NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Dino dan Strategi 'Double Date' yang Gagal

​Pasar Bunga Rawa Belong di jam empat pagi adalah labirin aroma mawar yang memabukkan dan teriakan para pedagang. Namun, bagi Ryuga dan Kiara, tempat ini adalah arena persembunyian yang berbahaya. Cahaya lampu merkuri yang kuning temaram beradu dengan kilatan lampu UV dari para pengejar yang mungkin masih mengintai perban Kiara.

​"Wartawan itu semakin dekat! Dia tipe yang tidak akan berhenti sebelum dapat foto headline!" suara Dino bergerak panik di earpiece. 

"Kalau foto CEO Dewangga Tower sedang memeluk asistennya yang berdarah-darah muncul di portal berita, Hendra akan tahu kita sedang memegang kunci S-1945!"

​Strategi Gila Dino

​Dino, dengan otak absurdnya yang bekerja di bawah tekanan, melihat seorang gadis penjual bunga krisan bernama Lulu yang sedang mengantuk di balik dagangannya. 

Tanpa pikir panjang, Dino menyambar seikat bunga dan berdiri di samping Lulu.

​"Lulu sayang! Akhirnya teman-teman kita datang!" seru Dino dengan suara keras yang dibuat-buat, sambil merangkul pundak Lulu yang kebingungan.

​Dino memberi kode mata yang sangat agresif kepada Ryuga dan Kiara. "Woi! Pasangan yang baru tunangan! Sini bergabung! Kita kan mau double date subuh-subuh!"

​Ryuga mengerutkan kening, namun ia paham. Ia menarik Kiara lebih rapat ke sisinya. "Ikuti saja kegilaannya, Kiara."

​Si wartawan tabloid, seorang pria kurus dengan kamera berlensa panjang, mulai mendekat. Ryuga segera bertindak. Ia memutar tubuh Kiara, memojokkannya di balik pilar kayu kios bunga yang penuh dengan gantungan bunga lili.

​"Maaf, Kiara. Aku harus melakukan ini agar dia tidak melihat wajahmu dengan jelas," bisik Ryuga.

​Jarak mereka menghilang. Ryuga menumpukan kedua tangannya di pilar, mengurung Kiara dalam ruang sempit di antara lengannya. Di mata orang luar dan si wartawan mereka terlihat seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara dan mencari privasi di sudut pasar.

​Kiara mendongak, nafasnya tertahan. Wajah Ryuga hanya berjarak beberapa milimeter. Ia bisa melihat setiap detail di mata Ryuga kelelahan, kecemasan, dan sesuatu yang lebih dalam yang tidak bisa dijelaskan oleh logika asisten strategi.

​"Pak..." desis Kiara, jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut Ryuga bisa merasakannya melalui jas hitam yang mereka bagi.

​"Diam lah. Dia masih di sana," ucap Ryuga rendah. Untuk menambah kesan 'asli', Ryuga perlahan menyentuh rahang Kiara dengan ibu jarinya, memiringkan wajah wanita itu seolah-olah mereka akan berciuman.

​✨✨✨

​Sementara itu, Dino sedang berjuang mempertahankan penyamarannya. 

Lulu, si penjual bunga, ternyata tidak seramah kelihatannya.

​"Heh, Mas! Siapa yang kamu panggil 'sayang'? Bayar dulu ini bunganya! Lima puluh ribu!" bisik Lulu sambil mencubit pinggang Dino dengan keras.

​"Aduh! Iya, iya, nanti saya beli satu kebun! Tolong akting sebentar, Mbak! Lihat itu, ada wartawan jahat yang mau merusak cinta suci teman saya!" Dino mencoba bergaya ala model, menutupi pandangan wartawan ke arah Ryuga dan Kiara dengan tubuhnya yang gemuk-gemuk menggemaskan.

​Untungnya, si wartawan mulai ragu. "Cuma anak muda yang sedang kencan ganda rupanya," gumamnya kecewa, lalu menurunkan kameranya dan pergi mencari objek lain.

​Setelah wartawan itu menghilang di kerumunan, Ryuga tidak langsung menjauh. Keheningan yang aneh tercipta di antara mereka di balik pilar bunga itu.

​"Dia sudah pergi," bisik Kiara, namun ia sendiri tidak bergerak untuk melepaskan diri.

​Ryuga menatap bibir Kiara, lalu kembali ke matanya. Ada dorongan kuat untuk benar-benar melakukan apa yang tadi ia pura-purakan. 

Namun, ia teringat pada Seline, pada Hendra, dan pada tanggung jawab besar yang ada di pundaknya.

​Ryuga perlahan mundur, melepaskan 'kurungan' tangannya. "Kerja bagus, Kiara. Penyamaran yang... meyakinkan."

​"Ya... sangat meyakinkan," sahut Kiara, suaranya sedikit serak. Ia merapikan gaun biru safirnya yang kini tertutup debu sari bunga.

​Dino berlari menghampiri mereka sambil menggosok pinggangnya yang memar dicubit Lulu. "Gagal total! Double date macam apa ini? Aku malah kena palak penjual bunga! Tapi hei, setidaknya kita aman. Sekarang, ayo ke Balai Kota sebelum matahari terbit atau aku akan pingsan karena kurang gula!"

