya Nadine dan Aletta duduk di ruang tamu tertawa bahagia sambil menikmati teh hangat yang disiapkan oleh para pelayan....
"Sayang, apa kamu yakin rencana mu ini akan berhasil?" celetuk Nyonya Nadine ragu.
"Tentu saja Ma. Aku sudah menyiapkan semuanya dengan rapi. Hanya tunggu Alexa masuk ke dalam jebakan dan... boom, dia akan ditinggalkan oleh Tristan. Dengan ini, aku akan memiliki kesempatan untuk mendekati Tristan, kemudian menjadi Nyonya Raven," jawab Aletta penuh percaya diri.
"Bagus sekali Nak. Mama memang tidak salah melahirkan mu," puji Nyonya Nadine bahagia.
...Diluar, Alexa yang baru tiba segera berlari masuk membawa dua tas berisi uang masuk ke dalam rumah menuju ruang tamu....
"Hah... hah... hah... aku sudah mendapatkan uangnya," ucap Alexa dengan susah payah mengatur nafas.
...Nyonya Nadine dan Aletta tersenyum penuh kemenangan menatap satu sama lain, kemudian menatap Alexa....
"Bagus, aku akan menelfon penculiknya." Aletta meraih ponselnya dan melakukan panggilan.
"Dimana uangnya?" tanya penculik dari seberang ponsel.
"Uang sudah siap, dimana kami harus membawanya?" Aletta pura-pura bertanya.
"Hahaha, bagus sekali, nanti saya akan kirimkan lokasinya."
Tut, tut, tut.
"Bagaimana, Aletta?" tanya Alexa tak sabar.
"Kata penculik itu Kakak tunggu saja, nanti dia akan kirimkan lokasinya," jawab Aletta pura-pura memasang wajah sedih.
"Baik..." lirih Alexa menunduk lemas, ia semakin cemas membayangkan keadaan sang ibu di tangan para penculik itu.
...Di tambah lagi ibunya memiliki penyakit gangguan jiwa, bisa-bisa para penculik itu akan bertindak kasar dan menyakitinya....
*
*
...Setelah 4 jam menunggu dengan sabar, akhirnya Aletta pun mendapatkan notifikasi lokasi dari para penculik itu. Tanpa ragu Alexa memohon kepada Aletta agar segera membawanya kesana berserta dua tas berisi uang itu....
...Setibanya di lokasi yang letaknya di tengah gan sempit, Alexa pun disuruh turun dari mobil, sedangkan Aletta dan Nyonya Nadine segera tancap gas pergi meninggalkan lokasi....
...Saat sedang berdiri seorang diri dengan wajah kebingungan menatap sekitar, tiba-tiba sebuah mobil Van melaju ke arah Alexa dengan kecepatan tinggi dan berhenti....
"A-apa itu mereka?" Alexa bertanya pada dirinya sendiri saat melihat beberapa pria bertubuh tinggi kekar turun dari mobil Van memakai pakaian serba hitam beserta topeng berjalan ke arahnya."Si-siapa kalian?" tanya Alexa ketakutan sambil melangkah mundur kebelakang.
...Tanpa menjawab, salah satu pria segera menembak obat bius ke arah Alexa, menyebabkan Alexa pun pingsan tak sadarkan diri, kemudian mereka segera membawa Alexa pergi dari sana....
...(Bersambung)...