​Mereka kembali ke mobil, namun suasana di dalam kabin kini terasa berbeda. Ada sesuatu yang baru saja bersemi di antara Ryuga dan Kiara, lebih harum dan lebih tajam daripada seluruh bunga di pasar itu.

​Di dalam mobil SUV, keheningan terasa begitu padat. Dino sibuk menghitung uang kembalian dari Lulu si penjual bunga sambil sesekali melirik spion tengah. Ia bisa merasakan atmosfer "listrik" yang masih memercik antara Ryuga dan Kiara di kursi belakang.

​Ryuga berdehem, memecah kesunyian yang canggung. Ia mengambil jam saku perak S-1945 dari saku jasnya, mencoba mengalihkan fokusnya kembali ke misi.

​"Kiara," panggilnya, suaranya kembali ke nada bariton yang stabil. "Tentang yang tadi di balik pilar... itu hanya pengalihan. Aku harap kau tidak salah paham."

​Kiara yang sedang menatap jendela luar, menoleh pelan. Ia tersenyum tipis, jenis senyum profesional yang ia gunakan saat menghadapi klien restorasi jam yang sulit. "Saya tahu, Pak. Sebagai asisten strategi, saya mengerti bahwa dalam keadaan darurat, akting adalah bagian dari kontrak kerja. Tidak perlu dijelaskan."

​Ryuga terdiam. Jawaban Kiara yang terlalu "profesional" itu justru memberikan rasa tidak nyaman yang aneh di dadanya. Ia ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Dino memotong dengan suara riang.

​"Oke, oke! Lupakan soal akting ciuman yang hampir membuatku jantungan itu," Dino menepuk dasbor mobil. "Aku baru saja berhasil membersihkan sinyal dari tablet Seline. Ternyata, Dokter cantik itu tidak cuma menandai perban Kiara dengan cairan UV, dia juga memasukkan program 'kuda troya' ke dalam sistem GPS-ku."

​"Kau sudah mengatasinya?" tanya Ryuga tajam.

​"Tentu saja! Aku ini siapa? Aku Dino, ahli teknologi paling tampan se-Jakarta ! Aku memutar balik sinyalnya. Sekarang, di layar monitor Hendra, mobil kita terlihat sedang menuju ke arah Pelabuhan Tanjung Priok, padahal kita tinggal tiga blok lagi dari Balai Kota."

​Dino tertawa puas sambil mengunyah donat terakhirnya. "Tapi kita punya masalah lain. Balai Kota sudah mulai dijaga oleh petugas keamanan pagi. Kita tidak bisa masuk lewat pintu depan dengan Gaun Biru Safir dan jas mewah ini. Kita akan terlihat seperti turis yang tersesat setelah pesta gila."

​Kiara melihat ke arah puncak menara Balai Kota yang mulai terlihat di balik kabut subuh. Menara itu memiliki struktur bangunan kolonial dengan banyak tonjolan ornamen batu dan pipa drainase tua.

​"Saya tidak butuh pintu depan," ucap Kiara tiba-tiba. Matanya berkilat, menunjukkan sisi lain dirinya yang jarang dilihat Ryuga.

​"Apa maksudmu?" Ryuga mengerutkan kening.

​"Pak, sebelum saya menjadi ahli jam, hobi saya adalah urban climbing. 

Saya biasa memanjat gedung-gedung tua untuk melihat mekanisme jam menara dari luar," Kiara menjelaskan sambil mulai merobek sisa gaun birunya yang menjuntai agar lebih pendek dan memudahkan gerak kakinya.

​Ryuga menatap betis Kiara yang masih dibalut perban oleh Seline. "Kau terluka, Kiara. Aku tidak akan membiarkanmu memanjat dinding setinggi tiga puluh meter dalam kondisi seperti itu."

​"Luka ini tidak akan menghentikan saya, Pak Ryuga. Jam S-1945 itu memanggil saya. Dan hanya saya yang tahu cara menyatukan porosnya dengan roda gigi pusat di atas sana tanpa memicu alarm."

​Mobil berhenti di gang gelap di samping Balai Kota. Udara subuh sangat dingin, membuat napas mereka beruap. Ryuga turun dan berdiri di depan Kiara. Ia melepaskan jas hitamnya yang sudah kotor dan memakaikannya kembali ke bahu Kiara, kali ini dengan cara yang lebih protektif.

​"Jika kau jatuh, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri," bisik Ryuga, memegang kedua bahu Kiara dengan erat.

​Kiara menatap mata Ryuga, menemukan kekhawatiran yang tulus di sana. "Kalau begitu, pastikan Anda berada di bawah untuk menangkap saya, Pak Bos."

​Ryuga melepaskan pegangannya dan mengangguk berat. "Dino, siapkan perimeter. Kiara... berhati-hatilah."

​Kiara mulai mendekati dinding batu gedung tua itu. Dengan gerakan yang lincah dan terlatih, ia mencari pijakan pada celah-celah batu. Gaun biru safirnya kini berubah menjadi pakaian tempur yang elegan di bawah sinar bulan yang mulai memudar.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!